Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tamu spesial


__ADS_3

.


.


"Nona..? apa Nona memang disuruh Tuan Rey? ". tanya Ibu Koki.


Sekar tertawa meloncat-loncat gembira melewati pelayan yang menanyainya segera memasuki dapur dan memakai celemek dapur.


Ibu Koki dan Pelayan lainnya menepuk jidatnya karna Nona Mudanya malah memfitnah Tuan Muda mereka,


"Nona Muda nakal sekali". gumam Ibu Koki.


"tapi Nona suka memasak Bu".


"iya, lihatlah betapa bahagianya dia memasak". gemas pelayan lainnya.


"aku mau bantu Nona muda". ujar pelayan lain.


mereka pun ikut-ikutan membantu Sekar yang hobi memasak, jujur saja Sekar bosan di dalam Rumah saja sebab suaminya membuatkannya sebuah Ruangan khusus untuk Sekar bekerja dan akan menjual hasil karya Sekar nanti dengan bantuan Rey sehingga tidak boleh bekerja diluar.


Sekar yang sudah biasa beraktifitas tidak suka bermalas-malasan jadi suka memasak, terkadang Sekar buat banyak makanan untuk para pelayan dan satpam bahkan membuat kue-kue berupa cemilan sehat, membuat Mama Eve stres dengan kelakuan menantunya yang tidak mau hidup enak itu.


Papa Andi pun pusing sendiri mendengar omelan Mama Eve, Ia meminta Eve untuk membiarkan Sekar melakukan apapun yang disukanya tapi Eve tidak mau menantunya terluka hanya minta Sekar fokus supaya memberinya Cucu.


sekarang Sekar tanpa segan dan tidak takut memfitnah suaminya yang tidak tau apa-apa demi membuat Mama Eve membiarkan Sekar masak di dapur.


.


"Mamaa? ada apa Ma?". tanya Reyhan melihat Mama Eve menerobos masuk ke Ruangan Rapatnya sehingga banyak bawahannya yang melihatnya.


Mama Eve berkacak pinggang menatap tajam Putranya, "kamu meminta buatkan makanan pada Istrimu hah? ". tanya Mama Eve.


"hah? minta makanan apa Ma? Rey tidak menyuruh Sekar memasak apapun". jawab Reyhan.


"mengaku saja, menantuku yang bilang kalau kamu yang memintanya memasak". bentak Mama Eve dengan nafas memburu.


Reyhan memijit pelipisnya seketika dengan kelakuan Istrinya itu, yah.. Mama nya memang sangat menyayangi Sekar sehingga tidak mau menantunya itu bekerja tapi Sekar tidak mau diam didalam kamar tanpa ada aktifitas apapun.


"Ma..? Rey tidak meminta Sekar memasak Ma? sungguh! ". jawab Rey terkekeh gemas cara Istrinya menghukumnya yaitu memfitnahnya.


Sekar sedang mengajukan protes pada Rey bahwa Ia tidak bisa diperlakukan seperti Tuan putri melalui mamanya seperti sekarang membuat Mama nya mengomelinya.


"terus kenapa kamu ketawa hah? kamu pikir menantu mama berbohong? ". bentak Mama Eve.


"tapi itulah kenyataannya Ma? dia pasti sedang tertawa bahagia memasak didapur memegang wajan di Dapur Rumah". jawab Reyhan.

__ADS_1


Mama Eve melototkan matanya seketika, "wajan? ".


"Iya Ma..? dia suka memasak jadi menipu Mama, Rey tidak pernah menyuruhnya Ma, Mama tau sendiri betapa aku mencintai istriku". jelas Reyhan dengan sabar.


"menantuku ini". Mama Eve berbalik badan berlari keluar dari Ruangan Reyhan.


Reyhan tertawa sambil menggeleng-geleng kepala, Istrinya itu berani mengerjai Mama nya hanya karna ingin memasak.


Reyhan melihat ke arah bawahannya yang terlihat mematung mendengar dan melihat semuanya.


"hmm..? biasalah urusan menantu dan mertua, lanjutkan presentasinya! ". titah Reyhan.


"baik Tuan". jawab mereka semua serentak.


siapa yang tidak iri? Sekar berani menipu Mertuanya? sungguh drama yang sangat menggiurkan apalagi Eve menyemburkan amarahnya pada Sang anak sendiri, siapapun jadi tau kalau Eve sangat menyayangi Sekar sebagai Nona muda mereka (istri Reyhan).


.


Mama Eve tiba di Rumahnya dengan tergesa-gesa.


"sayaaaannnngg?? ". teriak Mama Eve menggelegar.


"Nyonyaa? ". para Pelayan segera bersembunyi mencari tempat aman dari amarah Nyonya besar mereka karna Sekar berani menipu Eve.


"kamu menipu Mama sayang?". tanya Eve berkacak pinggang.


"lihatlah? apa ini? kenapa pakai celemek?". tunjuk Eve menunjuk-nunjuk celemek yang terpasang di tubuh menantu kesayangannya.


Sekar malah nyengir kuda, "hari ini ada tamu spesial Ma, maafkan Sekar sudah menipu Mama".


"tamu spesial siapa? siapa tamu spesialnya sampai menantu kesayangan Mama harus memasak hah?? siapaa?? mama akan mengomelinya karna berani membuat menantu mama bekerja". bentak Eve dengan marah.


"sayang??". bujuk Papa Andi untuk menenangkan Istrinya, Ia baru saja datang membawa tamu spesialnya.


"jangan ganggu Mama Pa? Kamu tidak tau demi memasak menantuku ini menipuku, dia bilang memasak untuk tamu spesialnya, aku akan mengomeli tamu spesial itu yang berani membuat menantu kesayanganku bekerja". bentak Mama Eve tak tau siapa tamu spesial yang disebut Sekar.


"Mommy..? Rose takut". cicit Rose dibelakang Mama Eve memeluk Nana dan Arka pun bersembunyi dibelakang Istrinya bersama Ren.


Mama Eve berbalik dan membelalak melihat tamu spesial yang dikatakan Sekar.


"N.. Nyonya Nana? T.. Tuan Arka? ". gagap Mama Eve.


"Ma..?". cicit Sekar pun tidak tau bicara apa lagi karna takut perkataan Eve melukai hati Nana.


Nana mengerjabkan matanya, "Ya Tuhan..! percuma saja aku mengkhawatirkan adikku, ternyata dia diperlakukan seperti Ratu di Rumah ini". batin Nana.

__ADS_1


"aduh". Papa Andi juga tidak tau bagaimana lagi.


"kenapa papa tidak bilang? ". bisik Eve dengan kesal ke suaminya dibalas geleng-geleng oleh Andi karna semua sudah terlambat.


"Mommy? ". rengek Rose.


panggilan Ren dan Rose berubah Mommy dan Papa.


Nana tersadar dari lamunannya lalu menunduk ke Rose karna perutnya Ia tidak bisa berjongkok dan Nana menjelaskan semua perilaku Eve itu karna sangat mencintai Kakak kesayangannya sama seperti Rose tidak boleh bermain di hutan maka Nana juga akan semarah itu.


Rose pun yang mengerti lalu melangkahkan kakinya ke Eve dan menyalami tangan Eve, "terimakasih Mama sangat menyayangi kakak Sekar? Rose juga sayang sama kakak Sekar". kata Rose dengan senyum cerianya.


Eve seketika tersenyum lebar mendengar panggilan gadis kecil itu, Ia berjongkok dan berhadapan dengan Rose.


"kamu tau kalau Mama Eve sangat sayang dengan Kakak Sekar? ". tanya Mama Eve


"iya, Mommy sudah menjelaskannya". jawab Rose tersenyum lebar lalu berpindah menyalami Andi setelah itu Rose berlari ke Sekar dan memeluk Kakaknya dengan erat.


"Kakak Rose kangen". Rose mendongakkan pandangannya menatap Sekar.


"uuuhh... kesayangan kami". Sekar berjongkok lalu menciumi wajah Rose yang tertawa cekikikan.


Eve dengan kikuk meminta Nana dan Arka masuk ke Rumah, tapi Nana malah memeluk Eve dengan gemas.


"maafkan saya menyusahkan Menantu kesayangan Nyonya ya? ". ucap Nana sambil tertawa.


"bukan begitu Nyonya, aduh.. maafkan saya Nyonya, saya tidak tau kalau Nyonya akan datang". Mama Eve keliatan panik Nana tidak mau lagi datang ke Rumahnya.


"Istri anda menakutkan sekali Tuan". bisik Arka pada Papa Andi.


"begitulah Tuan, Nyonya Besar Rumah Ini memang sangat menyayangi menantunya". bisik Papa Andi terkekeh malu.


Ren bertanya dengan polos, "apa Mama Eve mau memarahi kami?". tanya Ren.


"tidak sayang, tidak..! ayo masuk!! maafkan Mama Eve yang tidak tau ya? Mama Eve hanya tidak mau Kakak Sekar terluka, beberapa hari yang lalu kakinya terkena minyak panas dan itu membuat Mama Eve khawatir dan memarahinya supaya tidak bekerja lagi". bela Mama Eve yang takut Ren marah sehingga anak seimut dan setampan itu tidak mau lagi datang ke Rumahnya.


"Mama Eve tidak akan bisa melarang Kakak Sekar kalau sudah menyambut Rose, Kakak Sekar sangat mencintai Rose sama seperti Mama Eve menyayangi Kakak Sekar". jawab Ren melihat ke Sekar dan Rose yang bergandengan tangan dan terlihat sangat memanjakan Rose dengan makanan kesukaan Rose.


Mama Eve mengulum senyumnya, Ia ingin punya Cucu pintar seperti Ren dan Rose yang sekali diajari langsung mengerti jika anak-anak lain pasti sudah lari mendengarnya marah tadi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2