
.
.
.
"kan sudah aku bilang aku sedang sibuk dan kau pergilah..! kenapa kau malah makin kesini?". sembur Adi tanpa peduli Bunga yang kesakitan seperti kakinya mau lepas.
"A.. Adi tolongin aku..! kakiku bisa lepas, tolongin aku Di". pinta Bunga dengan memelas.
Adi tampak tidak peduli sebab Ia sibuk memasang ban baru nya, Bunga yang tidak tahan berjuang sendiri memindahkan ban bocor itu yang sialnya sangat berat bagi wanita yang tidak pernah bekerja angkat barang berat sepertinya.
"Adduh.. Adi.. kenapa ini berat sekalii?". rengek Bunga dilebih-lebihkan.
Adi masih tidak peduli hingga Bunga berhasil memindahkan ban itu lalu berteriak kesakitan, Adi masih diam sampai Bunga pura-pura lemas tetap saja Adi tidak peduli.
"selesai". Adi tersenyum puas lalu berdiri menyimpan kunci-kunci mobilnya tak lupa Ia mengambil ban yang Ia lepas tadi.
"Adii? kakiku sakit". rengek Bunga.
"aku sedang tidak mood meladeni dramamu..! pergilah atau kau aku hancurkan nanti seperti wanita bernama Layla itu". ancam Adi dengan dingin lalu masuk ke mobilnya.
Bunga terpaku menatap kepergian Adi dengan mata melebar, "L.. Layla? jadi artis itu karirnya hancur karna Adi?". gumam Bunga.
Bunga meringis baru menyadari rasa sakit kakinya setelah terdiam beberapa detik memikirkan perkataan Adi, Bunga mengumpat dan menyumpah serapahi semua kesialannya.
.
Adi tiba di Mansion Anna dan memasuki kamarnya, Anna menoleh ke Adi yang tengah berjalan ke arahnya lalu duduk dihadapannya.
"Hmmfft". Anna menahan tawanya melihat wajah suaminya ada garis oli nya.
"kenapa wajahmu suamiku? penampilanmu juga? seperti seorang Pria yang baru saja di PHK dari Kantornya". tanya Anna dengan heran mengelus rahang Adi.
"Bayu mengerjaiku sayang, aku pikir ada masalah mendesak dan sangat serius tapi saat aku kesana dia malah memintaku tanda tangan". keluh Adi
Anna melebarkan matanya lalu tertawa pelan, "waah.. Bayu hebat ya? bisa memerintah Bos".
"sayangg?". rengek Adi seperti bocah.
"iya, aku dengerin deh". jawab Anna tersenyum lebar meletakkan ponselnya di meja nakas dan bersiap mendengarkan cerita sang suami.
__ADS_1
"aku seperti sedang sial sejak tadi sayang, sudah di kerjai oleh Bayu yang pasti itu ulah Radit dan Mobilku juga tadi ban nya bocor yang lebih menyebalkannya lagi ketemu sama si Bunga gatal". oceh Adi seperti anak-anak yang curhat sama Ibu nya.
Anna masih setia mendengarkan tanpa memotong pembicaraan suaminya walau keningnya mengkerut mendengar nama Bunga.
"wanita itu terus saja mengoceh tentangmu entah apa yang dikatakan oleh Ayahnya yang tidak tau malu itu sampai si Bunga bangkai itu mengatakan kalau aku bertengkar denganmu, aku tidak pernah bilang sama ayahnya itu aku bertengkar padamu malahan aku bilang kalau aku itu sedang tidak mood jadi aku usir saja dia dan pergi". Adi.
"kamu ketemu sama Papanya Bunga Hubby? dimana?". tanya Anna.
"di Parkiran Mal ANA, aku rasa dia mengikutiku belakangan ini". jawab Adi dengan geram.
Anna menghela nafas mendengar cerita sang suami, Ia percaya dengan Adi karna Adi selalu berkata jujur padanya bahkan pemasukan dan pengeluaran Perusahaan Asia Group diceritakan pada Anna yang terkadang ditinggal tidur oleh Anna, Anna malas mendengar cerita tentang bisnis walau Ia tau sedikit tentang bisnis.
"sayang? kamu percaya sama aku kan?". Adi menggenggam tangan Anna dengan raut wajah memelas.
Anna tersenyum dan mengangguk, "wajahmu tampan sekali suamiku". puji Anna.
"aku memang sangat tampan sayang". jawab Adi percaya diri membuat tawa Anna pecah seketika.
Adi mengerutkan keningnya, "ada apa sayang? aku memang sangat tampan kan?".
"iya kamu mandilah Hubby..! cepat sana..! aku tidak tahan melihat wajahmu". jawab Anna lalu kembali tertawa.
.
malam harinya,
Anna tertidur hanya sebentar lalu kembali terbangun dan merengek karna tidak bisa tidur dengan nyaman, Adi yang sedang bekerja disofa pun bangkit dan mendekati Anna.
"kenapa sayang?". tanya Adi mendekati Anna dan mengelus sayang kepala Anna.
"Hubby? kamu belum tidur?". tanya Anna mengerjab mengelus rahang suaminya.
"aku masih ada kerjaan sayang..! tunggu sebentar ya?". Adi kembali ke sofa membawa semua laptop, berkas-berkas dan juga Ipednya lalu kembali ke Ranjang dan duduk disamping Anna.
"sini sayang! ". pinta Adi menepuk paha nya.
Anna dengan cepat beringsut lalu merebahkan kepalanya di pangkuan sang suami, Adi mengelus perut Anna dengan penuh kasih sayang lalu tangannya yang lain juga mengelus kepala Anna yang dengan cepat tertidur pulas apalagi Adi mengelus perutnya membuat Anna cepat tenang dan mengantuk.
melihat Anna sudah tertidur, Adi melanjutkan pekerjaannya dengan sangat hati-hati karna takut membangunkan Anna yang memang jarang tertidur sejak kandungan Anna mulai membesar.
.
__ADS_1
pagi-pagi,
Adi tersenyum puas berhasil menyelesaikan pekerjaannya juga sudah menyelesaikan masalah Perusahaan B Group yang semakin di ujung tanduk, Adi benar-benar mencekik Perusahaan itu tanpa sepengetahuan Bambang maupun Bunga.
"siapa suruh bermain-main denganku". batin Adi menyeringai tipis.
"Huaaahhh". Anna menggeliat di pangkuan Adi dan Ia mengerjab pelan dan matanya yang masih berat seketika terbuka lebar.
"Hubby? kok belum tidur?". tanya Anna segera bangkit menatap suaminya dan jam dinding menunjukkan hari sudah pagi.
"aku masih ada kerjaan sayang, bisa buatkan aku sarapan istriku..! aku ingin makan masakanmu lalu aku akan mandi dan tidur". Adi mengelus pipi Anna.
Adi sengaja meminta Anna membuatkannya sarapan supaya Istrinya tidak merasa bersalah, lagian di kamar mereka ada dapur mini yang bisa membuat sarapan sederhana untuk mereka dikamar.
Anna tersenyum lebar, "Ok, My Hubby". jawab Anna dengan semangat.
Anna membersihkan dirinya dikamar mandi dengan langkah hati-hati, wajahnya kembali bersinar karna untuk pertama kalinya Anna tidur dengan begitu nyenyak tanpa terbangun sedetikpun.
Adi melihat Anna masuk ke Kamar Mandi dan mendengar suara air pun memijit-mijit paha nya yang terasa pegal dan hampir mati rasa sambil tersenyum hangat, Adi kembali melihat pemasukan Mal ANA lewat Ipednya dan tidak ada masalah apapun di Mal nya, cara kerja Adi benar-benar sempurna.
.
.
"aku mandi ya sayang? ingat? masakya jangan terlalu lelah ya?". Adi mengelus kepala Anna.
Anna mengangguk, "iya Hubby..! aku hanya masak sederhana saja, sana mandi, gosok gigi terus kita makan dikamar saja".
"iya". jawab Adi,
sebenarnya Adi tidak mengantuk tapi demi sang Istri Adi juga harus tidur, Adi tidak mau memancing amarah sang Istri jika Adi tidak cukup tidur.
selesai sarapan Anna memastikan suaminya tidur sampai benar-benar terlelap sambil mengelus kepala Adi yang juga mudah terlelap, Anna mengendap-ngendap keluar dari kamarnya sambil memegang perutnya.
"kamu harus istirahat ya suamiku". senyum lebar Anna yang bahagia mengambil ponsel Adi ditangannya supaya tidak ada yang mengganggu tidur suaminya yang tidak tidur semalaman demi dirinya juga bekerja.
.
.
.
__ADS_1