
.
.
.
Anna menghubungi pekerja swasta bayarannya dan meminta mereka datang ke suatu tempat yang menjadi tempat pertemuan mereka berkumpul.
sesampainya disana, Nana dan Anna sudah disambut oleh para polisi yang dihubungi oleh Nana sebelumnya, pekerja swasta yang Anna hubungi juga datang walau terlambat.
"semua sudah berkumpul?". tanya Nana.
"udah kak". jawab Anna melihat orang-orang suruhannya.
"aku tidak ada waktu untuk bersikap sopan pada kalian semua, ini waktu yang sangat mendesak". kata Nana serius.
"baik Nyonya". jawab mereka semua serentak.
Nana memberi tau bahwa Ia menemukan titik pelaku yang sedang diburu olehnya, mereka ternganga sementara para pekerja swasta merasa takjub pada Nana yang punya kemampuan diatas kemampuan mereka sebagai penyidik khusus, jika Nana bisa melakukannya mengapa Anna harus membuang uang menyewa mereka, sungguh mereka merasa malu sebab bayaran yang diberikan Anna juga tidak sedikit tapi Nana lah yang menemukan para penjahat itu.
"gunakan senjata api kalian, kita datangi tempat ini". pinta Anna serius.
"baik Nyonya". jawab mereka serentak.
"para warga kami mohon kerjasamanya segera masuk ke Rumah masing-masing, kami tidak mau ada korban dan penjahat yang kami buru bisa saja menyandera salah satu dari kalian". kata Nana dengan serius ke para warga yang berkumpul.
"ba.. baik Nyonya". jawab mereka serentak segera kembali mencari tempat persembunyian.
warga dari kota sebelah numpang bersembunyi di Rumah para warga terdekat, mereka terlalu penasaran dengan penjahat itu dan telah bersiap-siap membawa senjata sendiri tapi mereka semua masih mendengarkan perkataan Nana untuk berhati-hati sebelum para penjahat di borgol.
Nana hanya tidak ingin mereka terluka sementara siapa penjahat yang berani memukul warga jika sudah berkumpul, mereka akan berakhir tragis di pukuli warga lainnya.
Nana dan Anna memimpin jalan, Anna yang membawa mobil sementara Nana menunjukkan jalan, semua mobil polisi dengan pengikutnya ada di belakang mobil yang dibawa Anna.
"melewati sungai dangkal itu kak". tunjuk Anna.
"untung aja kakak bawa mobil gunung bukan lamborghini, gas saja Sayang". pinta Nana.
"iya kak, kalau rusak bagaimana?". tanya Anna menggoda sebab tau harga mobil gunung yang dibawanya ini juga mahal.
"beli lagi". jawab Nana santai membuat Anna tertawa.
__ADS_1
Anna benar-benar menerobos sungai dangkal itu, mobil yang dibelakang mereka juga mengikuti, Nana sudah mengatur cara menemukan titik lemah itu tanpa menggunakan jaringan internet hanya mengandalkan batre saja.
"jauh juga ya kak! apa disana mereka ada jaringan?". tanya Anna sambil fokus dengan jalanan yang luar biasa rusaknya.
"jaringan bisa dibuat sayang..! lagian mereka menjual organ dal*m manusia sudah jelas uang mereka banyak". jawab Nana.
Anna memukul setir mobilnya, "kakak benar, aku ingin sekali meninju bosnya nanti".
"kakak akan langsung tembak mati bos mereka itu". jawab Nana tak kalah kejam.
"apa kakak bawa senjata?". tanya Anna menoleh sesekali.
Nana membuka laci mobilnya dan memainkan pistol nya yang memang sudah dipersiapkan olehnya, Anna hampir saja lengah lalu tertawa seketika.
"kalau begitu aku penggal juga mereka kak". jawab Anna juga ingin terlihat kejam sama seperti Nana.
mereka tertawa satu sama lain, ditengah ketegangan menimpa semua orang hanya Nana dan Anna saja yang masih bisa tertawa dengan situasi mereka itu. mereka terus bercanda sampai benar-benar sudah dekat dengan titik merah yang lemah itu,
"kenapa kak?". tanya Anna.
"sudah dekat". jawab Nana sambil tersenyum.
"lalu apa kita lanjutkan saja? atau gimana?". tanya Anna.
mobil yang Anna bawa berhenti tentu mobil pengikut dibelakang mereka juga berhenti, mereka segera keluar dan bertanya-tanya mengapa Anna dan Nana berhenti, sebagian dari mereka menatap sekeliling.
"sudah dekat, kita gerebek saja". kata Nana.
akhirnya terjawab sudah bertanyaan mereka semua, dengan cekatan mengeluarkan senjata dan berjalan mengikuti Nana dan Anna yang bersembunyi-sembunyi, Nana bersembunyi dengan gaya yang terlihat seperti polisi atau agen profesional sementara Anna bersembunyi seperti maling saja sehingga terlihat menggemaskan sekali Ibu dengan 4 anak itu (Anna), Jika Adi melihatnya saat ini mungkin Anna sudah dinaikkan ke atas ranjang oleh suami mesumnya itu.
"tenang Anna, tenang". gumam Anna melihat situasi seperti seorang maling jemuran tetangga saja gelagat Anna saat ini.
pekerja swasta yang awalnya serius melihat gelagat Anna menahan senyum sekuat tenaga, rekan mereka bertanya lalu dengan gemas menjawab Anna lah yang membuat sebagian dari mereka gemas.
"nanti saja..! cepat ikuti Nyonya Nana". ajak yang lainnya dengan bibir berkedut.
Anna gelagapan melihat Nana sudah jauh darinya, Ia berlari dan bersembunyi setiap satu pohon mengikuti Anna.
Nana mengedarkan pandangannya di saat Ia serius malah tersenyum manis melihat Anna yang bersembunyi dibalik pohon lalu berpindah ke sisi pohon sebelah pohon itu.
"cepat sayang..! lagian markasnya belum terlihat, kenapa harus ke pohon kiri dan kanan hmm? kalau begitu kapan sampainya?". Nana.
__ADS_1
"Ehh? hehe". cengir Anna berlari ke arah Nana.
"ikuti kakak ya? nanti jika markasnya sudah terlihat baru bersembunyi dengan caramu tadi". pinta Nana saat Anna sudah didekatnya.
"iya kak". jawab Anna sambil tersenyum malu.
.
Nana mencari titik merah itu yang semakin dekat hingga tiba-tiba mereka melihat sebuah Rumah dengan bahan papan dan pagar bambu.
"itu dia kak?". bisik Anna.
"iya". jawab Nana sambil menyimpan ponselnya.
"kita mulai !". pinta Nana memberi kode ke para polisi yang menganggukkan kepala, para pekerja swasta bayaran Anna juga bergabung dengan polisi.
Anna menarik nafas dalam-dalam, mereka semakin mendekati pagar bambu itu lalu mendengar teriakan pilu dari dalam Rumah Papan yang cukup luas itu, Anna yang mendengarnya semakin berani dan mengikuti Nana.
sebagian dari mereka melompati pagar bambu dengan hati-hati, lalu mengepung tempat itu supaya tidak ada yang bisa keluar dari markas penjahat itu.
Anna mengintip asal suara itu membuat matanya melebar sempurna, Ia ingin berteriak tapi dibekap langsung oleh Nana.
"ayo kita dobrak!". bisik Nana dibalas anggukan cepat oleh Anna.
Nana menarik tangan Anna sampai tiba di sebuah pintu lalu menghitung dari 1-3, hitungan ketiga mereka langsung menendang pintu yang terdengar suara aneh itu sehingga semua preman kejam yang ada di dalam menoleh.
"bedeb*hh...!!" amuk Nana.
Nana menembak mati preman yang tengah menid*ri anak berumur 15 tahun, gadis itu sudah tidak bernyawa karna tidak ada waktu istiharat di giliri kejam banyak preman yang ada.
"gila kalian". jerit Anna.
Anna mengambil kayu didekatnya lalu berlari ke arah Pria yang tengah mencoba berlari, semua preman didalam sana tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun.
Anna memukul kepala Preman itu dari belakang sambil menjerit histeris bukan karna takut malah karna marah sampai kepala Preman itu pecah karna pukulannya yang sekuat tenaga itu.
kekacauan pun terjadi saat para preman hendak kabur dari jendela tapi sudah dikepung oleh para Polisi yang tanpa segan menembak kaki mereka.
.
.
__ADS_1
.