Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
jalani saja


__ADS_3

.


.


.


di Ruangan Inap Nana,


"dimana Caca?". tanya Nana yang raut wajahnya sudah lebih baik.


"Caca sedang mengurus bayi besarnya kak". jawab Anna sambil tersenyum.


Nana mengulum senyumnya dan menganggukkan kepala lalu melihat ke arah Ren yang tersenyum bahagia bisa menggendong adik laki-lakinya, Nana tau Ren sangat dewasa pasti hatinya bahagia sekali jika dipercaya menggendong adik bayi nya.


"Kakak?". Rose juga ikut gembira melihat Ren yang tersenyum sebahagia itu.


"jangan terlalu lama sayang..! nanti baju sekolahmu kusut". pinta Nana.


"iya Mom". jawab Ren berjalan seperti pinguin sebab Ia sangat berhati-hati menggendong adiknya supaya tidak terjatuh.


Eyang Sarah menerima bayi laki-laki Nana dan Aman mengelus sayang kepala Ren, Sekar berjongkok dan kembali merapikan pakaian Ren yang terlihat sumringah bahagia telah menggendong adiknya.


"bahagia sekali ya?". gemas Sekar mengelus pipi Ren.


"iya Kak". jawab Ren yang tidak protes di rapikan pakaiannya oleh Sekar.


Reyhan membantu Sekar berdiri,


"karna sikembar dewasa sudah ada disini maka aku akan beri nama pada anak-anakku". kata Arka dengan bangga.


mereka yang mendengar semakin tidak sabar menunggu nama bayi mungil Nana dan merapat ke Arka.


"anak laki-lakiku akan aku beri nama Marcel Prada Arkanawijaya dan anak perempuan ku akan aku beri nama Maycelly Cahyani Putri Arkanawijaya". kata Arka dengan bangga.


"waah..? namanya cantik sekali Papa..! Rose sangat suka". Rose melompat-lompat gembira mendengar nama adik kembarnya.


"nama yang sangat indah suamiku". puji Nana.


"tentu saja sayang". Arka mengecup pelipis Nana.


"selamat datang di dunia ini Marcel dan Maycelly". kata Anna dengan senang.


semua mengikuti perkataan Anna dengan gembira,

__ADS_1


"apa kita adakan pesta besar sayang?". tanya Arka dengan senang.


"pesta apa? abang tidak lihat istri kami sedang hamil?". protes Adi.


Anna melebarkan matanya dan memukul bahu suaminya.


"apa salahku sayang?". tanya Adi malah tidak merasa bersalah.


keluarga Nana malah tertawa,


"apa yang Adi katakan benar sayang, Adik-adikku sedang hamil dan juga aku minta kamu membiarkan Marcel dan Maycelly hidup bebas seperti kapas dan jangan biarkan ada yang tau kalau mereka adalah anak-anakku, aku akan membuat mereka hidup sederhana saat dewasa untuk mencari cinta sejati mereka nanti". kata Nana dengan serius.


"mencari cinta sejati? nak..? anak-anakmu itu masih bayi kenapa memikirkan cinta sejatinya?". kekeh Yardan.


"aku suka ide kakak, aku rasa mereka nanti bisa menyamar menjadi culun dan cupu". sambar Sekar tertawa cekikikan.


Reyhan menutupi tubuh istrinya yang ditatap tajam oleh Arka karna tidak terima anak kembarnya harus menjadi cupu dan culun.


"iya sayang, kakak tidak sabar melihat mereka tumbuh dewasa". gemas Nana.


Keluarga Nana saling melihat satu sama lain pun hanya menggeleng kepala, mereka tidak terlalu memikirkan perkataan Nana karna sibayi kembar masih kecil tapi Nana sudah punya impian besar untuk anak-anaknya itu.


"sudah jam 07.30 Sayang..! ayo biar Eyang antar! ". kata Aman dengan senyuman menatap Ren dan Rose.


"biar aku aja yang antar Pa". sahut Yardan.


Adi menjelaskan kalau mereka akan menjaga sikembar dengan baik sebab mereka juga ingin membeli sesuatu.


.


mereka bahagia di Ruangan Nana sambil menimang Marcel dan Maycelly yang sangat lucu, tak lama kemudian Intan dan Celvin mendatangi Nana sambil menggendong bayi mereka yang baru diizinkan keluar dari Rumah Sakit.


Ara dan Abi juga datang dan akan menginap di Rumah Sakit jelang kelahiran anaknya juga, Nana berterimakasih pada siapapun yang menjenguknya dan terakhir Leonard membawa banyak makanan untuk keluarga Nana, Nana sangat dicintai semua orang karna kebaikan hatinya.


.


"mau ke Rumah Sakit lagi sayang?". tanya Adi setelah melihat Istrinya selesai membersihkan diri dan berganti pakaian.


"iya". jawab Anna tersenyum lebar.


"sayang? apa kamu tidak dengar apa kata Kak Nana tadi? dia memintamu untuk istirahat". bujuk Adi.


Anna teringat perkataan Nana pun duduk dengan lesu, "iya-iya aku tidak jadi pergi".

__ADS_1


Adi tersenyum lebar lalu duduk disamping Anna, "nama bayi bang Arka sangat bagus sayang, aku juga akan mencari nama yang sangat bagus untuk anak-anakku nanti".


Anna tersenyum cerah mendengar nama yang akan dipersiapkan suaminya lalu mengelus perutnya, "iya Hubby..! kamu harus pikirkan nama yang bagus untuk anak-anak kita, aku akan rajin beraktifitas supaya aku melahirkan ketiga anak kembarku dengan normal".


"normal? kenapa tidak caesar saja?". tanya Adi


"kenapa Caesar? kalau aku bisa melahirkan normal kenapa harus caesar?". tanya Anna balik.


"aku hanya takut sayang, kamu melahirkan 3 anak kembar sekaligus dan aku sangat takut apalagi setelah melihat tontonanku saat itu, aku takut kamu akan jatuh koma sayang". Adi berubah lemas.


Anna menghela nafas lalu menasehati suaminya bahwa dirinya sengaja mundur dari pekerjaannya demi bayi-bayinya, Anna tidak boleh kelelahan karna itu akan berefek pada dirinya atau bayinya nanti.


"aku akan selalu merepotkanmu Hubby..! aku akan membangunkanmu kalau aku tidak bisa tidur, aku akan mengacaukan rapatmu saat aku merengek minta dibelikan makanan, aku tidak akan berbelas kasih padamu yang membuatku seperti ini, enak saja hidupmu itu hanya bisa membuat aja". oceh Anna.


Adi tertawa tapi matanya berkaca-kaca, "aku rela kehilangan klienku sayang demimu, apapun yang kamu butuhkan datanglah padaku".


Anna mengangguk, "1 minggu lagi temani aku senam".


"baik bos". jawab Adi memberi hormat membuat Anna tertawa mengelus rahang Adi.


Anna memeluk Adi dengan manja, "Hubby jangan takut ya? aku tidak mau kehilangan kekuatanku, kamu adalah kekuatanku Suamiku, sama sepertimu yang mengatakan aku hidupmu maka kamu juga kekuatan bagiku, jangan lemahkan hatimu Hubby".


Adi mencium puncak kepala Anna, "maaf sayang! aku akan lebih kuat untukmu, aku akan dengan senang hati menguatkanmu".


Anna tersenyum manis lalu tangan kanannya mengelus perutnya, "nikmati saja kehidupan kita Hubby..! aku hanya ingin bahagia".


"iya sayang, kamu adalah kebahagiaanku, aku akan selalu membuatmu bahagia". Adi berkata dengan lembut dan penuh cinta.


mereka semakin mesra dan saling menguatkan satu sama lain, melahirkan 3 anak sekaligus memang tidak mudah tapi sesuai dengan perkataan Keluarga Nana bahwa dirinya harus menikmati hidupnya saja kini sebagai wanita hamil dan tidak perlu memikirkan masalah yang belum terjadi.


hidup memang harus dijalani lalu diatasi dengan kepala dingin dan tidak perlu memikirkan hal yang belum terjadi, karna hanya membuat stress sehingga membahayakan mental saja dan berakhir di psikolog.


Adi mengelus perut istrinya yang menggemaskan (buncit), Anna tersenyum menatap suaminya.


"aku jadi ingin melahapmu sayang". gemas Adi.


senyum Anna menghilang Ia malah melebarkan matanya, "a.. apa? ".


"ayo sayang! aku akan lakukan pelan-pelan". bisik Adi.


Anna menepuk keningnya, inilah derita memiliki suami mesum bahkan saat dirinya mengandung pun tidak diberi ampun tapi anehnya Anna tidak bisa menolak sebab Ia sendiri memang menikmati sentuhan suaminya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2