Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
datang


__ADS_3

.


.


.


"sayangg...? besok adalah hari pernikahan kita, apa kamu tidak mau memakai baju ini sekali saja didepanku hmm? hanya padaku saja sebagai hadiah pernikahan kita.. ya??". bujuk Adi setelah melihat Anna diam menarik nafas dalam-dalam karna terlihat sedang meredam amarah Anna.


Anna terdiam lalu melihat jam tangannya yang ada tanggal, Ia menghela nafas sambil memijit pelipisnya, Adi mendekati Anna dan memegang kepala Anna.


"kenapa sayang? ada yang sakit?". tanya Adi khawatir dan cemas.


Anna menggeleng kepalanya lalu menatap suaminya lama,


"ada apa sayang? terus kenapa memegang kepalamu? aku bantu ya?". tanya Adi memijit-mijit kepala Anna dengan pelan dan hati-hati.


"apa harus begini caranya? memakai jaring-jaring itu? akan lebih baik menurutku kamu memintaku telanj*ng saja lalu minta aku meleb*rkan pah*ku kan? semua selesai, terus kenapa harus memakai jaring-jaring itu yang sama saja tidak memakai baju hmm?". cerocos Anna dengan mata kian melotot horor.


Adi nyengir kuda, "aku hanya ingin sayang, aku ingin tau bagaimana penampilanmu dengan pakaian itu".


Anna menepuk keningnya, Ia benar-benar tidak mengerti alur pikiran suaminya.


"bukankah kamu sering melihatku tidak berpakaian By? itu sama saja dengan memakai baju jaring-jaring ini". desis Anna dengan begitu sabarnya.


"jika kamu tidak mau pakai tidak apa sayang, biarkan aja ya? jangan dibuang, aku tidak akan memaksamu untuk memakai pakaian itu, bagaimana? tidak apa kan?". pinta Adi sekali lagi Ia harus yang paling sabar menghadapi bumil kesayangannya itu.


Anna membuang nafas panjang, "ya udah". jawab Anna tak lagi mempermasalahkan pakaian itu.


.


Anna menyambut kedatangan Mia dan memeluknya seperti saudara kandung, Sartika juga datang memeluk Anna seperti anak sendiri.


"bagaimana kabarmu sayang?". tanya Sartika mengelus pipi Anna.


"baik Tante". jawab Anna tersenyum cerah mengelus perutnya.


"kalau begitu aku antar suamiku dulu ya?". izin Mia ke Anna dan Sartika.


Anna menganggukkan kepala sambil tersenyum begitu juga Sartika, Mia mendorong kursi roda David.


"aku bisa jalankan sendiri sayang". bisik David.

__ADS_1


"aku harus memastikan keadaan suamiku dengan baik lalu aku bisa berbincang dengan Anna, aku gemas melihat perutnya suamiku". jawab Mia dengan senyum cerahnya.


David tersenyum dan itu terlihat cantik hingga Mia mengecup kening David yang selalu membuat Mia terpesona, walau suaminya lumpuh tapi wajah suaminya itu seperti rasa semangat tersendiri bagi Mia merawat suaminya sehingga rasa lelahnya hilang.


"kamu sangat agresif sayang". David mengelus kepala Mia yang berjongkok di hadapannya.


Mia nyengir kuda, "suamiku terlalu cantik mengalahkan kecantikanku". kata Mia membuat senyum David kian melebar.


Mia seperti kebahagiaan tersendiri bagi David yang berada ditengah keterpurukannya, bahkan kakinya kini sudah bisa berdiri selama 15 detik sejak perawatan Mia yang begitu semangat membawa suaminya ke Rumah Sakit dengan mengikuti berbagai pelatihan penguat tulang, dokter mengatakan kemungkinan David sembuh sangat besar dan itu semua karna Mia.


"bagaimana keadaanmu nak? apa Mia emosian?". tanya Leonard menggoda.


"kakekk?". rajuk Mia memajukan bibirnya.


Leonard tertawa bersama David lalu Mia izin pada Leonard dan David untuk ikut berbincang dengan Anna.


Adi datang setelah menyelesaikan pekerjaannya dan melihat Anna tengah mengoceh dengan Sartika bersama Mia, Ia berjalan ke arah David yang sedang bersama Leonard.


"bagaimana?". tanya Adi menepuk pundak David dan duduk tenang disamping David.


"apa nya?". tanya David.


"hubungan kalian? apa dia bisa diandalkan?". tanya Adi tersenyun tipis.


"artinya dia memang bahagia kan? dia tidak pernah seceria itu". kata Leonard melihat Mia melompat-lompat gembira memegang perut Anna.


David tersenyum melihat Istrinya, sejak pertama kali Mia duduk sejajar dengannya sudah membuat David jatuh cinta ditambah kesabaran Mia dalam merawatnya.


mereka berbincang perihal kesehatan David, lalu David menceritakan tentang kakinya yang sudah bisa berdiri beberapa detik dan itu sudah perubahan yang sangat besar untuk kesembuhan kaki David.


"Cinta memang bisa menyembuhkan penyakit apapun". senyum lebar Leonard.


"iya Kek..! Cinta bisa mengalahkan apapun apalagi jika sudah ketulusan, setiap orang punya kesalahan sendiri-sendiri tapi jika kita sadar dan mau berubah otomatis kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya". sahut Adi tersenyum tipis.


"tapi kau yang memberinya padaku Di, terimakasih ya? aku mengenalmu saat sedang lumpuh tapi kau tidak pernah meninggalkanku seperti temanku yang lain". keluh David.


"jangan cengeng! kau lelaki". ledek Adi dengan wajah tak berdosanya.


David terkekeh dan Leonard menggeleng kepalanya, Adi kalau berbicara dengan orang lain tidak peduli perkataannya itu penuh bisa ular tapi jika bersama Anna pasti Adi akan berhati-hati dengan lisannya itu.


.

__ADS_1


"tenang saja kamu pasti bakalan hamil Mia". kekeh Anna yang tak bisa menahan tawanya melihat Mia seperti anak-anak memegang perutnya.


"berapa usia kandunganmu sayang?". tanya Sartika.


"hmm? berapa minggu ya? tapi mungkin sudah 5 bulanan Tante". jawab Anna.


Sartika mengangguk, "benar-benar besar ya? seperti sedang hamil tua". kekehnya pelan.


"aku tidak sabar memberi David keturunan". senyum lebar Mia memindah-mindahkan perut buncit Anna ke perutnya.


"biar apa seperti itu?". tanya Anna sambil tertawa.


"biar nular, hihi". cengir Mia.


mereka bertiga terbahak, sungguh mereka tidak menyangka hari ini akan tiba yaitu hari impian Anna yang ingin hidup bahagia bersama saudaranya.


.


setelah makan malam bersama,


"kenapa kalian terburu-buru pulang hmm?". tanya Leonard dengan heran.


"Papa menunggu kami Kek..!". jawab Mia malu-malu.


"lebih baik menginap saja kan tidak apa". Leonard.


Mia menjelaskan bahwa dia dan David tiba bisa menginap tapi berjanji akan menginap beberapa hari lagi, sebab besok David harus ke Rumah Sakit kembali berlatih untuk menguatkan tulang kakinya yang sebelumnya mustahil untuk disembuhkan.


"ya sudah..! besok-besok kalian harus mampir terus menginap ya?". pasrah Leonard.


"semangat David..! ingatlah setiap manusia punya masalah hidup, dulu aku juga tidak bisa berjalan tapi karna pengobatan Kak Nana aku bisa sembuh, sekarang Kak Nana tidak bisa mengobatimu karna kamu laki-laki, Bang Arka bisa cemburu jika Istrinya merawat laki-laki, jadi aku rasa kamu harus bersemangat ya? obat terkuat bagi orang sakit itu adalah kemauan diri orang itu sendiri". kata Anna dengan senyuman.


David terkekeh pelan begitu juga yang lainnya,


"aku juga bisa merawat suamiku sendiri, nanti suamiku bisa jatuh cinta dengan Kak Nana yang tidak akan bisa aku saingi kecantikannya". rengut Mia dengan muka masamnya.


David mencubit pipi Mia, Anna memutar bola matanya dengan malas tapi bibirnya tersenyum senang karna Mia akhirnya punya kebahagiaannya sendiri.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2