Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
Pria Romantis?


__ADS_3

.


.


.


tidak terasa tidur Adi begitu nyenyak saat memeluk Anna, begitu juga Anna malah nyaman dipelukan Adi.


hari sudah menunjukkan pukul 20.09 WIB, Anna sudah gelisah karna perutnya kosong sementara Adi sudah bangun 1 jam sebelum Anna bangun, Ia sepertinya kenyang melihat wajah Anna tertidur di pelukannya.


"Anna? ". bisik Adi


Anna perlahan membuka matanya, "hmm? jam berapa? ". tanya Anna setengah mengantuk.


"8 malam". jawab Adi.


Anna tersentak langsung duduk dan mengedarkan pandangannya dengan raut wajah panik,,


"jam 8 malam? ". pekik Anna tak percaya hingga bisa melihat jam dinding ternyata memang benar.


Anna menggerutu sambil memegang perutnya,


"sejak kapan kamu bangun? ". tanya Anna


"mungkin saat kamu gelisah dipelukanku". jawab Adi.


Anna meletakkan tangannya di dahi Adi yang ternyata sudah baikan, "akhirnya reda juga, tanpa dicek pun aku tau suhu tubuhmu sudah normal".


"benarkah?". Adi memegang tangan Anna yang ada didahinya.


Anna melihat tangannya yang disentuh oleh Adi, cara Adi menyentuh tangannya membuat Anna berdebar, Ia tidak mengerti mengapa bisa merasakan Pria yang sudah sah menjadi suaminya itu begitu romantis, sentuhannya tidak berlebihan, kata-katanya juga tidak seperti Pria romantis lainnya yang rela mengambil bintang dilangit untuk sang kekasih hati.


Adi tidak punya pengalaman cinta, bagaimana bisa Anna tersentuh dengan perbuatan Adi? apa yang salah dengan Anna? Anna bukan gadis yang mudah jatuh cinta.


banyak jalan mendekati Cinta seperti rasa Kasihan, Ingin melindungi, peduli, kepercayaan dan banyak hal lain bahkan dari cara bertatapan saja bisa membuat seseorang jatuh Cinta, (Cinta Pandangan Pertama).


"a.. apa yang kamu lakukan? ". tanya Anna tergagap.


Adi mengecup telapak tangan Anna sontak saja mata Anna melebar kaget,


"terimakasih sudah menjadi ibu sekaligus dokter untukku Anna". ucap Adi dengan tulus.


mendengar kata Ibu dan Dokter membuat hati Anna tergelitik,


"Ibu? kenapa aku seperti ibu bagimu? ". tanya Anna


"dulu saat aku sakit, mamaku yang selalu ada untukku kami tidak pernah kedokter, bukan karna tidak ada uang, tapi Mamaku bisa merawatku seperti dokter pribadi tapi... ". Adi tidak melanjutkan kata-katanya.


Anna terdiam kaku lalu perut Anna mengeluarkan suara hingga wajahnya memerah malu terlebih lagi Adi tadi terlihat sedih langsung berubah gemas dengan menertawai nya.

__ADS_1


"kamu mau kita makan diluar?". tanya Adi


"tidak..! aku sudah terlanjur lapar, apa kamu bisa memasakkanku nasi goreng? aku ingin makan itu". pinta Anna mencicit.


"kenapa suaramu pelan sekali? ". tanya Adi meraih dagu lancip Anna hingga mata mereka beradu pandang.


"karna kamu baru aja sembuh". jawab Anna melihat arah lain.


Adi mengecup bibir Anna yang terbelalak tak percaya, tanpa rasa bersalah Adi pergi dengan raut wajah bahagia bahkan tersenyam-senyum seperti orang gila.


"apa dia tidak menghormatiku? kenapa menciumku?". gumam Anna meraba bibirnya.


Anna menggeleng kepalanya, "jangan mau dikalahkan Anna..! kalau kamu menyukainya jangan diperlihatkan dengan jelas, enak saja aku yang menyukainya, memangnya aku perempuan mudah didapatkan? aku Annastassia, Cucu Tunggal pimpinan tertinggi Asia Group". oceh Anna tak terima dirinya berdebar karna Adi.


.


di dapur,


"Adi? kamu udah sembuh? ". tanya Sekar yang melihat Adi didapur.


Caca berlari kecil ke dapur mendengar Sekar memanggil Adi,


"udah sembuh? bukannya Anna bilang kamu demam tinggi? ". tanya Caca.


"hmm..! berkat perawatan Anna aku sembuh, sekarang aku harus memberi bayaran dengan memasakkan sesuatu untuknya". senyum tipis Adi.


Caca dan Sekar saling melirik satu sama lain, terakhir Anna makan ya sama mereka berdua tapi siang harinya Anna tidak keluar kamar, Sore nya juga tidak, dimalam hari Adi yang keluar.


tadi mereka sudah datang ke Kamar Anna dan Adi tapi karna menghargai privasi mereka baik Sekar maupun Caca tidak mengetuk atau memaksa masuk ke Kamar pasutri muda itu.


"coba saja". ketus Caca mendukung Sekar dengan mencurigai Adi juga.


"apa yang kalian pikirkan hmm? kami hanya tidur bersama tidak lebih, jika kalian iri silahkan segera menikah". sambar Adi


Caca dan Sekar menjatuhkan rahangnya,


"sana pergi..! aku tidak bisa memperlihatkan resepku pada kalian". usir Adi dengan seringainya.


"Hah? ". cengo Caca dan Sekar


"kalian bukan orang bodoh, aku yakin kalian bisa mempelajari sesuatu hanya dengan sekali lihat bukan? kalian pikir aku mau memperlihatkan resepku? ". kata Adi dengan bersidakap dada.


alhasil Caca dan Sekar pergi dari sana sambil bercerita tentang Adi seperti Pria sehat, tidak ada tanda-tanda Adi Sakit sebelumnya hingga Leonard datang dan mengatakan Adi sembuh karna cinta Anna, semakin membuat mereka berdua tidak mengerti karna Mereka tidak tau Perasaan Anna,


mereka berjanji akan bertanya langsung pada Anna saat bertemu nanti, apakah Anna mencintai Adi atau tidak.


.


"nasi goreng sudah siap". Adi datang membawa satu nampan berisi 2 piring Nasi goreng khusus untuk Anna juga dirinya.

__ADS_1


"ini milikku? ". tanya Anna merebut piring yang lain.


"bukan Anna..? itu ada Seafoodnya kamu tidak bisa makan Seafood kan? aku sudah siapkan untukmu". Adi mengambil piring yang Anna ambil.


"kamu tau aku tidak bisa makan Seafood?". tanya Anna tidak tau alerginya.


"kamu bisa makan seafood tapi tidak bisa terlalu banyak kan? perutmu akan sakit seperti Rose yang tidak bisa makan ayam". jawab Adi sambil tersenyum.


.


.


selesai makan,


"kenapa? ada apa dengan wajahku? ". tanya Adi


"aku mau tanya satu hal". Anna duduk dengan serius.


"hmm". Adi seperti sudah siap menunggu pertanyaan Anna dan menjawabnya.


"apa kamu pernah berpacaran? ". tanya Anna kesekian kalinya.


Adi memutar bola matanya dengan jengah, "aku tidak pernah berpacaran Anna, bukankah kamu tau tentang perempuan yang pernah menolakku saat SMA? aku gendut dan dipermalukan oleh nya".


"terus kenapa kamu bisa begitu...? " Anna tak melanjutkan kata-katanya.


Adi menaikkan sebelah alisnya melihat Anna membekap mulutnya sendiri dengan syok.


Anna berdiri tegak lalu tertawa kikuk dan pergi dari Adi, namun Pria yang sudah sah menjadi suaminya itu mengejarnya dan menahan tangan Anna hingga sipemilik tangan menoleh.


"bisa begitu romantis? ". tebak Adi mengulum senyum.


"bukan..! kata siapa aku akan mengatakan itu? kamu bukan pria romantis, bukan.. jangan terlalu percaya diri deh". elak Anna menggeleng-gelengkan kepalanya.


"lalu apa?". tanya Adi bangkit dari duduknya secara perlahan mendekati Anna.


Anna berjalan mundur dan mundur, "j.. jangan dekat-dekat Adi..!".


"kenapa sayang? aku bukan Pria yang Romantis? akan aku tunjukkan apa itu Romantis, Pria Romantis itu tidak harus pernah berpacaran, mereka punya hati bukan? apa kamu lupa Bang Arka tidak pernah jatuh cinta? kenapa dia bisa dijuluki Pria teromantis hmm? ". goda Adi dengan senyuman manisnya.


Anna gelagapan, apa yang Adi katakan memang benar, Arka tidak pernah jatuh Cinta tapi saat jatuh Cinta dengan Nana malah menjadi Pria Romantis yang Anna akui Tuan Muda Arkatama itu memang Pria teromantis.


"jangan mendekatiku Adi. !". pinta Anna gugup


"kenapa? apa masalahnya?". tanya Adi melingkarkan tangannya di pinggang Anna dan menarik tubuh Anna hingga masuk dalam pelukan Adi.


"aiiisssh..! aku bisa kalah jika begini terus". batin Anna memekik.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2