Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
minta sekolah


__ADS_3

.


.


.


"terus bagaimana By? mereka minta sekolah, aku yakin mereka bosan itu sebabnya mereka minta sekolah". Anna.


"kita panggil guru saja bagaimana? anak-anak kita sekolah di Rumah saja". tanya Adi menyarankan.


"mereka terkurung disangkar emas ini Hubby, aku tidak mau anak-anakku merasakan yang nama nya bosan karna aku ingin anak-anakku bisa melakukan apa saja yang membuat mereka bahagia". jawab Anna serius.


Anna pernah berada di posisi itu saat di Singapura, Leonard tidak ada waktu dengannya tapi tidak mengizinkannya keluar Mansion membuat hatinya sedih dan hal itu sangat Anna ingat sampai sekarang, Anna berjanji tidak akan membiarkan anak-anaknya bernasib sama dengan dirinya dulu.


"aku sudah menebak mereka akan bosan di Sangkar emas ini walau punya banyak mainan, tapi aku sungguh tidak bisa percaya mereka bosan lebih cepat dari perkiraanku, mereka masih berumur 4 tahun tapi sudah bosan". keluh Anna.


"aku akan kawal mereka bagaimana sayang?". tanya Adi.


"Pengawal bayangan?". tanya Anna.


"bukan tapi samaran seperti yang dilakukan bang Arka pada anak-anaknya dahulu, semua petugas di sekolahan akan ditambah menjadi orang-orangku lalu mereka akan bertugas menjaga Anak-anak kita tanpa diketahui oleh mereka bertiga". jelas Adi.


Anna mengangguk-ngangukkan kepalanya setuju, "aku tanyakan sama Kakek".


"kita temui Kakek". ajak Adi.


mereka berdua menemui Leonard yang ternyata sedang menggendong Fitri serta menciumi cicit bungsu nya itu, Anna mengandung anak kembar 3 sekaligus tapi 1 tahun 9 bulanan kemarin Ia hanya punya anak 1 di perutnya dan kini sudah berumur 12 bulanan.


"Kakek?". sapa Anna dan Adi serentak.


"hmm?". Leonard menyahut dan memangku Fitri yang asik memainkan kumis Eyangnya itu.


"apa Kakek tau kalau Sikembar 3 ingin sekolah?". tanya Adi tanpa basa-basi.


Anna menepuk keningnya dengan pertanyaan Adi yang langsung pada intinya tidak ada pembukaannya terlebih dahulu.


"iya tau". jawaban Leonard membuat Anna menoleh ke Leonard.


"Kakek tau?". tanya Anna memastikan pendengarannya tidaklah salah.


"iya tau". jawab Leonard sambil tersenyum membiarkan Fitri bermain dengan kumis serta hidungnya.


"apa Kakek mengizinkan?". tanya Adi.

__ADS_1


"sebenarnya tidak tapi mendengar penjelasan mereka, aku tidak tega jadi minta mereka bertanya pada Anna kalau mengizinkan maka Eyang nya ini akan memberi puluhan pengawal bayangan untuk Cicit-cicitku ini". jawab Leonard.


Anna tercengang, "apa Kakek sudah memperbanyak Pasukan Pengawal bayangan?". tanya Anna.


"tentu saja". jawab Leonard.


Anna mendengarkan penjelasan Leonard bersama Adi, mereka akhirnya mengerti bahwa Leonard sudah memperkirakan semua ini akan terjadi sebab Leonard tau ketiga Cicitnya sangat pintar seperti kedua orangtua nya.


"walau Kakek tau sekarang ini Kota kita lagi musim penculikan anak?". tanya Anna.


"iya tau". jawab Leonard.


"bagaimana sayang? semua keputusan ada ditanganmu, aku menawarkan sekolah di Rumah tapi kamu tidak mau anak-anak Kita terkurung". tanya Adi ke Anna dengan lembut.


Anna menganggukkan kepalanya, "kalau Kakek dan Hubby sudah mempersiapkan semuanya, aku bisa melepas mereka". jawab Anna sambil tersenyum.


"baiklah..! aku akan pergi ke TK yang terbaik untuk Anak-anak kita dengan penjagaan ketat dan tempat main yang banyak". Adi mengelus kepala Anna.


"aku ikut". jawab Anna serius.


"baiklah". balas Adi dengan senyuman.


"alangkah lebih baiknya jika kalian membawa sikembar 3 bersama". saran Leonard.


"biar Eyang nya yang jaga". jawab Leonard menciumi wajah Fitri yang tertawa kegelian *******-***** rambut Eyangnya itu.


Anna dan Adi mengulum senyum melihat raut wajah bahagia Leonard, Anna beruntung memiliki Adi sehingga bisa mengambil Alih Perusahaan Asia Group dan Leonard bisa berdiam diri di Mansion tanpa berpikir pekerjaan lagi sampai jatuh sakit, kini memberi Leonard kebahagiaan yang tidak pernah dilihat oleh Anna.


"kalau begitu kami pamit Kek". izin Adi.


"hmm? hati-hati kalian ya?". pinta Leonard serius.


"iya Kek". jawab Adi dan Anna serentak.


.


Adi dan Anna membawa ketiga anak kembarnya ke Sekolah (TK) sambil memperlihatkan pada mereka bertiga sekolah yang di inginkan anak-anaknya itu.


"ayo sayang! jangan berpisah dari Mommy dan Papa ya?". pinta Anna dengan serius.


"baik Mom". jawab ketiganya semangat.


Anna tersenyum melihat kebahagiaan terpancar dari mata anak-anaknya, Anna menggandeng tangan Fauzan dan Adi menggandeng tangan Fauzi ditengah-tengah Fauzan dan Fauzi ada Fiona yang mereka jaga.

__ADS_1


kedatangan Adi dan Anna di Sekolah TK terbesar itu membuat para pekerja kocar-kacir mencari Kepsek, tak lama kemudian kepala sekolah taman kanak-kanak itu datang bersama guru-guru yang mengajar menyambut pasangan Asia Group yang sangat terkenal itu.


"hormat kami pada Penguasa Asia Group". tunduk hormat mereka semua membuat Anna menganga lebar.


"kenapa kalian bisa seperti ini? aku tidak meminta sambutan". Anna.


"sudah sayang.! bukankah bagus kalau mereka berkumpul dan kita bisa menyampaikan tujuan kita". Adi tersenyum ke arah Anna.


Anna terpaksa diam lalu melihat ke anak-anaknya, "sayang? apa yang Mommy ajarkan?". tanya Anna ke Sikembar 3.


"hormati orang yang lebih tua dan salam mereka". jawab anak-anak Anna serentak.


"pintar kesayangan Mommy". Anna tersenyum hangat.


sikembar 3 berjalan bergandengan tangan ke arah para guru-guru yang akan membuat hari-hari mereka berbeda kedepannya, semua yang disalami oleh anak-anak Penguasa itu gugup bercampur gemas, masih anak-anak saja sudah tau sopan santun.


"sayang? kamu ajak anak-anak bermain ya? awasi mereka, aku akan sampaikan tujuanku pada kepala sekolah". pinta Adi ke Anna mengelus kepala Anna yang menganggukkan kepala dengan senyuman.


Anna membawa anak-anaknya ke taman bermain anak-anak, Adi berubah serius ke mereka semua.


"kalian tau tujuanku kan?". tanya Adi tanpa basa-basi.


"t.. tidak tau Tuan". jawab mereka semua serentak.


"aku tidak pandai berbasa-basi, anak-anakku ingin sekolah". kata Adi singkat, padat dan jelas.


mereka terpaku sesaat karna setau mereka anak-anak Adi masih kecil tapi kenapa sudah disekolahkan.


"kalian meragukan kepintaran anak-anakku?". tanya Adi dengan dingin.


"eh..? t.. tidak Tuan". jawab mereka ketakutan dengan badan setengah membungkuk.


Adi mengangguk, "urus semuanya, aku akan bayar berapa saja dan akan aku tambahkan pekerja menjaga keamanan Sekolah ini kalian tidak perlu menggajinya karna mereka adalah orang-orangku, tugas kalian hanya memberi mereka seragam dan berbaur seperti biasa dengan kalian semua". Adi.


mereka mencerna kata-kata Adi, lalu Adi menjelaskan dizaman sekarang sedang musim penculikan anak-anak, Adi hanya menjaga anak-anaknya. mereka semua pun setuju lalu bertanya jumlah pekerja yang akan Adi berikan secara gratis pada mereka.


"20 orang". jawab Adi tenang.


mereka semua terdiam, berpikir banyak sekali.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2