
.
.
.
"berapa semua nya Pak? ". tanya Anna pada si penjual pedagang pinggir jalan.
Anna mengeluarkan uang besar dan mengatakan pada si penjual sisa uangnya untuk keluarganya saja, si bapak malah tidak enak hati akan kebaikan Anna.
"kenapa sayang? ". tanya Adi.
"tidak apa aku hanya tidak mau ambil kembalian". jawab Anna sambil merangkul Adi memapah suaminya berjalan.
perlakuan lembut Anna yang begitu menjaga Adi membuat Adi berbunga-bunga, Ia tidak bisa berkata-kata saat Anna begitu telaten merawatnya seperti Istri yang sempurna.
"betapa hebatnya didikan Kakak kesayanganmu sayang, dia bisa membentukmu menjadi gadis yang sempurna hanya dalam hitungan tahun". batin Adi yang tau Anna belajar dari Nana.
Arka selalu mengatakan Anna terobsesi dengan Nana hingga ingin menjadi seperti Nana padahal Anna itu Tuan Putri, namun Anna bisa berubah setidaknya berhasil meniru Nana sekitar 50%, sekarang Anna hanya bisa menjadi diri sendiri, karna Cita-cita tertinggi Anna adalah seorang dokter.
"kenapa? ". tanya Anna mengerjabkan matanya melihat mata sang suami yang serius menatapnya.
"kamu Istri yang sempurna Anna". puji Adi.
"benarkah? tapi aku masih dalam tahap belajar". jawab Anna malu-malu dipuji oleh Adi.
"biar aku yang nyetir ya? ". tanya Adi
"apa udah baikan? aku bisa nyetir kok". jawab Anna.
Adi mendorong pelan tubuh Anna membawa Istrinya masuk Mobil, Adi tersenyum tampan berlari mengelilingi mobilnya tanpa peduli tatapan para wanita pinggir jalan yang meleleh melihat senyumnya itu.
.
setibanya di Mansion Anna,
Sekar dan Caca yang mondar-mandir khawatir menunggu Anna dan Adi kembali kini mendengar suara mobil mereka berdua malah segera bersembunyi,
"Adi kenapa menggendongku? aku baik-baik saja?". protes Anna yang kini tengah digendong oleh Adi.
"kakimu terluka Anna, aku juga bisa menjadi suami yang baik untukmu, tadi kamu yang merawatku sekarang giliran aku yang merawatmu". kata Adi
Anna menggeleng kepalanya, "aku baik-baik saja sungguh...! luka seperti ini sudah biasa kalau mengenakan heels".
Anna menceloteh minta dilepaskan oleh Adi tapi Pria yang sudah sah menjadi suaminya itu tetap saja bersikeras menggendongnya dan akan merawatnya.
__ADS_1
Sekar dan Caca melihat pemandangan itu menganga takjub juga mengerjabkan mata, Anna dan Adi semakin romantis saja sehingga mereka merasa sebentar lagi akan memiliki keponakan kecil.
.
Anna berusaha menolak saat Adi mengobati kakinya,
"diamlah Anna..! kakimu aku beri obat sedikit saja, apa kamu tidak bisa percaya padaku hmm? aku memang bukan dokter tapi mengobati seperti ini aku bisa". kata Adi dengan serius.
Anna pun tidak lagi melarang Adi mengobati kakinya, Ia diam memperhatikan perlakuan Adi yang lembut padanya, perlahan bola mata biru Anna sangat tertarik bentuk bibir Adi segera ia menggeleng kepala untuk menyadarkan diri.
"Adi? ". panggil Anna
"hmm? ". sahut Adi perlahan mendongakkan kepalanya sambil memasang sendal berbulu di kaki Anna.
"aku mau tanya sesuatu". kata Anna dengan penasaran.
"iya..? kamu mau tanya apa? ". tanya Adi meletakkan heels Anna di bawah meja sofa.
"kenapa diletak disitu heelsku? ". tanya Anna malah melenceng.
"ya sudah..! aku letak dulu ya? tunggu sebentar". balas Adi yang langsung bangkit menyimpan heels Anna ke Ruangan Ganti setelah membersihkannya.
Anna mengikuti Adi dan berdiri di depan pintu Ruangan ganti mereka yang dibatasi hanya tirai saja, Ruangan itu cukup luas dan dibagi 2, sebagian ruang ganti Anna dan sebagian ruang ganti baju Adi.
"mau tanya apa? ". tanya Adi perlahan membuka bajunya.
Adi menahan senyumnya tanpa menutup tirai, ia sepertinya tidak malu pada Anna malah Anna yang masih malu-malu pada Adi padahal mereka sepasang suami istri.
.
di tempat tidur,
"mau tanya apa? ". tanya Adi duduk bersandar di sandaran tempat tidurnya menatap Anna yang baru saja berganti pakaian.
Anna berjalan ke arah Adi dan masuk ke balik selimutnya, "apa kamu pernah tidur dengan perempuan lain? ".
Adi menaikkan sebelah alisnya, "hmm? ".
"maksudnya berhubungan bad*n dengan Perempuan lain". jelas Anna melihat arah lain.
"kalau aku jawab tidak pernah apa kamu percaya? ". tanya Adi balik dengan senyum menawannya mendekati wajah Anna.
"benarkah? tapi kenapa kamu sepertinya tidak gelisah denganku? biasanya laki-laki yang sering dekat dengan perempuan lain pasti tidak ada rasa canggung sama sekali, kamu begitu tenang padaku hanya aku yang gugup karna ini pertama kalinya aku dekat dengan lelaki". Anna berbicara dengan kepala tertunduk tidak berani menatap mata Adi.
Adi terkekeh pelan, "karna aku nyaman padamu Anna, kalau aku nyaman kenapa harus canggung?". gemas Adi mencubit pipi Anna.
__ADS_1
"nyaman? ". beo Anna.
"lebih baik kita tidur ya? ". ajak Adi memeluk Anna dan merebahkan diri bersama-sama.
Adi mengecup lama kening Anna dan memejamkan matanya memeluk Anna dengan posesif.
Anna mengerutkan keningnya dipelukan Adi, "apa nyaman itu Cinta? ". batin Anna malah penasaran makna nyaman yang disebutkan Adi tadi.
.
.
ke esokan harinya,
Anna bangun dengan raut wajah linglung, Ia memanggil Adi tapi tidak ada jawaban, terpaksa Anna keluar kamar memanggil Adi betapa terkejutnya Anna mendengar kabar dari Papa Han semua orang sudah berangkat kerja.
"kok aku enggak dibangunin ya? ". gumam Anna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Anna kembali ke Kamarnya dan segera bersiap-siap berangkat kerja, Anna sudah terlambat dan tidak sempat sarapan berangkat ke Rumah Sakit demi pasiennya yang ada jam operasi pagi sekitar jam 9.
Anna selesai operasi 2 jam kemudian,
"permisi Nona! ". kata seorang Pengawal bayangan Anna kini mendatangi Anna secara nyata tapi berpakaian biasa dan badannya tinggi besar membuat orang lain sedikit takut melihat Pria itu.
"iya? ada masalah di Mansion? ". tanya Anna yang tau Pria itu orang setia Kakeknya.
"Tuan Muda meminta saya memberikan sarapan ini untuk Nona, katanya Nona sangat lelah karena acara tadi malam, dan Tuan sengaja membiarkan Nona istirahat lebih lama tapi kata Pak Han Nona tadi belum sarapan langsung berangkat kerja, Tuan Muda juga minta Nona tidak perlu antar makan siang sebab nanti Tuan Muda datang untuk mengajak Nona makan bersama".
Anna menerima bekal yang diberikan Suaminya melalui pengawalnya, "terimakasih".
"sama-sama Nona..! saya permisi". kata Pria berbadan besar itu menundukkan kepalanya ke Anna dan berbalik pergi.
Anna menatap bekal sarapan yang diberikan oleh Adi pun tersenyum lebar, Ia masuk ke Ruangannya dan langsung membuka isinya yang ternyata adalah nasi goreng kesukaannya.
"kapan dia memasaknya? ". gumam Anna lalu terkekeh pelan.
Anna makan dengan lahap sambil chattingan dengan suaminya, sesekali Anna tertawa membaca pesan Adi yang ternyata Pria yang sangat asik lewat chat.
Adi sudah membuat Ruangan pribadi di Perusahaan Anna dengan perabotan lengkap didalamnya seperti Apartemen kecil, Adi sering bekerja di Kantor jadi tidak ada salahnya punya Ruangan Pribadi untuk melepas lelah dan Ia tidak mau lagi merepotkan Anna harus bolak-balik memasak di Apartemen mewahnya lalu mengantarnya ke Adi,
lebih baik punya dapur sendiri jadi Adi bisa masak sendiri atau Anna bisa memasak di Ruangan Pribadi itu saja yang sudah lengkap dengan peralatan dapur dan lainnya.
.
.
__ADS_1
.