
.
.
.
Adi kembali ke Anna setelah mencari sepatu baru dan es cream untuk Anna,
"ini sayang es cream nya". Adi memberikan es cream pesanan Anna.
Anna menerimanya sambil tersenyum cerah, Ia begitu menikmati es cream yang dibelikan suaminya sementara Adi fokus mengganti sepatu Anna.
.
"terimakasih Hubby! ". ucap Anna dengan senyum manisnya.
Adi juga ikut tersenyum lalu mengecup mesra pipi Anna,
"kamu cantik sekali sayang". Adi berbisik ke Anna.
Anna tertawa pelan, "ayo pulang! ". ajak Anna mengulurkan tangannya dengan cepat Adi menyambut tangan Anna supaya Anna tidak kelamaan menunggu.
selama perjalanan pulang Anna merasa mengantuk pun tertidur, Adi memarkirkan mobilnya di Apotik lalu mengunci mobil dari luar dan berlari memasuki Apotik membeli obat untuk Adi yang terlalu bernafs*, Anna tidak tau apa yang dilakukan suaminya.
sesampainya di Mansion, Anna terbangun lalu mengedarkan pandangannya dan melihat Adi tengah tersenyum menatapnya.
"aku ketiduran". cengir Anna malu-malu.
Adi tidak menjawab hanya tertawa sambil membuka pintu dan Anna juga keluar dari mobil.
mereka jalan bergandengan tangan memasuki Mansion,
"heiii? ". Sekar berlari lalu merentangkan tangannya di hadapan Adi dan Anna.
pasangan suami istri itu pun akhirnya berhenti lalu bertanya dengan heran, mengapa Sekar menghentikan mereka berdua.
"kalian bertanya?? dari tadi aku dan Kakek memanggil kalian, tapi kemana telinga kalian? aku rasa otak kalian semakin tidak waras saja, sadarlah..! dunia ini milik bersama". omel Sekar dengan kesal.
Adi dan Anna mengedarkan pandangan hingga bertemu pandang dengan Leonard yang terkekeh mendengar omelan Sekar.
"maaf". cicit Anna.
"ya sudah kalian berbalik..! temui Kakek". jawab Sekar dengan wajah kesalnya.
Adi dan Anna berbalik namun tautan tangan mereka belum terlepas, Sekar mendelik melihat pasangan itu yang sangat menyebalkan.
"sabar Sekar". bisik Caca tiba-tiba sudah disamping Sekar.
"sabar apa nya? mereka itu terlalu dimabuk cinta sampai semua dianggap batu saja oleh mereka". dumel Sekar.
Caca hanya terkekeh.
__ADS_1
"bahkan Kak Nana tidak segitunya, cuma bang Arka saja yang nyebelin". gerutu Sekar.
"Anna haus akan cinta jadi saat benar-benar jatuh cinta ya dia begitu". jawab Caca dengan santai.
.
Leonard menjalankan kursi rodanya dengan di ikuti Adi dan Anna,
setibanya di Ruangan Leonard, Adi duduk dilantai lalu memijit-mijit kaki leonard membuat Anna kaget karna Ia tidak tau Adi selalu seperti itu jika Adi berdua dengan leonard saja.
"maafkan Adi Kek..! Adi terlalu bahagia". ucap Adi tersenyum kecil.
Leonard tertawa menepuk-nepuk kepala Adi, "tidak apa nak..! bagaimana Perusahaan? apa baik-baik saja? ".
"apa Sekretaris Im tidak menjelaskan ke Kakek? ". tanya Anna ikutan bersila di samping Adi dan memijit kaki kakeknya juga.
"Kakek kasihan padanya, dia selalu bolak-balik ke sini lalu bekerja lagi jadi Kakek memintanya menelfon saja, mungkin dia sedang sibuk". jawab Leonard.
"Perusahaan berjalan dengan baik Kek..! karyawan setia Kakek benar-benar yang terbaik tapi Om Roben menggantinya dengan orang tidak berguna". jawab Adi dengan senyuman tipis.
"uuh..! penjahat itu pantas mati, dia selalu saja merepotkan ku". gerutu Leonard.
"maafkan Anna yang membiarkan mereka merepotkan Kakek". cicit Anna merasa bersalah.
Leonard tersenyum, "jangan merasa tersinggung nak..! Kakek tau kamu hanya ingin bebas dari belenggu tahta ini kan? kamu punya cita-cita mulia menjadi seorang dokter".
mereka bertiga berbincang cukup lama hingga saat perbincangan terakhir Anna yang paling syok.
"Sekar dilamar Kek? ". pekik Anna membekap mulutnya dengan mata terbelalak lebar.
"apa Kak Nana sudah mencari tau latar belakang Pria itu? Kakek bagaimana? apa dia laki-laki baik?". cecar Anna semangat.
"Kakek sedang mencari tau". jawab Leonard.
"tapi kenapa Sekar keliatan tidak tau tadi Kek? ". tanya Adi penasaran.
"itu karna Kakek belum pasti menerima lamaran ini, Kakek memang mengenal Ayah dari Pria ini tapi harus kakek cari tau dia pantas atau tidak dengan Sekar". Leonard.
"tentu saja Kek..! harus dicari tau". Anna setuju pada keputusan Leonard tidak menerima lamaran itu terburu-buru.
.
di Kamar Anna,
"kenapa sayang? ". tanya Adi melihat Anna tampak sibuk memainkan ponselnya.
"lihat Hubby. ! ini calon suaminya Sekar yang dibilang Kakek, ternyata Pria itu juga tampan". Anna menunjuk-nunjukkan layar ponselnya ke Adi.
Adi duduk disamping Anna melihat potret Pria itu, "Reyhan Ardiansyah? ". gumam Adi.
"hah? kamu kenal Hubby? ". tanya Anna semangat.
__ADS_1
"iya..! dia satu kampus sama aku dan Radit". jawab Adi memperhatikan wajah di layar ponsel Anna ternyata memang benar itu Pria yang sama.
"bagaimana sifatnya di kampusmu saat itu? ". tanya Anna penasaran.
"dia penggila lukisan, iya.. aku tau dia hobby seni bahkan dia juga bisa melukis tapi karna keluarganya tidak punya penerus untuk Perusahaannya, dia tidak mengambil jurusan Seni melainkan bisnis". Adi.
"apa dia suka main perempuan? ". tanya Anna
Adi berusaha mengingat-ngingat masa-masa kampusnya, jujur saja mereka memang berasal dari Indonesia tapi tidak pernah bersinggungan dengan Reyhan karna Pria itu suka menyendiri ditempat-tempat indah dan melukis, terkadang menghabiskan waktu di Perpustakaan.
"Oh... Pria ini punya kepribadian tertutup ya? ". gumam Anna mengangguk-nganggukkan kepala.
.
.
ke esokan harinya,
Adi bekerja seperti biasa hanya Anna yang tidak bekerja karna Ia masih ingin istirahat saja selama 1 bulan ini, Anna juga sudah memperingati Adi untuk tidak mencampuri masalah Layla yang akan menjadi lawan Anna nanti jika sudah berada dibatas kesabaran Anna.
Anna berlari memasuki Kamar Sekar, "Sekaaarr? ". pekik Anna merentangkan kedua tangannya.
Sekar yang memang sedang cuti kerja malah menarik selimutnya akan menghabiskan waktunya seharian ini dengan tidur.
"Sekaaaarr". Anna menarik-narik selimut Sekar.
Sekar duduk dengan wajah bantalnya, "apaan sih? kamu mau apa? kenapa tidak kerja? aku mau tidur". oceh Sekar lalu hendak tidur lagi tapi Anna menahan kepala Sekar dan mencubit lengan Sekar.
"aaahh". Sekar terpekik, matanya yang mengantuk seketika terbelalak lebar sambil mengelus-ngelus lengannya yang terasa sakit.
"sakiit". kesal Sekar.
"maka nya bangun..! kamu tau aku punya lelaki tampan untukmu". kata Anna dengan berbinar ceria.
"lelaki tampan untukku? buat apa? aku tidak suka cinta sepihak, aku akan menikahi Pria yang mencintaiku sepenuh hati". tolak Sekar dengan malas.
"eeh..? kamu harus lihat dulu Pria nya". pinta Anna dengan serius.
"tidak mau". jawab Sekar
Anna menarik selimut Sekar dan Sekar tidak terima malah menarik balik selimutnya yang ditarik Anna, terjadilah aksi tarik menarik selimut diantara mereka.
"pokoknya kamu harus lihat". pinta Anna dengan tegas.
"nggak mau". tolak Sekar.
"ayo bangun..! ". seru Anna.
"enggak". jawab Sekar geleng-geleng kepala.
.
__ADS_1
.
.