Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
pekerjaan menipu orang


__ADS_3

.


.


.


"iya sih dia salah, memang salah tapi bagaimanapun dia seorang Ibu kan? apa tidak ada rasa bersalahnya sedikitpun? kalau udah tau Brian calon menantunya kenapa perselingkuhan mereka diteruskan?, ckk.. pihak laki-laki brengs*k di pihak Tante Sartika juga salah". oceh Anna.


"bagaimana mereka bisa terpisah? seharusnya Tante Sartika menyalahkan Brian kan? kenapa malah menyalahkanku?".


Anna tadi baik-baik saja sekarang mulai mengoceh hubungan mereka tidak baik juga karna Brian, ingin sekali Anna memukul kepala Brian saat bertemu dengannya karna sudah membuatnya kesal.


"aku akan bawakan Brian padamu sayang". kata Adi tiba-tiba muncul.


Anna menoleh ke Adi, "ha? emang kamu tau dimana dia tinggal? ". tanya Anna.


"hmm, aku bisa menemukannya sangat mudah". jawab Adi sambil tersenyum tipis.


"kenapa kamu mengizinkanku bertemu dengan lelaki? kalau aku menggigitnya bagaimana? ". tanya Anna penasaran.


"tidak masalah, itu ngidam anak kembar 3 ku harus dipenuhi". jawab Adi melangkahkan kaki mendekati Anna dan merangkul pinggang Anna dengan lembut.


Anna melihat lengan Adi sudah melingkar indah di pinggangnya,


"kamu terlalu baik Hubby! ". puji Anna dengan tulus.


"aku akan lakukan apapun untukmu sayang". jawab Adi mengecup lama kening Anna.


Anna tersenyum lebar lalu memeluk Adi dengan manja dan menduselkan sisi kepalanya di belahan dada bidang suaminya.


"sup ayam yang kamu buatkan untukku sangat enak, aku sangat menyukainya". puji Anna dengan gemas.


Adi mengulum senyum tampannya, "pantas saja Istriku makan seperti orang kelaparan". goda Adi.


Anna tertawa pelan dipelukan Adi, memang Ia makan begitu lahap dengan Sup ayam buatan Adi.


ke esokan harinya,


Anna menjenguk Intan di Rumah Sakit bersama Linda, Bayi Intan semakin baik saja perkembangannya, jika Bayi Intan sudah bisa dibawa pulang itu akan bersamaan dengan Nana yang juga berada di Rumah Sakit menjalani proses melahirkan bayi kembarnya.


.


"kenapa kita kesini Nona? ". tanya Linda melihat Mansion Arkatama.


"aku merindukan Rose". jawab Anna dengan santai.


baru pertama kali datang di Mansion Arkatama, Linda cukup tertegun dengan pemandangan indah di mansion Arkatama mirip dengan Mansion Anna.


"ada pertanyaan? ". tanya Anna terkekeh melihat wajah bingung Linda.

__ADS_1


"ini Nona, banyak pohonnya seperti Mansion Nona". jawab Linda nyengir.


"lebih tepatnya Kakek meniru Mansion Arkatama, kata Kakek sangat bagus dan jauh dari gerbang utama, Rumah menjadi lebih rindang kalau ada pepohonan". jelas Anna.


Linda mengerti kalau Leonard menyukai Mansion Arkatama, meniru karna suka tidak ada salahnya asalkan banyak uang saja.


setibanya di Mansion Arkatama, Anna diperlakukan seperti anak kandung di Mansion itu membuat Linda terkesima.


"bagaimana kandunganmu sayang? ". tanya Diah dengan lembut merangkul Anna ke sofa dan duduk.


"baik Mommy..! hehe, maaf Anna jarang kesini ya Mommy, Anna dikurung sama Adi apalagi sedang hamil anaknya". cengir Anna.


Diah terkekeh, "mau minum apa sayang? Mommy buatkan ya?".


"mau makan masakan Mommy". rengek Anna.


"ya udah, Mommy siapkan ya? jangan kemana-mana". pinta Diah mengelus kepala Anna.


Anna tersenyum lebar lalu Diah meminta Linda untuk menjaga Anna dengan sopan Linda menyahut dan tersenyum ramah.


"jadi ini sebabnya aku harus menghormati keluarga Nyonya Nana, karna keluarga ini sangat mengasihi Nona Anna seperti keluarga sendiri". batin Linda tersenyum hangat.


Anna menunggu Sikembar Nana pulang dari sekolah, sementara Nana dan Arka sedang pelatihan senam ibu hamil.


.


"Neneeeekkkk?? ". teriak Rose dengan ceria memasuki Mansion Arkatama, sedangkan Ren hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya yang heboh.


"sayangg? ". pekik Anna.


"Kak Anna? ". Rose tersenyum cerah ke Anna dan berlari mendekati Anna lalu mereka berpelukan dengan gemas.


"kakak kangen sayang". kata Anna dengan gemas ke Rose yang tertawa cekikikan.


"kata Mom Kakak sedang punya dedek jadi tidak boleh kemana-mana". jawab Rose.


"buktinya kakak bisa kesini". jawab Anna bangga.


"sudah..! Rose mandi ya sayang, nanti temui Kak Anna lagi ya? ". Diah menengahi.


"iya Nenek, Kak? Rose mandi dulu ya kak? ". Rose tersenyum lebar ke Anna.


"tidak usah mandi sayang, kamu sangat wangi". jawab Anna.


Rose menyeringai lebar karna Anna hanya bercanda padahal memang benar, namun Rose merasa tubuhnya sudah penuh keringat, Ia berlari menyusul kak Ren nya yang sudah pergi ke kamar untuk mandi.


.


.

__ADS_1


malam harinya,


"kamu kemana aja sayang? kenapa baru pulang?". omel Adi mendatangi Anna yang baru saja duduk di ranjang.


"aku tadi ke Mansion Arkatama". cengir Anna.


Adi menghela nafas, "ya sudah..! asalkan semua baik-baik saja, besok Brian akan ada di hadapanmu sayang, terserah mau kamu apakan".


"iya". jawab Anna tersenyum lebar lalu merentangkan Tangannya.


Adi mendekati Anna dan mereka tidur berpelukan tidak melakukan apapun,


sesuai janji Adi, ke esokan paginya Ia memang menemukan Brian dan dibawa paksa menemui Anna.


Anna menatap Brian dengan datar setelah memukul kepala Brian karna geram, "apa kau tidak sadar kesalahanmu?".


"K.. Kak? a.. aku tidak bersalah Kak, memang mereka saja yang mudah digoda". bela Brian gemetaran.


"huh !? kau fikir aku bodoh?? kenapa kau bermain api dengan kerabatku hah?? terutama Mia". bentak Anna.


Brian menunduk ketakutan, "ta.. tapi bukankah Nona tidak menyayanginya? ".


"hanya karna aku tidak memperlihatkannya, kau fikir bisa menindas sepupuku hah? jangan pertanyakan karakterku, bagaimanapun aku memperlakukan mereka bukan berarti kau bisa dengan sengaja menindasnya". marah Anna.


Brian semakin takut, Ia tidak mengira masalahnya akan sebesar ini bahkan tempat persembunyiannya selama ini ditemukan oleh Adi.


"asal kau tau..! hanya aku yang boleh menindas mereka, kau fikir aku butuh izinmu hah?? mentang-mentang wajahmu polos aku akan berbelas kasih? kalau sampai Tante Sartika balas dendam padaku, maka aku akan balas 7 kali lipat padamu". geram Anna.


"a.. ampun Nona.. ampuni Brian..! Brian tidak bersalah, Brian tidak bersalah Nona". bela Brian.


"Hubby..! penjarakan dia dengan caramu, aku tidak mau dia bebas dan suatu saat aku akan keluarkan dia dihadapan Tante Sartika". pinta Anna ke Adi dengan serius.


"iya sayang". jawab Adi mengelus kepala Anna.


Anna berbalik pergi sedangkan Brian terus meronta meminta maaf pada Anna, sayangnya wanita itu terlihat tidak peduli.


"kau dengar?? jangan mencari masalah dengan Istriku, ke ujung semut pun kau lari aku bisa menemukanmu". senyum miring Adi lalu mengibaskan tangannya.


"ampun Tuan.. Tuan..? saya masih muda Tuan, jangan lakukan ini pada saya Tuan".


"kenapa aku harus mengampunimu? seharusnya kau sudah tau kalau ini akan terjadi". kekeh Adi lalu meninggalkan Brian yang menangis menjadi-jadi.


Brian tidak menyangka pekerjaannya selama ini selalu berhasil menipu perempuan kini akan menjadi akhir dari kehidupannya, Brian sudah lama menipu orang dengan memanfaatkan wajah polosnya itu, kalau ketahuan maka Brian akan kabur dan bersembunyi selama beberapa bulan lalu keluar dan beraksi lagi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2