
.
.
.
Anna mendongak ke Adi, "siapa Adi? ". tanya Anna.
"hanya orang mabuk yang merusak kaca spion mobilku". jawab Adi duduk disamping Anna lalu mengelap bibir Anna yang belepotan dengan tangan.
"orang mabuk bawa mobil?". tanya Anna dan Adi menganggukkan kepalanya.
"itu sama saja bunuh diri". jawab Anna mengambil segelas air minumnya tadi ternyata airnya sudah habis.
Adi dengan cekatan menuangkan air ke gelas Anna yang tersenyum manis dengan perhatian kecil Adi, Adi sangat tau isi pikirannya tanpa harus berbicara.
"minumlah". Adi memberikan segelas air ke Anna yang segera meneguknya.
Adi masih bisa berpikiran tenang didepan Anna, Ia tidak mau Anna tau tentang kejadian tadi dimana pelaku sepertinya sengaja merusak kaca spion mobilnya.
.
pagi-pagi,
di Perusahaan Asia Group,
"siapa pengendara mobil itu? ". tanya Adi serius menatap Radit.
Radit memberikan 1 berkas yang Ia dapatkan lalu Adi membukanya.
"Layla?". gumam Adi.
"aku tidak kenal, siapa dia? ". tanya Adi melihat ke Radit.
"itu mobil Layla tapi yang membawa mobil malam itu bukan Artis bernama Layla melainkan kekasihnya yang bukan dari kalangan artis". jawab Radit.
"lalu apa hubungannya denganku? kenapa dia mencari masalah denganku? ". tanya Adi belum menyadari semuanya.
Radit menghela nafas lalu menceritakan perasaan Artis pendatang bernama Layla itu pada Adi, Ia punya kekasih rahasia yang membuat Layla bisa menjadi artis seperti sekarang namun Layla tidak mau memberitau hubungan mereka ke publik, alhasil mereka berhubungan secara sembunyi-sembunyi.
Adi memukul meja, "jadi dia menyerangku hanya karna dia cemburu wanita jal*ngnya itu menyukai uangku?".
Radit mengerutkan keningnya, "kapan aku bilang Layla menyukai uangmu?".
__ADS_1
"bukankah sudah jelas? apa lagi yang dia suka kalau bukan ketenaran dan uang yang aku miliki?". bentak Adi.
Radit menganggukkan kepalanya membenarkan pemikiran logika Adi,
"dasar wanita jal*ng..! sebelumnya dia mengusikku karna artikel tidak penting itu sekarang kekasih gelapnya menyerangku". Adi berdecak tak senang.
"semua wanita sama saja kecuali Istriku". gerutu Adi.
"yah..! Nona Anna lah yang terbaik untukmu". jawab Radit
"kenapa kau memuji istriku? ". tanya Adi dengan tatapan tajam.
"aku memujinya karna dia pantas untukmu". bela Radit dengan malas karna kecemburuan buta Adi itu.
"ckk..!". Adi masih menatap tajam Radit yang memuji Anna karna menurut Adi hanya dirinya saja yang boleh memuji Anna tidak ada Pria yang lain selain dirinya saja.
"jangan tatap aku seperti itu Adii..! sekarang kau fikirkan bagaimana mengatasi Pria gila itu? ". tanya Radit dengan jengah.
"aah.. iya juga..! kau..? aku peringatkan jangan memuji Istriku, hanya aku yang boleh memujinya". peringatan Adi dengan penuh pengancaman.
"hmm". jawab Radit dengan wajah datarnya.
"dimana tempat tinggal Pria ini? ". tanya Adi melihat foto Pria yang sedang mencoba mengusiknya.
"ciih..! lihat saja apa yang akan aku lakukan". Adi menatap dingin potret Pria yang tidak waras menurutnya itu.
padahal Aditya Pratama juga menjadi Pria tidak waras jika membahas tentang Anna, tapi nama nya bos ya tetap benar sedangkan yang lainnya salah.
.
ditempat lain,
Anna mengerutkan keningnya melihat banyaknya Kru pembuatan film ada di Rumah Sakit, Ia segera bertanya pada suster yang ternyata ada adegan syuting selama 1 bulan di Rumah Sakit.
"kenapa harus disini? kan banyak Rumah Sakit lain". tanya Anna berbisik.
"entah..! pemeran utamanya minta Rumah Sakit ini". bisik Suster itu juga.
"siapa pemeran utamanya? ". tanya Anna.
"Layla". jawab Suster.
Anna melebarkan matanya, "Layla? wanita dalam Artikel itu? kenapa dia syuting disini? apa dia sengaja? ". batin Anna mengedarkan pandangannya.
__ADS_1
beberapa saat kemudian situasi di Rumah Sakit begitu heboh karna kedatangan Artis yang sedang populer, mereka berbondong-bondong mendekati Layla yang dikawal banyak bodyguard.
Anna melihat itu dengan malas, Ia beranjak pergi meninggalkan tempat itu yang dijadikan tempat pemberian tandatangan Artis padahal ini Rumah Sakit, bukan tempat untuk Artis dan Penggemar (panggung artis dan fans) melainkan untuk orang sakit.
Layla mengedarkan pandangannya dan melihat sosok wanita yang sangat kaya dan berprofesi sebagai dokter, Ia tersenyum miring.
"lihatlah Tubuhnya tidak seseksi diriku, kenapa Tuan Adi begitu setia dengannya? ". batin Layla dengan perasaan sombongnya tapi wajahnya ramah karna banyak penggemarnya.
.
Anna mendengar gosip-gosip suster yang mengatakan bahwa Layla sangat seksi dengan bentuk tubuh yang terlalu ideal, mereka mengatakan pria manapun pasti menyukai Layla karna bentuk tubuhnya itulah kesempurnaannya.
"apa bagusnya punya badan yang seksi tapi buatan manusia". batin Anna dengan kesal lalu memilih masuk ke Ruangannya.
Anna seorang dokter tentu tau bentuk tubuh Layla itu buatan manusia alias operasi, mana ada zaman sekarang manusia punya bentuk tubuh seperti boneka, kalaupun ada Anna bisa membedakannya.
.
Anna kini ada di Ruangan Rapat sesama dokter, Ia menjatuhkan rahangnya mendengar perkataan direktur Rumah Sakit yang bilang tidak menerima pasien selama 1 bulan karna Layla sedang syuting film baru dalam film itu Layla berperan sebagai dokter seksi yang sangat handal.
"brengs*k ini penggemar Layla rupanya, pantas saja lebih mementingkan wanita itu dibanding pasien". batin Anna dengan malas.
"lalu apa kegiatan kami?". tanya Anna.
"aah..? Nona Anna? anda boleh datang bekerja dan boleh juga tidak datang bekerja, hanya dalam waktu 1 bulan saja Nona setelah itu Rumah Sakit akan bekerja sebagai mana mestinya".
Anna menghela nafas, Ia tidak melarang karna jujur saja hatinya bahagia bisa libur bekerja namun hati kecilnya yang lain tidak terima karna Ia seorang dokter.
Anna ingin menyampaikan pendapatnya tapi ternyata sudah didahului oleh dokter lain yang ternyata juga para dokter sejati, tapi mereka tidak bisa berkata-kata lagi saat si Direktur hanya meminta bekerja selama 1 bulan saja dan dengan santainya mengatakan Rumah Sakit di Kota ini sangat banyak, gaji tetap berjalan, apa masalah mereka jika Layla memilih Rumah Sakit ini dibanding Rumah Sakit lain.
semua orang membubarkan diri, sebenarnya Anna bisa saja menggunakan koneksinya bahkan Ia bisa membeli Rumah Sakit itu dengan harga mahal tapi Ia terlalu malas menggunakan tahta nya yang hanya membuatnya terlihat sebagai wanita sombong saja.
"ya Tuhan..! lama-lama Rumah Sakit ini jadi tempat wisata". gerutu Anna melihat banyak orang yang mengkerumuni tempat syuting Layla.
sebenarnya Anna mudah saja jika ingin menjadi Artis tapi Ia tidak lakukan karna Cita-citanya bukan mencari ketenaran namun menyelamatkan nyawa orang, menjadi dokter saja Anna sangat di idolakan namun hanya orang-orang yang pernah ditolong Anna saja.
menjadi Artis penuh dengan make up tebal juga tubuh yang glamor sementara dokter hanya butuh kemampuan otak dan tangan yang lihai dan mampu menggunakan pisau bedah jadi penampilan dokter tidak terlalu berlebihan.
zaman sekarang manusia mengidolakan artis untuk bersenang-senang dan hanya waktu sakit saja datang ke dokter.
.
.
__ADS_1
.