
.
.
.
Radit dan Caca tiba di Rumah Sakit, mereka pergi ke Dokter kandungan terlebih dahulu, Caca diperiksa dan hasilnya membuat Caca dan Radit bahagia.
"jadi saya beneran hamil dok?". tanya Caca dengan senyuman mengelus perutnya.
"iya Nona, selamat ya? Nona dan Tuan akan menjadi seorang Ayah dan Ibu". jawab Dokter wanita sopan dan ramah ke Caca.
Caca menoleh ke Radit yang mematung melihat ke arah perut Caca, Caca mengambil tangan Radit dan meletakkannya di perutnya.
"kamu anak mami maka sebentar lagi kamu akan jadi Papi". goda Caca.
"aku bahagia tapi aku tidak tau bagaimana cara menjelaskannya". ucap Radit menggaruk kepala dan tengkuknya serta duduknya terlihat tidak tenang karna gugup dirinya akan menjadi seorang Ayah.
Caca tertawa lalu melihat ke arah dokter, sang dokter menjelaskan bahwa Caca tidak boleh terlalu lelah dan berhati-hati saat bekerja hal apapun sebab kandungan Caca masih 2 minggu dan sangat rawan keguguran.
"saya yang akan memastikan dia tidak akan bekerja dok". Radit berkata dengan semangat hingga Caca kaget tapi kembali tersenyum melihat semangat Radit.
.
"kenapa sih? ". tanya Caca memukul lengan Radit yang cengar-cengir.
"aku sedang memikirkan nama yang bagus untuk anakku tidak akan pasaran seperti namaku". jawab Radit dengan bangga.
Caca mengerutkan keningnya tapi bibirnya melengkung sempurna, "jadi maksudmu nama anakmu nanti harus aneh supaya tidak ada yang menyamakan nama anakmu begitu? ".
"tidak juga, aku hanya berpikir saja". jawab Radit menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Caca mengulum senyum lalu Ia melihat ke arah kedua suster yang berlari mengatakan Nona Nana yang terkenal akan melahirkan segera memanggil dokter, mereka terlalu panik hingga lupa tombol darurat.
"ayo Sayang! ". ajak Radit dan Caca mengangguk.
Mereka saling perpegangan tangan berjalan cepat ke arah Ruang Persalinan yang merupakan pembicaraan Suster,
"Caca..?? ". Sekar dan Anna mendekati Caca sambil menangkup pipi Caca.
"kabar baik? ". tanya mereka kompak dan Caca mengangguk tapi raut wajahnya berubah cemas.
__ADS_1
"bagaimana keadaan Kak Nana? ". tanya Caca.
"sedang dicarikan dokter". jawab Sekar.
"lalu yang lainnya? ". tanya Caca mengedarkan pandangannya tidak melihat keluarga Nana.
"keluarga Kak Nana dalam perjalanan, Sikembar harus dibawa dan segala perlengkapan sekolah sikembar harus di sediakan bukan? sikembar tidak boleh mengantuk di sekolahnya". sahut Anna.
Reyhan, Radit dan Adi saling melirik satu sama lain tapi tidak berbicara apapun, mereka menunggu kabar baik dari Ruang Persalinan sementara Istri-Istri mereka sibuk bercerita tentang kontraksi wanita hamil dan dalam hati mereka semua berdoa semoga Nana dan bayi nya baik-baik saja.
.
.
beberapa jam menunggu, keluarga Nana datang beramai-ramai.
Ren digendong Yardan dan Aman menggendong Rose sebab sikembar tadi sudah tertidur dan mereka harus dibawa ke Rumah Sakit karna keluarga Nana tidak bisa meninggalkan sikembar berdua di Rumah.
Sekar, Caca dan Anna bersama para suami mereka pun berdiri menyambut keluarga Nana.
"bagaimana keadaan Nana sayang? ". tanya Dewi dan Diah ke Anna, Caca dan Sekar.
"kalian harus duduk..! ayo duduk! ". titah Aman dan Yardan yang tau ketiga adik kesayangan Anna sedang mengandung lewat instingnya.
"Caca kamu sedang pucat cepat duduk! ". pinta Aman.
"kenapa kalian berdiri? kami bisa duduk tidak usah berdiri lagi, cepat kembali duduk! ". titah Yardan.
"biar kami yang bawa Ren dan Rose ke Ruangan VVIP kamar Kak Nana Pa? Kakek? kami akan menjaga sikembar supaya tidak mengantuk saat sekolah dan semua berjalan dengan baik". Adi mendekati Yardan dan melihat ke arah Aman juga.
mereka mempercayai Adi, Adi meminta Radit membantu nya menggendong Rose dengan senang hati Radit menggendong gadis yang seharum bunga mawar itu.
Reyhan mendekati Adi, "apa yang bisa aku bantu?". tanya Reyhan berbisik.
"ikuti saja kami!". bisik Adi juga.
mereka bertiga memohon pada keluarga Nana untuk menjaga Istri-Istri mereka dan disanggupi oleh Keluarga Nana karna Sekar, Caca dan Anna sudah seperti keluarga sendiri bagi Keluarga Nana. Adi, Reyhan dan Radit membawa Sikembar yang begitu nyaman tidur walau di pindah-pindahkan oleh Keluarga Arkatama dan Wijaya.
Yardan, Aman mondar-mandir di depan Ruang Persalinan sedangkan yang perempuan tetap duduk saling menyemangati satu sama lain.
tak lama kemudian mereka mendengar suara tangis bayi, ada perasaan lega tapi masih ada perasaan takut diantara mereka semua sebelum dapat kabar dari Suster langsung.
__ADS_1
"semoga Kak Nana kuat". gumam Anna gemetar.
"Tenang ya sayang? Kak Nanamu akan baik-baik saja karna ini kelahiran anak keduanya". jawab Diah tersenyum lembut.
Anna mengangguk sambil tersenyum lalu tangannya meraba perutnya, dan Mommy Diah melihat itu tersenyum.
"sayang..? jangan pikirkan yang belum terjadi ya? menjadi wanita itu sangat istimewa bisa mengandung dan memberi keturunan untuk suami itu adalah harta yang tidak bisa ditukar dengan uang, kamu akan merasakan hal itu sayang dan semua akan terasa indah, percayalah pada wanita yang sudah berpengalaman ini". bujuk Diah.
Anna merasa lebih baik, tiba-tiba mereka mendengar tangis bayi kedua dan salah satu suster keluar memberi kabar Nana dan kedua bayi nya baik-baik saja.
semua Keluarga Nana mengucapkan syukur sampai Nana keluar dari Ruang persalinan memeluk kedua malaikat kecilnya.
"Mom? Ma? dimana sikembar besarku?". tanya Nana dengan lemah.
"mereka sedang tidur dijaga oleh suami Adik-adikmu sayang, mereka sedang tidur dan kami bawa kesini, kami tidak bisa meninggalkan sikembar berdua di Rumah, kami bisa mati khawatir". jawab Sarah.
Nana tersenyum tipis dan mengangguk pelan, Nana menoleh ke Anna, Sekar dan Caca yang terlihat mencemaskannya.
"kakak kalian baik-baik saja". Arka yang bersuara lalu mendorong brankar dengan dibantu oleh suster, Yardan dan Aman pun membantu Arka.
Nana dipindahkan ke Ruangan VVIP yang sudah menjadi tempat inapnya, Arka takut Nana lahiran lebih cepat dari perkiraan dan langsung membawa Nana ke Rumah Sakit supaya lebih mudah dan Istrinya tidak akan kesakitan terlalu lama.
dugaan Arka tepat, pagi menginap di Rumah Sakit malamnya sudah lahiran saking tidak sabarnya bayi kembar Nana hadir di dunia manusia.
Dewi dan Diah menemani Anna, Caca dan Sekar sebagai janji mereka untuk menjaga ketiganya selama suami mereka menjaga sikembar.
.
"bagaimana sayang? ". tanya Adi merapikan anak rambut Anna.
"Kak Nana dan kedua bayinya baik-baik saja, mereka sangat bahagia". jawab Anna tersenyum menghapus air matanya.
"kamu juga bahagia kan? ". Adi mengelus pipi Anna dengan tatapan lembutnya dan Anna mengangguk.
"Kakek pasti akan lebih bahagia dari mereka saat melihat bayi ku lahir". Anna berkata sambil mengelus perut nya.
.
.
.
__ADS_1