
.
.
.
Anna tertawa lebar lalu mengelus rahang Adi.
"ayo pulang..! aku ingin berendam di bath up dengan aroma lavender". pinta Anna.
Adi mengangguk lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Ia terus saja tersenyum sepanjang jalan.
setibanya di Mansion,
Anna yang sudah membersihkan diri juga menenangkan diri segera menemui Leonard mengatakan dirinya ingin berhenti menjadi dokter tapi Ia tidak akan kehilangan jati dirinya saat menjadi dokter.
Leonard tertegun mendengar permintaan Anna, Ia tau bagaimana kerja keras Anna sampai tiba di titik ini namun tiba-tiba Anna melepas cita-cita terbesarnya dan itu tentu membuat Leonard kehabisan kata-kata.
"kenapa nak? apa alasan terkuatmu? Kakek bahagia kamu berhenti tapi katakan alasanmu nak? ". tanya Leonard
"Adi sangat mencintai Anna Kek..! dia melakukan banyak hal untuk Anna, dia menjadi Presdir dan mengurus Perusahaan Asia Group tapi dia tidak pernah meminta imbalan atas semua pengorbanannya". kata Anna dengan serius dan penuh makna.
"dia tidak pernah meminta apapun tapi dia selalu membiarkan Anna melakukan apapun yang Anna suka, Anna tidak bisa membiarkannya berkorban Sendirian Kakek..! Anna juga harus berkorban demi membuktikan Anna juga mencintainya, lagian Anna tidak akan kehabisan uang kalau menjadi istri nya saja kan? ". Anna.
"cucuku sudah dewasa..! Kakek bangga dengan alasanmu nak, sangat bangga". Leonard tersenyum mendengar semua alasan Anna.
memang alasan Anna sangat konyol tapi perasaan Adi yang begitu besar pada Anna bisa menggetarkan hati Anna hingga Ia merasa semua pengorbanannya sepadan dengan pengorbanan Adi.
"sekarang tujuan Anna hanya ingin memberi Kakek Cicit yang lucu juga memberi Adi keturunan, Anna ingin punya anak seperti Ren dan Rose". kata Anna dengan semangat.
"terimakasih nak...! Kakek yakin pengorbananmu ini akan mengantarmu ke bahagiaan yang lebih tidak ternilai harganya nak". Leonard sampai menghapus air matanya.
"Kakek kenapa? kok sedih? ". tanya Anna memijit kaki Leonard dengan tatapan memelas juga ikut berkaca-kaca.
"Kakek merasa Adi adalah kebahagiaan kita nak..! akhirnya Kakek bisa melihatmu yang hanya memikirkan keluarga saja, bahkan Kakek tidak bisa berkata-kata saat kamu bilang ingin memberi Kakek cicit". jawab Leonard tertawa tapi tangannya masih sibuk menghapus air matanya.
"maafkan Anna yang pura-pura lemah selama ini Kek..! Anna janji akan membalas dan melawan orang-orang yang menganggap Anna bodoh dan sengaja memeras Anna untuk kepuasan mereka saja". kata Anna dengan penuh keyakinan.
Anna berjanji akan menjadi wanita yang kuat, Ia tidak akan takut pada rencana licik orang jahat karna Anna sudah menyerah pada mimpinya menjadi seorang dokter, setidaknya Anna adalah seorang dokter bedah terbaik, Ia sudah mencicipi cita-citanya dan sekarang Ia tidak menyesal melepas mimpinya itu.
Anna ingin bahagia dengan menjalin Rumah Tangga impiannya dengan Aditya Pratama.
__ADS_1
.
.
"dari tadi aku mencarimu Hubby..! kenapa kamu ada di Ruangan ini? ". tanya Anna heran melihat Ruangan luas yang tidak terpakai kosong dan bersih.
"aku buat Ruangan kerja disini sayang..! aku akan sering menghabiskan waktu disini demimu kalau kamu hamil". jawab Adi mengelap dahinya yang basah karna keringat.
Anna sampai terharu, "benarkah? bukankah kamu harus bekerja di 2 tempat, Asia Group dan Mal ANA".
"kamu bisa melepas mimpimu demiku sayang, aku juga bisa menekan pekerjaanku dan hanya datang sekali dalam seminggu di Perusahaanmu dan MalKu". jawab Adi dengan senyuman.
Anna tersenyum lebar lalu merentangkan tangannya, mereka berpelukan dengan mesra.
"kamu manis sekali Hubby.!". puji Anna dengan gemas.
"kamu sangat menakjubkan sayang". bisik Adi juga.
Anna bahkan tidak jijik berpelukan dengan Adi yang tubuhnya basah karna keringat, mereka sudah biasa mandi keringat.
"sedang apa kalian? ". Caca dan Sekar bertanya dengan tampang serius berdiri didepan pintu menatap kedua pasangan suami istri itu.
Anna dan Adi pun melepaskan pelukan mereka, Anna terkekeh melihat raut wajah intimidasi Kedua sahabat baiknya itu yang pasti sudah tau kabar bahwa Anna akan mengundurkan diri menjadi dokter di Rumah Sakit tempat Anna bekerja.
Sekar dan Caca segera masuk dan menarik tangan Anna pergi dari sana.
"jangan kuat-kuat menarik istriku woii..! ". teriak Adi.
"diammm! ". ketus Sekar dan Caca dengan mata melotot.
Adi menciut seketika, membuat Anna tertawa keras, anggap saja Adi merasa lemas karna Anna melepaskan mimpinya demi dirinya sudah pasti Sekar dan Caca marah besar, sebab mereka bertiga berjuang bersama dari nol.
"galak banget sih tapi tidak segalak Anna". gumam Adi pelan kembali melihat Ruangan barunya yang masih kosong.
Caca dan Sekar membawa Anna ke kamar Caca yang paling dekat saja lalu mengunci pintu, Sekar menarik tangan Anna dan duduk disofa.
"katakan...! ". titah Sekar dan Caca serentak sambil berkacak pinggang.
Anna tersenyum lebar lalu menceritakan semuanya tanpa ada yang tertinggal sampai kedua sahabatnya itu menghela nafas panjang karna tidak bisa berbuat apa-apa, sebab semua wanita akan menjadi Ibu dan menurut mereka wajar saja Anna menyerahkan segala hidupnya demi Adi yang juga mengorbankan banyak hal demi Anna.
"kalian mengerti sekarang? ". tanya Anna dengan senyuman.
__ADS_1
"kamu selalu membuat kami kesal Anna..! kenapa kami harus tau dari orang lain hah? ". kesal Caca.
"iya,, kita sejak muda selalu berjuang bertiga, kenapa harus tau belakangan coba? ". sahut Sekar juga.
"maafkan aku ya? tapi sungguh ini semua diluar rencanaku, tiba-tiba saja pemikiran ini muncul jadi kalian tidak salah hanya aku saja belum merencanakannya tapi sudah bertekad". cengir Anna.
"sebentar lagi kamu juga bakal menikah Sekar tapi kamu masih bisa berkarya di dalam Rumah beda dengan dokter bedah butuh banyak perlengkapan banyak waktu kalau mau buat Rumah Sakit sendiri, dan intinya aku tidak sanggup membagi waktu nanti". kata Anna dengan senyuman tulus ke Sekar.
"siapa bilang aku akan menikah? ". Sekar mendengus melihat arah lain.
Caca dan Anna saling pandang lalu tertawa pelan,
"bagaimana Reyhan Sekar? apa dia baik? ". tanya Anna.
"hmm..! baik". jawab Sekar.
"mereka sama-sama seorang pelukis". kata Caca.
"satu gelombang dong". jawab Anna tertawa.
Sekar diam saja tampak terlalu malas menjawab godaan kedua temannya itu.
.
malam harinya,
Sekar menganga saat Reyhan datang menjemputnya untuk makan malam bersama keluarganya.
Anna dan Caca sontak saja membekap mulut dengan raut wajah syok.
"ya ampun..! calon menantu bertemu Mertua? belum menikah saja sudah diundang, bagaimana jika sudah menikah? Sekar pasti di sayang". bisik Anna.
"beruntung sekali Sekar". bisik Caca dan Anna mengangguk.
Reyhan tak lupa mengajak Han yang seorang Papa kandung Sekar dan Izin juga pada Leonard untuk membawa Sekar bersama Han, awalnya Han tidak mau ikut tapi Reyhan memohon dan Han tidak tega melihat Reyhan yang terlihat tulus.
"berhati-hatilah kalian! ". kata Leonard
.
.
__ADS_1
.