Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
lupa


__ADS_3

.


.


.


"tidak mau". jawab Adi cepat.


"anakku hanya boleh di dalam kamar saja". jawab Adi tanpa beban.


"kamu tidak mau bermenantu By? maka aku yang akan pilihkan Pria nya, atau di pilih-pilih kalau tidak beres latar belakangnya baru boleh di habisi". ketus Anna.


Adi diam sedang berfikir, "benar sayang!! aku akan habisi jika tau latar belakangnya tidak bagus". Adi mengangguk setuju beberapa saat kemudian.


Anna mengabaikan suaminya hanya menggeleng-geleng kepala, memang Putri-Putrinya sangat cantik dan imut memiliki bola mata biru laut yang terang, siapapun yang menatap mata itu akan terhipnotis ingin selalu memandang paras mereka yang memang menawan dan tak bosan dipandang.


Anna memperhatikan Fiona sebab Adi sudah menggendong Putri Kecilnya (Fitri) dipangkuan Adi, Adi membantu anaknya membuka kado.


"aauh.. Papa?". pekik Fitri


Fitri tergores kertas kado, Ia terlalu bersemangat hingga tangannya memerah.


Adi tersentak, "ada apa sayang? apa Papa melukaimu? nak? yang mana yang sakit? hmm?". cecar Adi.


Fitri menunjukkan jari kelingkingnya, Fiona menoleh ke Fitri saat hendak mendekati adiknya ternyata Adi sudah beranjak hendak pergi, terpaksa Fiona kembali ke tempat duduk semula, Adi menggendong Fitri dan berlari meninggalkan Anna dengan Fiona.


"Hubby? kotak obatnya ada disini". teriak Anna.


Adi tidak menghiraukan perkataan Anna, dan hal itu membuat Anna kebingungan.


"tunggu disini ya sayang?". pinta Anna ke Fiona dengan lembut.


Fiona mengangguk patuh, Anna melihat ke arah balkon mendengar suara mobil pun Ia berlari ke Balkon sehingga Anna menganga.


"apa dia membawa anakku ke dokter??". tebak Anna.


"Hubbyyyy?? aku dokteeeerrr". teriak Anna.


Adi yang terlalu khawatir memang membawa Putri kecilnya ke Rumah Sakit, Anna memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri.


"tenang Anna..! tenang..!". Anna menenangkan dirinya yang ingin sekali meninju dan menendang kaki suaminya itu.

__ADS_1


sesampainya di Rumah Sakit, Adi menggendong Fitri dan membawanya ke Ruang UGD namun saat dokter memerika dengan terburu-buru karna berpikir pasien sedang meregang nyawa pun malah tercengang dengan raut wajah bodoh mendengar cerita Adi.


"kenapa diam?". bentak Adi yang sudah khawatir.


"sabar ya sayang? tanganmu akan diobati". Adi berkata lembut ke Putri kecilnya.


Fitri hanya melongoh saja dengan wajah imutnya, apakah dirinya salah jika mengadu pada papanya? para dokter menuruti si Penguasa itu dengan mengobati jari kelingking Fitri tergores kertas dengan perasaan berkecamuk, mereka sekolah tinggi-tinggi untuk bisa menyembuhkan luka parah orang bukan luka kecil yang ditutup handiplast yang juga bisa di obati oleh anak TK yang belum sekolah.


.


.


sesampainya di Mansion Anna,


Anna tengah berkacak pinggang menatap sang suami yang sudah pulang dengan menggendong Fitri yang mengenakan perban cukup tebal di jari kelingkingnya itu.


"sayang? maafkan aku, aku tidak bermaksud melukai anak kita". ucap Adi memelas.


Anna memanggil Fauzan lalu Putra sulungnya pun datang sebab mereka semua berkumpul di Ruang Tamu, "bawa adikmu sayang!". pinta Anna ke Fauzan.


Fauzan mendekati Adi yang terpaksa memberikan Putri kecilnya ke Fauzan, Fauzan pun melangkah pergi sambil menggendong Fitri walau umurnya masih kecil (4 tahun) tapi menggendong Fitri tidak sulit juga bagi dirinya.


Anna menarik lengan Adi membawa sang suami ke taman belakang, Adi mengira dirinya akan dimarahi karna tidak cekatan saat Fitri terluka padahal Fitri duduk dipangkuannya.


"hah?". Adi tidak mengerti.


"aku DOKTER by, kamu lupa?? kamu lupa kalau aku DOKTER? kenapa membawa anakku ke Rumah Sakit saat dia punya Mommy seorang DOKTER". tanya Anna dengan mata melotot juga menekankan setiap kata Dokter pada suaminya.


Adi kian memucat, "mati aku..! aku melakukan kesalahan besar". batin Adi menyadari kesalahannya.


"s. sayang? maa.. maafkan aku". ucap Adi perlahan mencoba memegang tangan istrinya tapi Anna menepis tangan Adi.


"TIDUR di LUAR!". kata Anna lalu meninggalkan Adi yang terkulai lesu.


sungguh Adi hanya terlalu khawatir, Ia sampai lupa kalau Istrinya bisa membelah kepala manusia supaya tetap hidup, karna sudah lama sekali Anna tidak menjadi dokter lagi.


.


malam hari,


Anna mengenakan gaun yang super mewah, yang diterima olehnya saat perancang busana terkenal dari luar negeri mendatangi langsung Mansion Anna, wanita berkelas itu berjanji akan membuat Anna menjadi ratu malam ini tapi sebagai balasannya Anna harus memakai gaun rancangannya.

__ADS_1


"i... ini? k.. kenapa bisa begini?". tanya Anna melihat penampilannya sendiri super mewah.


"apa ada yang Nyonya tidak suka?". tanya desaigner ternama itu dengan hati-hati.


"kenapa aku berpakaian seperti model? artis? make upku kenapa tebal begini? aku tidak mau dengan wajah ini, aku sudah menikah dan punya anak kenapa Madam membuatku seperti artis yang butuh sponsor?". kesal Anna.


"maaf Nyonya tapi Nyonya Arkatama akan berpenampilan yang sama dengan Nyonya". ucap desaigner ternama itu dengan hati-hati.


"Kak Nana? Kak Nana juga berpenampilan seperti ini?". tanya Anna kaget.


"benar Nyonya, Sahabat baik saya juga seorang Desaigner seperti saya kami bersama-sama membangun impian kami dan sekarang kami berencana memamerkan busana terbaru kami melalui kedua Nyonya yang kini menjadi sorotan berkat kebaikan hatinya menolong orang lemah".


Anna hendak menolak tapi wanita itu begitu ahli dalam merayu kliennya hingga Anna terpaksa menuruti permintaan wanita itu, saat Ia keluar dari Kamarnya Adi menganga melihat penampilan Istrinya yang akan datang ke acara bergengsi yang sangat terkenal.


"s. sayang? kamu dendam padaku? ku mohon jangan hukum aku seperti ini ya? ganti pakaianmu ya?". bujuk Adi melangkah mendekati Anna.


Anna yang awalnya merasa enggan langsung bersemangat melihat ketakutan sang suami, Ia sangat dongkol dengan kelakuan Adi di siang hari tadi, anggap saja Anna sedang membalas dendam.


"aku seorang DOKTER cantik, aku harus berpenampilan menawan malam ini". kata Anna dengan sombong lalu membuat orang yang ada disekitar mereka menahan senyum.


"Sayangg?? Anna? Anna?". Adi memelas memegang tangan Anna tapi diabaikan saja oleh wanita nya itu malah meninggalkannya sendirian.


Adi meraup wajahnya frustasi, "kenapa aku bisa lupa kalau Istriku dokter? sekarang dia masih marah padaku..! sial*n kau otak, ku rasa kau harus dibedah biar sembuh dan tidak membuat masalah denganku". dumel Adi memarahi dirinya sendiri.


.


Anna berterimakasih pada Desaigner dan asisten wanita itu, namun Ia tidak menyangka saat wanita itu mengatakan bahwa tujuan mereka sama, berarti wanita ini juga sangat terkenal sampai di undang ke acara sangat penting itu.


anak-anak kembar Anna sudah siap dengan pakaian serba kecilnya yang sungguh terlihat sangat imut, Leonard tertawa.


"Kakek juga ikut?". tanya Anna kaget.


"iya dong.! undanganmu itu bisa membawa 1 keluarga besar". jawab Leonard bangga membenarkan dasinya.


"kita harus berangkat bersama, mana Adi?". tanya Leonard sambil melihat sekeliling.


Anna tidak menjawab lalu beberapa saat kemudian Adi datang karna mendengar panggilan Leonard, mereka berangkat ke Aula elit yang sebelumnya tidak pernah di hadiri oleh siapapun kecuali anggota pemerintah dan para artis yang di undang saja, sungguh acara itu sangat sulit untuk dimasuki walau orang kaya sekalipun jika tidak diundang tidak akan bisa masuk ke acara itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2