
.
.
.
"uuh. .. lucu banget sih". keluh Linda menimang-nimang Baby Marcel.
Nana melihatnya pun mengulum senyumnya, sebenarnya anak-anaknya tidak mudah dekat dengan orang asing tapi dengan Linda malah berbeda, itu artinya Linda adalah gadis yang polos dan baik.
"sayangg? Dek Maycelly? sayang? ini adiknya Kak Rose yang paling imut ya?". oceh Anna menoel-noelkan hidungnya di hidung kecil Baby Maycelly yang asik menyeringai lebar.
"kak Rose nya mana sayang? kakak Maycelly nya kemana? hmm?". Anna malah asik berbicara dengan Baby Maycelly seolah bayi mungil itu mengerti saja perkataannya.
Baby Maycelly terus saja tersenyum lebar dengan mengeluarkan suara pekikannya seperti menyahuti perkataan Anna.
"kalian sudah makan?". tanya Nana sambil tersenyum.
"sudah Kak". jawab Anna.
"sudah Nyonya". jawab Linda juga lalu kembali menimang Baby Marcel.
Nana menggeleng kepalanya melihat Linda dan Anna tampak begitu asik dengan bayi kembarnya, Nana saja tidak mengerti ocehan bayi kembarnya itu tapi Linda dan Anna seperti mengerti saja ucapan bayinya.
.
"sekarang waktunya Baby kembar makan asi ya?". kata Nana memberikan 2 botol asi yang sudah disiapkan oleh Nana.
Anna tersenyum lebar menerima botol itu lalu memberikannya ke mulut mungil Baby Maycelly yang terlihat rakus menyedot botol berisi Asi Nana itu.
"wah.. kuat banget minum susu nya ya?". Linda mengelus kepala Baby Marcel.
Linda berjalan ke sofa dan duduk disana sambil membenarkan botol asi untuk Baby Marcel, Nana sampai kagum pada kepandaian Linda seperti berpengalaman saja padahal jelas tadi Linda mengatakan bahwa Linda belum menikah.
dalam sekejab botol berisi Asi Nana itu sudah habis, Nana tau saat-saat bayinya menginginkan Asi tidak harus terburu-buru.
"belum bisa makan bubur kak?". tanya Anna penasaran.
"hmm..? kakak juga belum tau sayang, kami belum bawa ke Rumah Sakit karna Papanya terlalu sibuk dan dokter Henny juga sibuk tidak bisa datang melihat baby kembar, keluarga Kakak tidak mengizinkan kakak membawa baby kembar seorang diri". jawab Nana.
"aah.. iya kak..! tidak apa sih, lagian Asi kakak itu udah yang terbaik apalagi asi kakak banjir banget ya? mereka pasti sama seperti Sikembar besar dulu ya? kuat minum asi". senyum lebar Anna.
"sangat..! bahkan mereka lebih rakus dari Ren dan Rose dulu". kekeh Nana.
__ADS_1
"benarkah kak?". tanya Anna berbinar.
Nana menceritakan kedua baby kembarnya tidur pasti menyedot asinya, setiap malam jika tidak mau terbangun maka kedua anaknya harus di susu* secara langsung sampai 2-3 jam, beruntung Asi Nana sangat banyak dan tidak kehabisan di peras berjam-jam oleh kedua anaknya itu.
"pantas saja mereka sangat gembul ya?". gemas Anna.
"mereka kuat asi dimalam hari". kekeh Nana.
Anna pun tersenyum lalu Nana mengambil Baby Maycelly dari Anna yang terlihat sudah gelisah, Anna mengerucutkan bibirnya saat Nana mengambil Baby Maycelly darinya dan meletakkan Maycelly di box bayi.
"kamu harus simpan tenagamu sayang". peringatan Nana mengelus pipi Anna dengan lembut.
"iya kak". jawab Anna mengelus kepala Baby Maycelly yang menyeringai lebar.
"kakak-kakaknya kemana Kak?". tanya Anna mengedarkan pandangannya.
"Ren dan Rose masih ada PR, kakak meminta mereka mengerjakan PR terlebih dahulu baru boleh main sama baby kembar". jawab Nana memperbaiki kaus tangan Baby perempuan mungilnya.
"kalau begitu aku temui mereka ya kak?". izin Anna.
"duduk aja dulu sayang, nanti mereka juga akan datang". pinta Nana.
Nana membimbing Anna ke sofa, lalu Nana mendudukkan Anna di sofa dan Anna seketika tersenyum lebar melihat Baby Marcel yang tampak tenang di pangkuan Linda.
"Mommy". senyum lebar Ren dan Rose sudah selesai berkemas lalu berlari ke arah Nana dan memeluk Nana.
Nana mengajari anaknya untuk merapikan pekerjaannya sendiri supaya tidak manja dan tau arti menjaga kebersihan.
"sudah siap PR nya sayang?". tanya Nana dengan senyum manisnya mengelus kepala Ren dan Rose.
"sudah Mom". jawab Ren dan Rose serentak.
"boleh Ren main sama adek kembar kan mom?". tanya Ren mendongak.
"Rose juga Mom.. Rose juga". Rose juga terlihat bersemangat.
"ya sudah..! kak Anna juga ada dikamar Baby kembar, ayo kita kesana!". Ajak Nana.
Rose semakin bersemangat mendengar ada Anna di kamar Baby Kembar.
Nana menggandeng tangan Ren dan Rose, walau Nana sudah punya anak lagi tapi tidak membuat rasa kasih sayangnya terbagi, Nana tidak mau anaknya berpikir cintanya berat sebelah.
pintu di buka,
__ADS_1
"Kakkk?". pekik Rose dengan raut wajah riangnya.
"sayang..? Rose?". Anna hendak berdiri tapi kesulitan kalau tidak dibantu sedangkan Linda masih menggendong Baby Marcel.
Rose berlari ke arah Anna lalu duduk disamping Anna dan memeluk Anna dari samping dengan manja.
"aku kangen sama kakak". ucap Rose dengan manja.
Anna memeluk Rose dengan erat, "kakak juga sayang, tapi kenapa wangi adek kakak ini semakin pekat ya?".
Rose tersenyum lebar saja lalu melepaskan pelukannya dari Anna,
"sayang.? kenapa kamu makin cantik saja hmm?". gemas Anna.
"kakak makin gendut ya?". goda Rose mengelus perut Anna dengan tawa menggemaskannya.
Anna tertawa lebar lalu melihat ke arah Ren yang berlari kecil ke arah Box bayi dan menggendong Baby Maycelly.
Linda pun memberikan Baby Marcel ke Rose yang bisa menggendong adiknya itu berkat ajaran sang Mommy.
.
Nana berjalan ke arah Ren dan Rose yang sudah meletakkan Baby kembar di atas karpet bulu yang sangat tebal. Linda membantu Anna berjalan ke arah anak-anak Nana lalu membantu Anna duduk didekat mereka semua.
"aku tidak sabar melihat anak-anakku seperti mereka kak". cengir Anna mengelus perut buncitnya.
Ren dan Rose terlihat menyayangi adik-adik kembarnya itu, Nana memberikan 2 botol ASI nya ke Ren dan Rose yang memberikannya ke Baby Marcel dan Baby Maycelly.
"Nona..? saya senang melihat kasih sayang mereka sesama saudara". bisik Linda ke Anna.
Anna tersenyum lebar, "aku juga bahagia melihat mereka, Kak Nana berhasil mendidik mereka Lin, maka aku juga akan mendidik anakku seperti Kak Nana mendidik anak-anaknya".
Linda tersenyum lembut, "apapun akan terjadi Nona, anda sangat baik dan saya yakin Nona akan berhasil mendidik anak-anak Nona nanti". balas Linda.
"modal baik saja tidak bisa Lin, aku juga harus mendidik anakku dengan tegas supaya mereka takut tapi juga mencintaiku". jawab Anna dengan bangga.
Nana menoleh ke Anna dan tersenyum, "sayang..? kamu pasti bisa melakukannya sendiri, didikan mu akan membentuk pribadi anak-anakmu nanti sayang, kakak yakin kamu akan berhasil".
Linda tersenyum melihat Anna merangkak ke arah Nana lalu mereka berpelukan seperti Adik-kakak kandung saja.
.
.
__ADS_1
.