
.
.
.
"giliranmu Caca". senyum lebar Anna melihat ke Caca.
Caca membelalak, "kenapa jadi aku? aku tidak mau menikah, aku takut menjadi tidak waras seperti kalian".
Anna memutar bola matanya dengan malas, "hei.. kamu harus menikah kalau tidak nanti kedua orangtuamu akan menikahkanmu secara paksa".
"apa maksudmu? ". tanya Caca kaget.
"pas aku bicara tentang Sekar pada Kakek, kedua orangtuamu juga sedang mencari Pria yang pantas untukmu, aku rasa beberapa hari lagi mereka akan memaksamu ikut kencan buta". jawab Anna dengan santai.
Caca membelalak, "k.. kenapa aku tidak tau".
"Paman dan Bibi terlalu mengenal sifatmu jadi tidak memberi taumu". kekeh Anna.
Caca meraup wajahnya frustasi, "aku lebih baik menikah dengan anj*ng dari pada manusia, belum tentu Pria yang menikah denganku nanti pria yang baik seperti Suami Kak Nana, suamimu dan calon suami Sekar".
"apa maksudmu menikah dengan anj*ng?". tanya Anna dengan heran.
"anj*ng setia pada tuannya sementara Pria belum tentu setia pada satu wanita". jawab Caca dengan serius.
"kalau begitu carilah Pria yang kamu percaya, dulu aku juga tidak mau menikah dengan Pria lain karna aku hanya percaya pada Adi aku memintanya untuk menikahiku, lama-lama aku mencintainya". jawab Anna tanpa beban.
Caca memijit pelipisnya yang terasa pusing, "kamu pikir nasib kita sama hah? kamu itu sangat beruntung".
mereka bercekcok mulut, tiba-tiba Anna tersentak saat dipanggil oleh seseorang.
"Nona Anna? ". sapa wanita itu yang tak lain adalah Layla.
"wow..! aku bertemu dengan wanita yang sangat kaya-raya ya? betapa beruntungnya aku". kata Layla dengan senyum manisnya yang pasti topeng saja.
Caca memicingkan matanya melihat Layla lalu berdiri didepan Anna, "mau apa kamu?". tanya Caca dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"aah.. aku hanya menyapa Nona konglomerat saja". jawab Layla dengan senyuman.
"apa Nona memang orang kaya-raya nomor 1 di Asia? kenapa gaya pakaian Nona sederhana sekali?". tanya Layla tersenyum ramah memperhatikan penampilan Anna jauh dari kesan mewah.
Anna menggerai rambutnya, baju kaos lengan pendek dan celana panjang, baju kaos dimasukkan memperlihatkan pinggangnya Anna yang kecil tapi tidak terlihat jelas bentuk tubuhnya yang juga ideal.
"kenapa? kau bangga dengan pakaian ketat mu ini?". tanya Caca meledek pakaian Layla.
"aduuh.. kamu tidak tau ya gaun ini sangat limited, harganya sangat mahal dan tidak sebanding dengan pakaian Nona yang katanya terkaya seAsia ini". senyum manis Layla meletakkan kedua tangannya di pinggangnya sambil berpose seksi.
beberapa pembeli memuji bentuk tubuh Layla yang seperti gitar spanyol.
"kamu tidak tau harga baju kaus Anna ya?". ledek Caca tertawa pelan.
"siapa diantara kalian yang tau harga baju kaus dan celana jeans yang Anna pakai sekarang? ". tanya Caca ke para pembeli Mal yang berhenti melihat mereka.
Anna bersidakap dada melihat dan menonton apa saja yang Layla lakukan demi membuatnya terlihat seperti wanita pelit yang tidak mau mempercantik diri padahal banyak uang.
"baju Anna itu memang terlihat sederhana tapi harga 1 baju kaos ini 50 Juta dan Jeans ini 120 Juta, harga tas yang dia pakai ini 260 Juta dan ini kalung pemberian suaminya seharga ratusan juga, memang berapa harga gaunmu hah? bukannya hanya berpuluh Juta ya? asal anda tau ya? Anna juga punya gaun seharga 1 M tapi tidak dipakai olehnya karna orang udah terbiasa tidur dengan kasur dari kumpulan uang itu tidak akan pamer terlalu jelas". cetus Caca.
salah satu pembeli mencari tau kebenaran yang Caca katakan ternyata benar, semua yang terpasang di tubuh Anna saat ini harganya sangat fantastis padahal tidak terlihat mewah dan glamor tak disangka sangat mahal.
"benarkah? memangnya Brand siapa yang dipakainya? ". tanya Layla pura-pura angkuh padahal ia sudah malu saat ini.
"Brand Hot Tiffany". jawab Caca dengan bangga.
betapa terkejutnya orang-orang yang tau nama Brand itu memang sangat terkenal dengan harga pakaiannya menguras ATM,
"maaf ya Nona..! saya salah sangka karna pakaian Nona terlihat tidak mewah bahkan rambut dan Make up Nona tidak ada sama sekali". ucap Layla merasa bersalah padahal hanya akting saja.
Caca yang geram ingin menonjok wajah Layla tapi Anna menahan lengan Caca.
"sudah..! banyak orang Ca, ayo kita pergi saja". ajak Anna.
"dia udah mempermalukanmu Anna". kesal Caca.
"tidak.. dia hanya tidak tau tentang Brand Hot Tiffanny mungkin dia belum pernah beli pakaian disana". jawab Anna seketika membuat muka Layla merah padam.
__ADS_1
pembeli yang tadi berkumpul menahan tawanya mengejek Layla yang tidak pernah membeli pakaian di Brand ternama nomor 1 itu.
Layla tetap tersenyum, sungguh hatinya sangat dongkol karna kalah dari Anna yang berbicara singkat namun berhasil menginjak-nginjak harga dirinya.
Caca terpaksa pergi dipaksa oleh Anna mencari pakaian baru dan Ia mengomeli Anna yang bisa begitu tenang di permalukan oleh Layla.
"aku tau dia hanya iri padaku Caca..! kenapa aku harus menanggapi orang seperti itu, dia memang lebih populer dari aku dan tubuhnya juga lebih seksi dari Aku". Anna berkata dengan santai.
"lebih populer bagaimana?? kamu tidak benci dengan kelakuannya tadi? untung saja aku tau harga pakaianmu ini kalau tidak, kita bisa dihina tadi oleh orang yang menonton drama wanita aneh itu". geram Caca.
"sudahlah..! coba ini bagaimana? kamu suka set ini?". tanya Anna menunjukkan set pakaian yang ia suka.
Caca menepis pakaian itu dengan wajah kesal ia mengomeli Anna yang masih punya mood untuk belanja padahal mood Caca sudah hancur karna wanita bernama Layla itu.
Anna terkekeh, "menghadapi wanita iri itu harus dengan cara memanas-manasinya, aku punya rencana bagus". kata Anna dengan serius.
Caca melihat ke Anna, "rencana apa? ".
"dia menyukai suamiku jadi aku meminta Adi untuk datang menjemputku, aku rasa dia sedang berlari ke sini mendatangiku". jawab Anna dengan santai.
"hah? benarkah? kapan kamu mengabarinya? ". tanya Caca kaget.
"Pengawal bayanganku yang menghubungi nya". jawab Anna.
"lalu apa rencanamu? ". tanya Caca berbinar.
"aku belajar dari Kak Nana harus bermain cantik melawan calon pelakor". jawab Anna tertawa kecil.
Caca menganga lebar, "kamu benar-benar air tenang menghanyutkan ya? ".
"adik kesayangan siapa dulu dong..! Kak Nana gitu loh". Anna mengibaskan rambutnya dengan sombong hingga Caca tertawa lebar.
"sekarang jawab aku mana pakaian yang bagus? ". tanya Anna sekali lagi ke Caca.
"Anna.. kulitmu itu seputih salju, warna pakaian apa saja sangat pas di tubuhmu". puji Caca tersenyum lebar tidak sabar menunggu rencana Anna membuat wanita bernama Layla itu semakin iri dan dengki saja pada Anna.
.
__ADS_1
.
.