Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tamu


__ADS_3

.


.


.


di sebuah kamar mewah,


"sayang..? jangan merangkak kesana nak". Arka di buat frustasi dengan anaknya yang sudah lancar merangkak pergi kemana-mana.


Nana terduduk di lantai dengan wajah lelah, Ia sudah mengejar Marcel yang merangkak lebih kencang dari Nana yang berlari mengejar putranya, lutut dan tangan anak-anaknya di lindungi tapi mereka sebagai orang tua pasti khawatir takut anak mereka terluka atau tergores.


"sayang..?". Arka berlari mendekati Nana dan mengelus pipi Istrinya lalu mengelap keringat sang Istri.


"sayang..? kenapa anak-anak kita bisa seaktif itu? aku benar-benar tidak sanggup mengejar mereka lagi". keluh Nana.


"tidak apa sayang, nanti mereka akan lelah kita akan tetap disini saja, aku udah bilang sama Adi kita tidak bisa keluar". jawab Arka dengan serius.


"iya". jawab Nana melihat Marcel dan Maycelly merangkak kesana-kemari membuatnya gemas saja.


jika pintu terbuka mungkin Anaknya sudah kocar-kacir entah kemana, mereka harus mengawasi anak-anak mereka yang baru saja pandai merangkak sudah membuat mereka sebagai orangtua kewalahan.


Arka duduk disamping Nana, mereka mengamati kelihaian si anak kembar yang sejak tadi seperti tidak bisa diam ditempat, kedua bayi menggemaskan itu berkeliling kamar mewah itu dengan kedua tangan dan kaki mereka itu (merangkak).


"Ren dan Rose bagaimana?". tanya Nana ke Arka.


"aku sudah minta Pengawal berjaga dengan jarak jauh sayang, semua aman dan acara berjalan sesuai rencana". jawab Arka.


Nana melihat gaun mewahnya yang seorang Ratu milik Arka tapi tidak bisa ke acara sebab anak-anak mereka sangat aktif, di kamar ini saja sungguh membuat mereka kewalahan menjaga kedua anaknya yang terlalu aktif itu bagaimana jika berada di aula pesta sebesar?.


"aku mau ulang tahun ke 17 tahun Ren dan Rose harus bertema Tuan Putri dan Pangeran". Nana mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


Arka tertawa pelan, "tiap tahun pun aku bisa menurutinya sayang". jawab Arka membuat Nana menyandarkan kepalanya di bahu Arka dengan manja.


.


.

__ADS_1


di balik tirai tempat duduk Raja dan Ratu malam ini, Anna tengah menyusu* Putri kecilnya sementara Fauzan yang sudah kenyang berada di gendongan Papanya.


Adi membawa Fauzan keluar, "anak Papa udah kenyang ya?". Adi tersenyum bangga melihat putra sulungnya.


Fauzan menyeringai lebar ke Papanya, Adi kaget melihat Leonard telah merentangkan kedua tangannya lalu mengambil alih Fauzan dan meminta Adi menggendong Fauzi yang terlihat lapar di gendongan Sartika.


Adi mengambil Fauzi dari Sartika, Sartika mencium gemas kening Fauzi yang sangat menggemaskan, sungguh anak-anak Anna semuanya sangat lucu dan menggemaskan.


"ayo nak!". ajak Leonard ke Sartika yang mengangguk.


Adi menggendong Fauzi, "anak Papa ini juga lapar ya? capek dibawa mondar-mandir sama Eyang dan Nenek cantik son?". tanya Adi mengecup pipi Fauzi yang menyeringai lebar padanya.


Fauzan, Fauzi dan Fiona memanggil Sartika Nenek atas permintaan Sartika sendiri.


Adi tidak ragu mau mencium kedua Putra-Putranya karna Ia yakin saat kedua anak laki-lakinya sudah besar tidak akan mau dicium, selagi bisa dicium maka Ia akan melakukannya.


Adi membawa Fauzi ke balik tirai dimana Anna masih menyus*i Fiona, Anna menoleh ke Adi dan tersenyum.


"apa Fauzi juga lapar Hubby?". tanya Anna.


"iya sayang..! maaf ya sayang? Kata Tante Sartika dan Kakek bilang botol asi mu habis tidak ada yang tersisa, mereka bertiga sangat kuat asi". ucap Adi mendudukkan bok*ngnya disamping Anna.


Adi tersenyum lebar lalu memberikan Fauzi ke Anna, Anna menggendong kedua anaknya lalu mencium pipi Fauzi yang memainkan hidung Mommynya.


Adi menurunkan resleting gaun Anna tak lupa diberi kecupan cinta disana membuat Anna menggeleng kepalanya dengan tingkah suami mesumnya itu.


"aku keluar ya sayang? aku tadi melihat mantan Cinta pertama mu juga datang tapi dengan penampilan seorang Raja dari negara islami". ujar Adi tersenyum.


"Ridwan?". tebak Anna.


"iya sayang, kamu tidak akan menemuinya dengan kondisi seperti ini kan?". tanya Adi cemburu.


Anna terkekeh, "aku tidak akan mempermalukan harga diri suamiku, Hubby".


Adi mengecup lama kening Anna dan kening Fiona tak lupa Ia mengelus kepala Fauzi, Ia beranjak pergi menutup tirai sang ratu yang masih sibuk memberi asi pangeran dan putri raja.


Adi melangkahkan kaki mendekati Ridwan yang berbincang dengan Istri Ridwan, Lalu Ridwan tersenyum ramah ke Adi.

__ADS_1


"perkenalkan saya Ridwan Tuan". Ridwan mengulurkan tangannya ke Adi disambut oleh Adi.


"Aku Aditya Pratama". jawab Adi dengan senyum tipisnya.


"saya mengucapkan selamat atas pernikahan dan selamatan atas anak-anaknya Tuan, semoga menjadi anak yang baik dan patuh kepada kedua orangtua". ucap Ridwan tanpa menyinggung Adi.


Adi tersenyum tipis, "lalu itu?". Adi melirik Istri Ridwan yang tidak terlihat wajahnya sebab wanita itu menutup wajahnya dengan pakaian serba tertutup yaitu bercadar.


"iya.. dia Istri saya, saya baru belajar menuntunnya dari dunia sebelumnya yang belum tau agama, saya ingin berterimakasih pada Nona Anna karna sudah mengajarkan saya untuk menjadi lebih terbuka, benar yang dia katakan menikah dengan wanita yang tidak tau apa-apa menuntunnya ke jalan lebih baik sangat indah, berkatnya saya mengerti arti kebahagiaan itu". Ridwan mengecup punggung tangan Istrinya yang menundukkan pandangan.


Adi tersenyum, "akan aku sampaikan, tidak perlu terlalu formal padaku".


"terimakasih Tu.. eh.. Iya". Ridwan menggaruk kepalanya yang tak gatal membuat sang Istri tertawa kecil dibalik cadarnya.


Ridwan mengelus kepala Istrinya, Ia merasa bahagia mendengarkan perkataan Anna yang membuatnya berani membuka hati sampai bertemu dengan sosok malaikat tersembunyi dari Istrinya, menilai perempuan tidak boleh dari Covernya saja.


"silahkan bawa Istrimu makan..! Istriku sedang memberi asi anak-anakku". pinta Adi.


Ridwan pun membawa Istrinya mencari makan sambil menunggu Anna yang masih sibuk mengurus bayi-bayinya Anna.


Adi kembali menemui Anna dan mengatakan semuanya hingga Anna begitu senang akhirnya Ridwan memiliki kebahagiaan sendiri.


"aku penasaran dengan Istrinya, apa mereka mau menungguku?". tanya Anna.


"iya sayang, dia sedang membawa Istrinya makan". jawab Adi sambil mengelus kepala Istrinya dengan penuh kasih.


Anna tersenyum bahagia menimang kedua anaknya.


"apa kamu lapar sayang?". tanya Adi.


"aku pengen makan dessert". rengek Anna.


"aku akan ambilkan, tunggu disini ya?". pinta Adi dibalas anggukan cepat oleh Anna.


Adi adalah suami yang sangat sempurna bagi Anna, kekurangan sang suami hanya mesum dan terlalu posesif saja, tapi Anna tau itu semua adalah wujud cinta kasih Suaminya terhadap Anna dan buah hatinya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2