Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
ngambek nya Anna


__ADS_3

.


.


"mas kawin? aku rasa tidak usah merendahkanku dan tidak meninggikanku juga". jawab Mia tersenyum malu.


"dimana aku harus bertemu Ibumu? apa ibumu mengizinkanmu menikahi pria cacat sepertiku?". tanya David.


Mia menggeleng kepalanya pelan, "mamaku tidak akan merendahkanmu, Mamaku tau kalau aku juga cacat Tuan".


mereka berbicara lalu Adi mengirim pesan pada David bahwa dirinya bersama Anna sudah pulang jadi meminta David mengantarkan Mia pulang nanti.


"ada apa?". tanya Mia hati-hati.


"Adi dan Istrinya sudah pulang dan memintaku untuk mengantarmu pulang". David menunjukkan pesan Adi.


Mia terkejut, "jangan dengarkan dia ya? aku bisa pulang sendiri kok".


"aku tidak sejahat itu". jawab David.


mereka berbicara berdua sampai puas tanpa memikirkan orang lain yang tengah menunggu sebab Adi dan Anna sudah pulang.


di Ruang Restaurant lain,


"sudah sayang? mereka bisa menyelesaikan masalah sendiri hmm? kamu makan ya?". bujuk Adi.


Anna menganggukkan kepalanya dengan patuh, mereka makan bertiga sedangkan Linda makan sambil bermain ponsel dan mendengarkan musik dengan memakai heanseat supaya tidak mendengar pembicaraan Tuan dan Nona nya.


setelah selesai makan bersama, Adi merangkul pinggang Anna berjalan dan Linda dibelakang memainkan ponselnya saja melihat-lihat belanjaan online yang ingin ia beli dan pesan.


"Adii?". panggil seorang wanita cantik nan seksi dengan senyuman mengejar Adi.


Adi menghentikan langkah kakinya tapi tidak menoleh namun Anna lah yang menoleh tajam ke arah wanita yang memanggil nama suaminya tanpa embel-embel Tuan.


"aku akhirnya mengenalmu, bagaimana keadaanmu hmm? aku tidak menyangka kamu bisa berubah begitu drastis". ternyata wanita yang memanggil Adi adalah Bunga teman masa SMA nya dulu.


Adi melirik Bunga sekilas, "siapa kau?". tanya Adi dengan alis naik sebelah.


"Adi? ". gumam Bunga dengan pandangan lemas.

__ADS_1


"siapa dia Hubby? kenapa dia memanggil nama mu seperti akrab saja?". tanya Anna ke Adi.


"aku tidak kenal dia sayang, bukankah kamu tau aku sangat terkenal menikahimu iya kan? dia tau namaku tapi aku tidak tau dia". Adi berkata lembut ke Anna.


Anna mendelik tajam ke arah Bunga sementara Linda hanya menatap Bunga dengan datar.


"apa-apaan wanita ini? apa dia sengaja mendekati Tuan? dasar wanita penggoda". batin Linda dengan tatapan datarnya itu.


"kenalkan saya Bunga Nona Anna, teman SMA Adi dulu cinta pertama nya". kata Bunga mengulurkan tangannya ke Anna.


Anna melihat tangan Bunga lalu matanya melebar mendengar perkataan Bunga, Ia menatap sengit ke Adi.


"aku tidak tau sayang..! ayo kita pulang! ". ajak Adi merangkul pinggang Anna.


Anna seperti tidak mau berjalan hal itu membuat Bunga berkilat licik, Ia tidak sabar melihat hubungan Adi dan Anna merenggang lalu Bunga bisa mendekati Adi dengan dalih teman atau sahabat baik menasehati Adi yang akan kesepian.


"gila banget..! dia sangat tampan berbeda jauh dengan Adi yang gendut dulu, kalau aku tau dia akan sesukses ini aku pasti tidak akan menolaknya dulu". batin Bunga menatap takjub pahatan wajah Adi tengah memandang Anna seorang.


"dia cinta monyetku yang menolakku dengan cara mempermalukanku sayang, aku sengaja memperlihatkan padanya jati diriku tapi kamu harus tau kalau aku hanya mencintaimu saja sayang, aku tidak akan membuang permata berlian yaitu Annaku ini demi batu biasa sepertinya". bisik Adi di telinga Anna lalu menyibakkan rambut Anna dengan lembut dan mengecup gemas leher Anna.


Anna membiarkan tingkah suaminya itu tapi matanya menatap tajam Bunga yang tanpa malu menatap wajah tampan suaminya.


"sayang?". bisik Adi.


"hmm? ". sahut Anna tanpa melihat ke Adi.


"ayo kita pulang! ". ajak Adi.


"Adi? kenapa kamu tidak menerima tawaran kerja samaku? bukankah kita teman SMA dulu? kenapa kamu tidak mau menerimaku sebagai teman? Perusahaan papaku sedang berada di ambang kebangkrutan dan kami butuh suntikan Dana". Bunga menggunakan suara yang lembut dan mendayu melihat arah lain seperti wanita yang tengah kasmaran malu-malu kucing.


Anna melebarkan matanya lalu menarik lengan suaminya berjalan pergi, Bunga terkejut saat ingin melihat Adi ternyata Pria itu sudah menghilang dari pandangannya.


"issh..! aku kan Cinta pertamanya, seharusnya dia baik sedikit padaku". kesal Bunga.


"mentang-mentang udah kaya dan tampan dia jadi sangat sombong, aku adalah Bunga yang bisa menarik kumbang mendekatiku jika Kumbang tidak bisa mendekatiku maka Bunga yang akan mencari kumbang itu". senyum lebar Bunga menyibakkan rambutnya kebelakang dengan raut wajah sombongnya.


.


di dalam mobil,

__ADS_1


Adi melirik ke samping dan mengulum senyum melihat wajah masam Istrinya yang tengah merajuk karna Adi digoda oleh Bunga yang katanya Cinta pertama Adi.


"sayangg? ". Adi mendekati Anna dan memasang seatbelt ditubuh Anna lalu tangannya mengelus perut buncit Istrinya yang menggemaskan itu.


Anna mendengus membuang muka dengan raut wajah merajuknya itu yang memilih ngambek dengan tidak berbicara pada suaminya.


Adi mengecup sayang pelipis Anna dan tak marah melihat Anna cemburu malah Ia suka seolah Adi merasa begitu di cintai Oleh Anna yang merupakan segala-galanya bagi Adi.


"Nonaa..? yang ada Tuan akan melahap Nona yang sangat lucu saat ngambek seperti bocah saja, pakai mogok bicara lagi". batin Linda menahan senyum melihat arah lain.


biasanya perempuan kalau cemburu suka mengomel dan marah-marah tapi Anna malah ngambek juga mogok bicara, siapa yang tidak akan gemas dengan kelakuan cucu penguasa ternama itu.


Adi senyam-senyum melajukan mobilnya, Anna masih mogok bicara dengan sang suami sampai tiba di Mansion dan dikamar pun Anna masih tidak mengeluarkan suara, Adi menyeringai licik saat Anna berada di kamar mandi.


"sayang? aku akan membuatmu mengeluarkan suara". senyum misterius Adi yang merasa gemas cara Istrinya marah.


Adi mengambil kunci cadangan lalu membuka pintu kamar mandi yang terkunci dan masuk ke sana, Ia melihat Anna tengah berendam di bath Up sambil memejamkan mata.


Anna membelalak saat merasa keningnya dikecup oleh seseorang yang Ia tebak adalah suaminya, Ia yakin telah mengunci kamar mandi tapi mengapa Adi bisa masuk ke kamar mandi.


"masih mogok bicara hmm?". gemas Adi.


Anna membuang muka dengan versi merajuknya itu.


Adi menyeringai lalu menyentuh dan memainkan gun*ng kemb*r Anna, Anna menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara lama-lama tangan Adi sudah kemana-mana dengan lembut Adi membawa Anna berdiri.


"jangan Anna..! jangan mengeluarkan suara". batin Anna yang wajahnya sudah memerah.


Adi menahan tangan Anna yang ingin keluar, Anna terus menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara dengan semua perlakuan Adi, tapi suaminya itu terlalu profesional hingga Anna terlena.


"tidak berhasil ya?". Adi dengan entengnya mau keluar setelah membuat Anna bergairah.


Anna menahan lengan Adi dengan raut wajah kesalnya itu lalu memegang rahang Adi dan menci*mnya, Adi tersenyum penuh kemenangan membalas memang*t bibir istrinya itu.


hanya hubungan itu yang bisa membuat pasangan tidak bisa marah berlama-lama, pada akhirnya Anna dibuat mengeluarkan suara oleh Adi, suara yang meningkatkan bira*i Adi sebagai lelaki.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2