
.
.
.
semakin hari Adi semakin posesif terhadap Istrinya dan menjaga pola makan Anna, Linda harus bertanggung jawab atas makanan sehat yang masuk ke tubuh Istrinya haruslah bergizi dan tak lupa memberi vitamin untuk menguatkan tubuh Anna membawa ketiga calon bayi nya itu kemana-mana.
memiliki seorang bayi mungkin cukup sulit tapi bagi seorang ibu hamil mengandung 3 bayi kembar sekaligus itu juga tidak mudah jadi kekuatan fisik Anna juga harus kuat demi anaknya tak lupa juga Adi sering meluangkan waktu untuk Anna.
Keluarga Nana sudah bahagia dengan bayi kembarnya, Ara juga sudah melahirkan bayi perempuan yang cantik seperti Abi dan kulitnya bersih seperti Ara.
Ara, Nana dan Intan sangat sibuk sebab harus meluangkan waktu untuk bayi-bayi mereka yang masih menyusu.
"Nona? ". Linda datang membawa sebuah kardus paketan dari Nana.
"iya". sahut Anna dengan tenang mengelus perutnya.
"ada paketan dari Kak Nana". jawab Linda.
"paketan dari Kak Nana? memang untuk apa?". tanya Anna menerima kardus pemberian Linda.
Anna membuka paketannya dan terperangah melihat isi paketan itu, Linda mengambil secarik kertas dan memberikannya ke Anna.
"Adikku sayang..! kamu harus rajin minum ini supaya asi mu lancar demi ketiga bayimu nanti sayang". Anna membaca surat dari Nana.
Anna melihat mengambil jamu-jamu yang diberikan Nana demi memperlancar Asi nya, seperti Nana yang banjir Asi maka Nana juga mau Anna banjir Asi nya.
"ha? apa aku harus minum dari sekarang?". tanya Anna dengan bingung.
"sepertinya begitu Nona, bayi yang sehat dan kuat serta pintar itu adalah Bayi yang tumbuh karna Asi Ibunya". jawab Linda dengan senyuman.
"baiklah". jawab Anna terpaksa mau meminum jamu yang terkenal dengan rasa pahit yang khas.
"kalau begitu akan saya buatkan 1 Nona". Linda mengambil satu saset jamu untuk Anna dan membuatnya di kamar Anna.
demi kesehatan Anna, Adi merombak kamar Anna memiliki dapur mini yang sangat komplit supaya Anna tidak kesulitan lagi harus keluar kamar mengambil minuman atau apapun yang diinginkan Anna.
dengan segala kekuatan Anna, Ia meminum jamu buatan Linda walau beberapa kali Ia harus mual karna tidak sanggup dengan rasa pahitnya.
"jangan dikeluarkan Nona..! demi bayi Nona nanti". bujuk Linda untuk kesekian kalinya Anna pun kembali menelan jamu pahit itu.
__ADS_1
"blleeehhh! kenapa pahit sekali? seperti pare". Anna mengipas-ngipasi lidahnya.
"ini kandungannya daun pepaya Nona memang agak pahit". Linda menunjuk komposisi jamu untuk Anna.
"apa aku harus minum 3 kali sehari? ". tanya Anna dengan kesal.
"tidak Nona, hanya 1 kali dalam 2 hari nanti saat Nona sudah melahirkan baru bisa diselingi dengan makanan sehat memperlancar asi". jawab Linda.
"kenapa kamu bisa begitu mengerti? apa kamu pernah hamil? ". tanya Anna.
"saya mempelajarinya Nona". jawab Linda tersenyum lebar.
"terkadang aku tidak tau pekerjaanmu itu sebagai dokter atau pengawal untukku, kadang kamu seperti suster juga". dumel Anna.
Linda tersenyum lebar, Ia tidak tersinggung dengan kata-kata Anna karna itu semua memang benar.
Linda merapikan gelas minuman Anna tak lupa mencucinya juga, Ia mengerutkan keningnya merasakan ponselnya bergetar.
Linda mengelap tangannya yang basah lalu membuka ponsel Anna yang Ia pegang dan ada pesan dari Mia yang sudah pindah ke Indonesia bersama Ibunya.
"Nona? Nona Mia sudah resmi pindah ke Indonesia". lapor Linda mendekati Anna sambil memperlihatkan pesan Linda.
"benarkah? apa mereka sudah bersama? ". tanya Anna semangat.
Anna menerima ponselnya lalu melihat pesan Mia dan tersenyum lebar, Ia bahagia membaca pesan itu.
"aku ingin menemui mereka tapi tidak bisa". gerutu Anna mengelus perutnya.
"coba hubungi saja mereka Nona, mereka kan tau Nona sedang hamil". saran Linda.
Anna menelfon Mia dan mereka berbicara panjang lebar sampai batre hp Anna habis dan panggilan pun terpaksa di hentikan.
Anna mengerucutkan bibirnya, "kenapa batre hpku cepat sekali habisnya?".
"Nona..? anda sudah menghubunginya sudah lebih dari 2 jam". jawab Linda terkekeh melihat wajah masam Anna.
beberapa jam kemudian Mia dan Sartika tiba di Mansion Anna,
"Miaaa?? kamu datang? ". Anna bahagia melihat Mia datang dengan raut wajah cerah.
Mia terlihat lebih hidup dan Sartika tersenyum melihat sepupuan itu akrab.
__ADS_1
"Tante? ". Anna menyalami Sartika.
"maafkan Tante ya Anna? Tante sudah jahat padamu selama ini". ucap Sartika merasa bersalah dan memegang kedua tangan Anna.
"tidak apa Tante, Anna bahagia kalian sudah sadar dan kembali menjadi Tante Sartika yang dulu". jawab Anna dengan bahagia.
"memangnya Tante dulu baik?". tanya Sartika menghapus air matanya sendiri.
"iya Tante..! Tante sangat sombong dan tidak mau meminta bantuan pada orang lain, disaat semua keluarga kita sibuk dengan rencana licik demi harta tapi Tante enggan bergabung malah menyombongkan diri kalau Tante tidak butuh harta kami". jawab Anna yang saat lumpuh masih teringat jelas perkataan Sartika saat itu.
"benarkah Anna? apa Mamaku menyombong seperti itu? ". tanya Mia penasaran.
"iya Mia, aku mendengarnya langsung". jawab Anna sambil tersenyum lebar.
Sartika mengusap air matanya lagi, "dulu karna ada Suamiku, aku tidak menyangka mereka membunuh suamiku karna tidak mau bergabung tapi aku malah menyalahkanmu Anna".
Mia terperangah, Ia tidak menyangka kalau Papa nya meninggal karna kejahatan keluarganya selama ini Mia mengira Papa nya meninggal karna sakit.
"maafkan Tante sayang". ucap Sartika sekali lagi.
Anna menggeleng kepalanya, "Anna baik-baik saja Tante".
"dulu Tante hanya kesal dan benci kita terlibat ikatan darah sehingga Tante kehilangan suami yang membuat Tante Bahagia dengan penghasilannya, Tante ingin menjadi lebih kaya dari Orangtuamu Anna maka nya Tante menyombong". jelas Sartika.
"pantas saja". jawab Anna tersenyum cerah.
"mari kita makan siang Nona, Nyonya". ajak Linda tiba-tiba datang menghentikan percakapan mereka.
mereka makan bersama, Mia menceritakan uang yang Anna tolak sangat bermanfaat, kini Mia sudah memiliki penghasilan sendiri tanpa repot-repot bekerja jika Mia bisa berhemat maka Ia akan kaya dan bisa mengadakan pesta pernikahannya sendiri.
Sartika tak henti-henti meminta maaf dan berterimakasih pada Anna yang sudah membuka mata hati mereka berdua, konflik sebelumnya membuat mereka sadar dan sekarang malah lebih takut kehilangan dari pada jatuh miskin.
"kamu benar Anna..! aku bahagia memiliki Ibu, terimakasih sudah mengajarkanku banyak hal". ucap Mia dengan senyum cerahnya.
Anna terkekeh, "aku juga minta maaf padamu Mia, aku cukup jahat ya? aku hanya ingin kalian berubah dan mau menjadi saudaraku yang sebenarnya, aku lelah terus saja memanfaatkan dan rela dimanfaatin padahal aku tulus pada kalian".
"sudah.. kenapa kamu jadi bongkar kejahatan lama Tante dan Mia hmm?". omel Sartika.
.
.
__ADS_1
.