
.
.
.
Anna sepertinya sudah terbiasa dengan perlakuan manis Adi, saat ini pikiran Anna masih terbengkalai alias kacau.
Adi berdiri lalu menarik pelan tangan Anna yang ikut berdiri, tangan Adi meraba wajah Anna lalu berpindah ke pinggang Anna dan menarik tubuh Anna sampai masuk kepelukan hangat Adi.
"jangan terlalu memikirkan masalah itu sayang..! bukankah isi kepalamu hanya saraf manusia saja?". gemas Adi mencium sayang bahu Anna.
Anna tersenyum seketika, "terimakasih sudah mengingatkanku". ucap Anna dengan tulus.
Anna membalas pelukan Adi dan memejamkan matanya di bahu Adi, Ia merasa nyaman memeluk Pria yang sudah sah menjadi suaminya.
Anna ingin mengatakan banyak hal tapi Ia terlalu malu mengakui Perasaannya pada Adi, biarlah Adi yang mengatakan Cinta padanya dan menyentuhnya untuk memiliki Anna seutuhnya, padahal Adi berulang kali menyatakan Perasaan pada Anna.
Adi melepaskan pelukannya dari Anna, "mandi ya? aku akan buatkan air hangat untukmu". Adi mengelus pipi Anna lalu mengecup punggung tangan Anna.
Anna menatap kepergian Adi yang begitu telaten menjaganya, Adi seperti Arka saat mencintai Nana.
"apa Adi memang mencintaiku? benarkah dia mencintaiku? kalau iya kenapa tidak menyentuhku? aku kan malu menjadi ikan asin". gumam Anna akhirnya melupakan kata-kata Nian yang mencemari otaknya.
Adi membuat aroma mawar yang akan menenangkan pemikiran Anna, Adi mendatangi Anna membawa istrinya ke kamar mandi dekat Bath Up.
"apa ini Adi? ". tanya Anna cukup kaget melihat Iped serta Ponsel terletak diatas Bath Up.
"ini tontonan untukmu menenangkan diri..! aku tau Film itu sangat bagus, dalam film itu ada aku sebagai pemeran pengganti adegan action pemeran utama". jawab Adi.
"kamu aktor? ". tanya Anna tak percaya.
"bukan aktor hanya pengganti, aku banyak bekerja di Jerman sayang walau hanya pemeran pengganti tapi gajinya cukup besar, uang 3 M yang kamu berikan aku gunakan untuk operasi wajah serta biaya kuliahku, sementara uang pengeluaran keseharian aku bekerja". Adi.
Anna berdecak tak percaya kalau Adi bisa berakting, pantas saja Adi tidak canggung didepan kamera.
"tonton ya? ceritakan padaku bagaimana penilaianmu saat aku beradegan action, wajahku tidak terlihat oleh kamera tapi tubuhku disorot kamera". Adi.
Anna mengangguk dengan senyuman, Adi mengecup kening Anna lalu berlalu pergi meninggalkan Anna yang tersenyum lebar.
__ADS_1
"baiklah..! tenangkan pikiranmu Anna". Anna melepaskan satu persatu bajunya lalu masuk ke bath up.
"Rose? ". gumam Anna teringat wangi khas tubuh Rose sampai sekarang adalah mawar.
.
Adi diluar mengepalkan tangannya, sorot matanya berubah tajam dan berapi-api.
"dasar tidak berguna..! lihatlah apa yang akan aku lakukan padamu, berani sekali kau mencuci otak Istriku". gumam Adi dengan geramnya.
Adi mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Radit meminta Radit mengirimkan bukti-bukti kejahatan Nian lalu setelah itu Adi munculkan ke Publik.
.
pagi-pagi,,
Nian ditampar dan dagunya dicengkram kuat oleh Roben saat berita Nian menyebar luas dimedia sosial, Nian yang berciuman dengan banyak lelaki yaitu mantan orang yang pernah mengejar-ngejar Anna bahkan Nian berakhir di hotel.
Nian mabuk-mabukan di Club dan meminum obat-obatan terlarang dan itu tidak diblur sehingga pihak kepolisian yang paling tertinggi mendatangi Rumah kecil mereka dan memberi surat perintah penahanan resmi, kali ini Nian tidak bisa membeli hukum pada pihak polisi dan pengadilan karna seluruh dunia sudah tau kejahatan Nian, jika bebas? masyarakat akan mempertanyakan hukum pemerintah juga mulai ikut-ikutan memakai obat-obatan terlarang.
"Papa aku mohon..! aku tidak mau ditangkap para Polisi lagi, aku tidak mau dipenjara Papa !!". teriak Nian.
pihak polisi mulai mendesak Roben akan membawa Nian tapi Nian terus saja menangis memeluk kaki Roben, Besta hanya bisa menangis melihat Anaknya ditangkap polisi padahal baru bebas dari penjara.
"kalau begitu datangi orang yang kau singgung itu lalu meminta maaf padanya..! percuma saja kami menolongmu dunia sudah tau tentangmu, kau yang merusak masa depanmu sendiri". kata Roben membalik badan menendang kakinya sendiri hingga Nian terjungkal.
Nian diseret Polisi yang berjumlah puluhan orang diRumah sederhana mereka, Besta menangis menarik tangan Nian yang berteriak histeris meminta Besta menolongnya.
kali ini Nian tidak terselamatkan, ia harus mendekam dalam penjara selama 5 tahun karna tidak bisa membayar denda dan itu hukuman yang Adi berikan pada Orang yang melukai hati Istrinya.
.
Anna menganga lebar melihat berita Nian yang ditangkap polisi kali ini masalahnya lebih sulit dihadapi, sebelumnya Nian masih bisa bayar uang tebusan dengan alasan salah tangkap tapi sekarang bukti sudah tersebar luas.
Sekar dan Caca yang sedang bersama Anna tengah bersama ke Mal ANA untuk bersenang-senang.
"jadi ini semua hukuman dari Adi untuk wanita jahat ini? ". tanya Sekar dengan takjub melihat ponsel Anna.
Caca tersenyum lebar, "aku puas dengan hukumannya, kenapa tidak seumur hidup saja".
__ADS_1
"jadi ini memang hukuman yang Adi berikan untuk Niandra? tapi aku tidak pernah meminta Adi untuk menghukumnya". Anna berbicara dengan heran juga serius.
"tidak pernah meminta menghukumnya? kamu lupa kalau kamu itu Istrinya Adi Anna? kamu seharusnya senang ada Pria yang melindungimu". oceh Sekar dengan kesal.
"aku rasa dia memang pantas menjadi suamimu Anna..! aku suka caranya yang tegas dan tidak menoleransi mulut berbisa orang menyakiti hatimu, aku yakin dia bisa membunuh orang jika kamu dalam bahaya". Caca mengatakan isi pikirannya mengenai sifat Adi.
Anna menjatuhkan rahangnya, sedangkan Sekar malah berbinar gemas dengan sifat Adi yang sangat romantis menjaga Anna.
"aku juga ingin punya suami yang bisa melindungiku dan menyayangiku". senyum cerah Sekar.
"ckk..! melindungimu dari apa? memang kamu dalam bahaya? ". ledek Caca.
"heii..? bahaya nyamuk? aku butuh suami yang baik melindungiku dari gigitan nyamuk demam berdarah.. wlekkkk! ". Sekar menjulurkan lidahnya.
Caca mendengus, "mana ada nyamuk di Mansion Anna".
"kalau aku menikah mana tinggal disini, aku akan tinggal di Apartemen bersama suamiku". oceh Sekar dengan santai dan angkuh.
"sudah.. sudah..! kalian membuatku pusing saja.! ayo kita kembali belanja, aku butuh menenangkan diri". potong Anna.
"okehh! ". jawab Caca dan Sekar kompak dan ceria.
mereka bertiga bergandengan tangan memasuki setiap toko, sungguh senang sekali Anna bisa shooping dengan kedua sahabat baiknya.
mereka bertiga sesekali bertengkar mulut memperdebatkan pakaian terutama Caca yang tidak terlalu suka berpakaian seksi.
"kita beli sepatuu! ". pekik Sekar
"kali ini aku yang bayar". kata Caca.
"baiklah..! nanti makan siang aku yang traktir". jawab Sekar dengan gembira.
Anna terkekeh,
mereka bertiga tertawa bersama lalu kembali bergandengan tangan walau banyak bawa paperbag ditangan tak membuat mereka putus asa berbelanja, mereka saling terbuka soal pengeluaran satu sama lain, baju-baju mahal Anna yang bayar sekarang membeli sepatu Caca yang bayar, nanti makan siang bersama Sekar yang bayar, begitulah pertemanan mereka bertiga sampai sekarang.
.
.
__ADS_1
.