
.
.
.
di tempat lain,
Anna mondar-mandir di kamarnya, Ia bolak-balik melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11.09 WIB.
"dimana Adi? apa dia tidak mau menemuiku? apa masalah itu terlalu berat? aiiishhh..! aku tidak tau harus berbuat apa, kenapa Adi mengurungku? ". oceh Anna yang gelisah tak karuan sejak tadi.
Anna terus saja mengoceh, sebelum melihat suaminya sepertinya Anna tidak akan bisa tidur atau bahkan lebih tenang, Gadis itu terus saja menggerutu dan tak bisa diam.
sementara di Rumah megah, seorang Pria berpakaian tertutup tampak berjalan tenang namun sesekali harus mengendap-ngendap melewati CCTV supaya wujudnya tidak terekam, didepan gerbang banyak satpam yang berjaga tapi tidak menjadi penghalang bagi Pria itu bisa masuk ke Rumah besar itu.
di dalam kamar yang menjadi target tempat tujuannya terlihatlah seorang Pria tanpa busana dengan seorang wanita, dari baju yang berserakan sepertinya Wanita itu adalah seorang pelayan yang baru saja habis mengarungi indahnya dunia berdua.
Pria misterius itu membuka sedikit maskernya lalu meludah kesamping, ternyata Pria misterius itu adalah Adi.
"bisa-bisa nya kau tertidur nyenyak setelah membuat Istriku menjadi bulian Publik..? ciih..! aku akan menghancurkanmu". batin Adi.
Adi bisa menoleransi masalah apapun yang menimpa dirinya tapi Ia tidak akan memaafkan orang yang menyakiti Istrinya apalagi membuat nama Istrinya menjadi buruk, Ia akan habisi siapapun orang itu.
bahkan Ayah kandungnya sendiri saja tak diberi ampun oleh Adi, Adi balas dendam tidak pernah tanggung-tanggung, kini keluarga yang pernah menyakiti Adi tengah dilanda masalah perekonomian, pertengkaran, menjual diri dan banyak hal lain yang Adi lakukan hingga secara perlahan mencekik kehidupan Keluarganya itu.
bagi Adi mereka semua bukan keluarganya tapi manusia yang pantas menghuni neraka, Adi tidak peduli apapun hukum dinegaranya ini kecuali sampai hasrat balas dendamnya terpenuhi, Adi memberi pelajaran pada keluarga yang membunuh Ibunya dengan membuat neraka versi dunia buatan Adi pada mereka semua.
"lihat balasanku pengecut..! ". seringai Adi lalu memotret pemandangan itu.
inilah rencana yang Adi lakukan dengan membongkar kebusukan Fendy, Ia juga merekam Vidio dengan jelas menunjukkan wajah Fendy serta wajah si Pelayan wanita,
"ciih.. ini belum seberapa, kehancuranmu telah tiba..! saatnya aku mengirimmu ke neraka". seringai Adi.
Adi mengedarkan pandangannya lalu membuat tali gantung, Ia tidak butuh waktu lama membuat hal itu lalu menyeret Fendy dengan senyuman tipisnya yang penuh misteri.
Fendy perlahan membuka matanya hendak bersuara tapi tidak bisa akhirnya Ia mengerti mulutnya sedang dilakban, Fendy membelalak dan berusaha mengeluarkan suara tapi tetap tidak bisa karna tangannya di lakban juga namun tidak akan meninggalkan bekas.
Adi menggantung Fendy ditali yang Ia buat, betapa ketakutannya Fendy saat ini menatap Pria misterius yang kini tengah berusaha menggantungnya, Fendy geleng-geleng kepala sambil meneteskan air matanya meminta Adi untuk melepaskannya.
__ADS_1
"ini hadiah dariku..! berani sekali kau menyakitinya". mata Adi menyipit, sepertinya Adi tengah tersenyum dibalik masker dan topinya itu.
Fendy berusaha memberontak tapi gerakannya sudah dikunci oleh Adi, Adi memijak kursi yang dipijak Fendy yang menggeleng-geleng tak ingin dibunuh oleh Pria misterius ini.
"siapa Pria ini? kenapa dia bisa ada disini? bagaimana dia bisa masuk? sialan.. bagaimana caraku lepas? kenapa dia menggantungku? apa maunya? siapa dia?? siapaaa?? ". batin Fendy meracau.
Adi melirik kesamping dimana Wanita yang tidur bersama Fendy tadi tidak terbangun sedikitpun oleh semua kode yang Fendy lakukan.
"dia tidak akan bangun". bisik Adi
Fendy membelalak,
"mau tau?". senyum Adi dibalik maskernya.
"aku memberinya aroma khusus yang membuat tidurnya semakin nyenyak". bisik Adi lalu tertawa pelan.
Fendy semakin gemetaran lalu Adi mendorong kursi yang dipijak Fendy, Fendy menggeleng-geleng kepalanya dan terus meronta-ronta sementara Adi tetap dengan posisi tenang dan santainya menunggu Fendy yang meregang nyawa.
30 menit kemudian, Adi melepas lakban di mulut Fendy dan melepas ikatannya, sungguh adegan yang miris tapi tampaknya Adi tidak kasihan sama sekali melihat hal itu.
"dasar tidak berguna". decak Adi lalu menghapus semua jejaknya.
Adi dengan santai melajukan mobilnya tanpa harus menghidupkan mesin, karna mobilnya telah didesain khusus untuknya, setibanya di Mansion Anna.
"kita lihat berita besok pagi". senyum tipis Adi sambil melihat jam tangannya disorot lampu tempat parkiran mobil nya di Mansion Anna.
"apa Anna sudah tidur? ". gumam Adi
Adi berharap Anna sudah tidur lalu saat tiba di kamarnya Ia terkejut melihat Anna duduk disofa tampak mengantuk sampai wajah Adi berubah manis.
"tidak ada siapapun yang bisa menyakitimu sayang, besok pagi aku namamu akan pulih lagi". senyum manis Adi.
Adi perlahan memasuki kamar mandi dan membersihkan diri ditengah malam, Anna terbangun seketika celingukan kesana-kemari mendengar suara air.
"siapa itu? ". teriak Anna.
Anna perlahan mendatangi kamar mandinya, seperti biasa Adi tidak pernah mengunci pintu kamar mandi hingga Anna melihat pakaian Adi berserakan dilantai dan Ia memekik melihat pemandangan yang sama yaitu Adi mandi dibawah pancuran shower hanya mengenakan dal*m*n.
"kenapa?mau mandi denganku?". tanya Adi tersenyum mematikan showernya dan mengambil handuk melilit pinggangnya.
__ADS_1
Adi mendekati Anna yang berjalan mundur dan mundur seperti salah tingkah padahal memang salah tingkah,
DeG!!
sekali lagi jantung Anna berdebar kencang, Ia memberanikan diri menatap wajah tampan Adi yang tengah mengunci tubuhnya ditembok.
"kenapa belum tidur? ". tanya Adi dengan lembut
jemari tangan Adi yang basah perlahan meraba wajah Anna yang merona, sangat menggemaskan.
"ke.. kenapa kamu tidak pernah mengunci pintu? ". tanya Anna gugup.
"bukankah kamu Istriku?". goda Adi tersenyum hingga kedua lesung pipinya terlihat jelas membuat Anna semakin jantungan saja.
Anna bisa pingsan jika terus seperti ini dengan Adi, apalagi penampilan Adi yang basah begitu seksi dan membuat pikirannya melayang-layang saja.
Anak... Anak.. Anak.. Anak.. Anak..?
semua yang ada di pikiran Anna hanya tenang Anak saja,
"kenapa wajahmu kian memerah? apa kamu demam? ". tanya Adi meraba kening Anna.
"t. tidak.. aku tidak demam, ke.. kenapa kamu lama sekali pulangnya? akk.. aku pikir kamu dalam masalah besar? apa tidak bisa mengatasi Fendy? ke.. kenapa kamu meminta Caca dan Sekar mengurungku? ba.. bagaimana caramu mengatasi masalah ku? ".
Adi senyam-senyum sendiri menatap wajah Istrinya yang celingukan kesana-kemari, mata birunya tidak berani beradu pandang dengan mata hitam legam Adi.
"aku berhasil mengatasinya..! lihat saja besok ya? ". senyum tampan Adi perlahan mendekat lalu mengecup pipi Anna.
"jangan khawatir". bisik Adi ditelinga Anna membuat Anna memejamkan matanya mendengar suara sensual Adi.
Adi pergi sambil tersenyum puas, sementara Anna meraba pipinya yang basah Ia merosot lemah sampai terduduk tak berdaya.
"badanku lemas semua". gumam Anna menekuk kedua kakinya seperti seorang gadis yang baru saja dilec*hkan oleh orang asing padahal Adi adalah suami Anna.
.
.
.
__ADS_1