Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
bahagia di celah-celah


__ADS_3

.


.


.


disaat Keluarga Nana sedang bahagia, tiba-tiba saja Radit mual-mual.


"Radit? kamu kenapa? ". tanya Caca khawatir.


"kayak kemarin lagi". jawab Radit lalu berlari ke arah kamar mandi.


Caca juga menyusul Radit sambil memegang perut datarnya, Keluarga Nana pun akhirnya memahami bahwa Caca juga sedang mengandung dan yang mengalami keistimewaannya adalah Sang suami yang membuat Caca hamil.


Adi dan Anna saling melirik satu sama lain, "kenapa tu si Radit? ". tanya Adi dengan raut wajah tidak mengerti.


"kok Radit yang mengalami morning sickness nya?". gumam Anna pelan.


"morning sickness?". beo Adi.


"iya By! gejala itu biasa nya wajar yang dialami wanita hamil saat awal kehamilan". jelas Anna.


"bukankah kamu dokter sayang? kenapa Morning sickness nya dialami Pria? kan yang hamil perempuan". tanya Adi penasaran.


"aku dokter tanyakan padaku tentang saraf otakmu By! aku mana tau tentang kehamilan". jawab Anna kesal.


"kenapa kamu kesal sayang? aku hanya bertanya kan? memangnya dokter itu juga ada bedanya ya?". tanya Adi dengan bingung.


Anna menepuk keningnya, "sama sepertimu Direktur, CEO, Manager, Karyawan, Ketua Tim itu berbeda-beda kan?".


"iya aku tau itu berbeda sayang, kenapa malah jadi bahas Perusahaan? aku kan bertanya dokter". Adi


Anna melebarkan matanya, "aku sedang membahas perbedaan nya biar kamu mengerti".


"jadi bagaimana cara membedakannya sayang?". tanya Adi sambil tersenyum melihat mata besar Istrinya melebar galak.


"sama kalau dokter juga punya spesialisnya sendiri, ada Dokter bedah Saraf, dokter Bedah Kardiotoraks, Dokter bedah Umum, Dokter kandungan, Dokter tulang, dan banyak lagi, kami punya 1 pembahasan inti By.? kamu pikir mempelajari organ manusia itu mudah?". omel Anna tanpa rem.


Adi terkekeh membuat mata Anna semakin melebar galak,


"kamu mau aku cekik?". geram Anna meletakkan kedua tangan cantiknya di leher Adi yang mendongak tapi matanya malah menatap gemas Istrinya.


mereka malah berdebat tapi Adi masih mengalah hingga Reyhan dan Sekar tiba didekat mereka.


"kami boleh duduk kan?". tanya Sekar dengan datar.


"kalian ini tidak tau tempat ya? kita sedang berada di Ruangan Kak Nana dan banyak keluarganya, kenapa malah sibuk bermesraan?". sambar Reyhan.


Anna melepaskan tangannya dileher Adi lalu memukul bahu Adi dengan segala kekuatannya malah membuat Adi tertawa pelan.


"kalian ini? lihatlah Radit dan Caca sedang sibuk di kamar mandi tapi kalian malah bermalas-malasan". gerutu Sekar.

__ADS_1


"memangnya apa yang kami lakukan?". tanya Adi dengan santai.


"percuma kalian bicara dengannya". jawab Anna menatap kesal suaminya.


"apa Anak-anak Kak Nana sudah diberi Nama?". tanya Anna berbinar ke Sekar.


"belum, Kata Bang Arka tunggu Sikembar dewasa ada baru beri nama untuk kedua bayi kembar itu". jawab Sekar terkekeh pelan dan Anna tersenyum.


"kali ini pun Kak Nana melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan". gemas Sekar.


"yang pertama lahirnya apa laki-laki juga?". tanya Anna.


Sekar mengangguk, "pertama laki-laki dan kedua perempuan".


"kalian tidurlah sayang..! temani sikembar ya?". kata Dewi tiba-tiba muncul diantara mereka.


.


.


.


pagi-pagi,


Anna dan Sekar mengurus Rose dengan penuh Cinta, mereka tersenyum selama mengurus Putri Kecil Nana.


"dedek udah lahir kak?". tanya Rose berbinar saat Sekar memasangkan dasi di leher Rose.


"Ren Sayang? kalau mau tengok adek sarapan dulu ya?". sambar Caca terkekeh yang tau Ren seperti tidak sabar ingin menemui adik kembarnya.


"ekhem..! iya kak". jawab Ren dengan raut wajah lucunya itu.


"sarapan tiba! ". Adi tiba bersama Reyhan membawa banyak makanan untuk mereka semua.


"dimana Radit?". tanya Adi.


"Radit sedang tidur". jawab Caca melihat ke samping sambil tersenyum.


"anak mami jadi calon ayah juga". ledek Adi dibalas kekehan oleh Reyhan.


"mana sarapan untuk Rose By?". tanya Anna mendekati Adi.


"ini sayang..! Rose tidak pakai ayam kan?". Adi memberikan plastik yang berbeda sendiri.


Anna tersenyum manis lalu mengucapkan terimakasih pada suaminya, Adi menduselkan keningnya dan kening Anna.


Sekar dan Caca memutar bola mata dengan malas melihat hal itu, Anna berjalan mendekati Rose yang melihat kaus kakinya karna Ia tidak suka jika kaus kakinya berbeda ketinggiannya.


"ayo sarapan sayang! ". pinta Anna.


"iya Kak". jawab Rose menyeringai lebar.

__ADS_1


"Oups..! biar kakak suapin ya?". pinta Anna memelas.


Rose tersenyum lebar dan mengangguk kuat, Sekar mengelus kepala Ren lalu membukakan sarapan bubur ayam untuk Ren tapi tidak menyuapi Ren karna tau Pribadi Anak laki-laki Arka itu angkuh dan terlalu arogan padahal butuh kasih sayang.


hari masih menunjukkan pukul 05.31 tapi mereka sudah bersiap dan sudah siap sarapan, Adi dan Reyhan cukup kesulitan mencari tempat sarapan yang sudah buka pagi-pagi buta hingga akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil juga, mereka menemukan bubur ayam yang sudah buka di persimpangan jalan.


.


"jangan berlari sayang!". pinta Anna.


"baik Kakak". jawab Sikembar patuh dan berjalan bergandengan tangan,


Sekar dan Anna bersama suami mereka mengantarkan sikembar ke Nana yang tidak sabar melihat Sikembar, alasan mereka cepat bersiap dan sarapan biar banyak menghabiskan waktu untuk Adik kembar mereka nanti sebelum diantar ke sekolah.


Caca sedang di kamar yang telah mereka sewa bersama, Ia setia menunggu Suaminya yang Anak mami itu sedang tertidur pulas setelah mengalami morning sickness yang seharusnya Caca lah yang menanggungnya, mereka sudah periksa ke dokter dengan lembut dokter menjelaskan Radit memiliki ikatan yang sangat erat dengan bayi nya itu.


"sayang...? jangan terlalu menyusahkan Papi Kalian ya?". pinta Caca dengan lembut mengelus perut datarnya.


Caca benar-benar tidak mengira akan jatuh hati pada Radit yang sebelumnya menyebalkan hingga Caca mengetahui rahasia terbesarnya yaitu seorang anak mami, awalnya Caca hanya ingin membuat Radit kesal saja tanpa di duga Caca sudah menunjukkan rasa suka pada Radit sejak Radit bisa menahan diri di malam menegangkan itu, lucunya Radit menangis meminta Caca untuk tidak memberitau Maminya.


"sayang?". Radit mengerjabkan matanya melihat Caca duduk disampingnya sambil mengelus perut datarnya itu.


Caca melihat ke arah Radit, "bagaimana? apa masih pusing?". tanya Caca sambil membantu Radit duduk.


"lumayan sayang". jawab Radit memijit pelipisnya.


"seharusnya aku yang merawatmu, kenapa jadi kamu yang merawatku sayang? aku memang anak Mami tapi untukmu aku harus bertindak dewasa kan?". dumel Radit.


Caca tersenyum saja, "ayo sarapan!".


Radit melihat sarapan yang diambil Caca, "kamu yang beli Sayang? seharusnya aku yang beli".


"bukan aku yang beli, tapi Adi sama Reyhan yang keluar pagi-pagi buta mencari sarapan". jawab Caca dengan senyuman.


"kamu udah sarapan sayang?". tanya Radit dibalas gelengan oleh Caca.


"ayo kita sarapan bersama..! seharusnya mereka memaksamu sarapan walau aku sedang tidur". gerutu Radit.


Caca terkekeh, "aku memang tidak mau makan karna surgaku sedang tidur".


Radit mengulum senyum lalu mengecup gemas bibir Caca, "kamu juga surgaku sayang".


"dasar anak mami bisa jadi mesum juga". ledek Caca padahal Ia serius mengatakan Radit itu suaminya, surganya.


Radit tertawa mencubit dagu lancip Caca dengan gemas.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2