Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tidak bisa diterima


__ADS_3

.


.


.


Adi memasak sup Ayam untuk Anna, Linda kembali ke Mansion setelah mengantarkan pesanan Anna, jika Anna bersama Adi tidak diperlukan Linda, itulah peraturan utama kerja Linda sebagai pengawal Anna.


Linda mengerutkan keningnya saat didepan Gerbang Mansion Anna melihat Sartika, wanita itu terlihat semakin kurus dan menyedihkan.


"kenapa Wanita itu masih berani datang kesini? apa dia tidak takut dengan Tuan Adi? cara Tuan Adi menghukum mereka sangat keren". gumam Linda.


Linda keluar dari mobil Pengawal dan mendekati rekan kerjanya.


"kenapa dengan wanita ini? ". tanya Linda


"Lin..? dia sudah tidak waras?".


"tidak waras? ". beo Linda


"wanita ini terus berteriak memaki Nona Anna dan menyalahkan Nona Anna atas apa yang terjadi padanya".


Linda mendekati Sartika yang mulutnya di tutup oleh pengawal lain, "lepaskan dia! ".


"tapi..? ".


"aku akan meninjunya jika berani mengatai Nonaku". jawab Linda.


Pengawal itu pun melepaskan Sartika,


"ada apa Bu?". tanya Linda dengan datar.


"dimana Anna? dia sudah menghancurkan kehidupanku, aku adalah Tante kesayangannya tapi dia membiarkan kelakuan suaminya padaku? apa kau tidak tau anakku berubah hah?? dia mencampakkan aku sebagai Ibunya dan menjadi gembel, dia berubah Total... itu semua karna Anna".


Sartika berbicara sampai urat-urat tenggorokannya terlihat, muka nya kian memerah menatap tajam Linda seperti seorang pelakor saja.


"sudah kan? itu semua kesalahan Ibu sendiri". jawab Linda.


"apa kau bilang? kesalahanku? aku tidak terima ini kesalahanku, cepat beritau Anna kalau aku disini". teriak Sartika.


"Nona Anna sedang tidur ". jawab Linda lagi.


"bangunkan dia.!". geram Sartika.

__ADS_1


"wanita ini sudah gila, usir saja dia". titah Linda.


"ya". jawab Para pengawal.


"tidak..! aku tidak Gila...? kau hanya pelayan rendahan berani mengusirku?? lepaskan aku, aku tidak gila". teriak Sartika meronta-ronta ditarik paksa oleh Para Pengawal.


Sartika dipaksa masuk Mobil lain lalu dibawa pergi dan akan di buang di jalan supaya tidak membuat kekacauan di Mansion Anna.


Linda kembali masuk mobil, "dasar manusia tidak tau malu..! apa dia tidak sadar juga kalau itu semua kesalahannya? dia sendiri yang murah*n tergoda rayuan anak muda, dia tau itu calon suami anaknya tapi mau juga di goda dan dirayu". gerutu Linda.


Linda tak habis fikir akan perbuatan Sartika, sudah jelas dia sendiri yang membuat kesalahan tapi masih bisa menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa dirinya?


jarang ada manusia yang selalu membuat kesalahan itu sadar bahwa kesalahannya itu banyak, bahkan saat diberi tau pun masih bisa menyalahkan orang lain padahal yang lain tidak tau apa-apa masalah mereka.


Sartika di buang dijalan, Ia menjerit histeris atas semua masalah yang menimpanya.


"aku tidak salah..! anakku, Mama tidak salah? hiks.. hiks.. ini semua karna Anna, dari dulu sudah banyak yang bilang dia pembawa sial dan itu memang kenyataan".


"aku harus tinggal disini dan hancurkan reputasi suami Anna itu, dia yang memberitau Mia hingga berubah dan meninggalkanku". isak tangis Sartika.


demi menguatkan hatinya yang sudah hancur Ia menyalahkan orang lain dan akan membalas perbuatan Adi, jika Rahasia itu tidak bocor maka hubungan mereka akan baik-baik saja sampai sekarang tidak akan terbelah dua seperti hari ini.


Sartika mengusap air matanya, hidupnya sudah hancur dan tidak berguna lagi jadi tidak perlu memikirkan apa-apa lagi sebab Sartika sudah tidak punya rahasia lagi.


"Tante? kenapa Tante Sartika bisa ada dijalanan?". gumam Anna.


"siapa sayang? ". tanya Adi dan melihat arah tatapan mata Anna, wajahnya berubah dingin dan tak senang melihat wanita serakah yang tidak tau diri itu.


"coba berhenti By! ". pinta Anna.


"apa kamu pikir dia akan baik sayang? kamu tidak boleh menemuinya, aku rasa dia hanya akan memakimu karna anaknya sudah berubah terus meninggalkannya". Adi menolak.


"tapi aku..? ".


"aku bilang tidak sayang, entah apa yang akan dia lakukan nanti kalau kamu melihatnya pasti akan membuat drama didepan banyak orang, aku tidak mau hal buruk itu terjadi padamu". potong Adi dengan raut wajah serius.


Anna mengedarkan pandangannya memang tempatnya lumayan ramai, kalau Sartika berakting seolah-olah Anna membuangnya bisa buruk nama Anna, sebenarnya Anna tidak berpikiran negatif malah Adi yang memikirkan hal buruk itu akan terjadi jika Anna tetap menemui wanita itu.


.


di Kamar Anna,


Anna menghubungi Mia yang tidak diangkat-angkat, lalu di panggilan ke-11.

__ADS_1


"haloo?? Anna? aku sedang bekerja". suara Mia terdengar seperti sedang berbisik.


"bekerja?". beo Anna.


"15 menit lagi aku telfon, aku sedang ditempat kerja sebentar lagi aku akan pulang". bisik Mia lalu mematikan panggilannya secara sepihak.


Anna menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "kalau Mia bekerja terus kenapa Tante Sartika bisa ada disini?". gumam Anna.


Anna menghela nafas, Ia terpaksa menunggu Mia menelfonnya balik sementara Adi sedang di Ruangan Kerja nya.


"sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka? mereka tidak berpencar karna perselingkuhan itu kan? haiisssh..! kepalaku pusing memikirkannya". gerutu Anna.


15 menit kemudian Mia menelfon balik,


"halo Mia? ". sapa Anna.


"ada apa Anna? kenapa kau menghubungiku?". tanya Mia.


"aku hanya bertanya apakah hubunganmu dengan Mamamu baik-baik saja? ". tanya Anna dengan sopan.


diam sesaat, "Mia..? ". panggil Anna melihat ponselnya dan ternyata panggilannya masih ada, Anna berpikir Mia mematikannya karna tidak ada jawaban.


"aku tidak tinggal sama Mama lagi". jawab Mia.


"apaa?? kenapa? kamu masih punya Mama Mia, kamu harus merawatnya dengan baik dan berbuat baik padanya, aku tidak punya Ibu seharusnya kamu bersyukur masih punya Ibu". sambar Anna.


"aku terima kesalahan apapun tapi tidak perselingkuhan walau dia Ibu kandungku sekalipun, maaf Anna..! kesalahan Mama terlalu fatal kalau dia punya gigolo lain aku masih bisa terima, tapi dia tau kalau Brian itu calon suamiku tetap saja mau menerima nya, bagiku itu bukan seorang Ibu karna seorang Ibu tidak akan menghancurkan impian anaknya". Mia.


"aku tadi melihat Mamamu tadi ada di Indonesia". ujar Anna serius.


"mungkin saja dia akan menyalahkanmu, terimakasih pada kalian sudah membuka mata hatiku dan aku tidak akan mau melakukan kesalahan yang sama". kata Mia lalu menutup panggilan telfonnya.


"Mia..? Mia..? kenapa dimatikan sih?". pekik Anna melihat layar ponselnya.


Anna diam sesaat lalu berdecak pelan, "dia memang berubah, lalu apa dia benar-benar bisa membuang ibunya sendiri? hanya karna ibunya selingkuh? dasar Mia..! kalau ada yang patut disalahkan itu ya Laki-laki brengs*k itulah".


Anna tidak tau kalau hati Mia sudah hancur yang Anna pikirkan hanya Mia masih punya Mama sementara Anna tidak, akan lebih baik bagi Mia memanfaatkan waktu bersama ibunya selagi bisa.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2