
Van, pakai bajumu.... "Teriak Juna.
Iya bang udah. "Kata Vani sambil manyun.
"Kenapa cemberut gitu si" Juna yang melihat Vani dengan tatapan yang aneh.
"Gak papa ". Kata Vani sambil duduk di sofa dan melipat kedua pahanya.
Juna mendekat dan duduk di sebelah Vani yang marah.
"Kenapa si Van? Tanya Juna.
Vani diam saja membuat Juna gemes sendiri.
Ya udah kalau gak mau bicara abang pergi aja ya. "Kata Juna.
"Bang jangan pergi, Tiba tiba Vani menarik lengan Juna dan tanpa sengaja mereka berperlukan.
"Maaf Van. "Juna langsung bangun..
"Bang tunggu mau kemana.."Tanya Vani pada Juna.
Keluar "Kata Juna singkat..
"Abang marah? "Vani cemberut dan memanyunkan bibir bawahnya.
Enggak kok.. Juna lalu meninggalkan Vani sendirian di kamar.
Sifffffftt kenapa kamu mengujiku si Van? Juna masih saja mengomel sendiri.
Bang Juna, dimana? "panggil Vani.
Bang kenapa di luar? gak bobo kata Vani manja.
__ADS_1
"Kamu masuk saja sana Van, nanti masuk angin, kata Juna sangat lembut.
"Bang Juna aja diluar, jadi Vani jua mau di luar saja. "Kata Vani yang duduk di tepi balkon.
"Kamu ini kenapa si Van? kok Abang rasa kamu aneh hari ini. Juna bertanya karena tidak biasanya Vani menggoda Juna hingga seperti itu.
"Enggak apa apa bang, lagian wajar menurut Vani, Vani kan udah jadi istri Abang. Abang aja yang gak suka sama Vani, apa kurangnya Vani Bang?
"Aduh kok nangis si, Juna mendekat Vani lalu menyeka airmatanya.
Maafin Abang ya Van, Abang tadi bingung karena Vani menggoda Abang sampai segitunya..
"Maafin Vani Bang,Vani salah.. Vani menunduk karena menahan malu..
"Ya udah jangan sedih, lain kali enggak boleh gitu ya, jujur Abang gak suka..
"Iya Bang Vani janji..
Udah malam Vani masuk dulu ya Bang. "Vani lalu pergi dan tidur..
****
Pagi sudah menunjukan pukul 8 pagi, semua orang telah bersiap untuk memulai aktifitas seperti Juna dan Vani hari ini mereka berangkat bersama.
"Ayo berangat Van, juna memanggil Vani yang tengah bercengkrama dengan Mamanya..
"Iya Bang.. Vani berangkat ya Ma, Pamit Vani pada mama mertuanya.
"Iya sayang kalian hati hati yaa..
Iya ma, jawab Juna.
"Nanti turunin aku di tempat biasa ya Bang, pinta Vani pada Juna.
__ADS_1
"Iya sayang, Juna keceplosan..
"Apa tadi? Vani meminta Juna untuk mengulangi perkataannya..
"Gak apa apa kok. Juna malu.
"Ya udah Vani turun ya bang, nanti jemput lagi disini..
"Iya Vani, kata Juna masih menahan malu..
"Vani mencium tangan Juna sambil memberi salam..
"Iya Van kamu hati hati ya, inget kata Abang..
" Iya Bang Vani akan selalu ingat pesan Abang, Vani turun ya..
Sebelum Vani turun Vani mencium Juna...
Cupppp Abang juga gak boleh genit genit ya sama Bella. Kata Vani to the point.
Juna masih tertegun dengan perlakuan Vani, dia perfikir apakah Vani sudah mulai menerimanya??
Iya Van Abang janji. Hanya itu yang keluar dari mulut Juna..
Vani hendak turun namun tiba tiba tangannya di tarik.
"Van barusan kamu cium aku? "Kata Juna membuat Vani merona..
Tak ada alasan untuk menghindari pertanyaan Juna.
"Iya Bang, apa Abang keberatan? tanya Vani..
"Enggak Van, tapi aku sangt senang aku bahagia kata Juna..
__ADS_1
Ahirnya Vani bisa bikin Bang Juna ketawa bisik hati Vani...
Next...