
.
.
.
Adi memeluk ponselnya sampai tertidur di meja makan itu, sepertinya Anna benar-benar sangat marah sampai tidak mau memenuhi permintaan suaminya.
para pelayan di luar pun merasa kasihan dengan Adi, mereka yakin Adi melakukan kesalahan dan berusaha membujuk Istrinya tapi Anna pasti marah sehingga tidak mau datang.
"pasti karna salah faham masalah pelakor". bisik Pelayan lain menebak.
"apa Nona Anna tidak percaya dengan suaminya sendiri?". sahut yang lainnya.
"Tuan Adi sangat romantis menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, seharusnya Nona Anna tersentuh dong".
"aku yakin masalahnya serius, Nona Anna pasti marah besar pada Tuan Adi karna masalah Layla mungkin". penggosip lainnya muncul.
"hei.. semua orang juga tau kalau Kasus Artis Layla itu sudah lama dan selama ini hubungan mereka baik-baik saja".
"ah.. iya juga, apa ada Pelakor lainnya?".
"Tuan Adi memang terlalu tampan dan wajar saja Istrinya selalu curiga terlebih lagi pekerjaannya banyak berurusan dengan perempuan".
"mana ada Tuan Adi bersama perempuan, setau aku banyak dengan lelaki".
"diamlah..! kenapa kalian berisik? lebih baik kita berkemas karna akan ganti shift". sahut yang lainnya.
mereka yang tidak tau permasalahan Adi dengan Anna pun hanya menebak-nebak masalah pelakor, padahal bukan karna pelakor,
alasan Adi merasa begitu bersalah karna Ia telah sadar akan kesalahannya yang tidak peka dengan keinginan Istrinya, Adi seharusnya mengizinkan Anna tidur dengan Caca dan Sekar tapi Ia termakan bujukan Reyhan serta Radit yang ingin tidur bersama Istri mereka, mau menyalahkan mereka pun Adi tidak bisa sebab mereka juga didiami oleh istri masing-masing.
.
"sayang? apa kamu juga tidak memintaku pulang?". gumam Adi menatap layar ponselnya sambil mengucek matanya yang baru saja terbangun.
Adi melihat pesan dari Reyhan dan Radit minta bertemu di Cafe Bulan.
Adi langsung pergi ke Cafe Bulan menemui Reyhan dan Radit yang tampak menyedihkan sama seperti dirinya.
"tampaknya kau juga sama Di". tebak Radit yang bagian bawah matanya menghitam karna tidak bisa tidur.
"kalian juga". jawab Adi mengakui melihat mata Reyhan membengkak karna habis menangis.
"huh..! apa mereka tidak bisa memaafkan kita? kenapa mereka keras kepala sekali? aku bahkan sudah menyiapkan hal yang sangat romantis untuk nya". gerutu Reyhan.
__ADS_1
"kenapa sulit sekali memenangkan hati perempuan? perempuan sulit ditebak". dengus Radit.
"semua salah kalian, jika kalian tidak membuat ide seperti itu pasti hubungan kami akan baik-baik saja". kesal Adi.
"kenapa malah menyalahkan kami? kau juga salah". dengus Radit dan Reyhan tak terima disalahkan oleh Adi.
"sudahlah..! apa guna nya menyalahkan diri ha?, kita salah dimata mereka". pasrah Reyhan.
"hmm". sahut Radit dan Adi lesu.
bahkan kekalahan saat kerja sama di tolak pun rasanya tidak semenyedihkan ini, hanya karna masalah spele membuat mereka seperti kehilangan separuh nyawa dan raga mereka.
minta maaf? mereka sudah melakukan semuanya dengan baik, menyusun strategi romantis untuk membuat Istri terharu tapi istri mereka malah menutup jalan mereka dan tidak menerima kejutan.
Adi tersentak seketika membuat Radit dan Reyhan pun terlonjak kaget.
"ada apa?". tanya Radit dengan kesal.
"apa lagi?". sungut Reyhan.
"aku harus menemui Kak Nana, sepertinya hanya Kak Nana saja yang bisa membantuku". kata Adi dengan senyum menghiasi wajah tampannya.
"aah.. iya juga". Radit pun menyukai ide Adi.
mereka seakan mendapat secercah jawaban yang bisa membuat mereka mengerti alasan kekesalan Istri mereka dan cara mengatasinya.
.
Arka mendengus melihat ketiga laki-laki tampan yang tengah ingin bertemu dengan Istrinya, Ia terpaksa mengizinkan karna menyangkut masalah adik-adik Nana.
"kalian temui Istriku di Ruangan kerjaku". titah Arka.
"iya bang". sahut mereka bertiga berbondong-bondong mengikuti Arka yang menuntun mereka pergi ke Ruangan Kerja Arka.
Arka memperingati ketiganya untuk tidak macam-macam menyentuh barang-barangnya, sekali lagi ketiganya patuh membuat Arka mengerti masalah ketiganya itu serius, Ia menghela nafas berat lalu mencari Istrinya yang sedang di Kamar Baby Kembar.
beberapa saat kemudian,
pintu Ruangan Kerja Arka terbuka membuat ketiganya menoleh dan mata mereka berbinar melihat kedatangan Nana seolah malaikat yang akan mengatasi masalah rumit ketiganya itu.
Nana tersenyum ramah mendekati ketiganya, "ada masalah apa hmm?". tanya Nana duduk di hadapan mereka.
"Kak kami dalam masalah besar". adu Radit.
Nana terkekeh, "kakak sudah menebaknya, tidak mungkin para pengusaha hebat ini bisa menemui kakak kalau tidak masalah besar, iya kan?".
__ADS_1
mereka bertiga menggaruk kepala, Nana menghubungi seseorang menyiapkan minuman segar untuk mereka semua.
"kami sudah minum kak..! tadi dari Cafe Bulan". cengir Radit.
"tidak apa..!bukankah kalian mau bercerita? kakak akan dengarkan tapi nanti kalian pasti akan haus". kekeh Nana.
mereka pun menuruti permintaan Nana sambil menunggu minuman datang, Nana bertanya keadaan adik-adiknya yang akhirnya curahan hati mereka pun keluar begitu saja lalu Nana mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti penjelasan mereka semua.
tok.. tok.. tok..
"minumannya datang". kata Nana.
Pelayan Arkatama pun mengantarkan makanan ringan dan minuman ke meja Sofa Ruangan Kerja Arka.
"ayo diminum dulu!". pinta Nana.
"terimakasih Kak". jawab mereka semua patuh.
.
"kakak mengerti masalah kalian". senyum manis Nana.
"kalian harus mengerti kalau sebelum menikah atau mengenal pasangan semua perempuan pasti menginginkan Pria yang romantis dan perhatian, tapi setelah menikah semua itu tidak akan penting bagi perempuan". kata Nana.
Adi, Reyhan dan Radit diam mendengarkan penjelasan Nana.
"wanita selalu mengerti dan mencoba melakukan yang terbaik untuk suaminya supaya tidak bosan sampai mencari wanita lain sebagai tempat pelarian, tapi kalian harus tau kalau wanita yang sudah bersuami hanya ingin di mengerti itu saja.. kalian mengerti maksud kakak kan?". Nana.
"maksudnya kak?". tanya Adi yang duduknya sudah gelisah.
"kalian harus tau kalau mereka bertiga sudah bersama sejak umur 17 tahunan, mereka harus terpisah karna sudah bersuami tapi mereka tidak sedikitpun mengurangi tugas mereka sebagai seorang Istri dengan memuaskan suami sendiri, memanjakan suami, menghargai suami, menghormati suami, menuruti permintaan suami". jelas Nana.
"kakak yakin mereka akan melakukan yang terbaik saat menjadi seorang Istri, kakak sendiri yang mengajari mereka untuk menghormati suami diatas segalanya, karna surga wanita yang sudah menikah adalah suami". Nana.
"iya kak". Adi, Reyhan dan Caca mengangguk membenarkan karna Istri mereka memang selalu patuh walau terkadang nakal.
"mereka pasti hanya ingin dimengerti, jika mereka hidup telah bersama-sama sejak 17 tahunan lalu apakah salah jika mereka ingin bersama-sama selama 1 harian untuk menghabiskan waktu bersama-sama?". tanya Nana.
"kakak tidak menyalahkan kalian karna kakak rasa kalian terlalu mencintai mereka sampai kalian tidak tau apa arti persahabatan mereka bertiga selama ini sebelum menikah dengan kalian bertiga". Nana.
.
.
.
__ADS_1