
.
.
.
Adi pulang membawa Anna, Ia tidak malu menggendong Anna kemana-mana malah Anna yang malu karna kakinya banyak perbannya.
di dalam mobil,
"mau kemana lagi? ". tanya Anna mulai kesal Adi terus saja menggendongnya sehingga membuat Anna tidak bisa bersama dengan kedua sahabat baiknya.
Anna berdoa semoga saja Sekar dan Caca cepat menikah menemukan Jodoh yang baik kelak bisa membahagiakan kedua sahabat baiknya itu.
"kita makan malam di Restaurant sayang, aku sudah memesannya untuk kita". jawab Adi memasang seatbelt untuk Anna.
Anna menghela nafas, "setidaknya bawa kedua sahabatku". keluh Anna.
"kenapa aku harus membawa mereka? kamu mau mereka iri karna tidak punya pasangan hm? ". gemas Adi mengusap kepala Anna.
Anna memanyunkan bibirnya, "terserah deh".
Adi melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, tangannya tidak pernah lepas menggenggam tangan Anna sementara Anna memainkan ponselnya, matanya terlihat sibuk bergulir melihat sesuatu.
"kamu lihat apa sayang? ". tanya Adi
"aah..? ini.. berita tentang Layla, aku lihat ada komentar yang menyebutmu Adi". jawab Anna dengan kesal.
"perlu aku menuntutnya? ". tanya Adi
"menuntut apa? ". tanya Anna dengan raut wajah tidak mengerti.
"komentar apa itu? aku akan dengarkan, kalau aku tidak suka aku akan langsung memberinya pelajaran". Adi
Anna menggeleng kepalanya, "hanya bilang kalau kamu sangat tampan, siapapun wanita pasti menyukaimu".
"lalu apa masalahnya sayang? kamu cemburu?". tanya Adi dengan nada menggoda.
"aku tidak senang". jawab Anna dengan nada membentak hingga Adi tertawa pelan.
setibanya di Restaurant,
lagi-lagi Anna harus digendong oleh Adi, sebenarnya Anna sudah jauh lebih baik tapi jalannya pasti masih rada aneh.
"Anna? ". Besta kaget melihat Anna ada di Restaurant yang sama dengannya.
__ADS_1
"Anna? siapa? ". Roben memutar kepalanya lalu melihat arah tatapan Besta.
mereka sontak saja saling pandang dengan raut wajah tak percaya melihat Anna dan Adi terlihat baik-baik saja, bahkan terlihat semakin mesra saja.
"kenapa mereka semakin dekat? ". bisik Besta.
"mana aku tau..! coba kita ikuti mereka! ". ajak Roben juga penasaran.
Roben dan Besta mengikuti Adi yang tengah menggendong Anna,
"sayangg..? jangan abaikan aku terus hmm? ". Adi mengecup pipi Anna yang malah asik membaca komentar netizen.
"aehh..? hehehe". Anna menyimpan ponselnya lalu melingkarkan tangannya dileher Adi.
"aku kan cuma penasaran saja komentar mereka". jawab Anna cengar-cengir.
Adi tersenyum tampan, Ia dengan hati-hati membawa Anna ke Ruangan yang dituntun pelayan.
"disini Ruangan Privatnya Tuan, Nona". kata Pelayan memberikan Ruangan VVIP terbaik yang direservasi oleh Adi.
"hmm". balas Adi datar dan melangkahkan Kaki memasuki Ruangan itu lalu mendudukkan Anna dengan hati-hati di Sofa.
Adi dengan cekatan menyelimuti Anna dan menghidupkan TV, "ini Remotnya sayang, aku pesan makanan nya dulu ya? ". kata Adi dengan lembut mengelus pipi Anna.
Adi berjalan ke Meja makan lalu melihat buku menu nya, dengan tenang Ia memesan makanan yang Anna sukai.
"baik Tuan...! kami permisi". kata pelayan dengan tundukan hormatnya ke Adi.
mereka semua pergi dari Ruangan itu memberi Privasi untuk Adi dan Anna sebelum menu makanan yang Adi pesan tiba.
Adi menyeringai melihat pintu yang tertutup, "mencoba memata-mataiku? ciih..! penghenti detak jantung? aku akan musnahkan kalian berdua". gumam Adi tersenyum miring.
Adi menghubungi seseorang lalu menutup panggilannya, "karna kalian sudah membuatku dan Anna bersatu, hmmm? kematian kalian aku permudah, silahkan bertemu dengan kedua orangtua Anna dan terima hukuman kalian di neraka". senyum tipis Adi merasa puas dengan pemikirannya sendiri.
Adi tau kalau Roben dan Besta ada di Restaurant yang sama dengannya saat ini, kebetulan Boy sedang ada masalah jadi menghubungi Adi lewat panggilan Vidio dan menjelaskan kebenaran tentang cairan yang ingin diberikan orang suruhan Roben untuk membunuh Adi.
Adi merasa Roben memang tidak mau hidup tenang dengan mengusiknya, Adi sudah memberi banyak celah supaya Roben bisa mencari kebahagiaannya sendiri tanpa mengusik Istrinya, namun sekarang tidak bisa Adi maafkan saat Roben berusaha menyingkirkannya bahkan mencoba memisahkan Anna dengannya yaitu dengan cara memprovokasi Anna hingga membuat Adi cukup gila di Luar Negeri membayangkan Anna jika sampai terpengaruh oleh Om dan Tante jahatnya itu.
.
di samping Ruangan Privat Adi dan Anna,
"disamping apa benar Ruangan Tuan Aditya dengan Nona Anna pelayan? ". tanya Besta pura-pura ramah pada pelayan yang mengantarkan pesanannya.
"benar Nyonya". jawab salah satu Pelayan yang ditanya Besta.
__ADS_1
"bagaimana hubungan mereka? ". tanya Roben serius ke pelayan itu.
"sangat romantis Tuan". jawab Pelayan itu lagi.
Roben mengusir Pelayan yang sudah menjawab rasa penasarannya.
mereka berdua terlihat berpikir serius, hingga tiba-tiba Roben memukul meja membuat meja bergoyang dan minuman ada yang tumpah sedangkan Besta hanya kaget tanpa berani berbicara.
"kenapa jadi begini?? bukankah kau bilang rencanamu akan berhasil? kenapa mereka semakin lengket? ". maki Roben.
"aku juga tidak tau sayang, apa perlu kita lihat lebih teliti lagi? bisa saja mereka hanya pura-pura romantis biar tetap keliatan mesra didepan publik padahal sebenarnya mereka sedang bertengkar hebat". Besta.
Roben terdiam memikirkan perkataan Besta yang ada benarnya juga.
selama beberapa jam mereka mengendap-ngendap mencari tau hubungan Adi, bahkan Besta sampai nekat mengetuk-ngetuk Ruangan Privat Anna dan Adi pura-pura salah masuk ke Ruangan itu.
"kenapa tidak dibuka? ". tanya Roben.
"tidak tau". jawab Besta.
Besta membuka pintu Ruangan itu dan berhasil.
"kenapa tidak dari tadi? ". geram Roben saat pintu Ruangan Privat Adi dengan Anna ternyata tidak dikunci.
Besta tersenyum puas, Ia membuka pintu Ruangan mereka dengan sangat hati-hati.
"Aahm....? Adi sudah cukup..! tanda yang kamu berikan sangat banyak, aku sampai memakai bedak tebal untuk menutupi leher dan bahuku yang merah karnamu". omel Anna menjauhkan wajah Adi yang asik menciumi lehernya.
Adi tertawa memeluk Anna dari belakang, mereka sudah selesai makan, saat ini sedang bersantai di sofa sambil menonton TV yang disediakan khusus untuk Ruangan Privat Kelas atas itu saja.
"aah..? ". Besta membekap mulutnya melihat adegan mesra Adi dengan Anna.
Anna tidak dengar sementara Adi tau dan mendengar cuma pura-pura tidak tau, Ia sengaja karna punya tujuan yaitu untuk menunjukkan pada mereka kalau hubungan Anna dengan Adi baik-baik saja dan menjelaskan bahwa rencana busuk Roben dan Besta tidak mempan membuat hubungan mereka merenggang.
Roben buru-buru membawa Besta keluar dan menarik Besta sampai masuk ke Ruangan sebelah, tempat mereka tadi makan.
"kenapa kau berteriak hah? ". tanya Roben membentak.
"maaf Ben..! aku kaget aja melihat mereka semakin lengket seperti perangko". bela Besta dengan serius.
.
.
.
__ADS_1