Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
takut akan yang belum terjadi


__ADS_3

.


.


.


mereka bertiga bercerita padahal makanan sudah habis, mereka lupa jam sudah menunjukkan pukul 19.26 malam.


"aku tidak menyangka kalian sangat cepat melakukannya sementara aku..? huh..! aku tidak seperti kalian". decak Anna tidak percaya dirinya terlalu kalah dengan perasaan dibanding kedua sahabatnya itu.


"Nona..? ". Linda tiba-tiba muncul membuat mereka yang ada di Ruangan itu menoleh dengan tatapan bingung.


"Tuan datang". sambung Linda dengan raut wajah kikuknya.


"ha? ". Anna buru-buru melihat jam tangan dan Ia memukul keningnya.


"aku lupa sekarang sudah malam". bisik Anna panik ke Caca dan Sekar yang malah terkekeh.


Caca dan Sekar sedang bersantai namun mereka membeku seketika melihat Reyhan dan Radit juga ada di Ruangan yang sama.


"wah..! hebat sekali ya? Mami menunggumu ternyata kamu sedang mengoceh disini? Mami menelfonku terus Caca? apa kamu tidak lihat ponselmu? ". omel Radit dengan berkacak pinggang.


"kamu tau kesalahanmu sayang? ". tanya Reyhan dan Sekar gelagapan.


"masih ingat pulang? ". tanya Adi dengan wajah datarnya membuat Anna menebarkan senyum gugup karna takut dimarahi oleh Adi.


"pesan lagi makanan Mbak! ". pinta Radit.


"mana buku menu nya? ". sahut Reyhan juga.


Anna, Sekar dan Caca saling pandang satu sama lain. mereka tidak menyangka akan lupa waktu sehingga lupa mengabari orang tersayang.


"terasa jomblo ya? ". ledek Reyhan menaik turunkan alisnya.


Reyhan mengomeli Sekar dengan cara menyindir halus namun raut wajahnya masih terlihat tampan tapi Sekar tidak bisa menjawab karna Ia merasa sudah salah dan tertangkap basah.


"kamu tau sendiri kalau Mami lebih menyayangimu dibanding aku kan? ". omel Radit memberikan ponselnya ke Caca dan meminta Caca melakukan VC dengan Maminya.


.


.


mereka makan bersama tapi ketiga wanita cantik itu saling melirik tidak berani mengeluarkan sepatah kata satupun karna tau bersalah.


"aku dengar anakmu kembar 3 Di..! apa benar? ". tanya Reyhan.


Sekar dan Caca membulatkan matanya melihat ke Anna yang mengangguk kikuk karna tidak memberitau kedua temannya, mereka sudah bersama selama berjam-jam sampai tidak terasa lagi bok*ng mereka sudah panas saking asiknya bercerita.

__ADS_1


"dari mana kau tau? ". tanya Adi.


"dari Radit". jawab Reyhan melirik ke arah Radit yang terlihat santai.


"ya..! aku kan hebat bisa membuat Istriku hamil langsung 3 anak". kata Adi dengan bangga.


"ckk..! aku akan buat tiap tahun cuma selisih 1 tahun saja anakku". dengus Reyhan.


"kalian berdebat banyak anak, aku tidak mau banyak anak cukup 2 saja, perempuan dan anak laki-laki saja". sungut Radit.


"kenapa? ". tanya Reyhan.


"kata Mamiku saat melahirkanku rasanya sangat menyakitkan seperti mau mati rasanya, aku tidak mau membuat Cacaku seperti mesin harus punya banyak anak, 2 saja sudah cukup". jawab Radit.


"kau dengar? Istrimu bukan robot". omel Adi ke Reyhan.


"kalau melahirkan 1 anak setiap tahun tidak akan menyakitkan tapi kau sekali buat langsung 3, bayangkan saja rasa sakit yang diderita oleh Istrimu". dengus Reyhan.


Adi terdiam melihat ke arah Anna yang mengerjabkan matanya,


"apa melahirkan 1 anak rasanya seperti mau mati?". tanya Adi serius ke Radit.


"kata Mami seperti itu". jawab Radit santai.


Caca dan Sekar saling pandang melihat wajah pucat Adi, tadi Pria itu masih bisa menyombongkan diri tapi mendengar melahirkan 1 anak sangat menyakitkan seperti mau mati lalu bagaimana jika sekali lahiran 3 anak sekaligus.


"Hubby! ". Anna merangkul lengan Adi dengan lembut dan hati-hati.


Adi menoleh ke Anna, "sayang aku..? ".


"aku ingin makan disuapin kamu". pinta Anna memelas.


"hmm? ".


"aku lapar juga sangat haus". rengek Anna.


Adi pun mengambil piring Anna dan menyuapi Anna dengan telaten,


"kamu sih". Caca menyenggol bahu Radit.


Radit tersenyum kikuk, "aku tidak sengaja". bisik Radit.


Caca dan Sekar menyalahkan suami masing-masing yang membuat situasi menjadi lebih hening hanya suara dentingan sendok saja yang memenuhi Ruangan itu, padahal sebelum Adi, Reyhan dan Radit tiba tempat itu sangat ramai oleh ocehan ketiga wanita cantik itu.


.


.

__ADS_1


di kamar Anna,


Adi terdiam memikirkan perkataan Radit yang mengatakan melahirkan 1 anak sangat menyakitkan dan Adi bangga membuat Istrinya hamil 3 anak tanpa tau melahirkan anak itu sangat menyakitkan.


Adi sudah tau bagaimana rasanya mau mati tapi membayangkan rasa sakit itu menimpa Anna membuatnya ketakutan.


"apa aku lihat di internet saja? ". batin Adi lalu mengambil ponselnya dan menonton seorang wanita melahirkan 3 anak kembarnya.


Adi menangis menonton itu, jeritan serta melihat keringat membanjiri wanita yang tengah menggigit kain untuk menahan rasa sakit saat melahirkan ketiga bayi kembar.


"a.. aku..? ". gumam Adi.


Anna keluar dari kamar mandi mengerutkan keningnya melihat Adi seperti sedang menangis, Anna mendekati Adi dan melihat tontonan Adi membuat mata Anna melebar.


"Hubby.. kamu? kamu menonton itu? apa yang kamu lihat? ". pekik Anna.


"s.. sayang?". Adi mendongak menatap Anna dengan tatapan terluka.


Anna mematung melihat tatapan itu, "a.. ada apa? ".


"apa kamu akan mengalami rasa sakit itu saat melahirkan ketiga anak kita? wanita itu sampai koma". tunjuk Adi lalu menangis seperti anak kecil membuat Anna ingin tertawa tapi tau pemikiran Adi yang takut dirinya terluka.


Anna menahan diri sekuat tenaga untuk tidak tertawa, Ia memeluk Adi dengan gemas.


"tidak Hubby..! tidak, aku akan baik-baik saja karna aku akan banyak berlatih, mulai besok aku akan ikut senam ibu hamil supaya anak kita lancar melahirkan ya? ". bujuk Anna.


"senam ibu hamil? ". tanya Adi sambil cegukan membuat Anna semakin gemas tingkah Adi seperti bayi.


"iya..! biayanya sangat mahal tapi bukan itu yang aku takutkan melainkan aku takut kamu tidak ada waktu untuk menemaniku senam ibu hamil". jawab Anna.


"aku akan menemanimu sayang". jawab Adi menghapus air matanya.


Anna menutup tontonan Adi lalu Ia menangkup rahang Adi sambil tersenyum manis,, "kalau aku mau hamil 3 anak itu karna aku ingin Hubby..! jangan takutkan hal yang belum terjadi tapi tetaplah ada disisiku sampai waktu aku tiba untuk melahirkan harta berhargamu ke dunia ini".


Adi kembali merengek seperti bayi besar dan memeluk Anna yang tertawa gemas mengelus punggung kokoh suaminya.


"kamu calon Ayah loh..! kok bisa nangis sih?". goda Anna.


"aku tidak peduli, kamu tau sayang tangisan lelaki itu sangat tulus". omel Adi.


"kalau begitu tangis perempuan buaya? ". tanya Anna menggoda.


"bukan begitu sayang, kalau perempuan kasih sayangnya sangat tulus tapi kamu harus percaya kalau aku menangis karna aku sangat mencintaimu". jelas Adi dengan serius.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2