
.
.
.
sementara di tempat lain,
Roben berteriak melempar semua barang yang ada didekatnya,
"apa kalian bodoh hah?? gunakan otak kalian cara membuat Anna ikut dengan kalian tanpa sepengetahuan pengawal bayangannya". teriak Roben dengan marah.
"bagaimana bayaran kami bos?". tanya salah satu pekerja Roben yang babak belur di pukul oleh Pengawal bayangan Anna.
"apaaa?? bayaran kau bilangg?? kenapa aku harus membayarmu sementara kau tidak menghasilkan apapun untukku". geram Roben mengepalkan tangannya sampai kuku-kukunya memutih.
"tapi kami terluka bos". bela yang lainnya.
"aku tidak peduli..! lebih baik kalian lakukan saja tugas kalian, aku tidak akan membayar sepeser pun sampai kalian bisa membuatku puas". bentak Roben menggelegar.
semua bawahan Roben berlari kocar-kacir, mereka menderita karna pukulan serta tendangan Para pengawal bayangan Anna, tadi mereka semua sempat ingin dibunuh tapi dengan cepat semuanya memohon ampun dan mengatakan alasan mereka mengejar Anna tanpa segan menyebut nama Roben.
sekarang mereka datang menemui Roben untuk mendapatkan upah tapi tidak dapat apapun malah meminta mereka untuk melanjutkan rencana dengan menculik Anna, walau mereka bodoh tapi tidak akan mau dibodohi lagi lebih baik mereka tidak usah menerima perintah Roben karna sudah dapat ancaman serius dari pengawal bayangan Anna.
"dasar tidak berguna sama sekali..! ". geram Roben dengan frustasi.
"Papa?? ". seorang wanita seksi mendekati Roben yang ternyata Putri Roben bernama Niandra biasa dipanggil Nian.
"Nian? ada apa? ". tanya Roben ke Nian masih dengan wajah memerah.
"kenapa kartuku tidak bisa digunakan Pa? aku malu tadi pas bayar tagihan makan di Restaurant kartuku diblokir". protes Nian.
"tidak ada pakai kartu lagi..! Papa dipecat jadi kamu cari kerjaan dan uang sendiri". kata Roben.
"Apaaa?? kenapa Paaa? aku kan lebih suka belanja dari pada kerja". marah Nian.
"berani kau membentakku hahh?? ini semua karna mu dan juga Ibumu..! kalian terlalu boros sampai aku tidak punya pilihan lain selain mengambil dana Perusahaan, aku ketahuan dan dipecat". marah Roben menggelegar.
Nian terkejut mendengarnya, "jadi Papa pengangguran?".
__ADS_1
"sana pergi sebelum aku lemparkan ponsel ini kewajahmu". usir Roben.
Nian terpaksa pergi karna tau Roben tidak pernah main-main dengan perkataannya.
"Papa dipecat Ma". lapor Nian ke Ibunya bernama Besta.
"hahh?? kok bisaa?". tanya Besta memekik tak percaya Suaminya dipecat.
"katanya Perusahaan Papa tau kalau dia mengambil dana Perusahaan, tapi kok bisa Ma?? selama ini Papa mengambil uang dari Perusahaan tidak pernah ketahuan". cecar Nian
"pasti ada yang tidak beres..! tapi Perusahaan mereka kedatangan pemimpin baru? apa pemimpinnya sangat pintar?". tanya Besta
"aaaah....! iya..! bukankah Anna katanya sudah menikah ya Ma? suaminya sangat tampan katanya Pemilik Mal ANA, apa dia yang menjadi pemimpin Perusahaan Asia Group yang baru? ". Nian memekik baru menyadari film pendek yang beredar tentang Anna dan Adi terkenal di sosmed.
"aaah...? Mal ANA? jadi Suami Anna orang kaya-raya??". Besta pun kaget mendengar perkataan Nian tentang suami Anna.
Nian mengotak-ngatik Ponselnya lalu melihat wajah tampan Adi yang tersebar di Sosmed, Adi dikatakan penyebab bunuh diri nya Fendy tapi tidak ada yang mencela Adi karna wajar saja Fendy mengakhiri hidupnya yang tidak akan memang disandingkan dengan Adi.
"iisssh..! kenapa anak itu beruntung sekali maaa?? aku mau suami seperti ini". keluh Nian memperlihatkan wajah tampan Adi diponselnya.
"Ya ampunn...! kenapa dia tampan sekali??". gumam Besta mengakui Adi sangat tampan apalagi di Film pendek itu bersama Anna, Adi banyak tersenyum.
Nian sibuk mengagumi Adi sampai berkali-kali Ia menghentikan film pendek diponselnya itu di part Adi tersenyum menatap Anna, sesekali Ia membentak pada Anna yang hidupnya begitu mewah, penuh dengan harta yang berlimpah dan memiliki suami kaya-raya.
.
ditempat lain Leonard mengepalkan tangannya mendengar dari Sekretaris Im yang mengatakan kebenaran Roben menggelapkan dana sampai trilunan, sebenarnya Leonard sudah yakin Pria itu akan menyelewengkan dana tapi tidak menyangka mengambil uang sebanyak itu dan ternyata dikuras setiap bulan.
"dimana Adi? ". tanya Leonard ke Sekretaris Im
"Tuan Muda sedang membawa Nona makan ke Pinggir Pantai Tuan, sepertinya Nona ingin makan disana". jawab Sekretaris Im yang tau Adi meninggalkan pekerjaannya demi Anna sebab mendapat pesan langsung dari Adi.
wajah marah Leonard perlahan melunak, "ya sudah..! nanti aku akan temui Adi, aku harap dia berhasil membuat Anna mencintainya lalu aku segera punya Cicit".
Sekretaris Im menganga lebar, betapa kaya nya Perusahaan milik Leonard sampai ada yang menggelapkan dana sampai triliunan tidak membuat Perusahaan dalam ambang kebangkrutan, bahkan kini Leonard lebih mementingkan cicit dibanding Uang yang sudah lenyap itu.
"apa yang dikatakan Tuan Muda benar? uang 3 T itu diangggap sedekah saja?". batin Imran menelan salivanya yang tercekat.
Imran kagum dengan kehebatan Adi mengetahui Keuangan Perusahaan tapi tidak ada sedikitpun Adi mengkorupsi uang Perusahaan disaat semua orang gelap mata dan mengambil sedikit demi sedikit kekayaan Perusahaan Asia Group,
__ADS_1
kini Anna dan Adi ada di Mansion Anna,
Anna terlentang di ranjangnya, "aaah...? lelahnya". gumam Anna sambil memejamkan mata.
Adi perlahan naik ke Ranjang Anna lalu menindih tubuh Anna, Anna membuka matanya dan terbelalak melihat Adi ada diatas tubuhnya.
"sedang apa? ". tanya Anna perlahan melindungi aset kembar nya.
Adi melihat itu terkekeh, "apa kamu dekat dengan anak Om Roben? ". tanya Adi berubah serius.
"Niandra? tidak..! aku sama sekali tidak pernah dekat dengannya, dia orang yang sangat boros dan pandai menjilat". jawab Anna menggeleng kepalanya sebagai wujud protesnya dianggap dekat oleh Adi dengan wanita itu.
"lalu? apa dia pernah mendatangimu? ". tanya Adi
Anna tersadar akan sesuatu, "aaah...! tidak.. tapi dia selalu mengambil Pria yang dekat denganku, tapi terakhir Fendy yang mencoba mendekatiku, mungkin dia sudah tau watak jahat Fendy maka nya tidak merebutnya dariku".
"Pria yang dekat denganmu? siapa saja? ". tanya Adi
"tidak ada yang aku suka dari mereka..! lagian kamu kan tau bagaimana sifatku yang selalu menolak mereka, setelah itu tidak ada yang berani mendekatiku pasti mereka semua berbelok ke Nian cuma waktu Fendy...?? aku malah geram kenapa Fendy tidak berbelok ke Nian sampai aku berakhir denganmu". Anna menatap Adi diatasnya.
Adi mengulum senyumnya lalu secara perlahan meletakkan tangannya di balik punggung Anna.
"Adii..? mau apa? ". tanya Anna mengamankan kedua aset depannya takut Adi macam-macam dengannya padahal kalau macam-macam pun Anna tidak akan menolak.
"aku ingin menggigit lehermu". kata Adi
Mata Anna membelalak mendengarnya, "tidaaak...!! jangaaannn". pekik Anna telapak tangannya memegang dada bidang Adi supaya tidak lebih dekat dengan tubuhnya dan berusaha mendorong tubuh Adi.
terlambat,
Anna memejamkan matanya saat Adi memang menggigit lehernya, darahnya mendesir hebat saat Adi meng*m*t lehernya dengan gemas, Anna terpaku tak lagi bertenaga sekedar mendorong tubuh Adi.
sepertinya Adi ingin membuat jejak kepemilikannya dileher sang Istri yang diam-diam Ia cintai.
.
.
.
__ADS_1