Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
jarang berkumpul


__ADS_3

.


.


.


malam hari,


"sayaaangg?". panggil Adi membawa banyak plastik di lengannya sambil menanggalkan sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumahan.


"iya By?". sahut Anna.


Anna mendekati Adi sambil memegang perutnya dan saat tiba di hadapan Adi, sang suami meletakkan semua barang-barangnya lalu mengecupi bibir dan pipi Anna seperti dunia milik mereka berdua saja.


"dimana suamiku Di? bukannya kalian bekerja bersama?". sambar Caca dengan jengah.


Adi melihat ke arah meja makan ternyata Reyhan menatap datar dirinya bersama Sekar, sedangkan Caca tengah bersidakap dada memandang mereka.


"oh..! tadi aku tinggalkan di halte". jawab Adi tanpa beban.


"apaaa?". pekik Caca dengan mata melotot galak.


"heii.. suka-suka ku lah, kenapa aku harus bersama dia sementara aku banyak belanja, yang ada suamimu itu akan menertawaiku". jawab Adi dengan acuh.


Caca melebarkan matanya, "lihat Anna..? suamimu tidak berperasaan sama sekali". tuding Caca ke Suami Anna.


"tapi dia sangat berperasaan padaku". jawab Anna sambil menurunkan tangan Caca yang menunjuk wajah suaminya.


Sekar tertawa lebar dan Reyhan terkekeh pelan melihat perdebatan mereka semua.


"Anna kau membelanya? aku sahabatmu". tanya Caca dengan mata melebar kesal.


Anna tertawa pelan, "tentu saja aku membela suamiku, dia Ayah dari calon bayi-bayiku". jawab Anna tanpa beban.


Caca mendengus, "kenapa kalian menganggap ini Rumah Kalian ha?". rajuk Caca.


"bukankah kata Mami Erie anggap saja Rumah sendiri ya?". ledek Adi dengan santai.


"awas kau Adi?? ku kaduin sama Radit biar dikerjai kau olehnya". ancam Caca seperti anak-anak bertengkar saja, wajar Caca sedang hamil muda.


Adi seketika membelalak, "jadi saat itu Radit mengerjaiku lewat Bayu karna ulahmu ha?". tuding Adi.


"iya, emang kenapa? siapa suruh kau tidak mengizinkan Anna bertemu denganku malam itu". jawab Caca menantang sambil berkacak pinggang dan mengangkat dagunya tinggi-tinggi.


"apa ? kau benar-benar?". Adi melangkah mendekati Caca yang terlihat tidak takut tapi dihadang oleh Anna.


"sayang? kamu membelanya?". Adi menunjuk kesal wajah Caca yang ditepis oleh Caca sendiri tengah meledek Adi sebab Anna membelanya bukan Adi.


"tentu saja aku membelanya karna dia sahabatku". jawab Anna dengan mata melotot galak seketika nyali Adi menciut dan menundukkan kepalanya namun matanya melirik kesal ke Reyhan dan Sekar yang menertawai drama mereka bertiga.


"hei.. hei.. hei.. ada apa ini?". tanya Radit yang baru saja datang membawa beberapa bungkus Pizza porsi besar untuk makan bersama.

__ADS_1


"Sayaangg?". rengek Caca mendekati Radit dan merangkul lengan Radit.


"ada apa sayang?". tanya Radit mengedarkan pandangannya.


Caca sudah ingin mengadu namun tiba-tiba Anna berbicara membuatnya terdiam beberapa saat dan tidak jadi menceritakan kejadian tadi.


"sudah Caca! aku sudah lapar jangan buat drama lagi". peringatan Anna.


Adi tersenyum puas, "aahhh". Adi memegang lengannya yang dipukul sang Istri.


"kamu juga jangan mencari masalah Hubby? aku mau makan enak, jangan buat drama lagi". peringatan Anna dengan tatapan horror ke suaminya.


"iya sayang". jawab Adi patuh.


Reyhan dan Sekar tak henti-hentinya tertawa sejak tadi, mereka tidak menyangka akan menonton drama dibuat-buat oleh 2 pasangan Couple itu.


Adi merangkul Anna berjalan ke tempat duduk dan melepas jas mahalnya menjadi alas tempat duduk sang Istri, sungguh perhatian.


"sayang aku beli martabak mesir". Adi menunjukkan makanan ke Istrinya yang langsung berbinar seketika.


"aku juga bawa banyak makanan, aku beli Pizza". ujar Radit ke Caca yang juga sama berbinar penuh bintang.


"ayo makan besar!". ajak Sekar seperti makanan sendiri saja padahal suaminya tidak membeli apa-apa selain buah-buahan serta susu bumil untuk Istrinya saja.


mereka memberengut menarik makanan itu menjadi ditengah-tengah, Sekar cengar-cengir kuda melihat tatapan galak Caca dan Anna seperti induk harimau yang berusaha melindungi anaknya saja padahal hanya makanan.


mereka masing-masing sudah membuat drama romantisnya sendiri-sendiri.


"kamu udah enggak mual lagi sayang?". tanya Caca ke Radit merapikan rambut Radit dengan lembut.


"tidak sayang, sekarang mualnya hanya pagi-pagi". jawab Radit dengan senyuman.


"terus kamu naik apa tadi sayang setelah di usir oleh Adi?". tanya Caca serius dan khawatir.


"aku naik taksi sayang, Adi melemparku di halte". jawab Radit melebih-lebihkan sambil tersenyum lebar.


"dia memang jahat, dasar pelit! ". ejek Caca menatap sengit ke Adi yang sibuk memanjakan Anna,


(Adi dan Anna),


"sayang aku mau Pizza yang sosis". rengek Anna.


"iya sayang..! ini martabak mesirnya dimakan dulu? bukannya tadi kamu yang minta hmm?". Adi menyalin kuah martabak nya dan menyuapi istrinya yang menerima suapan Adi tapi tangannya berusaha menggapai-gapai Pizza Sosis yang diinginkannya.


"iya-iya". Adi mengambilkan Pizza yang Anna mau.


mereka main suap-suapan dan sesekali berdebat karna makanan juga.


(Reyhan dan Sekar),


pasangan ini paling adem dan jarang bertengkar, mereka selalu akur setiap saat.

__ADS_1


"kenapa sayang? mau makan apa?". tanya Reyhan.


"itu aku mau martabak mesirnya Anna!". pinta Sekar memelas.


Reyhan pun mengambilkannya dan menuangkannya untuk istrinya, baik Adi maupun Radit membeli banyak makanan tapi yang paling mereka utamakan adalah istri masing-masing.


.


.


.


setelah makan malam bersama, di Sofa tamu.


"apaaa??". sontak saja mata Reyhan, Adi dan Radit melebar kaget.


"kenapa?". tanya ketiga wanita cantik itu dengan polos.


"kami mau tidur bersama". jawab mereka bertiga lagi serentak tidak memperdulikan sang suami mereka yang butuh kehangatan sebab mereka bertiga pun memang jarang berkumpul dan menurut mereka permintaan tidur bersama 1 hari tidak ada salahnya.


"sayangg?". rengek Adi.


"ada apa Hubby? bukankah kita sudah tidur berdua setiap hari? aku hanya minta sehari saja sama mereka". Tanya Anna dengan polos.


"kami hanya minta tidur bersama sekali saja". sahut Caca.


"ada masalah apa sih? bukankah tidak ada salahnya kami berkumpul? nanti pas udah lahiran kami tidak akan ada waktu berkumpulkan?". tanya Sekar juga heran.


"benar". sahut Caca dan Anna membenarkan.


"Kak Ara, Kak Intan dan Kak Nana seperti itu". jawab Anna.


"hmm". dibalas anggukan oleh Caca dan Sekar.


para suami mereka kembali merengek tapi istri mereka sudah punya keputusan sendiri dan tidak akan mau berubah pikiran.


terpaksa Radit, Adi dan Reyhan tidur di Sofa Ruang Tamu, Sofa menonton TV.


"bagaimana perutmu Anna? bukankah kamu hamil 3 anak kembar?". tanya Caca penasaran mengelus perut Anna yang besar.


Sekar mengelus perut Anna, "apa sudah menendang-nendang?". tanya Sekar berbinar.


"ada tapi aku belum beritau Adi karna tendangannya masih kecil, kata dokterku nanti akan semakin kuat saat usia kandungan semakin tua". jawab Anna sambil tersenyum malu.


"nanti kalau sudah 7 bulanan baru nendang-nendang dia, paling kerasnya 9 bulanan". jawab Sekar.


"aku semakin tidak sabar". Caca mengelus perutnya yang belum terlalu membuncit.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2