
.
.
.
terpaksa Adi dan Anna melihat saja saat Leonard memerintahkan pengawal bayangan kepercayaannya menggendong satu persatu anak-anak mereka.
"Kakek?". panggil Anna.
"kami akan baik-baik saja, tetaplah disini". kata Leonard mengelus kepala Cucunya lalu pergi dari sana.
Adi merangkul Anna dan membawa Istrinya kembali duduk, acara sebesar ini tidak bisa dianggap remeh dengan pergi sesuka hati.
"kenapa kita tidak bisa pulang By?". tanya Anna pelan pada suaminya.
"ini acara Formal sayang, ini bukan acara milik kita kalau acara ini milik kita terserah mau datang atau tidak juga tak akan ada yang mempermasalahkan kita". jawab Adi dengan pelan juga.
Anna mengangguk, "iya juga sih, para perdana menteri dan presiden kita aja belum pulang masa kita pulang". gumam Anna mengerti.
"walaupun kita kaya bukan berarti kita tidak punya adab atau etika saat bersama orang penting". bisik Adi dibalas anggukan cepat oleh Anna.
Anna merangkul lengan Adi sambil merebahkan kepalanya dibahu Adi sementara tubuhnya sudah terbungkus jas kebesaran Adi, Adi merangkul pinggang Anna sambil menatap ke arah panggung.
Ren melihat Anna seperti itu pun menoleh ke Nana, "apa Mommy lelah?". tanya Ren.
Nana melihat ke arah Putranya, "tidak sayang, kenapa? apa kamu lelah?". tanya Nana.
Ren menggeleng, "kalau Mommy lelah bersandar saja dibahu Ren". Ren duduk dengan baik sambil menepuk bahunya.
Nana mengulum senyum manisnya, tidak mau membuat anaknya sedih Ia pun bersandar di bahu Ren yang tersenyum tipis, Ren menggenggam tangan Mommynya sambil menatap ke arah depan.
acara itu benar-benar sangat lama, hampir setiap perorangan Perdana menteri memberi kata sambutan dan penutup yang memakan waktu berjam-jam juga disetiap orang, baik Nana maupun Anna sudah tertidur di bahu Ren dan Adi.
para tamu undangan sudah gelisah, ada yang izin ke toilet dan banyak juga sebagian besar dari mereka yang bosan menunggu di dalam acara memilih memainkan ponsel.
.
acara benar-benar selesai, Anna dan Nana terbangun saat kaki mereka terkena gaun atau sepatu tamu undangan yang membubarkan diri mau pulang ke Rumah masing-masing.
"bangun sayang?". tanya Adi mengulum senyum.
Anna melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 02.23 Pagi.
"lama nya?". pekik Anna membekap mulutnya seketika beruntung setiap orang sedang sibuk membubarkan diri keluar dari Aula ini.
"ayo pulang!". ajak Adi.
__ADS_1
mereka berpegangan tangan dengan mesra keluar dari Ruangan itu, ada yang berusaha mengambil kesempatan mendekati Adi tapi Pria berlesung pipi itu hanya memasang wajah datar dan dinginnya saja seolah tidak peduli tingkah ulat-ulat keket itu, Ia hanya memeluk Anna dari belakang supaya Istrinya tidak dipegang oleh Pria lain.
.
sesampainya di Kamar Anna,
"hhaaaa?? capeknyaaaa". pekik Anna langsung tumbang di ranjangnya.
Adi duduk disamping Anna sambil melepaskan sepatu, jas dan dasinya lalu merangkak tiba diatas tubuh Anna, Anna merasakan gelagat aneh pun membuka matanya.
"Hubby?? kamu ngapain diatasku?". tanya Anna memicing curiga.
"aku mau Istriku". jawab Adi
"apa kamu tidak lelah By?? aku aja lelah nih". protes Anna.
"kita melakukannya di kamar mandi bagaimana?". tanya Adi dengan senyum liciknya.
Anna membelalak, "tidaaak..! jangaan...! Hubby". pekik Anna saat Adi melepaskan gaunnya lalu menggendong Anna membawa Istrinya setengah berlari memasuki kamar mandi mereka.
Anna yang awalnya menjerit tidak terima akhirnya pasrah juga, Ia juga sudah mengunci diri supaya tidak hamil lagi sebab mereka sudah sepakat untuk tidak mengandung lagi.
.
pagi-pagi,
Adi menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya yang sudah berpakaian rapi dengan baju baru lagi, Anna dan Adi benar-benar menyayangi serta sangat memanjakan anak mereka dengan membelikan semua kebutuhan sikembar 3 yang sudah bersekolah.
"apa mommy cakit papa?". tanya Fauzi.
"Mommy baik-baik caja kan Pa?". tanya Fiona juga.
"Mommy kalian sedang lelah sayang, kalian tidak akan mengganggu Mommy yang lelah kan? apa kalian mau Mommy kalian nanti sakit hmm?". tanya Adi dengan lembut.
ketiganya menggelengkan kepala membuat Adi tersenyum, Ia senang anak-anaknya sangat mudah diatur bahkan tidak mau membuat Mommy mereka lelah atau sampai jatuh sakit.
"ini sarapan kalian nak". kata Adi mempersiapkan bekal untuk sang buah hati.
"telimakacih Papa". ucap mereka serentak.
Adi memang Papa yang sempurna untuk anak-anaknya, Ia mau bertukar peran dengan Istrinya sesekali yang kelelahan, Adi membuatkan sarapan untuk anak-anaknya, Fitri masih tidur di kamarnya dan Adi tidak mau mengganggu anaknya kalau tidak bangun sendiri mencari salah satu dari orangtua, kakek atau kakak-kakaknya.
"Iya.. iya.. nanti Kakek akan lihat-lihat Fitri kalau bangun". kata Leonard dengan serius membuat Adi lega dan langsung mengantar anak-anaknya sekolah setelah berpamitan dengan Leonard tanpa menunggu waktu lagi.
.
Anna melihat jam dinding pun panik, "anakku?? anakku?". pekik Anna berlari dengan pakaian tidurnya ke kamar Triple kembar tapi tidak ada.
__ADS_1
"dimana mereka?". gumam Anna celingukan lalu kembali berlari ke dalam Lift.
"Fauzann?? sayangg? Fauziii? Fiona? kalian dimana?". tanya Anna menggelegar.
"mereka sudah sekolah". jawab Leonard.
"Kakekk?? s. siapa yang menyiapkan sarapan untuk anakku". tanya Anna cemas dan khawatir berlari mendekati Leonard yang duduk disofa.
"bukankah mereka punya Papa?". kekeh Leonard.
Anna terdiam, "jadi Hubby yang menyiapkan semuanya?". tanya Anna memastikan lagi.
"iya". jawab Leonard.
Anna mengedarkan pandangannya lalu berjalan ke arah dapur yang sudah rapi dan bersih, Ia tersenyum lembut.
"aku memang beruntung punya suami seperti Hubby". senyum tulus Anna.
"cepatlah pulang Hubby..! aku ingin memelukmu dan menciummu juga". gumam Anna tertawa kecil.
Anna menoleh saat kakinya dipeluk oleh seseorang, Ia tersenyum cerah melihat Putri bungsunya.
"Fitri udah bangun sayang?". Anna berjongkok lalu menggendong Putri kesayangannya lalu mencium wajah bantal Fitri dengan gemas.
"mandi sama Mommy ya?". ajak Anna.
Anna membawa Putri kecilnya ke kamarnya, mereka malah bersenang-senang bahkan saat Anna di meja rias pun Fitri begitu antusias melihat Mommynya.
"sudah sayang..! anak Mommy masih kecil tidak boleh pakai ini ya". bujuk Anna menjauhkan alat-alat make upnya.
Anna hanya memakai toner dan pelembab wajah saja tidak berlebihan, Anna tertawa mendengar celotehan Putrinya itu entah mengapa Ia merasa putri nya sangat lucu.
"waah.. disini ya keluarga kecilku". kata Adi tiba-tiba datang dengan wajah sumringah.
Anna berbalik dan tersenyum,
"Papaahh". sapa Fitri dengan ceria nya.
Anna dan Adi tertawa, Adi mendekati Anna mengambil Fitri lalu Ia tertegun saat Anna mengecup pipinya.
"terimakasih suamiku". ucap Anna dengan tulus.
Adi tersenyum lembut lalu mengecup lama kening Anna, "dalam hubungan kita, ucapan terimakasih terlalu berlebihan sayang".
mereka tersenyum memandang Fitri dan mencium pipi kiri serta kanan Fitri yang terpekik riang.
.
__ADS_1
.
.