
.
.
.
ke esokan paginya,
Kabar Fendy meninggal bunuh diri tersebar luas, namun sebelum itu perselingkuhan Fendy sudah terbongkar tepat 3 jam sebelum bunuh dirinya Fendy.
Fendy banyak menid*ri wanita dan tersebar juga berita penganiayaan Fendy pada sebagian besar wanitanya, karna orangtuanya lumayan berkuasa tentu bisa menutup tabiat jahat anaknya tapi karna kebusukan anaknya sudah terbongkar tidak ada yang bisa mereka lakukan.
mereka seperti tertimpa reruntuhan bangunan, nama baik keluarga Fendy hancur, nama pria yang terkenal ramah (Fendy) telah rusak karna aksi kekerasan pada wanita yang dilakukannya, belum sampai itu Keluarga Fendy harus berduka sebab Fendy bunuh diri,
Brakkkh... sreeaakk...!
"aaah...? sakit Nyonya.. sakiit...? ". jerit wanita yang seorang pelayan tidur bersama Fendy rambutnya dijambak ke atas oleh Ibu Fendy.
"apa yang kau lakukan hah? kenapa Fendy bunuh diri tepat didepanmuu? ". jerit si Nyonya
"tidaaak..? saya tidak tau apa-apa, saya hanya melayaninya seperti yang dia inginkan". jawab sipelayan.
plak...
pertengkaran diantara mereka terjadi hingga wanita yang terakhir bersama Fendy dibawa ke kantor polisi guna dimintai keterangan, pelayan bersama Fendy dijadikan saksi sekaligus tersangka, nama baik keluarga Fendy sudah hancur.
"orangtua dan Anak yang suka bersandiwara ".
"iya..! dasar sinting...! bisa-bisanya dia berkhayal akan memiliki menantu sekaya Nona Anna".
"pantas saja Nona Anna tidak mau menikahinya".
"iya ya..! entah apa rencana om nya Nona Anna, kenapa dia melibatkan keponakannya? sepertinya Om nya Nona Anna tidak baik".
"apa kamu tidak tau Nona Anna sangat kaya-raya? dia bisa membeli 5 pulau dalam sekedip mata jika dia mau".
"aah.. dia seorang dokter padahal dia Tuan Putri, tidur di Rumah tanpa bekerja pasti tidak akan jatuh miskin".
"anak sultan woiii....! elu mah cuma anak curut...! bisa-bisa nya berangan-angan menjebak Nona Anna? hahaha... ".
"iish... geli aku lihat vidionya".
"woow..! dia suka main tangan? pantas saja Nona Anna tidak mau menikahinya".
"tidak tau malu!! ".
begitulah hangatnya pembicaraan publik saat ini, para netizen meminta maaf pada Anna karna telah menganiaya Anna tanpa tau kebenarannya.
__ADS_1
Anna menganga lebar melihat semua komentar itu, Ia tidak menyangka kebenaran yang Adi ungkap membuat Fendy bunuh diri tanpa Anna ketahui saja Adi itu terlibat.
"bagaimana nak? hebatkan Suamimu? ". Leonard tertawa puas dengan cara Adi menyelesaikan masalah.
Caca diam saja karna Ia juga mulai percaya dengan Adi adalah Pria yang pantas untuk Nona nya namun tidak ditunjukkan secara terang-terangan,
Sekar tersenyum manis, "waaah.. Anna aku rasa kamu akan cepat jatuh Cinta pada suamimu? haha.. kamu tidak merasa betapa romantisnya dia hm? aku pikir kamu dapat menilainya?". celutuk Sekar dengan senang.
wajah Anna memerah menundukkan kepalanya lalu secara perlahan menyimpan ponselnya, Adi tersenyum hingga kedua lesung pipinya terlihat jelas.
"Ya Tuhann...! indahnya Ciptaanmu..? Adi kamu sangat tampan tau nggak? lesung pipimu itu loh? gemesin banget". oceh Sekar tanpa beban menangkupkan kedua pipinya sendiri dengan gemas.
Anna tak bersuara hanya melirik ke arah Adi yang melihat ke arahnya, segera Anna memalingkan muka, Caca menatap mereka secara bergantian sedangkan Leonard asik tertawa lepas.
"Annnaaaa...? kamu pasti bahagia banget bisa melihat wajah manis suamimu kan? aku rasa dia generasi baru Kimbum". oceh Sekar
"diamlah..!". Caca menatap kesal Sekar.
Sekar menutup mulutnya sendiri,
.
di dalam mobil,
"kenapa aku tidak boleh bawa mobil sendiri? ". tanya Anna ke Adi.
Adi tersenyum, "aku hanya ingin mengantarmu, itu saja".
"ada apa Anna? kenapa kamu jadi lebih pendiam? aku rasa sejak tadi malam kamu tidak banyak bicara? apa masalah Fendy? apa kamu merasa bersalah?". tanya Aditya
Anna tersenyum lalu menggeleng kepalanya, setiap Adi bertanya pasti Anna jawab dengan gelengan, senyuman serta anggukan membuat Adi gemas saja.
di parkiran,
"aku kerja..! terimakasih sudah mengantarku". ucap Anna
Anna hendak keluar namun tangannya dicekal oleh Adi membuat si empunya memutar kepala melihat Adi.
"ada apa? ". tanya Adi serius.
"tidak ada". jawab Anna tersenyum.
Adi perlahan mendekat hingga mata Anna membulat saat Adi mengecup mesra pipinya lalu Anna bisa melihat senyum tampan Adi begitu dekat dengannya.
"hati-hati bekerja". kata Adi dengan lembut mengelus kepala Anna.
Anna menganggukkan kepalanya lalu segera keluar dari mobil Adi, gadis itu sedikit berlari menjauhi Adi sambil memegang kedua pipinya yang terasa panas.
__ADS_1
Adi terkekeh melihat Anna berlari kecil, terlihat menggemaskan namun Ia penasaran akan sesuatu,, "ada apa dengan Anna ya? kenapa dia berbeda? apa masalah Pria brengs*k itu? ". gumam Adi tampak berpikir dengan serius.
.
.
di Perusahaan Asia Group.
"oh.. ada apa Om? ". tanya Adi tersenyum tipis melihat Roben menghadang jalannya.
"apa kau yang menyebarkan Vidio itu? ". tanya Roben menggelegar.
"hmm..? kenapa? bukankah dia menjelekkan nama Istriku? laki-laki seperti itu tidak pantas dipuja sementara Istriku yang tidak bersalah malah dibuli dan dihina hanya karna tidak datang diacara pernikahan yang anda buat sendiri". jawaban Adi juga santai membuat para karyawan yang lalu lalang berhenti mendengar pembicaraan mereka.
"kau seorang pembunuh..?apa kau tidak sadar dia bunuh diri karna perbuatanmu itu hah? ". teriak Roben tak menyerah.
"lalu kau mau membunuh Istriku? dengan menikahkan dia dengan Istriku? kau fikir aku tidak tau rencanamu? kau tau dia Pria main tangan tapi kau paksa dia menikah dengan Istriku, bahkan putrimu saja tidak mau menikahinya". kata Adi masih dengan tenang.
Roben ingin berbicara namun terhenti saat beberapa karyawan setia Leonard tanpa takut menggosipi Roben yang ingin tahta, Roben ingin Anna punya suami yang bisa diperbudak tak peduli bagaimana kehidupan Anna yang menderita disiksa oleh Pria pilihan Roben.
"diammm..! ". teriak Roben menggema.
"akui saja Pak Roben..! anda ingin menjadi Presdir bukan? tapi sayangnya Nona Anna sudah menikah!".
"Pria itu sok jadi Ayah yang baik untuk Nona Anna tapi sebenarnya hanya Pria serakah yang ingin membunuh Nona Anna ditangan Pria tukang main tangan itu".
"busuk hati".
tanpa takut karyawan Leonard semakin merajalela saja memaki dan mengutuki Roben, Roben yang tidak tahan segera pergi dari sana dalam keadaan sangat marah.
tidak ada yang bisa membelanya, padahal Adi membuat Fendy bunuh diri bahkan pihak Polisi pun tidak bisa menuduh Adi karna jawaban Sekretaris Im membuat mereka semua mati kutu, kekuasaan Sekretaris Im sangat besar sama seperti Leonard yang bisa mengatur segalanya.
"kalian kembalilah bekerja..! ". titah Adi
"baik Tuan Muda". jawab semua Karyawan setia Leonard lalu membubarkan diri dengan tertib.
Radit diam saja dibelakang Adi karna tau situasi sudah membaik, setibanya di Ruangan Adi seperti biasa jiwa cerewet Radit muncul begitu saja.
"kenapa kau ribut sekali?". ketus Adi mengucek sebelah daun telinganya.
"kau pelakunya kan? ". tuduh Radit yang sangat mengenal kekejaman Adi.
"hmm". jawab Adi tanpa merasa bersalah.
Pria seperti Fendy hanya hama di muka bumi ini, oleh sebab itu Ia harus dihabisi sebelum berulah menyakiti hati Permaisuri tercintanya.
.
__ADS_1
.
.