Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
sedang sial


__ADS_3

.


.


.


mereka makan bersama-sama dengan membuat drama masing-masing membuat Adi kesal saja sebab Istrinya sedang fokus makan saja.


"sayang?". panggil Adi.


"hmm? kenapa? mau minum?". tanya Anna berubah menjadi si Polos yang tidak tau apa-apa dengan rengekan suaminya itu.


Adi menghela nafas berat, "kenapa Istriku memasang wajah polos itu?". batin Adi yang tidak bisa berbuat apa-apa saat Anna tidak peka dengan rengekannya.


Radit menjulurkan lidahnya ke Adi yang mendecih pelan karna sudah kalah dengan sahabat serta asistennya itu, Radit semakin manja saja pada Caca yang peka dengan sikap manja Radit ingin dimanja berbeda dengan Anna yang tidak tau apa-apa kalau Adi dengan Radit sedang bertarung memperebutkan kasih sayang Istri.


.


ke esokan harinya,


di Mal ANA.


"kenapa Bayu?". tanya Adi ke Bayu yang terpaksa meminta Adi datang ke Mal.


"maaf Tuan, sa.. saya tidak berani". cicit Bayu memperlihatkan berkas-berkas yang telah Ia selesaikan.


Adi melihat semua itu dan mengkerutkan keningnya, "apanya tidak berani? bukankah ini sudah selesai?". tanya Adi dengan heran.


"s.. saya tidak berani menipu tanda tangan Tuan". jawab Bayu dengan kepala tertunduk.


Adi memijit pangkal hidungnya seketika, "jadi kau memintaku datang kesini untuk menandatangani semua ini?". tanya Adi dengan datar.


"eh.. iya Tuan". jawah Bayu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"kenapa kau tidak datang ke Mansion Anna ha? aku pikir ada masalah serius". bentak Adi.


Bayu mengerjabkan matanya, "jadi saya kalau minta tanda tangan ke Mansion Anna Tuan?". tanya Bayu dengan raut wajah bodohnya itu.


Adi ingin sekali meremas wajah Bayu yang terkadang ada Oon nya juga.


"aku tidak memintamu untuk menandatangi atau memalsukan tanda-tanganku kan? kalau kau butuh datang sendiri jangan memintaku untuk datang". omel Adi.


"baik Tuan, soalnya Tuan Radit tidak pernah bilang begitu jadi saya tidak tau". cengir Bayu.

__ADS_1


"haissh.. kau ini". Adi mendelik tajam dan Bayu semakin menundukkan kepalanya dengan malu karna sudah membuat Adi datang ke Mal ANA hanya karna masalah spele.


Adi terpaksa menandatangani semua berkas-berkas itu sambil menatap sengit Bayu yang cengar-cengir malu juga bercampur takut Adi akan memecatnya ternyata hanya ditatap sengit dan tajam saja.


"awas saja sekali lagi kau mengacaukan waktuku dengan hal yang tidak penting, kalau butuh datang sendiri ke Mansion mengerti tidak?". sambar Adi.


"baik Tuan, mengerti tidak? saya mengerti". jawab Bayu mengulangi perkataan Adi.


Adi mendekati Bayu dan hendak memukul kepala Bayu yang cepat meringkuk melindungi kepalanya, tapi ternyata Adi hanya menggertaknya saja tidak memukulnya sungguhan.


"ampun Tuan". cicit Bayu.


"huhh..! awas kau ulangi lagi kesalahanmu ini, aku maafkan karna masih baru". ancam Adi.


"iya Tuan". jawab Bayu tersenyum canggung.


Adi mendumel kesal keluar dari Ruangannya, Bayu menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"aku ingat saat itu Tuan Radit bilang kalau butuh tandatangan suruh saja Tuan Adi datang, awalnya aku ragu saat melihat senyum Tuan Radit ternyata ini alasannya? apa hubungan mereka kurang baik? kenapa malah melibatkanku?". gumam-gumam Bayu merasa dipermainkan oleh Radit.


Adi terus saja mendumel panjang dengan gumaman-gumaman kecilnya tapi tidak ada yang mendengar.


"pasti ulah Radit, dia yang meminta Bayu seperti itu". gerutu Adi saat di Parkiran.


Adi melihat Bambang menaikkan sebelah alisnya, "apa dia memata-mataiku kemana aku pergi?". batin Adi menebak.


"bisakah kita berbicara sebentar Tuan?". tanya Bambang dengan sopan.


"apalagi? bukankah aku sudah memberimu uang 2 M dengan cuma-cuma? jangan mengacau lagi, aku sedang tidak mood". ketus Adi segera masuk ke mobilnya dan pergi dari sana mengabaikan Bambang.


"apa dia sedang ada masalah?". gumam Bambang.


"pasti dia sedang bertengkar dengan Istrinya, baguslah..! ini waktu yang tepat untuk Bunga mendekatinya". Bambang malah tersenyum licik menebak bahwa Adi sedang bertengkar dengan Anna padahal sebenarnya bukan dengan Anna melainkan Radit dan Bayu.


.


.


Adi langsung pulang tapi tiba-tiba ban mobilnya bocor membuatnya semakin geram saja, Ia membuka jas kerjanya dan melepaskan dasi serta membuka 2 kancing kemeja atasnya.


"kenapa aku sial sekali hari ini?". decak Adi sambil menyibakkan lengan bajunya memperlihatkan lengannya yang berotot.


Adi mengambil ban cadangannya, dan Ia melihat ada mobil lain berhenti dibelakangnya lalu Adi mendengus melihat Bunga keluar dari sana sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Adi?? kamu sedang apa? kenapa berhenti di jalan sepi ini?". tanya Bunga.


"aku sedang apa bukan urusanmu". jawab Adi dengan dingin dan ketus.


"oh.. jadi kata Papa benar, Adi memang ada masalah dengan Istrinya?". batin Bunga tersenyum manis.


"kalau dipikir-pikir kita jodoh ya Di, bagaimana kita bisa bertemu disini?". senyum manis Bunga perlahan mendekati Adi yang tidak menjawab pertanyaan Bunga.


"apa perlu aku panggilkan montir Di?". tanya Bunga menawarkan diri.


"tidak usah, aku bisa melakukannya sendiri". jawab Adi dengan cuek tanpa melihat Bunga sedikitpun.


Adi bisa mengganti ban mobilnya sendiri membuat Bunga terpesona dengan kehebatan Adi, selain pandai dalam hal bisnis juga ahli mengganti ban mobil seperti seorang montir sungguhan saja.


"kamu hebat sekali Di! ". puji Bunga ditengah-tengah kesibukan Adi yang terlihat sangat seksi.


"aaaaaa.... kenapa Adi seksi sekalii?". batin Bunga menangkupkan kedua tangannya melihat Adi sampai puas.


"apa kamu sedang ada masalah dengan Istrimu Adi? aku bisa mengerti kalau kamu kesal padanya, dia terlalu berlebihan ya?". Bunga sok ikut campur dengan urusan Adi.


Adi masih terlihat dingin tidak memperdulikan Bunga, Ia sibuk dengan pekerjaannya sampai selesai lalu Ia akan pergi meninggalkan si Kumbang yang suka cari perhatian itu.


"kenapa Di? apa kamu tidak bisa menjadikanku sebagai temanmu?". tanya Bunga.


"aku akan menjadi teman yang baik untukmu, Nona Anna itu terlalu sombong dan banyak drama nya, aku sendiri melihatnya sangat kesal, dia seperti merendahkanmu karna dia lebih kaya darimu". kompor Bunga.


Adi masih diam tidak termakan omongan Bunga, Ia sedang dalam masalah tapi bukan karna Anna melainkan Bayu dan Radit tapi entah apa yang diceritakan Bambang ke Bunga mengira bahwa Adi sedang ada masalah dengan Anna.


"Adi?". Bunga semakin mendekati Adi tapi tangan Adi terangkat membuat Bunga menghentikan langkahnya.


"aku sedang sibuk jadi kau pergilah..!". usir Adi tanpa melihat Bunga.


Adi mengelap hidungnya sampai terbentuk garis hitam, Bunga mengeluarkan tisu dari saku rok pendeknya dan hendak mengelap keringat serta wajah Adi yang kotor layaknya perempuan yang sangat perhatian.


Adi melirik kaki Bunga mendekat pun pura-pura tidak lihat lalu meletakkan Ban yang sudah Ia lepas disampingnya dan mengenai Bunga.


"aah?". pekik Bunga memegang kakinya yang tertimpa ban bocor mobil Adi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2