Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
mencoba menjebak


__ADS_3

.


.


.


Anna menatap datar kedua sahabat baiknya, percuma saja Anna cerita bisa-bisa mereka berdua malah menertawainya.


Anna tidak mau cerita sebelum memastikan sendiri bahwa perasaannya benar-benar Cinta atau tidak, Anna ingin bukti dan kepastian bukan diagnosis Dokter dan Nana saja.


"kenapa?". tanya Sekar


"kok mandang kami gitu? ". tanya Caca juga


"apa Adi melukaimu? ". tanya Caca


Anna menggeleng kepalanya lemah,


"apa pasienmu meninggal dunia? heii.. walaupun tanganmu sangat hebat bisa menyelamatkan banyak orang tapi kamu bukan Tuhan Anna..! jika ada orang yang meninggal dunia ditangan dokter itu bukan pembunuhan tapi Tuhan sendiri yang menginginkan nyawa hambanya kan? ". oceh Sekar.


Caca melihat ke arah Anna, "sepertinya masalahnya lebih serius". tebak Caca.


"masalah serius? coba katakan Anna..! kenapa diam saja? bukankah kita selalu berbagi cerita satu sama lain hah? ". tanya Sekar tak terima Anna menyembunyikan sesuatu.


Anna menghela nafas panjang, "Kakek ingin punya Cicit hanya itu masalahku".


"lalu? ". tanya Caca dan Sekar serentak seperti orang bodoh.


"lalu? ". beo Anna tak percaya temannya malah mengatakan hal yang menjengkelkan.


"hei...? bukankah kamu sudah bersuami? suruh dia melakukannya apa susahnya? lagian dia lelaki yang bertanggung jawab, aku yakin saat kamu hamil dia tidak akan kabur". celutuk Sekar.


"coba saja dia berusaha kabur..! aku hancurkan barang berharganya itu". ketus Caca dengan penuh aura permusuhan.


"hei.. dia Tuanmu..! mau Anna hamil anak kembar 10 pun kamu tidak akan berani macam-macam, apa kamu mau keponakan kecil kita tidak punya ayah hah? hadapi saja kematianmu ditangan kedua orangtuamu". ledek Sekar


Caca mendengus pelan dengan ledekan Sekar memang ada benarnya juga, Kedua orangtua Caca belum pernah bertatapan langsung dengan Adi tapi sudah suka pada Adi dan mengatakan Aditya Pratama memiliki Aura kepemimpinan yang kuat dan sangat berkharisma, Caca tidak mengerti jalur pemikiran kedua orangtuanya yang menyanjung Adi secara berlebihan.


Anna menepuk keningnya sendiri, "percuma bicara sama kalian".


"Anna?? ". panggil Caca dan Sekar.


"ini karnamu, Anna marah kan". Sekar malah menyalahkan Caca


"heii..! kenapa malah aku? bukankah kamu yang mengoceh sejak tadi? ". balas Caca tak terima.

__ADS_1


"ada apa ini? ". Han tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


"eheh??Papa Han?". cengir Caca


"Papa? ". senyum lebar Sekar


"ada masalah apa? kalian berdebat? apa yang kalian debatkan? coba cerita sama Papa? ". tanya Han bersiap-siap untuk duduk namun saat mendongak kedua gadis manis itu sudah menghilang dari pandangannya.


"Sekarr?? Caca? ". panggil Han


Han geleng-geleng kepala dan terkekeh pelan, ketiga gadis Mansion tempat Han bekerja memang tidak mau cerita apapun pada Han yang bukannya mencari solusi malah menambah rasa pusing ketiga gadis cantik itu karna nanti cerita Han akan bercabang-cabang dan semakin rumit.


didalam kamar,


Anna selesai mandi dan menatap potret pernikahannya yang sederhana dengan sang suami.


"dia suamiku? apa aku memang jatuh cinta padanya? secepat itu? ". Anna menggeleng-geleng kepalanya.


"bukan Cinta Anna..! kamu tidak mungkin mencintainya, jangan terlalu mudah percaya ya? haha..! kita lihat saja kamu memang jatuh cinta padanya atau tidak". ucap Anna pada diri sendiri.


Anna menonton TV dan dapat kabar pernikahan Fendy gagal, mereka semua menjelek-jelekkan Anna yang mempermalukan keluarga mereka.


"apaa?? kenapa malah aku??". Anna menunjuk dirinya sendiri tak percaya.


Anna menggeleng kepalanya tangannya bergetar hendak melihat akun sosmednya, "t.. tidak mungkin netizen menyerangku kan?". gumam Anna menebak-nebak.


Anna mengganti siaran TV nya dan beritanya juga sama, semua siaran TV memberitakan tentang dirinya yang mempermalukan keluarga Fendy, bahkan keluarga mereka bersandiwara begitu baik sampai Anna sendiri tak percaya bahwa dirinya sedang dipojokkan.


"apa-apaan ini? apa mereka sengaja menyerangku?". geram Anna tak percaya dengan keberanian keluarga kecil yang mudah Anna jungkir balikkan dengan sekejab mata.


Anna mencoba menghubungi Adi atau Sekretaris Im tapi tak dapat jawaban,


"ya Tuhan..! mereka pasti sedang menyelesaikan masalah ini". gumam Anna menebak.


Anna segera berpakaian lalu keluar dari kamarnya namun Caca dan Sekar tiba-tiba menghentikannya.


"jangan Anna..! Adi meminta kami untuk menahanmu". kata Caca dengan serius.


"Anna..! biarkan Adi yang menyelesaikan masalahmu". sahut Sekar.


"aku tidak bisa diam saja Sekar, Caca..! mereka berakting seperti itu hanya ingin membuat namaku jelek, aku akan datangi mereka dan menanyakan langsung". tegas Anna dengan wajah memerah.


"tidak bisa Anna..! publik sedang membulimu, tidak ada cara lain biarkan Adi mengatasi semuanya". Caca memperingati.


Anna berusaha untuk pergi tapi Caca dan Sekar tidak mengizinkannya pergi hingga Leonard datang juga meminta Anna untuk tetap didalam Mansion,

__ADS_1


"tapi bagaimana cara Adi menyelesaikan masalah ini Kakek? Anna harus membantunya". Anna memelas.


"Adi tau caranya". jawab Caca


"apa maksudmu? ". tanya Anna berbalik menatap Caca dengan serius.


"dia bilang semua ini akan terjadi, itu sebabnya sudah menyusun rencana selama 3 hari belakangan ini". jelas Sekar.


"dia pekerja keras nak..! Kakek bangga dengan pilihanmu, dia seperti sudah terbiasa dikelilingi binatang buas". kata Leonard


"binatang buas? ". beo Anna.


"siapa binatang buas Kakek? ". tanya Anna


"biarkan Adi yang mengatasi masalah Roben nak.! Fendy ingin membuatmu malu lalu menikahinya, rencana nya sudah terbaca dan hebatnya Adi sudah menyusun rencana selama beberapa hari tidak pulang ke Mansion, otaknya bercabang nak..! percayalah padanya". Leonard tersenyum lalu pergi dengan kursi rodanya.


Anna semakin tidak mengerti maksud kata-kata Leonard yang begitu yakin pada Adi,


"kalian..? ". tunjuk Anna.


"maaf Anna..! dia sendiri yang meminta kami menjagamu". kata Caca dan Sekar serentak.


Anna mengacak rambutnya dengan frustasi, Ia tidak tau harus berkata apa lagi karna Adi sendiri yang memerintahkan Anna untuk tetap didalam Mansion bahkan meminta orang tersayangnya untuk menahan Anna.


di tempat lain,


"kenapa kamu belum bertindak Adi? apa yang kamu tunggu lagi? semua orang mencela Nona Anna". marah Radit


"kita tunggu tengah malam..! aku akan membuat mereka ketar-ketir tidak bisa tidur dengan nyenyak". seringai Adi.


"Adiii?? masalahnya serius..! saham Perusahaan ini terus saja merosot, kalau begini satu-satunya cara bagi Anna harus menceraikanmu lalu menikahi bedeb*h tidak tau malu itu". geram Radit.


"kata siapa?? aku tidak akan membiarkan Istriku lepas dari genggamanku..! aku akan sebarkan semua sekitar jam 11 malam nanti". jawab Adi dengan santai.


"lalu sekarang apa maumu? mau Perusahaan Anna gulung tikar hah? ". tanya Radit dengan begitu sabarnya tapi wajahnya memerah seperti menahan amarah.


"aku mau cekik dia nanti sampai mati". jawab Adi dengan santainya


Radit geleng-geleng kepalanya, "jangan gunakan jiwa psikopatmu itu Adi? ".


Adi tertawa, tawanya bisa membuat siapapun merinding, Radit menatap datar wajah Adi yang otaknya itu hanya mainan.


tidak ada yang tau betapa kejam dan jahatnya Adi dalam membasmi hama, hanya Radit yang tau perilaku Adi itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2