Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Vani dan Juna dalam perjalanan pulang, mereka diam tanpa kata. Juna konsentrasi untuk menyetir sedangkan Vani dibuk dengan ponselnya. Sesekali Vani melirik Juna begitupun sebaliknya.


"Dari dekat kamu ganteng Juna dan bahagianya aku bisa menjadi istrimu" ucap Vani dalam hati sambil menatap Juna dalam dalam..


"Kenapa menatapku seperti itu?" ucap Juna membuyarkan lamunan Vani..


"Enggak kok" jawab Vani sambil menahan malu.


"Yakin" jawab Juna basa basi..


"Emmm Bang Vani boleh bertanya gak" ucap Vani dengan sangat hati hati.


"Tanya aja kalau aku tahu padti aku jawab," ucap Juna tanps menoleh Vani..


"Apa kamu punya pacar?" pertanyaan yang sungguh konyol untuk seorang Stevani..


"Punya" jawab Juna drngan santai..


"Apa", Vani udah mukai sedih. Dia menyesal bertanya tentang hal bodoh itu..


Oh ya bagus deh, " ucap Vani diselimuti kesedihan.


"Kenapa murung" tanya Juna sambil melirik Vani.


"Gak papa" ucapVani sambil mengalihkan pandangan ke arah lain..


Tiba tiba Juna menghentikan laju mobilnya dan berhenti di pinggir sebuah danau..


"Kenapa berhenti disini" ucap Vani bingung..


"Turunlah" ajak Juna.

__ADS_1


Vani dan Juna bediri di pinggir danau mereka menghirup udara yang sangat segar..


"Van" ucap Juna pelan.


"Iya kenapa" jawab Vani ketus..


"Kamu kenapa si Van, kok berubah gini?" ucap Juna sembari memegang kedua tangan Vani..


"Kamu marah" ucap Juna lagi.


"Enggak apa apa Bang" ucap Vani datar..


Vani terkejut karena tiba tiba Juna memeluknya dari belakang..


"Ngapain si Bang, lepaslah kan malu dilihatin orang." ucap Vani berbohong karena sesungguhnya inilah yang Vani harapkan mendapatkan cinta Juna.


"Sebenentar saja Van, aku mohon. Lagian kitakan udah nikah jadi sah sah aja kalau aku peluk kamu. Ucap Juna dengan mata terpejam merasakan kenyamanan berada dalam pelukan Vani.


"Aku gak punya pacar kok" jawab Juna masih dengan posisi nyamannya..


"Bukankah tadi bilang kalau udah punya pacar" ucap Vani ketus.


Jadi kamu cemburu ya? pantas saja dari tadi cemberut aja.. kali ini Juna melepaskan pelukannya..


"Emmm Vani udah gak bisa berkata kata lagi kecuali menunduk malu.


Dengerin aku ya Van, memang aku punya pacar dan kami baru menjalani hubungan ini. Juna semakin membuat Vani cemburu.


"Iya udah Bang, pergi saja sana temui wanita Abang, dan tinggalin aku disini" ucap Vani membuat Juna merasa bersalah.


"Van maafin Abang ya" ucap Juna dengan sangat halus.

__ADS_1


"Maaf buat apa Bang? lagian kita kan cuma di jodohin dan aku bersyukur untuk itu...


Lagi lagi Vani belum sempat melanjutkan ucapanya Juna sedah memeluknya lagi, dan semakin erat.


"Maafin Abang Van, Abang bohong.. Maksud abang pacar Abang adalah kamu istriku.. jelas Juna sembari membalikan tubuh Vani


"Maksud Abang" Vani masih bingung.


"Van Abang mau jujur tenttang satu hal, aku harap Vani gak marah ya?ucap juna dengan sangat lembut.


"Apa Bang," ucap Vani semakin penasaran.


"Jujur Abang sudah lama jatuh cinta sama kamu Van, sejak pertama kali kita bertemu di perpus waktu itu. Juna menjelaskan dengan detail.


Dan ketika orang tuamu memintaku untuk menikahimu akupun langsung setuju, karena aku tulus menyayangimu Van..


"Abang gak lagi bercanda kan.. "ucap Vani sangat bahagia.


"Serius, Abang ingin menjagamu di sisa waktu Abang Van.


Vani mendekap tubuh Juna dengan sangat erat, makasih ya Bang. Vani janji Vani akan jadi istri yang baik buat Abang, Vani mohon bimbing Vani ya Bang..


Vani juga sangat mencintai Abang..


Kata itu terucap,kata yang selama ini dia pendam.


"Apa tadi, Abang gak salah dengar Vani juga mencintai Abang? "tanya Juna penasaran.


"Iya suamiku sayang.


Mereka saling berpelukan dan sekerika Juna mencium bibir Vani dengan sangat lembut, Vanipun membalas ciuman Juna dan mereka mulai hilang kendali..

__ADS_1


Next....


__ADS_2