
.
.
.
Adi memejamkan matanya saat sang Istri tengah berusaha menyenangkannya, benar-benar sangat berbeda dan Adi sangat menyukai sisi Anna yang sekarang.
"huh..! huh..!". Anna terkulai lemas diatas tubuh Adi.
Adi dengan cepat membalik situasi, hubungan mereka semakin baik setelah melakukan percinta*nnya bersama.
"sudah Hubby..! ak.. aku lelah". pinta Anna memelas.
Adi mengecup lama kening Anna, "baiklah! kita mandi terus tidur ya?".
Anna mengangguk-ngangguk cepat, "punya suami mesum benar-benar melelahkan". batin Anna merutuk.
tapi drama Adi terjadi lagi saat berada di Kamar mandi, sekali lagi Anna harus di buat mend*s*h tak karuan akan keganasan suaminya itu yang tidak pernah ada puasnya.
.
Adi menatap penuh Cinta Anna yang tengah tertidur pulas menggenggam tangan kanannya, Adi mengecup lama kening Anna.
"aku memang tidak marah sayang, aku tidak bisa marah padamu tapi setelah melihat sisi berbedamu tadi, aku semakin mencintaimu sayang". batin Adi merapikan rambut Anna yang menutupi sebagian wajahnya.
Adi memejamkan matanya sambil mengecup tangan Anna yang tengah memegang tangannya.
.
pagi-pagi,
Anna menggeliat di atas ranjang lalu saat membuka mata, Anna melihat Adi yang tengah menggenggam tangannya sambil meletakkannya didekat bibir Adi, Anna menebarkan senyumnya diwajah baru bangun tidurnya. Anna melepaskan tangannya dengan sangat hati-hati tapi gerakannya malah membangunkan Adi, Adi melepaskan genggamannya tapi merangkul pinggang Anna memeluk Istrinya dengan erat.
"Hubby?? aku harus bangun, anakku bagaimana? aku harus buatkan mereka makanan". rengek Anna dengan memelas dipelukan sang suami.
Adi perlahan melepaskan rangkulannya, Anna tersenyum lebar akhirnya bisa bebas dari pelukan Adi dengan membawa alasan Anak.
"tidurlah Suamiku..! aku akan mengurus sisanya". ucap Anna dengan senyuman manisnya mengecup kening Adi.
Adi mengerjabkan matanya, Ia melihat kepergian Anna yang berlari keluar kamar mandi.
"Huh..! bagaimana aku bisa tidur setelah apa yang dia lakukan padaku". gumam Adi dengan suara seraknya yang pasrah tidak mengantuk lagi.
.
Anna kaget saat menggosok gigi ada Adi dibelakang tengah memeluknya, Adi mengendus-ngendus leher serta bahu Istrinya membuat Anna mengerutkan keningnya.
"Hubby?? kenapa kesini? sana kembali tidur". pinta Anna setelah selesai menggosok gigi.
"aku tidak bisa tidur sayang". keluh Adi.
Anna mencuci wajahnya dan menyabuninya, "kenapa memangnya? apa kamu lagi tidak enak badan? kayaknya tadi malam kamu kuat banget deh". tanya Anna.
"kamu menciumku sayang". jawab Adi.
Anna terdiam dengan gerakannya yang memijat wajahnya, "dasar mesum..! aku hanya memberi kecupan kecil". keluh Anna sambil menyirami wajahnya.
Anna selesai dengan kegiatannya setelah menggulung rambutnya ke atas supaya tidak mengganggu pekerjaannya nanti saat memasak untuk sang buah hati.
__ADS_1
Anna keluar dari kamar mandinya tapi Adi masih saja menempel dibelakang Anna, "sayang?". rengek Adi.
"sudah By..? kamu lihat udah jam 6". tunjuk Anna dengan sabar menghadapi tingkah manja suaminya itu.
Adi mendongak pun menghela nafas panjang, Ia melepaskan pelukannya dari sang Istri.
Anna berbalik mengelus rahang Adi, "aku harus membuat sarapan untuk anak kita, tolong Hubbyku bekerja sama ya?". pinta Anna dengan gemas.
Adi mengangguk dengan raut wajah sumringah sambil mengelus pipi Anna.
.
.
Anna memasak seperti biasa sambil bersenandung, hatinya bahagia mungkin karna efek dirinya sudah bersenang-senang dengan sang sahabat kemarin sampai lupa waktu.
"Mom?". panggil Fauzan.
Anna menoleh dan melihat ketiga anak kembarnya telah berpakaian rapi membuatnya tersenyum manis, Anna meletakkan makanan yang Ia susun lalu mendekati anak-anaknya.
"sayangg?? maaf ya? Mommy tidak bermaksud melupakan kalian". ucap Anna dengan raut wajah sedih.
ketiga anak kembar Anna pun tersenyum lebar,
"tidak apa-apa Mom, Paujan cenang kok diulus papa". kata Fauzan dengan senyuman.
"pauji cuka macakan papa Mom". jawab Fauzi juga.
"Piona cuka dongeng papa, kata papa itu adalah dongeng celita papa caat peltama kali melihat mommy". sambung Fiona lagi.
Anna tercengang, "Papa cerita apa Nak?". tanya Anna penasaran.
"mommy paling telbaik kata Papa". sambung Fauzan.
"Mommy adalah Wanita paling lual biaca, kata Papa mommy cucah cekali saat mengandung kami, mommy tidak bica tidul cekalang mommy balu bica cenang-cenang jadi kami halus sabal mau beli mommy waktu untuk libulan". oceh Fiona dengan senang.
Anna terharu mendengar perkataan Anak-anaknya, betapa hebatnya Adi memberi pengertian pada anak-anaknya.
"terimakasih sayang, Mommy bahagia memiliki kalian". ucap Anna dengan bahagia merentangkan tangannya.
Triple kembar berlari ke arah Anna lalu memeluk Anna dengan riang, mereka malah dengan senang hati mau memberi waktu Anna berbahagia walau hanya seharian, lagian mereka juga tidak sulit diatur sebab memang dari kecil Adi dan Anna selalu bersama-sama melihat tumbuh kembang anak-anaknya.
Adi dan Anna bukan pelit tidak mau membayar jasa baby sister tapi menurut mereka kepribadian anak itu terbentuk karna Orangtua, Anna ingin memperlihatkan pada anak-anaknya bahwa mereka sangat berharga lebih dari apapun yang Ia miliki.
.
sarapan bersama,
Leonard melihat Anna yang terlihat berseri-seri saat ini, bahkan Ia tanpa malu mengecup pelipis Adi didepan anak-anaknya tapi juga mengecup kening anak-anaknya, Anna mengatakan bahwa mereka semua sangat berharga bagi Anna.
"kamu juga sangat berharga bagiku sayang". jawab Adi mengulum senyum.
"kalau begitu cepatlah siap-siap By..! aku akan ikut mengantar anak-anak kita sekolah!". pinta Anna tersenyum lebar.
.
.
Anna menggendong Fitri, Ia menciumi wajah Putri bungsunya.
__ADS_1
"ini kesayangan Mommy yang paling kecil ya?". gemas Anna.
Fitri menyeringai lebar meracau dengan bahasanya tapi Anna malah tertawa saja memandang penuh kasih buah hatinya itu.
"hati-hati dijalan kalian ya?". pinta Leonard dengan serius.
"baik Kakek". jawab Adi dan Anna serentak.
Anna menuntun anak-anaknya masuk ke mobil, tak lupa Ia memasang pengaman di tubuh masing-masing anaknya. sesampainya di Sekolah Adi dan Anna mengantarkan langsung Sikembar yang lebih bahagia saat diantar masuk ke sekolah oleh Anna dan Adi, lalu Anna mendengar cerita suaminya bahwa sebagian besar pekerja sekolah adalah orang-orangnya.
"kamu hebat By". puji Anna.
"saatnya kita berpacaran sayang?". tanya Adi lalu Anna melihat ke Fitri.
"pacaran apanya? kamu tidak lihat ada anak kita ditengah-tengah kita?". tanya Anna dengan bibir mengerucut.
"kita bawa lah". jawab Adi enteng.
Adi membawa Anna bersenang-senang ke taman bermain, Ia juga mengatakan di hari minggu akan mengajak semua anak-anaknya liburan supaya tidak berasa jenuh.
"kamu adalah suami ku yang terbaik juga Papa yang sangat hebat untuk anak-anak kita". puji Anna mengecup pipi Adi yang berada didepan umum, mereka ditatap iri dan kagum sebagian dari pengunjung taman bermain.
Adi tergelak sedangkan Fitri di gendongan Adi tengah sibuk memandang sekeliling dengan wajah imutnya itu.
"kita main kuda-kuda putar itu sayang! ". ajak Adi.
mereka seperti pasangan suami-istri dengan anak 1 padahal Anna dan Adi punya anak 4 tapi karna sudah minta sekolah, mereka sebagai Orangtua juga tidak boleh mengekang anak yang masih ingin tau banyak hal.
mereka mendidik anak-anak dengan cara yang berbeda, apapun penilaian orang lain pasti bahagia bisa didapatkan jika mereka berdua harus fokus dengan keluarga kecil mereka, tidak perlu memikirkan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan masalah keluarga.
.
.
.
The End...!!
.
.
.
terimakasih atas dukungan Para Readers yang setia menemani Nae ya? apalagi Novel Nae belum sempurna masih banyak kekurangan, menjelang bulan Ramadan Nae akan fokus sama 1 Novel aja ya? hehe..
terimakasssihhh banyak pada Readers yang mau kasih hadiah, like, komentar mendukungnya, Novel ini tamat dengan Ending memuaskan, semua bahagia kok cuma Karna pemeran utamanya Adi dan Anna jadi Novel tamat saat mereka sudah benar-benar bahagia.
masih mau lanjut nanti bakal Nae pertimbangan deh, mungkin habis lebaran ya? atau kapan gitu soalnya masih mau fokus bulan Ramadan.
Terimakasih semuanya...!!
sampai jumpa di Novel Selanjutnyaa...!!
.
.
.
__ADS_1