
.
.
.
"inilah hadiahku". bisik Adi di telinga Anna.
Anna meremas baju nya sendiri mendengar suara sensual Adi membuat Anna merinding saja, namun bukan merinding hal mematikan hanya tubuh Anna memang merespon bahaya seperti saat ini Ia dalam bahaya jika dipelukan Adi.
Anna masih diam tak bisa bersuara, Adi bangkit lalu terkekeh sambil melangkah ke Kamar mandi nya.
Anna perlahan meraba lehernya, "apa dia drakula? vampir? kenapa dari sekian banyaknya wajahku, dia hanya mengincar leherku? ". gumam Anna.
Anna sebenarnya bisa saja membalas gigitan Adi tapi takut Anna membuat Adi berhasr*t padanya sampai Anna benar-benar dalam bahaya,
"apa sebenarnya maumu Anna? kamu ingin punya anak tapi tidak berani menggigitnya". gerutu Anna pada diri sendiri.
Anna menggeleng-geleng kepalanya, "jangan berpikir yang tidak-tidak Anna..! sadarlah kamu bukan ikan asin". oceh Anna.
jika Adi yang Ikan asin tidak masalah bagi Anna tapi tidak bagi Anna yang harus memancing Adi terlebih dahulu, Anna tidak mau melakukannya walau Ia ingin Adi melakukannya, entah kapan Adi mau menyentuhnya selalu saja Adi sedang menjaga perasaan Anna.
Anna menjaga harga dirinya dan Adi malah berpikir menjaga perasaan Anna yang tidak Ia ketahui memang menyukainya.
beberapa saat kemudian Adi keluar dari Kamar Mandi, Anna langsung berlari kecil memasuki kamar mandi dan mengunci nya.
"aaaahhhhh". jerit Anna seketika
"Anna...? Anna...? ". Adi menggedor-gedor pintu kamar mandi.
Anna menoleh ke Adi, "ini semua karnamu Adiii..! kenapa leherku jadi merah??? ". pekik Anna dengan wajah memerah.
Adi menghela nafas lega Anna tidak terluka, Ia malah terkekeh.
Anna tak lagi mendengar suara membuatnya semakin geram, Ia membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak ada Adi padahal tadi Ia jelas mendengar Adi menggedor-gedor pintu.
"haisssh...! bagaimana cara menghilangkan ini?". gumam Anna menginjak lantai marmer nya dengan geram.
Anna membersihkan diri lalu keluar dari kamar mandi melihat Adi berpakaian bagus,
"Adi kamu mau kemana? ". tanya Anna mendekati Adi sambil memperhatikan penampilan suaminya yang rapi.
"aku mau keluar sebentar..! kenapa? mau ikut? ". tanya Adi.
Anna mengangguk, "aku mau ikut".
Adi mendengarnya tersentak, "hah? ".
"iya aku mau ikut..! tunggu sebentar". pinta Anna.
Adi melihat kepergian Anna ke Ruang ganti lalu Adi mengulum senyum tampannya, Ia semakin menyukai sikap Anna yang kini terbuka padanya serta terlihat sebagai Istri posesif dan cemburuan.
__ADS_1
"apa Anna menyukaiku? ". senyum tampan Adi menebak-nebak.
"kalau begitu aku akan buat Anna semakin menyukaiku". jawab Adi pada diri sendiri.
Anna keluar dengan pakaian santainya saat Adi berbalik melihat Anna matanya mengerjab betapa cantiknya Anna dengan syal yang melilit lehernya itu.
"apa itu Anna? apa kamu dingin? ". tanya Adi.
"karna gigitanmu membekas Adi..! bagaimana cara menghilangkannya? tidak ada waktu untuk membedak leherku, besok saja". kata Anna.
Adi tertawa kecil sementara mata Anna mendelik tajam ke Adi yang membungkam tawanya seketika.
Adi mengulurkan tangannya ke Anna yang menyambut tangan itu, mereka berdua jalan bergenggaman tangan keluar dari kamar hendak keluar Mansion.
"kalian mau kemana? ". tanya Han yang kebetulan bertemu Adi dan Anna.
"Papa Han nanti bilang sama Kakek kami jalan keluar ya? cari udara segar". kata Anna.
"aah..! iya nak, kalian hati-hati ya? ". Han tersenyum lebar melambaikan tangannya.
Anna dan Adi pergi meninggalkan Han yang tertawa cekikikan, "mereka kian mesra saja". gumam Han.
.
"kita mau kemana Adi? ". tanya Anna penasaran.
Adi menerima pesan dari Radit yang membuat sudut bibirnya terangkat,
Anna terbelalak, "hah? pelajaran apa? ". tanya Anna.
"hanya teguran kecil, apa kamu masih mau ikut? ". tanya Adi sekali lagi.
Anna memegang erat Seatbeltnya, "aku mau ikut". tegasnya serius.
Adi mengelus kepala Anna, "tapi nanti jangan cemburu ya?". goda Adi.
"cemburu apa? ". tanya Anna dengan ketus.
"kita menemui musuh lamamu". jawab Adi.
"siapa musuh lamaku? ". tanya Anna balik karna Ia merasa tidak punya musuh lama.
Adi tidak menjawab malah tersenyum sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Anna mengerutkan keningnya mencoba mengingat siapa musuh lamanya, mengapa Adi menemui musuh lamanya? entah apa tujuan Adi tapi tidak terbesit sedikitpun Adi menghianati Anna, karna Adi jujur pada Anna juga membawa Anna menemui musuh lamanya yang membuat Anna berpikir keras.
"siapa ya? siapa musuh lamaku? ". batin Anna.
.
Anna mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, "Mal? kita ke Mal?".
__ADS_1
"hmm..? musuhmu sedang belanja, tapi dia sedang jatuh bangkrut tidak bisa belanja barang yang harganya berada di level kelas atas sekarang dia belanja dilantai bawah dengan harga barang dibawah standar". jawaban Adi membuat Anna semakin penasaran sosok itu.
Adi menggenggam tangan Anna, saat mereka berjalan banyak yang melihat Adi dan Anna sampai mengeluarkan ponsel merekam juga memotret Adi dan Anna.
"itu dia". tunjuk Adi dengan ekor matanya namun dalam jarak jauh.
Anna melihat ke arah tatapan mata Adi lalu Anna membekap mulutnya ternyata Niandra, "dia musuh lamaku? ". tanya Anna ke Adi.
"iya..! kenapa kaget gitu? bukankah dia musuhmu?". tanya Adi.
"bukan musuh sekali tapi aku tidak mau dekat dengannya, kenapa kamu bilang dia musuhku? aku tidak pernah bilang kalau dia itu musuhku". tanya Anna ke Adi.
"karna dia berusaha merebut lelaki yang dekat denganmu, dan perilaku seperti itu sudah aku tebak kalau dia itu iri dengan apa yang kamu punya dan memusuhimu tanpa malu mencoba merebut apa yang ada didekatmu". jelas Adi
"lalu? kamu mau apakan dia? memberi pelajaran pada om ku lewat dia?". tanya Anna.
Adi menarik pinggang Anna dan membawa Istrinya bersembunyi,
Anna membelalak kaget begitu dekat dengan Adi namun tak lama setelah itu banyak rombongan polisi tiba, mereka membawa Nian dengan menunjukkan surat perintah penahanan karna tuduhan penyalah guna'an obat terlarang.
"tidakkk..! kalian salah orang bukan aku.. bukan". pekik Nian menggema.
Adi menyeringai tipis,
Anna melihat ke arah Adi, "apa maksudnya Adi? kenapa dia ditangkap? apa itu rencanamu? ".
"bukankah kamu bilang aku harus menghilangkan hama-hama Perusahaan? aku menyingkirkannya". jawab Adi.
"tapi dia memangnya hama Perusahaan? ". tanya Anna.
"hmm..! dia memakan uang Perusahaan". jawab Adi
"bagaimana kamu tau dia memakai obat terlarang?". tanya Anna.
"mudah bagiku sayang". bisik Adi ditelinga Anna.
Anna mendorong tubuh Adi, "jangan berbisik ditelingaku lagi Adi..! tubuhku merespon aneh..?". gerutu Anna saat tersadar Ia membekap mulutnya syok.
Adi tertegun beberapa saat lalu mengulum senyum manisnya, "ternyata kamu gadis normal Anna".
Anna memejamkan matanya dengan kesal karna keceplosan, Ia segera melarikan diri dari sana namun Adi mengejarnya.
"Dia mengincar Istriku maka anaknya yang dalam masalah". batin Adi merasa puas pelajaran yang ia berikan pada Roben.
Roben pasti menjual aset pentingnya kalau mau membebaskan anaknya yang memang memakai obat terlarang, kalau Nian keluar sudah pasti Roben jatuh bangkrut karna para polisi itu pasti minta jumlah uang yang tak biasa.
.
.
.
__ADS_1