Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
hadiah lagi


__ADS_3

.


.


.


Anna mengedarkan pandangannya,


"dimana Sarla? ". tanya Anna ke Linda.


"disana Nona". jawab Linda menunjuk ke arah gadis dibalik aquarium raksasa milik Leonard.


Anna tersenyum lebar melihat Sarla tengah sibuk memperhatikan ikan-ikan mahal milik Leonard, Keluarga Damanik berbicara dengan Leonard diruang tamu.


"kakak? ". Samta memanggil Anna.


Anna menoleh ke Samta, "apa? kamu panggil Kakak? kamu bisa bahasa indonesia? ". tanya Anna.


"iya Kak, saya bisa bahasa Indonesia demi bicara dengan Kakak". jawab Samta tersenyum lebar.


Anna terharu lalu mengelus kepala Samta yang berumur 13 tahun itu, Anna memutar kepalanya melihat Sarla yang ternyata sudah menatapnya dengan pandangan berbinar.


"uuh..? kenapa kamu lucu sekali seperti Rose hmm?". Anna berjongkok mengelus pipi Sarla.


Sarla memeluk Anna seperti Sarla memeluk Ayah dan Ibu nya, Sarla juga bilang dengan bahasa isyarat kalau Anna tidak perlu menggunakan bahasa asing sebab mereka berdua belajar bahasa Indonesia bersama, bedanya Sarla hanya mendengar saja tidak bersuara sebab Ia belum diizinkan berbicara oleh Anna.


"baiklah Sarla sayang, ayo ikut Kakak..! kakak harus periksa tenggorokanmu sayang. ayo Samta ikut kakak !". ajak Anna.


Damanik mengucapkan terimakasih pada Leonard, Sarla mengganti perban di Rumah Sakit besar di Rusia dan mereka takjub dengan hasil operasi Anna yang mengatakan sangat sempurna dan kemungkinan anak bungsunya bisa kembali berbicara.


"cucuku itu bercita-cita menjadi dokter karna dia akan menjadi dokter pemberani yang mengambil pasien yang tidak berani disembuhkan oleh semua dokter, dia terobsesi pada Kakaknya Queen Adena Sasikirana Arundati, seorang Penguasa W Group yang menyembuhkan Cucuku dari kaki nya yang lumpuh". jelas Leonard dengan bahasa Rusia.


Leonard sering berkelana jadi hampir menguasai bahasa asing,


Damanik dan Istri yang mendengar itu takjub, Ia tak menyangka hebatnya seorang Penguasa W Group bisa membuat Anna tumbuh menjadi dokter luar biasa, mereka berharap Sarla juga akan meniru Anna sama seperti Anna meniru Nana.


mereka semakin mengagumi Nana dan berjanji akan mengucapkan terimakasih pada Nana yang membuat Anna sembuh sehingga menjadi malaikat tak bersayap untuk Putri bungsunya.


"bisa dikatakan Nana itu segalanya bagi Cucuku, bahkan dia lebih mencintai Kak Nana nya itu dibanding Aku kakeknya". jelas Leonard dengan bahasa asingnya yang lancar.

__ADS_1


Damanik tertawa, sang Istri memeluk suaminya dengan haru bahkan Ia sesekali menghapus air matanya akan kebaikan hati Nana menurun pada Anna dan Ia sangat berharap akan menurun juga pada Putrinya Sarla.


.


Linda melihat cara Anna memeriksa Sarla benar-benar keren.


"pekerjaan dokter adalah Pekerjaan yang paling keren di dunia ini". batin Linda tersenyum lebar akan pekerjaan Anna.


Linda tau siapa Sarla sebab berita Anna berhasil mengoperasi Sarla telah tersebar di Indonesia bahkan negara asal Sarla juga menerbitkan berita yang sama dalam bahasa internasional mereka tentang dokter hebat seperti Anna.


Anna punya perlengkapan khusus Rumah Sakit disamping Ruangan Kerja Adi, didalam sana semua alat pemeriksaan telah lengkap seperti USG, Brankar dan banyak guna nya, Adi sendiri yang membuat Ruangan itu untuk Anna supaya Istrinya tidak kehilangan jati dirinya sebagai dokter.


"sayaang..? kamu benar-benar mematuhi kakak ya? pitas suaramu sekarang sudah cantik sayang, kamu boleh bicara". Anna memeluk Sarla yang sudah sembuh total.


Sarla akhirnya mengeluarkan suara yaitu tertawa kecil, "terimakasih Kakak". ucap Sarla.


"adek? ". Samta memegang tangan Sarla.


sebenarnya Sarla bisa saja pergi memeriksa pada dokter lain di Rusia tapi Sarla hanya mau pada Anna, menurut Sarla, Anna adalah dokter terbaik yang bisa menyembuhkan pitas suaranya.


Anna bertanya keluhan Sarla dan Sarla bercerita awalnya tenggorokannya terasa gatal tapi Sarla menahan diri untuk tidak bersuara atau menggaruk luka operasinya, Anna kagum akan hal itu.


Sarla tersenyum lebar, "Sarla akan menjadi dokter hebat seperti kakak".


Anna terkejut lalu terkekeh memeluk Sarla seperti seorang adik, Samta tercengang mendengar keinginan adiknya yang ingin menjadi dokter padahal sebelum bertemu Anna cita-cita Sarla adalah seorang Pramugari.


Samta dan Sarla menguasai bahasa Indonesia dengan fasih sampai Anna lupa kalau mereka bukan warga negara indonesia,


Linda tersenyum saja melihat kedekatan mereka berdua, jika Linda di posisi Sarla pasti akan melakukan hal yang sama.


.


"apa? kenapa kakak harus ikut kesana sayang?". kaget Anna.


"kakak? ". Sarla memeluk Anna.


Anna menggaruk kepalanya yang tak gatal, "sayang..? bukan maksud kakak tidak mau ikut acaramu sayang tapi kakak sedang hamil". Anna mengambil tangan Sarla lalu meletakkannya di perut datarnya.


Rheiny (istri Damanik) mengerti gerakan Anna yang mengatakan Anna memang sedang hamil, mereka lupa kalau Anna hamil saking bahagianya Sarla sudah boleh berbicara.

__ADS_1


"jadi?". tanya Sarla.


Samta menjelaskan pada adiknya bahwa Anna akan punya dedek dan tidak boleh naik pesawat berlama-lama, sama seperti Sarla yang belum boleh bersuara saat Operasi sudah berhasil maka Anna juga punya dokter lain yang tidak mengizinkan Anna bepergian, Sarla pun mengangguk karna mengerti penjelasan kakaknya.


"baiklah Kak..! Sarla mungkin akan kembali pada Kakak, Sarla akan belajar dengan keras supaya bisa menjadi dokter hebat". jawab Sarla tak memaksa Anna ikut dengannya.


Anna mengelus pipi Sarla, "hidupmu sudah dibuka sayang, kamu jangan terikat pada Kakak ya? Kakak sangat tulus menyembuhkanmu".


Sarla tersenyum lalu memeluk Anna lagi, mereka harus kembali ke Bandara sebab memesan tiket pesawat pulang-pergi, tak lupa keluarga Damanik mengucapkan terimakasih pada Anna. Anna sampai kaget saat Rheiny (Istri Damanik) membawakan sebuah berlian langka di jual saat pelelangan besar di Amerika.


Anna menolaknya tapi Rheiny memaksa lalu segera masuk ke mobil, Sarla dan Samta melambaikan tangan ke Anna,Linda dan Leonard.


"huuh..! kenapa aku harus menerima hal ini? ". gerutu Anna menatap datar Perhiasan itu yang sangat di impikan banyak wanita.


Linda menggeleng kepala mendengar perkataan Nona nya yang tidak gemar mengoleksi perhiasan padahal orang kaya-raya.


"ayo masuk Cucuku..!". Leonard merangkul bahu Anna dan Anna memberikan kotak berliannya pada Linda.


Linda membawanya dengan kedua tangannya seperti barang berharga.


"kamu hebat cucuku, kebaikan hatimu memberi kehidupan baru untuk anak itu". senyum tulus Leonard mengelus kepala Anna.


"dia gambaran Anna saat masih kecil Kakek". jawab Anna.


"iya-iya, sama seperti kamu mengidolakan Kak Nana mu itu maka dia juga akan mengidolakanmu, dia akan mengikuti jejakmu sayang". Leonard.


Anna tertawa pelan, "Sarla sangat lucu Kakek, dia seumuran dengan Rose".


"Anna jadi kangen sama si mawar Arkatama itu". gemas Anna.


Leonard mengelus perut Anna, "semoga hati calon cicitku mulia seperti Nana, Rose dan Ibunda nya".


Anna tertawa lebar, "Anna juga berharap seperti itu Kek". jawab Anna semangat mengelus perutnya juga.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2