
.
.
.
ke esokan harinya,
di Perusahaan Asia Group,
hari ini Adi datang ke Perusahaan, Ia sudah lama tidak datang ke Perusahaan sebab selalu bekerja lewat Online saja tapi setiap 1 kali dalam seminggu Adi akan datang melihat-lihat situasi di Perusahaan.
"Adi? ". panggil Radit memasuki Ruangan kerja Adi dengan raut wajah kesal.
"hmm?". sahut Adi dengan tenang.
"aku tanya kenapa Perusahaan Wanita bernama Bunga selalu datang kesini hmm? kerja sama ini? ini..? ini..? udah 12 kali aku menolaknya tapi dia selalu menawarkan hal ini lagi, aku bosan melihat berkas nama Perusahaan dia ini". protes Radit.
Adi membuka matanya dan melihat berkas-berkas yang ditawari oleh Perusahaan Ayah Bunga yaitu Pak Bambang selalu menawarkan hal yang sama meminta untuk bersepakat kerja sama yang hanya menguntungkan pihak Bunga saja.
"apa kau sengaja memberi angin segar padanya? dia menjadi orang yang tidak tau malu". geram Radit dengan tingkah Bunga yang datang berlenggak-lenggok memamerkan lekuk tubuhnya memberikan hal yang sama.
Radit tentu jijik sebab Ia takut Maminya marah terlebih lagi sekarang Ia lebih memikirkan Perasaan Caca, Radit tidak mau Caca marah padanya bisa gila Radit membayangkan Caca yang imut dan menggemaskan marah padanya.
"aku tau dia orang yang tidak tau malu, tolak saja seperti biasa kau lakukan". jawab Adi dengan enteng.
"sekarang Pak Bambang ingin bertemu denganmu, dia membawa anaknya yang bernama Bunga itu katanya adalah anak kebanggaannya". omel Radit.
"Dia membawa ayahnya?". kekeh Adi.
Radit membelalak, "kau ini sudah tidak waras, apa kau tidak tau kalau dia bisa saja menjebakmu nanti hah?? aku aja trauma minum di tempat-tempat ramai karna kejadian malam itu".
"kau ini anak Mami yang sangat penakut". ledek Adi.
Radit mendengus, "sekarang anak mami yang sangat penakut ini harus bekerja dan pulang cepat ya? Istriku sedang hamil dan mau makan bersama denganku, aku mau kau atasi saja sendiri orang tidak tau malu itu".
__ADS_1
Adi tertawa kecil melihat wajah kesal Radit lalu Radit memilih pergi meninggalkan Adi yang tidak waras menurut Radit itu.
Radit mendumel geram sepanjang perjalanannya sampai tiba di Ruangannya, "selalu saja begitu, kalau jelek dan miskin dihina terus kalau udah Kaya raya dan tampan di goda tanpa ingat kesalahan dulu yang pernah menghina orang jelek dan miskin itu".
"apa Wanita bernama Bunga itu tidak pernah berpikir untuk bersembunyi?? dia sudah mempermalukan Tuan Adi saat masa SMA, berani-beraninya dia memohon pada Adi untuk meminta kerja sama, Haha..? Apaa?? bantu Perusahaannya? kemana dia dulu? dasar sampah..! penjilat..!". geram Radit lalu seketika Ia membelalak memukul-mukul bibirnya sendiri.
"sabar Radit.. sabar..Cacamu sedang hamil itu tidak baik mencela orang, tenangkan dirimu untuk bekerja terus pulang ya? ". bujuk Radit pada diri sendiri untuk dirinya menenangkan diri.
Radit menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya perlahan, Ia melakukannya berkali-kali sampai benar-benar tenang lalu kembali bekerja membayangkan senyum manis Caca saat mengantarkan kepergiannya berangkat bekerja.
.
di Ruangan Adi,
salah satu Sekretaris penjaga Ruang CEO datang dengan sopan pada Adi dan melaporkan kedatangan Bambang dengan Bunga yang sudah membuat janji pada Radit untuk bertemu Adi.
saat itu Radit sudah geram dan mengiya-iya kan saja perkataan Bunga dengan Bambang karna tidak mau berbelit-belit sebab si wanita bernama Bunga itu selalu menggodanya, Radit yang jijik terpaksa mengiyakan supaya urusan selesai.
"hmm..? suruh dia masuk ke Ruangan rapat saja, aku akan menemui mereka disana". jawab Adi.
Adi memasang jasnya yang besar dan panjang, Adi bukan bermaksud bertingkah keren namun memang dirinya sangat keren padahal Adi hanya merasa dingin saja, cuaca di kota sedang musim hujan ditambah Perusahaan full AC, jadi setiap orang yang bekerja di Perusahaan Asia Group harus membawa jaket tebal supaya merasakan dunia Luar negeri yang ada musim salju nya di dalam Perusahaan Asia Group.
di Ruangan Rapat Perusahaan Asia Group,
"ini sangat megah". gumam Pak Bambang merasa takjub dengan Ruangan Rapat Perusahaan Asia Group.
"ya iyalah Pa..! kan aku udah bilang kalau aku ini dewi sepanjang masa dan Adi itu adalah salah satu pria yang tergila-gila padaku saat masa sekolah Pa". jawab Bunga begitu sombong.
Bambang tersenyum lebar dan bangga pada anaknya, "kamu tau dia sangat kaya nak..! Presdir Perusahaan Asia Group dan juga punya Mal ANA, aku bisa menjadi Orang terkaya se Asia, haha..! kau harus dapatkan Tuan Adi lagi Bunga".
"iya Pa, aku bisa melakukannya karna aku sangat cantik terlebih lagi aku sangat bangga mengatakan bahwa aku ini cinta pertama nya Adi". jawab Bunga dengan bangga.
pintu Rapat terbuka menampilkan sosok Pria tampan dan tinggi berjalan angkuh memasuki Ruangan itu, Ia duduk di kursi kebesarannya menatap dingin Bambang dan Bunga.
"to the point". titah Adi dengan dingin.
__ADS_1
Bambang dan Bunga tidak merasakan hawa dingin yang dikeluarkan oleh Adi sebab Ruangan itu sangat dingin ditambah mereka tadi sempat terkena air hujan diluar Perusahaan.
Bambang dan Bunga duduk dikursi yang dekat dengan Adi, "saya Bambang dari Perusahaan B Group, Tuan Muda". kata Bambang memperkenalkan diri dengan sopan.
Bunga tersenyum manis menatap wajah dingin Adi, sangat tampan dan tipe idealnya adalah Pria yang sulit untuk ditakhlukkan.
"saya dengar Tuan dan Putri saya teman sekolah dahulu dimasa SMA ya?". tanya Bambang basa-basi.
Adi memutar bola matanya dengan malas sebab tadi ia minta to the point tapi Bambang malah bercerita dan basa-basi membuatnya muak saja.
"apa tujuanmu?". tanya Adi.
"Tuan.? saya mohon bantu Perusahaan saya Tuan, kami sudah meminta bantuan pada Perusahaan lain tapi tidak ada yang bisa menolong kami Tuan". pinta Bambang memelas.
"apa keuntungannya untukku?". tanya Adi dengan tenang.
"ha? ". Bambang dengan kening mengkerut tidak mengerti.
"ini masalah bisnis dalam hal bisnis ada kedua belah pihak yang harus diuntungkan jika salah satu ada yang rugi itu bukan kerja sama melainkan parasit atau lebih dibilang pengemis". jelas Adi dengan santai.
Bunga terkesima bukannya merasa terhina, Ia menyibakkan rambutnya ke balik daun telinganya.
"ah.. iya Tuan, anda benar dalam hal bisnis memang harus ada yang saling menguntungkan, saya dengar Tuan dulu sempat menyukai Putri saya? saya bisa menikahkan Tuan dengan Putri berharga saya Tuan". jawab Bambang.
Adi menaikkan sebelah alisnya, "apa itu menguntungkanku? aku tidak menyangka akan diberi wanita".
"zaman sekarang wanita sudah sangat biasa Tuan, anak saya sangat cantik dan bisa diandalkan Tuan". jelas Bambang dengan senyuman.
Adi melirik ke arah Bunga yang tersenyum manis membuatnya mendecih didalam hati, tatapan itu? tatapan yang membuatnya muak.
.
.
.
__ADS_1