
.
.
.
beberapa bulan kemudian,
Pesta pernikahan Adi dan Anna di gelar besar-besaran, kali ini mereka menggendong bayi-bayi nya ditambah Leonard yang paling semangat menggendong Cicit kembar 3 nya itu bergantian.
Linda dan Bayu sudah menikah dengan acara kecil-kecilan hanya di datangi oleh Keluarga dekat dan kerabat dekat saja, Kakak perempuan Bayu sangat menyukai Linda yang baik hati dan disayang oleh anaknya (Keponakan Bayu).
"Cacaaaaa?? kenapa pakai datang sih?? kamu baru aja keluar dari Rumah Sakit kan?". gemas Anna melihat Caca yang baru saja datang dengan kursi Roda.
Caca tersenyum lebar, "aku harus datang ke acara apapun tentang Anna dan Sekar". jawab Caca bangga.
Anna dibuat gemas lalu melihat Putri kecil Caca yang diberi nama Bianca RaichaSari.
"biar aku gendong Bianca sayang". Radit mengelus kepala Caca yang mendongak dengan senyum manjanya.
"terimakasih suamiku". ucap Caca yang senang dengan perhatian sang suami.
"sama-sama sayang, panggil Mami atau Aku kalau butuh sesuatu ya? kami pegang ponsel masing-masing ya?". pinta Radit memelas.
Caca terkekeh dan mengangguk pelan, lalu memberikan Bianca pada Radit yang menimang Putri kecilnya dengan sayang sambil meninggalkan Caca bersama Anna.
"aku bahagia kita punya suami yang sekarang sangat mengerti kita ya?". puji Anna dengan senang mengingat sosok pasangan mereka.
"tentu saja, takdir kita harus memiliki kebahagiaan masing-masing dan tidak boleh iri dengan kebahagiaan orang lain karna itu hanya membuat hati kita membusuk, menurutku tidak sulit mencari kebahagiaan jika kita tau cara mendapatkannya yaitu dengan..." jawab Caca terpotong.
"ketulusan". jawab Anna memotong perkataan Caca.
mereka tertawa bersama, Caca mengedarkan pandangannya.
"dimana Sekar?". tanya Caca.
"dia sedang mengumpulkan asi untuk Robby supaya Reyhan tidak kesulitan mengurus anaknya nanti". jawab Anna.
"apa Mama Eve udah sembuh?". tanya Caca.
"sudah, Sekar sangat sibuk mengurus Mama Eve dan Robby tapi untung saja Papa Andi mau mengurus Robby kalau Sekar merawat Mama nya". jawab Anna.
"memangnya Reyhan kemana?". tanya Caca.
__ADS_1
"apa kamu lupa Reyhan bekerja? dia hanya bisa menemani Sekar dan Robby di malam hari, sekarang Mama Eve semakin menyayangi Sekar yang merupakan menantu idamannya". kekeh Anna.
"tentu saja, ketulusan itu adalah Cinta yang paling besar". jawab Caca.
"Apa kak Nana udah datang?". tanya Caca penasaran.
"huh.. Kak Nana dan Bang Arka kerepotan dengan Marcel dan Maycelly yang sangat suka merangkak kesana-kemari". jawab Anna menghela nafas lalu terkikik pelan.
Caca menggeleng kepalanya, "keluarga kita kerepotan semua ya?". gemas Caca.
"bagaimana keadaanmu Ca?". tanya Anna dengan senyuman.
"aku baik-baik saja Anna, tapi kenapa aku tidak melihat Mia-mu di acara sebesar ini?". tanya Caca celingukan.
Anna tertawa lebar, "Mia sedang diluar negeri menunggu suaminya yang bekerja disana, dia menangis tadi menghubungiku akan datang terlambat". jawab Anna.
"kenapa setiap keluarga ada saja masalahnya?". tawa lebar Caca.
mereka tertawa terbahak-bahak bersama, asalkan bukan masalah besar semua akan baik-baik saja, Mia sedang hamil beberapa bulan dan ternyata juga calon anak kembar namun David tidak mau meninggalkan Istrinya saat bekerja, jadi membawa Istrinya ke Luar Negri.
Keluarga Damanik juga datang ke Acara Pernikahan sekaligus selamatan bayi kembar 3 Anna dan Adi.
"Rosee?". Sarla berlari ke arah Rose yang menoleh ke arah Sarla dan seketika wajah muramnya yang sedang bertengkar dengan El tersenyum cerah.
mereka berpelukan bersama, "bagaimana keadaanmu bunga wangiku?". tanya Sarla dengan bahagia.
"baik, apa kamu baru saja datang?". tanya Rose melepas pelukannya dengan Sarla.
"aku udah dari tadi, aku udah bicara sama Kak Anna dan Kakek Leonard". jawab Sarla.
mereka bergandengan tangan berjalan menuju sofa ditengah mewahnya acara pesta, Ren melirik itu terlihat biasa saja tapi El mendengus kesal.
"aku masih ingin menggoda Rose". kesal El.
"kenapa kau suka menggoda adikku? bukannya kau sudah punya Rara?". ledek Ren.
"adikku masih merangkak dan sedang belajar berjalan, kalau aku menggodanya sama saja aku bunuh diri ditendang oleh Daddyku". kesal El melebih-lebihkan.
Ren diam saja, sungguh Ia anak yang tidak banyak bicara berbeda dengan El dan Samta yang satu frekuensi yaitu banyak bicara.
.
Anna ditemani Caca menyapa tamu undangan yang mengucapkan selamat pada Anna, impian Anna menjadi kenyataan yaitu merayakan pesta besar untuk acara pernikahannya dengan Adi sekaligus selamatan akan kelahiran anak-anaknya.
__ADS_1
"sayang? apa gaunmu tidak menyulitkanmu sayang?". tanya Adi mendekati Anna sambil menggendong Fauzan yang menyeringai lebar melihat Mommy nya.
"tidak Hubby..! aku senang menjadi Ratu malam ini dan ini adalah Pangeranku". Anna mendekati Fauzan lalu menciumi bibir putranya itu.
"sayang? bibirku saja". Adi menahan dagu Anna dan mengecup bibirnya didepan Fauzan yang mengerjab-ngerjabkan matanya.
Anna membulatkan matanya lalu memukul bahu suaminya, "Hubby! apa kamu akan cemburu dengan Pangeran kita? kamu kan Rajanya". kesal Anna.
Caca memutar bola matanya dengan malas, lalu melenggang pergi dengan kursi rodanya.
"aku tidak suka aja kamu mencium putraku". rajuk Adi.
"tapi kamu juga sering mencium bibir Fiona kan?". kesal Anna.
"hehe". cengir Adi.
Fauzan merentangkan tangannya ke Anna seperti minta digendong oleh Anna,
"sayangg?". Anna yang tau langsung mengambil alih Putra kesayangannya dan menciumi wajah Putranya yang menyeringai lebar.
Adi menghela nafas pasrah saja lalu berjongkok membenarkan gaun sang Ratunya malam ini.
"dimana Fauzi dan Fiona Hubby?". tanya Anna.
"Fauzi sama Tante Sartika dan Fiona sama Kakek". jawab Adi membantu Istrinya berjalan ke tempat duduk yang dihias semewah mungkin lalu mendudukkan Istrinya disana.
Anna mengangguk lalu menatap Putranya yang memegang dad*nya seperti minta nyus*, "anak Mommy lapar ya?".
"sayang ini tempat ramai". Adi tidak mau Anna menyusu* putranya di depan banyak orang.
"terus tirai itu untuk apa?". tunjuk Anna membuat Adi memukul kepalanya yang terlalu panik padahal dirinya sudah mewanti-wanti hal ini akan terjadi.
Adi pun menarik tirai tebal itu dan Anna tersenyum cerah pada Putranya segera Ia memberi asi untuk Putra sulungnya, "sayang..? Mommy sangat menyayangimu nak". gemas Anna mencium kening Fauzan.
Fauzan memainkan dagu Mommynya dengan tangan mungilnya, sementara Anna bersenandung pelan menimang Fauzan.
para tamu undangan melihat tirai di tutup membuat mereka mengerti bahwa sang Ratu sedang memberi asi Pangeran sulungnya, tema pernikahan Anna dan Adi adalah Raja dan Ratu bersama para pangeran serta Putri raja, pakaian semua tamu undangan juga seperti Raja, Pangeran, Ratu dan tuan Putri dari negeri sebrang untuk memeriahkan pesta.
Sarla dan Rose terlihat seperti seorang Putri Mahkota dari 2 kerajaan yang berbeda, sementara Ren, Samta dan El juga terlihat seperti Pangeran Mahkota dengan banyaknya pernak-pernik perhiasan melekat di tubuh mereka.
.
.
__ADS_1
.