Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
dihabisi


__ADS_3

.


.


.


"biad*b Kaliaaaannn! tidak punya otaaakkk! ". jerit Anna menggila seperti wanita kesurupan.


Nana pun tak kalah geram, Ia menembak mati Preman tanpa ampun yang tidak berpakaian, ternyata ada puluhan penjahat di Markas itu.


para polisi dan pekerja swasta pun sampai ngeri melihat Nana bersama Anna menghabisi para lelaki yang menewaskan anak perempuan itu, betapa kejamnya mereka berdua, tapi jika anak korban itu tau sudah pasti akan melakukan hal yang sama.


Anna terduduk lemas ditengah semua orang yang mati ditangannya bersama Nana, Ia menatap seorang gadis yang dipenuhi luka lebam ditambah banyak tanda kebejatan para preman itu, "hiks.. hiks.. Kak? anak itu tidak selamat" .


Nana menyimpan senjatanya dan berlari ke arah Anna, Ia memukul geram tanah didekatnya.


"kita terlambat". Nana menangis melihat jasad gadis itu.


"hiks.. hiks". Anna pun ikut menangis.


mereka berdua memiliki anak perempuan, melihat hal itu membuat mereka hilang akal seperti hewan buas yang akan langsung menerkam lawannya saat anak perempuan diusik.


tubuh Anna dipenuhi lumuran darah, Ia tidak jijik atau pun menyesal membunuh para penjahat itu tapi hanya gadis malang itu saja yang menjadi penyesalan terbesar mereka, andai saja tau lebih cepat semua itu tidak akan terjadi.


Para polisi memborgol para tahanan, salah satu pekerja swasta mencari asal tangisan suara anak-anak dan matanya melebar melihat puluhan anak-anak di kurung dalam pagar besi seperti peliharaan buas yang berbahaya jika dilepaskan.


"disini tawanan merekaaa?". teriak si pekerja swasta.


Anna dan Nana mendengar itu langsung menoleh, Nana membuka jaketnya lalu menutupi tubuh Anak itu dan keluar disusul Anna, semua orang berkumpul dan melihat puluhan anak-anak di balik jeruji besi.


beberapa Polisi memeriksa tahanan yang memegang kunci tapi tidak ditemukan, para pekerja swasta bayaran Anna malah sibuk memukul gembok dengan batu supaya hancur.


"minggir kalian!". titah Nana.


"baik Nyonya". jawab mereka segera memberi jalan untuk Nana.


"anak-anak? kalian akan bebas tapi bisakah kalian menjauh? ini berbahaya!". pinta Nana dengan lembut.

__ADS_1


anak-anak yang dikurung pun segera menjauh dari Nana, Anna membantu anak-anak itu supaya menjauhi Nana seolah tau Nana akan menembak gembok itu sampai pecah.


tebakan Anna memang benar, Nana menembak berkali-kali gembok itu sampai hancur, tidak ada rasa takut dimatanya sebab tujuannya hanya ingin menyelamatkan anak-anak itu dan mengembalikan mereka ke Orangtua masing-masing.


"bagaimana kak?". tanya Anna.


"pecah". jawab Nana.


para pekerja swasta ternganga lebar, polisi pun kagum dengan keberanian Nana itu benar-benar dewi yang bisa melakukan apa saja.


Nana membuka pintu jeruji besi itu dibantu oleh Anna sementara yang lain tersadar segera mengambil perlengkapan obat-obatan untuk menolong anak-anak yang terluka.


"kalian sudah bebas sayang...! mari kakak akan antar kalian ke orangtua kalian masing-masing". kata Anna dengan senyuman lembut.


semua anak-anak yang terlihat kacau, kurus itu berlari ke arah Anna dan Nana, mereka menangis memeluk mereka berdua hingga kedua wanita cantik itu pun ikut sedih mendengar tangis pilu mereka.


.


"katakan siapa ketua kalian?". teriak Anna menggelegar.


semua preman pun menoleh ke pria paruh baya yang memakai kalung emas, gelang emas, cincin emas melekat di tubuhnya, Pria yang ditatap ketakutan.


"berikan dia pada kedua orangtua anak perempuan yang meninggal tadi". pinta Nana serius.


Anna menjatuhkan batu itu seketika, "kakak benar". jawab Anna berubah sedih.


"kita bergerak cepat..! antarkan semua anak-anak ke desa yang para orangtua mereka sudah menunggu". pinta Nana ke polisi dan pekerja swasta yang membantu nya mengatasi kasus tidak manusiawi ini.


"baik Nyonya". jawab mereka semua serentak.


Anna menatap membunuh ke Pria yang sedang diseret paksa oleh 2 polisi dengan tangan diborgol kebelakang, dia ingin sekali menebas Otak dari kejahatan itu tapi harus ditahan demi Orangtua yang akan berduka melihat kematian tragis putri nya.


.


.


para warga seketika menjerit melihat mobil Anna datang, lalu semakin tak terkendali saat melihat para tahanan sudah ditangkap dengan tangan di borgol.

__ADS_1


Para orangtua melihat anak-anak mereka keluar dari mobil polisi dengan selamat pun berlari dengan tangis haru masing-masing, anak-anak mereka terlihat kacau dan penuh luka, isak tangis para korban menjadi bara api tersendiri bagi warga setempat dan warga kota sebelah.


Para polisi yang berusaha melindungi tahanan malah ditendang dan dibuang seperti barang tidak berharga saja, mereka memukul para penjahat itu sampai ada yang tew*s dengan tragis, siapa yang berani melawan rakyat?.


"kenapa sayang?". tanya Nana melihat Anna yang tak mau keluar dari mobil.


"aku merasa malu menemui orangtua gadis itu kak". cicit Anna menurunkan pandangannya.


"kita bisa apa sayang? kita sudah berusaha menolong tapi sepertinya jika gadis itu tetap hidup pasti hidupnya tidak akan bahagia, dia pasti akan mengalami trauma besar". Nana.


"jadi maksud kakak?". tanya Anna.


"walau menyakitkan tapi menurut kakak kita harus menemui orangtua gadis itu". jawab Nana.


.


.


Nana membawa Anna menemui orangtua dari gadis yang menjadi korban penculikan sampai tiada itu, kedua orangtua yang panas dingin mencari anak nya tiada pun menjerit histeris, si Ibu sampai pingsan ditempat sementara si bapak menangis meraung-raung, Nana dan Anna yang bisa mengobati Ibu itu pun tersadar tapi tangisan memilukan Ibu dari gadis yang tidak tertolong lagi itu membuat mereka berdua ikut bersedih.


"di dalam sana adalah otak dari pembunuhan dan penculikan itu, pasti dia yang pertama kali merusak putri kalian lalu diserahkan pada bawahannya untuk di gilir*". Anna menatap benci ke arah Pria paruh baya yang di lindungi polisi khusus untuk orangtua dari gadis yang tidak tertolong itu.


kemarahan orangtua gadis itu memuncak, mereka mendatangi Ketua Preman itu yang ketakutan berusaha melarikan diri tapi ditahan oleh polisi yang menjaga, semua Polisi itu sepertinya sudah bekerja sama dengan Anna dan Nana untuk memberikan otak dari penjahat itu pada orangtua korban yang tidak tertolong saat mereka melakukan penggerebekan.


"aaahh". jeritan pilu si ketua preman memecah lokasi itu.


sementara yang lain tidak ada yang mau melihat, mereka sibuk dengan memukuli para penjahat itu yang sudah tew*s tapi masih di pukuli, diinjak dan ditendang-tendang, sungguh sadis tapi Polisi yang melerai tidak bisa.


Nana memberikan pistolnya pada Ibu dari gadis itu yang menembak ke arah Ketua preman itu sampai meregang nyawa, ibu itu menangis menembak pria kejam itu sampai pelurunya habis lalu terduduk lemas kembali meraung-raung, belum sampai disitu Ayah dari gadis itu memukuli preman itu sampai tidak sadar tangannya terluka padahal si Ketua itu sudah mati.


"kenapa kak?". tanya Anna.


"tidak ada yang dibawa ke kantor polisi, sepertinya mereka akan dibawa ke kamar jenazah". jawab Nana dengan tampang lucu nya.


Anna mengangguk sambil tersenyum, "aku senang markas mereka ditemukan dan kita juga sudah menghancurkan semuanya tanpa tersisa".


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2