Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
bimbang


__ADS_3

.


.


.


hari-hari berlalu begitu cepat,


Anna sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya menjadi dokter, namun Ia tetap seorang dokter jika dibutuhkan karna Anna memilih mundur bukan karna bosan melainkan demi keluarga kecilnya.


sementara hari pernikahan Sekar telah tiba, pernikahan mereka di adakan dengan mewah karna kemauan Eve sendiri, Sekar berusaha menolak tapi Eve mengatakan pernikahan hanya sekali seumur hidup untuk itu harus di buat berkesan.


kini Sekar sudah didandani dengan cantik seperti Tuan Putri kerajaan lain, Caca dan Anna menjadi pengiring pengantin padahal Anna sudah menikah namun Ia ingin mengantar Sekar sebagai sahabat baiknya.


"Sekar...? kamu cantik sekalii! ". Anna masuk mengangkat gaunnya dan gemas melihat paras Sekar.


Caca terkekeh pelan melihat Sekar,


Sekar menghela nafas, "kalian senang kan aku menikah? tapi aku takut menjadi gila sepertimu". kesal Sekar menatap Anna.


Anna mengerutkan keningnya, "hei... aku bukan Gila..! ya Ampun.. Sekarr?? kamu tidak tau bagaimana indahnya saat punya suami hmm? ". kekeh Anna tidak merasa tersinggung dikatai gila oleh Sekar.


"beruntung aku masih waras". kata Caca dengan lega.


Anna dan Sekar mendelik,


"bersiap saja pernikahanmu sudah diatur oleh Om dan Tante". ledek Anna.


"mana kamu tau? apa buktinya? aku masih sendiri tuh". Caca dengan bangga berpose cantik karna Ia masih jomblo.


"lihat saja aku akan memanas-manasi Om dan Tante biar kamu juga dinikahkan, kita harus gila sama-sama". cetus Sekar.


Anna tertawa lepas, "Sekar..? menikah itu tidak membuat gila hanya saja membuat kita bahagia".


"aku tidak percaya". jawab Sekar memutar kepalanya melihat arah lain.


Sekar mengira Anna hanya ingin menghiburnya dengan mengatakan kebohongan tapi Ia tidak tau kalau Anna itu tidak berbohong karena Ia mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


"wah.. wah.. wah... adik-adik kakak pada ngumpul disini ya? ". Nana tiba-tiba datang di Ruangan Pengantin.


"Kakak? ". mereka bertiga menoleh ke Nana dan menyapa wanita menawan itu dengan senyuman.


"kenapa? kok belum muncul juga? Reyhan sudah menunggu loh". tanya Nana dengan lembut.


"aah.. ini Sekar takut gila kak". tunjuk Anna ke Sekar yang melebarkan matanya ke Anna karna memberi tau Nana.


Nana menaikkan sebelah alisnya, "kata siapa menikah akan membuat gila? ".


"Anna kak, dia tidak waras setelah menikah". jawab Sekar melirik Anna yang terkikik, sedangkan Caca melirik saja namun bibirnya bungkam tidak berani berbicara malah ingin mendengar jawaban Nana.


"sayang..? menikah itu menyenangkan, Anna seperti itu karna Ia terlalu bahagia maka nya kalian menyebutnya gila, bagaimana dengan kakak? kakak baik-baik saja selama menikah, kalian tidak lihat? apa kakak keliatan tidak waras? ". Nana tak habis fikir gadis cantik itu takut menikah hanya karna berpikir menikah membuatnya tidak waras.


"tapi kakak terlihat normal". jawab Caca.


"normal bagaimana? ". tanya Nana.


Caca dan Sekar menjelaskan berdasarkan penilaian mereka namun Anna malah mengangguk-ngangguk karna memang benar Nana terlihat normal saat mencintai seseorang tidak seperti Anna yang malah tidak waras.


"suami Kakak bagaimana? dia juga tidak waras? mengekang kakak, meminta kakak untuk merawat calon bayi kami ini, kakak tidak boleh keluar, kakak makan ini dan itu juga diawasi, jujur sayang semua itu bukan tidak waras tapi karna hatinya bekerja dan akal nya tidak". Nana


"saat kalian mencintai seseorang itu menggunakan hati bukan akal sehat manusia sayang, maka nya orang jatuh cinta suka senyam-senyum sendiri, tertawa sendiri namun mereka bukan tidak waras sayang tapi karna bahagia". jelas Nana dengan gemas.


Nana dengan sabar menjelaskan pada Sekar dan Caca menikah itu tidak membuat kita gila namun bahagia, dimanapun manusia berada jika bahagia pasti menggunakan hati.


Sekar dan Caca kaget mendengar perkataan Nana yang mengatakan bahwa manusia bisa bunuh diri karna putus Cinta,


"lalu kalian pikir mereka bunuh diri karna mereka tidak waras??". tanya Nana dengan senyuman.


"orang yang putus Cinta itu hatinya hancur, pikirannya kosong, dunia nya hancur, kehidupannya tidak lagi berwarna dan separuh nyawanya hilang, jangan terlalu meremehkan Cinta sayang karna Cinta itu hati yang bekerja mengalahkan kewarasan manusia". jelas Nana tersenyum manis.


"lalu kalian pikirkan bagaimana jika Cinta kita berbalas hmm? itulah yang aku rasakan". sambung Anna dengan ceria.


Sekar tertegun sementara Caca membeku ditempat.


memang mereka sering melihat di TV orang bunuh diri karna Cinta, tidak usah jauh-jauh bahkan Fendy saja bunuh diri saat tau Anna sudah menikah dengan Adi padahal bukan Cinta karna hati melainkan karna harta.

__ADS_1


"bagaimana sayang? kamu udah baikan mendengar penjelasan kakak? ". tanya Nana mendekati Sekar dan memegang dagu lancip Sekar.


Sekar tersenyum tulus dan menganggukkan kepalanya pertanda Ia mengerti.


"lalu bagaimana Sekar? mau datang ke dunia kegilaan?". tanya Anna menggoda menatap Sekar dan menaik turunkan kedua alisnya sambil tersenyum meledek.


"sayang..? kamu juga". Nana menatap Anna yang terkikik lucu.


Nana benar-benar gemas dengan persahabatan ketiga adik-adiknya itu, mereka masih polos dan belum pernah berpacaran karna terlalu fokus dengan impian, bukan tidak punya Lelaki yang menyukai mereka tapi Anna, Sekar dan Caca memilih mundur serta menyibukkan diri sehingga tidak ada waktu meladeni rasa suka lawan jenisnya.


"ayo kita keluar! ". ajak Nana.


akhirnya Sekar tidak lagi ketakutan seperti sebelumnya, Ia akan memilih mengikuti alur takdir yang menuntunnya entah kemana.


kemunculan Sekar membuat para tamu undangan yang sedang menunggu lama terpukau, ke empat perempuan Cantik itu begitu bersinar hingga mata siapapun tidak puas memandang.


Reyhan tersenyum lebar melihat betapa cantiknya pujaan hatinya, Ia tidak pernah mengira akan menikah dengan sosok gadis pujaannya padahal Ia tidak berharap akan menikah dengan Sekar karna merasa Sekar jauh diatasnya namun Orangtuanya bertindak cepat sehingga Ia dipertemukan dengan Sekar menggunakan koneksi Papanya yang mengenal baik Leonard.


"dekati pengantinmu nak! ". bisik Eve memberikan karangan bunga nya ke Reyhan.


"terimakasih Ma". ucap Reyhan tersenyum ke Eve yang tertegun ditempat.


jujur saja Eve tidak pernah melihat pancaran bahagia Reyhan saat ini, Ia menggeleng kepalanya tak percaya Putranya benar-benar menggilai Sekar, jika memang Iya mengapa Reyhan dari dulu tidak berusaha? malah memilih menjadi fans setia tanpa sepengetahuan Sekar.


Reyhan melangkahkan kaki dikarpet merah lalu memberikan karangan Bunga indah itu ke Sekar yang menerimanya, beberapa tamu undangan bertepuk tangan meriah.


Nana memberikan tangan Sekar ke Reyhan yang menyambut dengan senyuman.


"terimakasih Kak". ucap Reyhan dengan tulus.


"sama-sama, jaga baik-baik adikku ya? kalau dia bandel beritau dia, kalau dia lelah perhatikan dia, kalau dia tidak tau maka ajari dia, gunakan akal sehat mu berbicara dengannya yang memiliki hati selembut sutera". kata Nana.


"baik Kak". jawab Reyhan tersenyum lebar.


Caca dan Anna tersenyum bahagia, mereka juga ikut bahagia dengan pernikahan Sekar yang mereka ramal akan bahagia dilihat dari cara Reyhan memberikan bunga ke Sekar.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2