
.
.
.
Pagi-pagi,
Adi di Perusahaan Asia Group mendapat bukti-bukti kejahatan Roben, semua penggelapan dana yang disimpan sebaik-baiknya oleh Roben akhirnya Adi dapatkan.
"apa maksudmu Adi? aku tidak pernah menggelapkan dana". elak Roben
saat ini Adi berdiri tepat diluar Ruangan Roben, Ia tidak peduli siapa Roben bagi keluarga Anna yang pasti jika dia memang bersalah maka harus di usir kalau dia memang hama yang merusak saja.
"lalu apa ini Tuan Roben? ". Adi melempar fotocopy bukti penggelapan dana yang dilakukan Roben.
Roben mengambilnya dengan cepat dan membacanya, Ia terperangah tak percaya Adi bisa mendapatkan bukti itu. jujur saja Istri dan anaknya sangat boros saat berbelanja jadi Ia butuh uang pemasukan lain untuk membayar semua itu tanpa sepengetahuan Leonard dan Sekteraris Im.
"i.. ini tidak mungkin". gumam Roben tergagap memperhatikan begitu detailnya jumlah uang yang ia ambil setiap bulan.
Sekretaris Im ada dibelakang Adi dengan wajah memerah, Ia tidak menyangka pekerjaan yang selama ini Ia banggakan sangat sempurna dan merasa tidak pernah kecolongan kini bisa kecolongan tidak tau kalau Roben berani menggelapkan dana sampai 3 Triliun.
"3 Triliun? woow..! hebat sekali Anda bisa mengambil uang sebanyak itu untukmu sendiri? ". seringai Adi.
inilah kekayaan Asia Group, penggelapan dana sampai Triliun tidak ada yang sadar saking banyaknya penghasilan Asia Group, Adi menyadarinya karna para pekerja yang ada di tempat terpencil itu tidak dapat gaji.
mereka terdaftar karyawan pusat Perusahaan tapi tidak pernah digaji namun diasingkan katanya gaji hanya 5 Juta, sebenarnya gaji Karyawan pusat 5 kali lipat dari gaji itu padahal nama mereka masih terdaftar gaji di Perusahaan Pusat.
dari sana Adi tau ada yang salah dengan sistem pengeluaran Perusahaan dan diam-diam meminta Radit mencari tau, akhirnya kebenaran itu terungkap mereka memberitau Sekretaris Im yang langsung marah besar tidak menyangka bahwa dirinya akan tertipu, betapa hebatnya Adi bisa menyadari hal itu lebih cepat jika tidak? Sekretaris Im tidak akan tau.
"ini bohong..! aku tidak pernah mengambil uang ini...! dia hanya memfitnahku, dia bohong". teriak Roben menggema
para karyawan yang melihat itu hanya tersenyum sinis, mereka bukan orang setia Roben melainkan pekerja setia Leonard, sudah lama sekali mereka ingin kehancuran Roben yang bertingkah sok hebat sebagai pemilik Perusahaan Asia Group padahal hanya menggantikan sementara saja sudah berani semena-mena.
"Radit? ". panggil Adi
"baik Tuan". Radit memberikan bukti pengeluaran Istri Roben dan Putrinya juga.
"gajimu tidak akan cukup membayar tagihan mereka Tuan Roben, dan dari mana anda bisa membayar tagihan itu selama berbulan-bulan? dan itu adalah bukti anda sudah membayar tagihan tidak masuk akal mereka, sekarang anda tinggal pilih keluar dari sini atau aku laporkan polisi". senyum tipis Adi.
__ADS_1
"keluar dari sini maksudnya? ". tanya Roben dengan wajah pucat tak bisa mengelak lagi karna buktinya sudah sangat jelas.
"mengundurkan diri". jawab Adi memasukkan kedua jemari tangannya di kantong celananya.
"apa maksudmu?? aku Om nya Anna..! aku tidak bisa dipecat dari Perusahaan pamanku, kau tidak punya kuasa hingga bisa mengusirku dari sini, kau harus menghormatiku sebagai Om nya Anna". marah Roben.
"karna aku menghargaimu sebagai Om nya Anna maka aku tidak melaporkanmu ke polisi Om, kau tau apa yang akan terjadi jika aku melapor polisi? rumahmu disita, kartumu diblokir, mobilmu juga, mereka akan mengorek hartamu sampai cukup 3 Triliun lalu dikembalikan pada Perusahaan Asia Group, kau akan jadi gembel dan tidak akan bisa bekerja dimanapun karna namamu sudah buruk. pilih mana? kau keluar dari sini tapi bisa mencari pekerjaan lain? atau namamu jelek dan tidak bisa bekerja dimanapun". Adi berkata dengan perlahan tapi aura yang Ia keluarkan membuat semua orang merinding.
"bukankah kau tidak rugi? uang 3 Triliun itu anggap saja sedekah Perusahaan Anna". kata Adi lagi dengan senyum tipisnya.
Roben mengepalkan tangannya.
"kau benar-benar hebat ya? bisa mengelabuiku". kata Sekretaris Im dengan marah.
Roben beringsut mundur, Ia segera lari ketakutan tanpa teringat mengambil barang-barangnya yang ada di Ruangannya.
"tenangkan dirimu Sekretaris Im". kata Adi
"maafkan saya Tuan Muda..! saya lalai mohon Tuan menghukum saya". pinta Sekretaris Im dengan begitu hormat pada Adi.
Adi tersenyum tipis, "anda tidak bersalah pak..! jangan lakukan itu karna aku tidak mau Istriku marah dengan menyakitimu".
"anda adalah figur ayah selama ini untuknya walau seperti bayangan bagi Istriku". jawaban Adi membuat Sekretaris Im berkaca-kaca.
Adi menepuk pundak Sekretaris Im lalu pergi dari sana di ikuti Radit.
.
di Ruangan Adi,
"kenapa Sekretaris Im seperti itu Di? apa kamu tau kelemahannya? ". tanya Radit
"kau fikir aku sama sepertimu? dia seperti itu karna kecolongan". jawab Adi dengan tenang.
Radit mendengus,, "kalau begitu aku akan cari pengganti Pak Roben itu Di". Radit menundukkan kepala lalu pergi dari Ruangan Adi.
"aku sudah mengeluarkan hama terbesar di Perusahaanmu sayang, aku yakin setelah ini masalah akan semakin rumit". gumam Adi memejamkan matanya sambil bersandar di kursi kebesarannya.
Adi tau Roben akan semakin menjadi-jadi mencoba menyerangnya tapi itu masih bisa Adi teloransi selagi bukan menyerang Anna.
__ADS_1
Adi tersentak saat ponselnya bergetar Ia segera mengangkat panggilan itu sambil tersenyum tampan.
"apa sayang? ". tanya Adi
"Adii? apa kamu sibuk? aku ingin makan di tepi pantai, kebetulan aku sedang bebas hari ini". Anna.
"aku berangkat". Adi langsung berdiri meninggalkan pekerjaannya.
Adi berlari di lobi membuat para pekerja Asia Group terheran-heran, namun dari gelagat Adi sepertinya ada hal baik apalagi raut wajah Adi terlihat bercahaya (senang).
Anna menunggu Adi didepan gerbang, Ia mengedarkan pandangan melihat situasi hingga Anna menajamkan pandangannya melihat ada mobil asing.
"kenapa aku merinding? perasaan apa ini? ". gumam Anna gelisah juga tubuhnya seketika berkeringat dingin.
"apa aku mau diculik? ". gumam Anna mengada-ngada.
Anna pun memilih masuk lalu menutup gerbang tadi dan berlari ke Rumah Sakit memilih menunggu Adi didalam Ruangannya saja.
"perasaanku tidak enak..! lebih baik mencegah dari pada mengobati". gumam Anna terengah-engah menutup pintu Ruangannya.
ternyata perkiraan Anna benar, Mobil tadi memang mau menculik Anna supaya menjadi sandera pada Adi, Pengemudi mobil tadi menghubungi atasannya yang ternyata adalah Roben.
Roben tidak tau dengan siapa Ia berhadapan sekarang, menyerang Adi melalui Anna adalah kesalahan besar.
Adi tiba di Rumah Sakit dan menghubungi Anna, tak berapa lama Adi menunggu Anna datang sambil terengah-engah lalu masuk ke mobil Adi.
"kenapa Anna? ada apa?". tanya Adi khawatir
"Adi..? aku merasa tadi ada hawa jahat mengelilingiku, aku langsung berpikiran yang tidak-tidak lalu lari masuk ke Rumah Sakit dan aku memilih menunggumu disana". jawab Anna.
"hawa jahat?". beo Adi perlahan mencengkram setir mobilnya.
"iya..! kalau aku merinding seperti tadi itu artinya ada hawa jahat mendekatiku, dulu aku pernah merasakannya tapi aku rasa tidak ada salahnya aku mati tapi aku tidak menyangka Kak Nana datang membawaku pergi dari Mansion Singapura dan tidak lama setelah itu ada penyerangan besar-besaran di Mansion kami, jujur saja sudah lama sekali aku tidak lagi pernah merinding seperti itu, tiba-tiba tadi aku merasakannya dan itu membuatku takut Adi". Anna berkata dengan cemas dan khawatir.
.
.
.
__ADS_1