
.
.
.
"iya kenapa sayang? kamu tertarik padanya?". tanya Nana malah berpikir suaminya menyukai lelaki.
Arka menjatuhkan rahangnya, "apa semua yang kita lalui itu hanya main-main sayang? mana mungkin aku suka lelaki". gerutu Arka.
Nana tertawa kecil, "lalu? kenapa bertanya tentang asisten Adi? kalau perempuan aku masih bisa cemburu tapi kalau lelaki tidak bisa sayang, jadi jangan mencari-cari cara untuk melihatku cemburu".
Arka memijit pelipisnya, "lihatlah baik-baik kemana arah tatapan Pria itu sayang". pinta Arka.
Nana melihat arah tatapan Bayu pun mengerutkan keningnya, "itu pengawal Anna kan?".
Arka melihat likuk tubuh Nana membuatnya tersenyum.
"hmm". jawab Arka menyahut mengelus perut datar Nana.
Nana melihat tangan Arka memukul tangan sang suami, "jangan nambah lagi Sayang, aku tidak mau lagi cukup Marcel dan Maycelly saja".
Arka tertawa kecil, "kamu kan bisa KB sayang". bisik Arka.
Nana memutar bola matanya dengan malas, "memang aku KB kan? kalau kebobolan bagaimana? aku belum suntik KB hari ini".
"benarkah? kalau begitu aku akan menahannya". pasrah Arka membuat Nana terkekeh menggeleng kepalanya.
Arka dan Nana memang sudah sepakat tidak mau memiliki anak lagi, mereka akan fokus membesarkan ke empat putra-putri mereka saja.
.
di Luar Mansion,
Sekar, Caca dan Anna terlalu asik dengan dunia mereka sementara para lelaki mulai sibuk memanggang di luar Mansion.
Para Orangtua didalam menjaga bayi-bayi mereka, Elvin bersama Ren dan Rose duduk bersama di sofa Luar Mansion yang telah di susun rapi untuk keluarga besar mereka yang sedang mengadakan acara, walau ada debat serta pertengkaran antara Rose dan El tapi mereka bertiga tetap akur saat diberi makanan oleh Celvin dengan adil, Nana, Ara dan Intan bersama-sama.
tak lama kemudian Mia datang bersama David tidak membawa Sartika yang sedang Flu tidak mau terkena angin malam.
"Annaaaa?". pekik Mia begitu heboh.
__ADS_1
"waah.. ada apa ini? kenapa wajahmu bersinar mengalahkan sinar bulan saat ini hmm?". tanya Anna.
Sekar dan Caca tertawa cekikikan mendengar majas hiperbola Anna.
"aku hamil... hihi.. aku hamil Anna". ucap Mia dengan bahagia.
Anna melebarkan senyum bahagia nya, "benarkah? kamu hamil?". tanya Anna memastikan.
"iya.. hiks..hiks.. aku terharu sama dedek Fiona, dia mengencingiku tidak lama setelah itu aku pun hamil". Mia berkata dengan mata berkaca-kaca.
"sudah, aku senang kalau itu memang pertanda baik". balas Anna mengelus pipi Mia.
Mia memeluk Anna sebisanya sebab Anna masih di kursi roda,
"kenapa kalian berpelukan? ayo saatnya kita bergosip sebelum suami kita antar makanan". ajak Caca.
"hei.. kami disini juga harus dianggap lah". gerutu Sekar.
mereka tertawa bersama-sama, Mia tidak menyangka hidupnya akan sebahagia ini ditambah David sangat mencintainya meski sudah sembuh berkat kesabarannya, mantan kekasih David datang meminta maaf, drama mereka dimulai dan awalnya Mia sempat menyerah mendengar cerita Wanita itu bahwa David lah yang mengambil peraw*n wanita itu membuat hati Mia mencelos, Ia pasrah jika David memilih kembali pada mantan kekasihnya dan berakhir perceraian diantara mereka berdua, tapi diluar dugaan David tidak mau kembali pada wanita itu bahkan bersikeras tetap bersama Mia sampai Mia hamil membuat hubungan mereka semakin erat.
Linda melihat Anna bersama ke 3 wanita cantik itu pun tersenyum lebar, "mereka berempat semakin akrab saja setelah menikah, memang cinta setelah pernikahan memang sangat manis". gumam Linda
"Lin?". panggil seorang Pria yang ternyata ketua tim Pengawal Mansion tim Anna.
"oh Haii? ada apa Ketua?". tanya Linda mendekati Pria itu sambil tersenyum ramah.
Bayu melihat itu melebarkan matanya, ia melihat dengan mata kepala sendiri Linda tengah tertawa lepas memukul-mukul bahu Pria itu yang tertawa juga, mereka berdua terlihat akrab dan mulut Bayu semakin melebar saja saat Linda dengan santainya pamit akan buang air kecil.
"apa dia sudah tidak waras? kenapa bilang buang air kecil pada Pria? dia tidak tau itu lawan jenisnya?". batin Bayu yang terbakar api cemburu.
"sepertinya aku memendam perasaan terlalu lama". gerutu Bayu.
padahal Bayu memendam Perasaan belum cukup 1 bulan tapi Bayu merasa telah terlalu lama memendam perasaan seolah sudah bertahun-tahun saja seperti Adi memendam perasaan pada Anna.
Bayu berlari mengikuti Linda yang pergi ke kamarnya, sebab mereka tidak ada toilet umum hanya toilet di kamar masing-masing saja, si Ketua Pengawal pergi lewat jalan lain.
"bagaimana?". tanya seorang Pengawal lain kepada Ketua nya.
"udah, emangnya kenapa aku harus berbicara dengan Linda tadi hmm?". tanya Pria itu heran.
"itu, Nona Anna yang memintaku untuk memberitaumu".
__ADS_1
"ha? kenapa tidak bilang?". tanya Si Ketua itu dengan kaget dibalas cengiran oleh pengawal itu.
mereka jalan bersama keliling Mansion menjaga keamanan, sementara Keluarga Anna dan Nana masih asik bersama di depan Mansion bakar-bakar bersama.
Linda kaget saat keluar kamar ada Bayu didepannya, "Bayu?? sedang apa disini? apa kamu kesasar?". tanya Linda celingukan.
Bayu menerobos masuk ke kamar Linda yang melebarkan matanya saat kembali dibawa masuk ke kamarnya oleh Bayu.
"ada apa? kamu dikejar seseorang?". tanya Linda yang tidak berpikir Bayu akan mengungkapkan perasaannya.
"apa kamu sudah punya pacar?". tanya Bayu penasaran.
"Pacar? kapan aku punya waktu pacaran hmm? aku hanya tau bertinju dan berkelahi". jawab Linda dengan kekehan kecilnya.
"Pria tadi siapa?". tanya Bayu.
"Pria tadi siapa? siapa yang kamu maksud?". tanya Linda tidak mengerti.
Bayu memukul kepalanya karna tidak bisa menutup mulutnya, mana mungkin Bayu mengatakan bahwa Ia mengikuti Linda sejak tadi.
"kamu memang tidak punya pacar?". tanya Bayu dengan kikuk.
"apaan sih? iya aku tidak punya pacar, kenapa bertanya seperti itu?". tanya Linda semakin tidak mengerti kegugupan Bayu.
Linda menghela nafas melihat gelagat Bayu, "kalau mau tidur ya udah tidur aja disini, aku akan bilang sama Tuan Adi kalau kamu sedang tidak enak badan".
Bayu melebarkan matanya saat Linda malah mengatakan dirinya sakit lalu Ia dengan cepat menutup pintu yang hampir dibuka oleh Linda, Linda mengerjabkan matanya dan memutar kepalanya ke arah Bayu.
"ada apa sih?". tanya Linda menekuk kedua alisnya, Ia benar-benar tidak mengerti tingkah Bayu.
"kemana gelangmu?". tanya Bayu.
Linda mengeluarkan gelang pemberian Bayu dari saku bajunya, "tadi lepas, tidak ada yang bisa memakaikannya padaku jadi aku simpan aja, untung aja nggak hilang".
"biar aku pasangkan!". Bayu mengambil gelang itu dan memasangnya dengan hati-hati ke pergelangan tangan Linda sesekali matanya melihat ke arah wajah Linda yang celingukan melihat cara Bayu memasang gelang itu hingga wajah mereka semakin dekat.
.
.
.
__ADS_1