Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
wanita penggosip


__ADS_3

.


.


.


Anna memakai gaun sang Ratunya keluar dari balik Tirai menggendong Fiona, Anna jalan dengan hati-hati karna tidak mau tersungkur oleh gaunnya sendiri sebab Ia sedang menggendong buah hatinya dan Adi menggendong Fauzi.


Sartika yang tau Raja dan Ratu malam ini sangat sibuk pun mendatangi Anna mengambil Fiona, tak lama setelah itu Linda datang menawarkan diri membawa Fauzi dari Adi. orang-orang terpercaya membawa bayi kembar Anna tentu diizinkan, Linda membawa Fauzi mendekati Bayu yang tersenyum lebar.


"bagaimana sayang? mau ketemu Ridwan?". tanya Adi.


"kamu tidak cemburu Hubby?". tanya Anna menggoda.


"dia sudah punya Istri, sebelumnya aku cemburu karna dia masih lajangan dan akan menjadi sainganku jika berani memilikimu". jawab Adi nyengir malu.


Anna terkekeh pelan, "apa yang membuatmu cemburu padahal kamu sendiri sudah memilikiku Hubby".


Adi merangkul pinggang Anna dan mengecup pelipis Anna dengan gemas, "tentu saja aku takut jika aku sampai ditinggalkan Ratuku maka Raja akan mengamuk dan menghabisi siapapun yang merebut Ratuku dariku".


Anna menganggap perkataan Adi hanya candaan padahal Adi berkata dengan serius walau di bubuhi dengan perumpamaan.


.


Adi membawa Anna menemui Ridwan, mereka tidak berjabat tangan karna tidak mau pasangan masing-masing cemburu.


"terimakasih Anna". ucap Ridwan dengan tulus.


Anna tersenyum lebar lalu memegang tangan Istri Ridwan yang tersenyum bahagia dibalik cadarnya,


"terimakasih Nona Anna, karna anda sudah memberi semangat untuk suami saya yang sedang dilema dengan masa sulitnya". ucap wanita itu dengan ramah.


Anna tertawa pelan, "iya sama-sama juga, oh ya? jangan terlalu formal Anita, jaga suamimu dengan baik ya? Pria yang baik tidak akan datang 2 kali jadi jangan sia-siakan Pria baik ya, seperti mantan Istrinya yang bodoh itu".


"terimakasih N.. Eh.. Anna". balas Anita dengan bahagia.


mereka berpelukan lalu Ridwan pamit pulang karna Ia tidak bisa berlama-lama, Adi tertawa pelan mendengar kejujuran Ridwan yang sudah mengantuk dan akan bangun di jam sepertiga malam.


"terimakasih atas doamu". ucap Adi mengulurkan tangannya dan Ridwan membalasnya.


Ridwan membawa Anita pergi dari acara besar itu, Adi merangkul pinggang Anna.


"kamu tidak cemburu kan sayang?". tanya Adi memicing curiga.


Anna tertawa pelan, "kenapa aku harus cemburu saat suamiku sudah menguasai jiwa dan ragaku".


Adi tersenyum bahagia, Ia hendak membawa Anna berbalik tapi Anna segera menahan lengan suaminya membuat Adi menoleh ke Anna dengan raut wajah bingung.

__ADS_1


"ada apa sayang?". tanya Adi.


"Mia datang dengan David". jawab Anna menunjuk ke arah Pintu Aula.


Adi menggenggam tangan Anna dan melewati keramaian pesta nya itu, Mia berjinjit mencari keberadaan Anna yang tidak ada di panggung tahta nya itu dimalam ini.


"dimana Anna? Mama dimana ya?". gumam Mia celingukan.


"ayo Honey!". ajak David merangkul pinggang Mia.


Mia mengangguk lalu saat berjalan matanya melebar melihat Anna tiba-tiba ada di hadapannya yang muncul dari tengah-tengah keramaian.


"Anna?". pekik Mia.


Anna mengangkat gaunnya berjalan cepat ke arah Mia yang memakai gaun pemberian David berwarna silver dengan banyaknya pernak-pernik kecil dan indah dipandang mata bukan sakit mata, sementara Anna dan Adi gaun merah yang elegan bersama pernak-perniknya, baik Adi, Anna maupun ketiga anak kembarnya bahkan Leonard pun memakai warna yang sama.


"huuuh.. sepupuku tadi pagi menangis yaa?". gemas Anna memeluk Mia dengan gemas.


Mia mengangguk sambil memanyunkan bibirnya, "maafkan aku yang terlambat Anna".


"iya tidak apa, kalian pasti lapar ayo makan..!". ajak Anna dengan senyum bahagianya.


David dan Adi jalan berdua mengikuti Mia bersama Anna yang jalan didepan mereka, walau menjadi pusat perhatian tamu undangan malah tidak dipedulikan oleh mereka sebab semua keluarga Anna maupun Nana bukan artis atau model yang haus akan sorotan publik.


Caca, Anna dan Sekar serta Adi pernah menjadi model tapi mereka hanya bersenang-senang saja, tidak ada maksud untuk menjadi model sungguhan atau menjadi bagian dari dunia itu sendiri.


.


.


"Hoeekkk". Linda tiba-tiba merasa mual.


"maaf.. maaf. aku tidak bermaksud seperti ini ta.. tapi ..? Hoeeekkk". Linda pun berdiri dan hendak pergi sambil membekap mulutnya.


"kamu hamil Lin?". tanya Anna.


DeG..!


Linda yang tadi merasa sangat mual mendengar pertanyaan itu membuat rasa mualnya hilang entah kemana dan Linda memutar kepalanya ke arah Anna.


"hmm?". Linda memasang raut wajah bingungnya tapi mulutnya masih ditutup dengan tangan kiri Linda.


"sepertinya Linda memang hamil". kekeh Sekar yang pernah merasakan masa-masa itu saat mengandung Robby.


"aku tidak.. karna yang merasakan mualnya Radit, aku hanya malas-malasan aja tidak mau ngapa-ngapain". jawab Caca.


Anna terkekeh.

__ADS_1


"tes aja..! aku bawa tespek". Mia mengeluarkan alat tes kehamilan yang selalu Ia bawa.


"tumben? kenapa bawa tespek?". tanya Sekar heran.


"iya kenapa?". tanya Anna penasaran.


"kamu kan udah hamil Mia, kenapa dibawa-bawa?". tanya Caca juga tidak mengerti.


Linda menerima alat tes kehamilan itu dari Mia, tangan kirinya masih menutup mulutnya.


"hehe.. sebenarnya Papa mertuaku yang membelikan banyak alat tes kehamilan di Rumah, aku sengaja bawa kalau ada yang butuh seperti yang Linda rasakan sekarang". cengir Mia malu-malu.


"oooo". jawab Anna, Caca dan Sekar serentak membuat Mia semakin malu saja sementara Linda masih mengamati benda itu.


Mia menoleh ke Linda dan menjelaskan cara menggunakan alat itu, dengan perasaan berdebar Ia pamit ke Toilet tapi Anna malah meminta Linda ke kamar saja temui Bayu dan kalau kabar itu benar harus Suami yang pertama kali diberitau.


Linda pun pergi dengan mata berbinar penuh harap menatap alat tes kehamilan itu meninggalkan ke empat wanita penggosip yang punya ciri khas kecantikan masing-masing itu.


"tentu saja, suami yang bersusah payah menanam benih". celutuk Caca.


"enak saja, perempuan juga terlibat". sungut Sekar.


"yang benarnya benih lelaki itu numpang di rahim kita". kata Mia dengan senyuman mengelus perutnya.


"hei.. ada pembuahan antara sel sp*rm* dengan sel tel*r menjadi zigot dan tumbuh dirahim kita, aku seorang dokter". selah Anna tiba-tiba.


"aku juga seorang dokter". sungut Caca.


"dokter hewan". jawab Sekar, Mia dan Anna serentak membuat Caca mengerucutkan bibirnya.


"baik suami maupun Istri sama-sama dibutuhkan untuk pembuahan itu, mana ada sepihak-sepihak aja, emangnya kita bahan percobaan uji coba labor". kesal Anna.


mereka cengar-cengir bersama,


"sudah-sudah, dimana suamiku". putus Sekar tiba-tiba.


"suamiku juga mana?". Caca celingukan.


"lebih baik aku ke kamar bertemu suami dan bayiku". sungut Anna melenggang pergi.


"enak saja aku juga". sahut Mia tak terima di tinggal sendiri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2