
.
.
.
ke esokan paginya,
Bayu tiba di Mansion Anna,
"siapa kamu?". tanya Leonard menatap Bayu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"saya Bayu Tuan Besar, Saya calon asisten kedua Tuan Adi". jawab Bayu dengan gugup.
"Asisten?". beo Leonard.
"Eeh..? Bayu?". Anna yang ditemani Linda pun melihat Bayu mendatangi Bayu.
Leonard melihat Bayu menyapa Anna dengan sopan seperti sudah resmi bekerja dengan Adi.
"jadi memang benar punya janji dengan Adi nak?". tanya Leonard ke Anna.
"ehh.. Iya Kek..! kakek sedang apa?". tanya Anna heran.
"Kakek pikir dia seorang penipu". jawab Leonard tertawa pelan.
Anna tertawa lepas, "wajah Bayu memang mirip penipu Kek, tapi dia temannya Adi Kek".
Bayu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sebenarnya perkataan Leonard dan Anna bukan hal asing lagi baginya sebab semua orang memang mengatakan kalau Bayu memiliki wajah seorang penipu, sulit dipercaya.
"Linda?". panggil Anna.
"iya Nona". sahut Linda.
"minta Pengawal kita antarkan Bayu ke Ruangan Kerja suamiku". pinta Anna.
"baik Nona". jawab Linda segera mencari Pengawal yang Anna maksud lalu memberikannya pada Bayu,
"dia akan mengantarmu ke Ruangan Suamiku". kata Anna.
"terimakasih Nona, Tuan, Lin". ucap Bayu dibalas anggukan oleh mereka bertiga.
Bayu tiba di Ruangan Adi,
tok.. tok.. tok..
"masuk! ". sahut Adi dari dalam Ruangan.
Bayu memasuki Ruangan kerja Adi dan melihat tumpukan pekerjaan Adi yang membuatnya menganga namun dengan cepat Ia menutup mulutnya yang ternganga itu.
"Tuan?". sapa Bayu.
__ADS_1
Adi menatap ke arah Bayu, "kau sudah datang ya? ayo sini mulai..!".
Bayu segera mengangguk-ngangguk.
"aku akan ajari kau bekerja denganku hari ini tapi besok kau kerja di Perusahaan, aku sudah katakan pada Radit dan dia sedang menyiapkan Ruanganmu". Adi.
"baik Tuan". jawab Bayu tersenyum lebar.
Adi mengajari Bayu yang tidak terlalu bodoh, Adi tersenyum tipis sebab Bayu dulu semasa SMA juga terkenal dengan kutu buku dan pintar, Ia tidak salah memperkerjakan Bayu.
"ini kontrak kerjamu". Adi menyerahkan 1 berkas yang harus ditanda-tangani sebagai pekerja setia Adi.
"baca saja dulu..! sana duduk disofa". titah Adi.
"baik Tuan". jawab Bayu tersenyum lebar lalu berjalan ke arah Sofa membaca isi surat kontraknya.
Bayu menganga membaca gaji dan bonus yang di berikan padanya sebagai Asisten Adi,
"a.. aku bisa beli mobil kalau selama 3 bulan bisa berhemat". gumam Bayu menggeleng-geleng kepalanya lalu menghitung dengan benar jumlah nol yang tertera ternyata memang benar.
"Tuan? apa gajinya memang segini?". tanya Bayu dengan gugup.
"hmm, kenapa? kurang? itu masih awal kalau kau bisa bekerja lebih baik lagi akan ada gaji lembur". jawab Adi.
"hah? bukan kurang Tuan tapi..? hehe.. banyak banget gajinya". cengir Bayu.
Adi tersenyum, "gaji segitu setara dengan waktu yang akan kau habiskan bekerja denganku".
"kau resmi menjadi orangku, selamat datang!". Adi mengulurkan tangannya disambut oleh Bayu dengan senyuman.
"terimakasih Tuan". ucap Bayu.
"kenapa kau senyam-senyum? cepat bantu aku bekerja!". titah Adi dengan mata melotot.
"iyaaa". jawab Bayu.
dengan adanya Bayu pekerjaan Adi selesai lebih cepat, saat Bayu hendak pulang tapi Anna memerintahkan Bayu untuk makan siang bersama, siapa yang menolak makan gratis?.
Leonard meminta maaf pada Bayu karna sempat mencurigainya, Bayu pun memaafkannya karna tidak aneh lagi jika ada yang mencurigainya sebab setiap Ia melamar pekerjaan pasti Ia di tolak bekerja karna wajahnya seperti seorang penipu.
Bayu melihat Anna yang melayani dan cekatan menyiapkan makanan untuk suaminya sungguh berbeda saat berada di acara makan malam Reunian saat itu,
"sayang? sudah ya? cepat duduk!". titah Adi berdiri meminta Anna untuk duduk,
Anna duduk dengan raut wajah lucunya, Ia mengerucutkan bibirnya selalu saja diperlakukan seperti ini padahal Anna ingin menjadi Istri yang sempurna untuk Suaminya.
"kenapa kamu nakal sekali hmm?". gemas Adi menciumi puncak kepala Anna.
giliran Adi yang memanjakan Anna, Bayu menahan senyumnya melihat kemesraan mereka yang tidak dibuat-buat malam itu ternyata benar-benar nyata, pasti si Bunga makin panas melihat kemesraan Adi dengan Anna.
"tapi Bayu, itu keningmu kenapa?". tanya Anna penasaran.
__ADS_1
Bayu memegang keningnya, "gara-gara Bunga Nona, dia melempar gelas padaku dan pecah".
"ha? laporkan ke polisi dong". Linda tiba-tiba menyahut.
"tidak usah, aku sudah merusak citra baik dan anggunnya itu". jawab Bayu tersenyum lebar.
Anna manggut-manggut saja, Ia tidak heran lagi kalau Bunga marah sebab malam itu Anna memang membuat si calon pelakor malu.
"ayo makan saja!". titah Leonard.
semua menjadi diam lalu fokus makan dengan tenang tanpa berbicara lagi.
.
.
Anna melihat ponselnya dan melihat berita utama tentang Bunga putri Perusahaan B Group membuat temannya terluka, Ia melihat CCTV yang beredar dan Anna membekap mulutnya syok.
"woow..!! ini yang dimaksud Bayu ya?". gumam Anna.
Bunga dan Bambang pasti mengamuk di Rumah mereka, saham Perusahaan B Group kembali menurun drastis karna kekasaran Bunga terhadap Pria, apapun masalahnya tidak seharusnya Bunga berlaku kasar seperti itu apalagi didepan banyak teman-teman lainnya.
"ya Ampun..! aku tidak perlu repot-repot membalas wanita jahat ini". ujar Anna terkikik.
.
di tempat lain,
Bunga dan Bambang beberapa kali datang ke Perusahaan Asia Group tapi satpam mengatakan Adi hanya datang ke Perusahaan sekali dalam 1 minggu, mereka pulang dengan tangan kosong.
plakkk..
"aahh! Papa?". Bunga memegang pipinya yang ditampar oleh Bambang.
"kenapa kau harus berulah hah?? kita baru saja membangkitkan Perusahaan yang sudah di jurang kebangkrutan dan sekarang harus jatuh lagi gara-gara mu hah?? kenapa kau melempar gelas itu ke wajah pria itu? kau mau membunuhnya di depan teman-temanmu begitu??". teriak Bambang dengan marah.
"Pria itu yang membuatku malu Pa..! dia mempermalukanku saat acara malam itu". bela Bunga dengan histeris.
"diammm...!! kau seharusnya membalasnya tanpa diketahui orang tapi kau melawannya didepan banyak orang dan didepan CCTV ha? kau mau bunuh diri?". berang Bambang.
Bunga mengepalkan tangannya kuat, "lalu aku harus diam saat dipermalukan begitu?".
"iya.. seharusnya diam lalu balas saat tidak ada orang lain, kalau perlu bayar orang lain supaya tanganmu tidak kotor tapi kauu?? kau malah membuat semuanya semakin rumit dan Perusahaan kembali turun dan merosot tajam, percuma saja aku membangkitkan Perusahaan bukan? gara-gara anak tidak berguna sepertimu".
Bambang memarahi Bunga yang tidak bisa berkata-kata, Bunga marah tapi tidak bisa bertindak apa-apa karna salahnya juga Perusahaan kembali jatuh padahal mereka sudah bersusah payah meminta bantuan pada Adi.
.
.
.
__ADS_1