Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
perempuan selalu benar


__ADS_3

.


.


.


Anna dibuat tidak habis fikir dengan tingkah kedua sahabat baiknya itu yang terus saja mengocehi hal yang sama.


pintu Apartemen terbuka membuat Anna, Sekar dan Caca terdiam lalu serentak mereka bangkit melenggang pergi memasuki kamar padahal mereka belum sempat makan karna asik berdebat.


Adi menghela nafas berat melihat Istrinya bukannya menyambut Adi malah memilih pergi, bahkan makanannya saja masih utuh di meja makan.


"segitu fatalnya kah kesalahan kita? apa mereka tidak mau makan karna melihat kita?". tanya Radit.


"huh..!". Reyhan membuang nafas berat.


"ujian yang berat". decak Adi sambil memijit pelipisnya.


"hmm, sangat berat". sahut Reyhan dan Radit.


mereka menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, melakukannya berkali-kali sampai mereka tenang baru lah beranjak memasuki kamar masing-masing.


Adi masuk ke kamar dan melihat Istrinya tengah meringkuk dibalik selimut tampak memeluk perut buncitnya dengan posesif,


"sayangg? apa kamu akan mendiamiku seperti ini terus?". tanya Adi berjalan mendekati ranjang dan duduk ditepi ranjang.


".....?". Anna diam, Ia masih enggan mengeluarkan suaranya.


"Sayang? kalau kamu memang ingin tidur bersama kedua sahabatmu kan? ya sudah tidurlah selama beberapa hari ini dengan mereka, aku harus ke luar kota mengurus masalah di sana". kata Adi mengelus kepala Anna.


Anna perlahan membuka matanya tapi masih tidak mengeluarkan suara. Adi tidak mendapat respon pun menghela nafas lalu beranjak dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi.


Anna menoleh ke arah pintu kamar mandi, "dia mengizinkanku tidur beberapa hari dengan mereka dan dia akan ke luar kota?". gumam Anna sangat pelan.


setelah selesai berganti pakaian, Adi membawa makan malam untuk Anna beserta susu nya.


"sayangg? makanlah..! aku akan ke Luar Kota besok bersama Radit dan Bayu". pinta Adi memelas.

__ADS_1


Anna pun bangkit lalu menatap suaminya namun tidak mengeluarkan suara, Adi merasa itu lebih baik dari pada sebelumnya berpura-pura tidur sampai mengabaikannya dan sekarang ada respon walau tidak bersuara.


"terimakasih sayang..! pagi-pagi Linda akan ada disini, aku akan kembali dalam 3 hari lagi dan aku mohon saat itu amarahmu sudah baikan". Adi mengecup lama punggung tangan Anna.


Anna ingin berbicara tapi entah mengapa hatinya masih terasa sakit, padahal masalahnya sangatlah spele tapi mengapa Anna begitu marah sampai tidak mau menyapa suaminya.


"tidurlah..! aku akan antar ini ke dapur". pinta Adi mengelus kepala Anna lalu keluar kamar.


Anna menatap kepergian Adi, "dia sudah mengizinkanku tidur bersama kedua sahabatku tapi kenapa aku masih kesal dan enggan berbicara dengannya? apa masalahku?". gerutu Anna.


Anna mengelus perutnya, "sayang..?? apa kalian juga ngambek sama Papa kalian hmm? Papa kalian terlalu mengekang kita kan? kalian pasti masih mau dibelai oleh Aunty Sekar dan Aunty Caca, iya kan sayang?".


menghadapi Istri yang sedang hamil memang harus sabar, keinginan mereka harus terpenuhi jika tidak? maka masalahnya para suami akan semakin rumit.


pagi-pagi,


Adi berangkat kerja bersama Radit sementara Reyhan pergi kerja dan membiarkan Istrinya tidur bersama kedua temannya, Reyhan akan tidur di Apartemennya bukan ke Rumah yang akan ditanyai oleh Mamanya dan pasti Sekar akan semakin marah pada Reyhan nantinya.


Adi berkali-kali membuang nafas panjang, kali ini yang bawa mobil adalah Bayu sebab Adi maupun Radit sedang tidak fokus.


"Tuan? ada apa dengan kalian berdua? kenapa sejak tadi saya seperti hanya melihat raga kalian saja sementara nyawa kalian entah tertinggal dimana". tanya Bayu penasaran.


"oh.. masalah perempuan, perempuan memang rumit Tuan tapi bukankah semua perempuan itu sama? semua yang mereka inginkan harus terpenuhi jika tidak, pasti mereka akan marah kan? hanya masalah kacang diatas tempat tidur saja bisa dipermasalahkan oleh perempuan kalau hatinya sudah tersinggung". oceh Bayu.


"huh..! kami menyinggung hatinya". jawab Adi membuang nafas kasar.


"kalau begitu turuti saja apa yang mereka inginkan, perempuan sangat mudah marah tapi pasti mereka juga akan merindukan kalian". kata Bayu.


"maksudnya?". tanya Radit.


"Tuan?? apa kalian tidak tau kalau Benci dan Cinta itu beda tipis? semarah apapun Istri pada suami pasti ujung-ujungnya Istri juga akan merindukan suaminya". jelas Bayu.


"masalahnya tidak semudah itu, kami melakukan kesalahan yang sangat fatal". gerutu Adi.


"masalah apa? apa kalian berselingkuh?". celutuk Bayu.


Adi dan Radit menatap tajam Bayu yang nyengir kuda.

__ADS_1


"kalau bukan selingkuh berarti bukan kesalahan fatal kan?". kata Bayu masih nyengir.


"aku membawanya kabur saat dia minta tidur semalam dengan kedua teman baiknya". jawab Radit.


"laki-laki atau perempuan? kalau Laki-laki bukannya kalian yang harus marah?". tanya Bayu penasaran.


"perempuan beg*". ketus Adi.


"loh..? perempuan kan? terus kenapa kalian bawa kabur? hanya semalam kan?". tanya Bayu heran.


"kau tidak tau kalau kami lelaki tidak bisa tidur tanpa istri". omel Radit.


Bayu terkekeh, "hanya semalam apa itu begitu sulit?".


"kalau memang teman baiknya para istri kalian sudah jelas kalian dalam masalah besar". kekeh Bayu lagi.


"kenapa kau bisa tau masalah perempuan hah?". tanya Adi heran seolah Bayu sangat mengerti perempuan saja padahal belum menikah apa lagi punya kekasih.


"saya mungkin tidak berpengalaman Tuan tapi saya cukup tau karna Kakak perempuan saya yang sedang hamil selalu bertengkar dengan suaminya masalah tidur bersama sahabat baiknya juga". jelas Bayu.


Radit dan Adi saling pandang lalu serius melihat ke Bayu untuk mendengar cerita selanjutnya.


"perempuan itu sangat sulit di mengerti Tuan, apalagi saat hamil itu sungguh rumit dan sedikit saja menyinggung mereka maka hidup para lelaki yang Bucin istri dalam masalah besar". ujar Bayu tersenyum lebar.


"bagaimana ceritanya?". tanya Radit.


"kakak saya sedang hamil 8 bulan, anak ke dua nya dan dia minta izin tidur dengan sahabat baiknya perempuan tapi Suaminya tidak mengizinkannya sudah berkali-kali hingga Kakak saya marah dan kabur dari Rumah, itu sangat merepotkan kami semua yang ada di Rumah". curhat Bayu.


"lalu?". tanya Adi.


"lalu saat ditemukan Kakak saya marah-marah seolah Abang Ipar saya melakukan kesalahan yang begitu besar dan tidak termaafkan". sambung Bayu lagi.


Bayu menceritakan bahwa wanita hamil itu punya banyak permintaan karna efek bayinya, ternyata Kakak perempuannya ingin perutnya dibelai oleh sahabat baik perempuannya itu hingga Adi dan Radit menebak Istri mereka pasti menginginkan hal yang sama, jadi saat tidak diizinkan suami rasanya bumi hancur menimpa kakaknya sehingga memilih pergi dari Rumah dan mereka kerepotan mencari Kakaknya itu sampai 1 minggu penuh.


"jadi intinya perempuan itu selalu benar kalaupun Perempuan salah maka kembali pada perkataan pertama Perempuan selalu benar". kata Bayu penuh penekanan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2