Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
drama Reunian (Part. 2)


__ADS_3

.


.


.


"awas aja kau". geram Bunga.


Bayu tersenyum sinis, "semoga saja Adi tidak balas dendam padamu ya? aku saja benci denganmu yang merobek surat ungkapanku yang tulus apa lagi dia yang kau permalukan didepan umum".


Bunga yang kalap pun mengambil air gelas minumnya dan melemparnya ke Bayu yang cepat mengelak.


"sudaaah..! Bayuu? kau berhenti lah mengganggu Bunga". teriak Lesta.


"apa yang ku lakukan?". kekeh Bayu.


"sudahlah teman..! kenapa kalian masih mengingat masa dulu? aku juga pernah ditolak oleh Bunga tapi bagaimana lagi aku dulu tidak tampan".


"aku juga".


"huh..! kita punya nasib malang kalau punya wajah pas-pasan".


"tapi bagaimana cara Adi bisa setampan itu ya?".


"itulah kalian..? kalian tau aku sangat cantik dan seharusnya kalian itu tau diri kalau bersanding denganku". kata Bunga dengan sombong.


"sudah Bunga jangan disiram air bensin lagi". sahut teman yang lainnya.


Bayu mendengus dan teman-teman lainnya pun mulai berubah tenang.


pintu terbuka lebar dan semua mata melihat ke arah pintu Ruangan lalu mata mereka melebar benar-benar Adi yang mereka kenal adalah Adi yang dulu tidak terkenal.


"Adii?". Bunga menyisir rambutnya lalu berdiri sambil tersenyum manis.


Adi memasang wajah datarnya itu lalu melangkah masuk menutup pintu Ruangan dan berjalan mendekati kumpulan teman-teman SMA nya dulu.


"aku pikir Istrimu akan menahanmu untuk tidak pergi". kata Bunga dengan senyuman.


"aku tidak mau pergi tapi Istriku mengancam tidak mau makan kalau aku tidak datang kesini, aku tidak punya pilihan lain". jawab Adi dengan dingin.


"oh baguslah dia tidak terlalu mengekangmu, memang sesuatu yang terlalu dikekang itu tidak baik". kata Bunga.


"oh ya Adi. ! terimakasih atas bantuanmu ya? karna Uang yang kamu beri Cuma-cuma itu sudah berhasil menyelamatkan Perusahaan Papaku". ucap Bunga dengan bahagia.


semua teman-teman Bunga dan Adi melihat mereka secara bergantian, Bayu melihat ke arah Adi dari ujung rambut sampai ujung kaki sungguh pemandangan yang sangat mencuci mata, Ia sebagai lelaki saja memuja bentuk tubuh Adi apalagi lawan jenis, pantas saja Bunga kehilangan urat malunya membahas Adi yang sekarang.

__ADS_1


"wah.. Adi..? bagaimana kau bisa setampan ini?".


"gila Adi? kau mengalahkan Iqbal". kekeh yang lainnya.


Iqbal mendekati Adi yang tinggi, "kau kenapa bisa tinggi? minum susu tinggi ya?". tanya Iqbal sok akrab.


Iqbal mantan pacar Bunga semasa Sekolah, mereka sangat populer dimasa nya dan Adi sangat populer karna ditolak dengan cara memalukan oleh Bunga.


Adi tersenyum miring dan itu terlihat lesung pipi Adi yang sangat manis,


"Adi..? aku Lesta kamu kenal aku kan?". tanya Lesta berdiri dari duduknya.


Adi mengangguk, "aku kenal kalian semua".


"waah.. Adi tidak sombong ya?". Bayu berdecak tak percaya bahwa Adi bisa mengingat mereka.


"ingatanku memang bagus". jawab Adi dengan santai melangkahkan kaki ke arah Bayu dan duduk disamping Bayu.


Bayu pun cukup terkejut, mereka semua tertawa canggung lalu kembali ke kursi masing-masing dan ternyata banyak kursi kosong.


mereka banyak bercerita tentang hal bisnis dan bertanya pendapat Adi yang menjawab dengan sangat santai, saran yang Adi berikan membuat mereka ber inisiatif akan melakukannya.


"kau orang yang paling sukses diangkatan kami Adi". kata Bayu disamping Adi.


"benarkah? kau juga kan?". tanya Adi melihat ke arah Bayu.


"aku hanya Pengusaha kecil, dan sebentar lagi aku akan keluar dari pekerjaan itu karna sudah tidak masuk dengan jumlah uang keluarku". Bayu.


"lebih besar pasak dari pada tiang?". sahut yang lainnya menebak dan Bayu mengangguk membenarkan.


"kau mau menjadi Asisten keduaku?". tanya Adi membuat situasi menjadi lebih menegangkan.


"a.. aku? ta tapi aku hanya lulusan Bisnis kampus tidak ternama". jawab Bayu berkedip-kedip lucu.


Adi terkekeh, "aku bisa mengajarimu dan Radit juga, aku menghandel 2 pekerjaan sebagai Presdir Asia Group dan Mal ANA, Radit juga akan sibuk dengan Istrinya, jujur sulit bagi kami membagi waktu".


"waah.. orang sibuk".


"aku mau kalau Bayu menolak". sahut yang lainnya.


"enak aja..! aku mau bekerja dengan Adi, kalian pikir aku bodoh?". bentak Bayu.


"mau Di.. aku mau bekerja denganmu". jawab Bayu dengan senang ke Adi.


"kalau begitu besok datanglah ke Mansion Anna". pinta Adi.

__ADS_1


"Mansion Anna?". beo Bayu.


"hmm.. aku bekerja disana, istriku sedang hamil jadi aku ingin meluangkan banyak waktu dengannya". jelas Adi.


"iya". Bayu.


mereka semua memuji Adi yang terlihat sangat mencintai Anna, Bunga tetap tersenyum manis tapi tangannya sudah terkepal sejak tadi diabaikan oleh Adi.


"apa dia balas dendam padaku?". batin Bunga lalu menggeleng kepalanya membuang pemikiran itu jauh-jauh.


Lesta melihat wajah Adi pun takjub lalu melihat ke Bunga yang memang menyukai Adi, hukum karma itu ternyata Ada, Adi yang dulu dibawah kini roda takdir berubah Adi lah yang diatas.


"sudahlah..! kenapa kalian jadi bicara bisnis ha? kita kesini mengenang masa SMA, lebih baik kita makan untuk memperbaiki masa lalu kita yang tidak baik ya?". Lesta berdiri.


semua teman-teman Lesta mendukung perkataan Lesta dan mulai makan dengan tenang, hanya dentingan sendok yang terdengar, Bayu melihat Adi yang tidak makan.


"kenapa tidak dimakan? apa kau alergi sesuatu?". tanya Bayu penasaran.


"tidak, aku hanya penasaran bagaimana dengan Istriku sudah makan apa belum". jawab Adi tersenyum.


"kalau begitu minta dia datang kesini untuk makan atau chat dia sedang apa, tanyakan dia sudah makan apa belum kan?". kekeh Bayu.


Adi menggeleng kepalanya membuat kening Bayu mengkerut,


"tadi malam tidurnya tidak nyenyak, aku tidak mau mengganggunya siapa tau dia sedang tidur". jawab Adi.


"kau sangat mencintainya ya?". Bayu tersenyum lebar pada Adi dengan tulus.


"sangat..! dia lah yang membuatku menjadi sukses seperti ini". jawaban Adi membuat semua mata melihat ke arahnya.


Bayu pun kaget, "loh? bukannya kamu pemilik Mal ANA Di? itu milikmu kan?".


"ceritanya panjang, Mal ANA memang milikku tapi aku terobsesi padanya maka nya membangun mal ANA". jawab Adi.


"aku tidak menyangka kau Pria yang romantis Adi". Bayu menggeleng kepalanya.


seorang Pria yang membangun Mal sebesar itu hanya karna terobsesi pada seorang Wanita, benar-benar sangat romantis dan mereka sebagai lelaki saja merasakan perjuangan Adi membangun Mal Itu.


Lesta pun menganga mendengar cerita itu, Ia menoleh ke Bunga sudah memerah darah juga tangannya terkepal seperti tidak terima akan semua pembicaraan Adi yang sangat memuji Anna, ketika acara di Luar Kota Adi juga memuji serta mengagungkan sang Istri (Anna) dan sekarang juga sama membuat semua orang mengerti betapa besarnya Cinta Adi pada Anna.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2