
.
.
.
"sungguh". jawab Adi tersenyum tipis.
Anna menebarkan senyum manjanya, "sama-sama".
"tapi dimana ponselku ya? aku tidak melihatnya". tanya Anna dengan raut wajah bingung.
"ponsel? kamu yakin membawanya? ". tanya Adi.
"apa aku lupa? mungkin ketinggalan di kamar". Anna menggaruk keningnya.
"biarkan saja, kan aku disini". jawab Adi menggoda.
"apa hubungannya Hubby disini sama ponsel aku di Rumah? ". tanya Anna menautkan kedua alisnya.
"untuk apa gunanya ponsel kalau aku didekatmu hmm??". tanya Adi balik.
Anna tertawa kecil, "benar juga".
"bagaimana? apa perlu kita pulang saja? ". tanya Adi mengulum senyum.
"ayo ! aku memang mau pulang". jawab Anna.
Adi dan Anna mengucapkan terimakasih pada para pekerjanya, lalu Adi meminta mereka semua untuk bersenang-senang sebab Adi dan Anna akan pulang.
mereka semua tidak keberatan malah mengucapkan terimakasih pada Adi dan Anna, mereka juga berdoa bersama-sama yaitu Anna cepat diberi keturunan yang baik hingga Anna terharu mendengar doa tulus mereka semua.
.
di dalam mobil,
"kenapa kamu diam sayang? apa kamu tersinggung oleh doa mereka? ". tanya Adi menggenggam tangan Anna.
"kenapa mereka sangat baik padaku By? aku tidak melakukan apa-apa tapi mereka dengan tulus berdoa bersama-sama dan meminta pada yang maha kuasa untuk memberi kita keturunan yang baik dan bisa diandalkan". tanya Anna.
Adi terkekeh, "kamu baik pada mereka sayang".
"kapan aku baik sama mereka? kan kamu tau sendiri By kalau aku datang di hadapan mereka secara menyeluruh ya cuma malam ini". tanya Anna merasa tidak pernah dekat dengan para pekerja setia Adi.
"kamu memberi mereka baju 2 stel sayang, apa kamu tidak tau berapa harga baju yang mereka pilih? ada diantara mereka harus menabung untuk mendapatkan baju yang mereka mau, lalu saat kamu memberi mereka kesempatan itu tentu saja mereka bahagia, bahkan aku tidak pernah berpikir hadiah yang kamu berikan pada mereka". jawab Adi dengan serius.
__ADS_1
"hanya diberi baju 2 set sudah bahagia? bahkan mereka mendoakanku seperti itu? aku benar-benar terharu". Anna
Adi mengelus kepala Anna, mereka berbincang sampai tiba di Mansion Anna.
setibanya di kamar Anna, Ia buru-buru mencari ponselnya dan ternyata ada di meja nakas.
"benar ponselku tinggal di sini". senyum lebar Anna lalu melihat ada pesan.
Anna membaca pesannya dan tertegun, "apa dia datang?". gumam Anna.
"siapa yang datang sayang? ". tanya Adi melepas jas dan dasinya juga sibuk membuka kancing tangan kemejanya namun matanya sesekali melihat ke Anna.
"sepupuku". jawab Anna menghela nafas.
"sepupu? dari? ". tanya Adi.
"Singapura, aku tidak tau apa lagi yang dia minta ingin datang bertemu denganku". oceh Anna.
"aku akan atasi". Adi menyahut.
"tidak bisa, aku yang akan atasi sendiri". jawab Anna tegas.
"yakin? ". tanya Adi.
"hmm". jawab Anna tersenyum manis lalu berjalan ke arah Adi dan memeluk suaminya dengan manja hingga Adi tertawa mencium sisi kepala Anna.
"aku kan sudah bilang akan menjadi wanita yang kuat, aku tidak akan mau dibodohi atau dimanfaatkan lagi oleh keluarga jauhku itu". jawab Anna.
"lalu?". tanya Adi berbisik.
"diam dan percayalah padaku! ". jawab Anna.
"baiklah sayang". Adi mempercayai Anna yang akan mengatasi masalahnya sendiri.
ke esokan harinya,
Anna sibuk melayani suaminya yang berangkat bekerja, Adi terkadang merasakan Istrinya semakin menjadi sosok Istri yang sempurna bahkan Adi merasa tidak melakukan apa-apa.
"sayang? ku mohon jangan seperti ini, aku bisa melakukan apapun sendiri sayang, aku bukan anak bayi sayang". pinta Adi memelas.
Anna tertawa, "aku ingin menjadi Istri sempurna untukmu".
"Iya..! kamu sudah menjelma menjadi Istri yang sempurna untukku, jangan terlalu lelah sayang? aku tidak ingin kamu lelah, tadi malam kamu tidur hanya sebentar kan?". Adi berkata sangat serius mengelus pipi Anna dengan penuh cinta.
Anna mengulum senyum manisnya, "aku akan istirahat hari ini, jadi aku tidak bisa mengantarmu makan siang bagaimana? ". tanya Anna merapikan dasi suaminya.
__ADS_1
"iya sayang, aku bisa masak sendiri di dapurku nanti". jawab Adi tersenyum lebar.
"istirahat yang lama ya? istri sempurna menurutku hanya Istri yang bisa memuaskanku di atas ranjang". bisik Adi membuat Anna memukul dada bidang suaminya.
"mesum". umpat Anna.
Adi tertawa lalu mengecup lama kening Anna dan Anna menyalami tangan Adi malah dikecup mesra oleh Adi.
"hati-hati ya? ". lambai tangan Anna dibalas senyuman tampan suaminya itu.
Anna melihat mobil Adi pergi lalu tersenyum cerah, "saatnya beraksi".
Anna berlari memasuki Mansion dan membersihkan diri lalu berdandan secantik mungkin, Ia menunggu Sepupunya memintanya untuk bertemu, tak lupa Anna memasang perhiasan mewah disekujur tubuhnya.
Anna sangat cantik seperti selebriti papan atas, tubuhnya terlihat menawan, benar kata orang jika wanita jarang berdandan saat berdandan akan memukau dan bisa membuat siapapun pangling.
Anna melihat ke layar ponselnya dimana ada pesan masuk, Anna mengambil ponselnya dan membaca pesan itu.
"waah.. minta ketemuan di Restaurant seperti dulu ya? Mia aku tidak bisa kamu bodohi lagi, saatnya aku menyerang balik ya?". senyum lebar Anna.
Anna keluar dari Kamarnya sambil memainkan kunci mobil mewahnya yang belum pernah Ia gunakan, Anna terlalu malas berlagak kaya karna Ia memang kaya raya tapi hari ini Ia akan memamerkan kekayaannya pada seseorang.
"Siapa kamu? ". tanya Leonard melihat seorang wanita cantik berpakaian sangat modis dihadapannya.
Wanita itu berbalik dan tersenyum manis, "kakekk?". manja Anna.
Leonard melebarkan matanya, "Anna? cucuku? ".
"Iya Kek..! hari ini Anna akan melawan Mia Kek ! bye...? ". lambai ceria Anna lalu berbalik memainkan kunci mobilnya dan meninggalkan Leonard yang mematung.
Leonard masih membelalak, Ia tidak pernah melihat gaya berpakaian Cucunya yang seperti itu biasanya hanya berpakaian santai, kalaupun memakai gaun itu sudah biasa tapi saat ini Pakaian Anna sangat modis, mungkin jika Adi melihatnya Adi akan menggeret istrinya masuk kamar dan menguncinya.
"siapa yang mengajarinya seperti itu? dia persis seperti Nana dulu saat menjadi sosok Anna yang modis". gumam Leonard menggeleng-geleng kepalanya.
dulu saat Nana balas dendam pada mendiang Emma dan Celinne juga membuat identitas palsu yaitu sosok Anna kekasih sempurna Arka dari Amerika.
Anna melajukan mobil mewahnya untuk pertama kalinya, selama ini Mobil Anna selalu tersimpan di parkiran bawah Mansion Anna.
"jadilah dirimu sendiri Anna..! lawan mereka yang ingin membodohimu lagi, kamu sudah berubah dan tidak takut apapun lagi". senyum cerah Anna membuka atap mobilnya.
para Bodyguard Anna yang berjaga Mansion Anna pun tercengang melihat Nona Muda mereka berpenampilan seperti dewi, dewi khayangan.
mobil Anna menjadi pusat perhatian, berwarna silver dan belum ada yang memiliki mobil seperti itu di Indonesia tapi Anna memilikinya menjadi tatapan semua orang, mereka penasaran siapa kah perempuan yang mengendarai mobil itu.
.
__ADS_1
.
.