
.
.
.
"jangan bicara omong kosong!! ". kesal Anna menunjuk hidung Adi yang terkekeh,
"apa mereka pernah menyakitimu? ". tanya Adi
Anna menggeleng kepalanya, "hanya menganggap aku bodoh saja". jawab Anna dengan acuh.
"sekarang jangan berpura-pura bodoh lagi ya? ada aku yang akan melindungimu". kata Adi dengan serius.
hati Anna terenyuh mendengar perkataan Adi, Ia terdiam menatap ke lantai marmer kini.
"a.. aku..? aku kenapa? kenapa jantungku?". batin Anna.
"sadar Anna.. sadar..! kamu bukan perempuan lemah, kamu bisa melindungi dirimu sendiri". batin Anna mengomeli dirinya sendiri.
malam hari,
Anna tertidur diranjangnya, Ia berpura-pura tidur saja lalu tak lama kemudian Adi juga ikut berbaring disamping Anna.
mereka seperti sepasang suami istri yang sedang bertengkar, sebenarnya Adi ingin tidur disofa tapi Anna melarangnya karna kaki Adi panjang jadi meminta Adi tidur diranjang dan Anna di sofa, Adi tentu tidak mengizinkan gadis yang dicintainya tidur disofa.
drama mereka telah dimulai sejak awal pernikahan, bertengkar karna handuk, lalu berdebat karna sofa hingga keputusan akhir pun ditegakkan yaitu Anna dan Adi tidur satu ranjang tapi jaga batasan.
Adi tertidur sambil menatap wajah Anna, beberapa jam kemudian Anna perlahan membuka matanya dan melihat wajah tampan Adi yang tengah terlelap.
"kata kak Nana anak ini tidak punya mantan kekasih, tidak punya pacar sama sekali, terakhir saat SMA Adi menyukai seorang gadis tapi ditolak dan dipermalukan didepan umum hanya karna Adi gendut, lalu sekarang?? kenapa Adi tidak pacaran lagi? bukankah sudah tampan dan sukses". batin Anna mata birunya bergilir memindai setiap detail wajah Adi.
Anna merasa Adi sangat tampan, ya Tampan..! Anna tidak memungkiri itu bahkan Kak Nana nya saja suka melihat wajah Adi saat tersenyum, senyuman Adi mematikan dan berhasil membuat wanita manapun terhipnotis namun jarang sekali Adi tersenyum.
tangan Anna hendak meraba wajah Adi, "eeh?? kenapa keningnya mengkerut? ". batin Anna juga ikut mengerutkan keningnya.
lama-lama Adi terlihat gelisah dan keringat mengucuri pelipis Adi,
Anna memperhatikan wajah Adi, "apa anak ini sedang mimpi buruk? ". batin Anna menebak.
"Ma..? tidaaak...? Maaa..? A.. Api..? Api..!". Adi mengigau.
jantung Anna berdegup kencang, nyaris saja jantungnya jatuh ke lantai saking syoknya melihat ketakutan Adi.
"aku takut Api".
ingatan Anna terngiang-ngiang dikepalanya saat Adi mengatakan bahwa Adi itu takut Api.
"Adi...? heii..?? bangunlah..! Adiii? ". Anna menepuk-nepuk pipi Adi.
__ADS_1
Adi meremas seprai nya kini dan makin meracau histeris, Anna yang tidak tau harus berbuat apa-apa pun merapat dan memeluk Adi mengelus rambut serta menepuk-nepuk pundak Adi.
"tenang Adi..! tenang ya? aku ada disini..! aku Anna.. aku ada disini, bayangkan kita sedang bermain ditepi pantai...! banyak semilir angin dan deburan ombak menghiasi tempat itu, aku berlari kesana-kemari dan bermain pasir. kamu yang usil menyiramiku air pantai tanpa sengaja aku terminum sungguh asin, aku marah dan mengejarmu..! kita bertengkar disana".
Anna seperti sedang menceritakan kisah dongeng pada Adi, entah Adi dengar atau tidak, yang ada dipikiran Anna hanya ingin membuat Adi tenang.
perlahan gerakan Adi yang gelisah kini mulai melunak dan berhenti, Pria itu mulai tersenyum seperti membayangkan alam mimpi yang diceritakan Anna, Adi memeluk erat tubuh Anna dan tidurnya semakin nyenyak malah enggan membuka mata seolah ingin berlama-lama berada dialam mimpi yang Anna ceritakan.
"apa dia sudah tenang? ". gumam Anna sangat pelan
Anna ingin melepaskan diri dari lilitan Adi tapi tidak bisa, Ia tak lagi bergerak sampai matanya yang mulai terasa berat dan pada akhirnya tertidur dengan dagu lancipnya menyandar di puncak kepala Adi.
pagi-pagi,
Adi terbangun duluan, Ia mengerjabkan matanya mencerna situasinya saat ini perlahan Ia melepaskan diri yang tengah memeluk Anna begitu erat.
Anna menggeliat lalu meringis saat tangannya terasa keram, Adi diam menatap Anna dari dekat.
"apa yang terjadi? ". gumam Adi
Adi melihat Anna yang kembali meringis, segera Adi memijit tangan Anna dan perlahan gadis bermata biru itu membuka matanya.
"kamu udah bangun? ". tanya Anna setengah terpejam.
"Anna..? aku tidak tau". Adi berusaha menjelaskan alasan bahwa dirinya tidak mencari kesempatan.
"benarkah? ". Adi menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"tanganku keram dan sakit". keluh Anna.
Adi tersenyum segera memijitnya terus saja menatap Anna yang mendelik sebal.
"iya.. iya..! aku akan jaga rahasiamu yang takut Api itu". kata Anna merasa Adi ingin dirinya menjaga rahasianya itu.
"terimakasih". ucap Adi dengan tulus.
Anna mengangguk malas padahal dirinya lega Adi percaya ceritanya bahwa Anna terbangun karna ngigaunya Adi padahal Anna belum tidur saat itu.
.
"kenapa tanganmu nak? ". tanya Leonard.
"aah.. ini karna dijadikan bantal oleh bayi besar kek". jawab Anna dengan tatapan kesal ke Adi yang nyengir tanpa merasa berdosa.
Leonard menatap Anna dan Adi bergantian,
"seharusnya tangan Adi kan? kenapa tanganmu Anna? ". tanya Sekar
"urusan orang dewasa". kata Adi
__ADS_1
Sekar membelalak, "jadi maksudmu aku anak kecil?".
"maka nya menikah cepat". ledek Anna
Adi dan Anna pun pergi dari meja makan meninggalkan Sekar yang menganga, "apa hanya Sekar yang merasa ada yang aneh diantara mereka berdua kek? ".
"yahh..!". jawab Leonard tertawa lebar.
didalam mobil,
Anna dan Adi berdua di dalam mobil, Mobil Anna tinggal di parkiran Rumah Sakit karna kemarin Adi menyeret dirinya masuk ke Mobil Adi padahal Anna bawa mobil sendiri, terpaksa Anna numpang lagi naik mobil Adi dan pulang nanti bawa mobil sendiri.
"aku minta maaf Anna..!". cicit Adi
"tidak apa..!". jawab Anna tersenyum kikuk.
Adi tersenyum lembut, "apa kamu bekerja sudah aman? aku takut Pria pengecut itu mendatangi tempat kerjamu".
Anna pun menjawab dengan santai bahwa Kakeknya meminta banyak Pengawal mengawasi Anna dari jauh, mereka semua yang menjaga Anna selama ini.
"woow...! ternyata kamu diawasi ya? pantas saja aku merasa ada yang mengawasi kita setiap keluar berdua tapi saat itu aku abaikan karna tidak berbahaya". Adi pun kaget ternyata Anna punya Pengawal bayangan.
"jangan macam-macam ya? jangan ejek aku tuan Putri, Kakek sangat menyayangiku maka nya dia meminta pengawal bayangan menjagaku". peringatan Anna mengancam Adi.
Adi mengulum senyum manisnya, "aku mengerti".
Adi mengacak rambut Anna yang terpekik seketika,
"rambutku sudah rapi Adi". geram Anna merapikan rambutnya lagi.
Adi hanya tertawa tanpa merasa bersalah sudah membuat wajah gadis cantik itu memberengut.
"kita sudah sampai Nona Muda". ucap Adi membuat Anna menatap horror padanya.
Adi malah terkekeh, "hati-hati ya? ". Adi mengedipkan sebelah matanya.
Anna menutup pintu mobil Adi dengan kencang hingga orang-orang yang lalu lalang disekitarnya melihat hal itu, terdengar oleh mereka suara tawa dari dalam mobil itu sementara Anna terus saja berjalan dengan raut wajah kesalnya malah terlihat menggemaskan.
mereka yang melihat kejadian itu malah menebak hal manis, tidak banyak yang tau Anna sudah menikah hanya saja mereka menebak Anna memiliki hubungan serius dengan Adi si pemilik Mal ANA.
Presdir Asia Group juga belum diresmikan, jadi wajar banyak yang belum tau tentang kedudukan Adi saat ini, Adi belum mau terkenal hanya fokus memperbaiki para pekerja Asia Group yang kacau balau.
Roben pun tidak berniat membuat Adi terkenal dengan menduduki Posisi tertinggi Asia Group karna menurut Roben Posisi itu hanya sementara bagi Aditya Pratama.
.
.
.
__ADS_1