Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
bulan madu yang tertinggal


__ADS_3

.


.


.


"aku tidak bisa menunggu lama lagi Anna..! aku takut kamu akan meninggalkanku". kata Adi dengan serius.


"apa maksudmu Adi? ". tanya Anna


"aku takut kamu mempercayai foto-foto itu lalu membenciku dan meninggalkanku". ujar Adi dengan lemah dan terlihat begitu takut kehilangan Anna.


Anna mengerjabkan matanya, "ja. jadi kamu kembali dengan cepat karna foto itu? kamu takut aku tidak percaya padamu Adi? ".


Adi tidak menjawab hanya memeluk Anna dengan erat dan sekali lagi menjelaskan pada Anna bahwa Cinta Adi hanya untuk Anna dan itu tidak akan pernah berubah.


Anna tersenyum dipelukan Adi, "aku mencintaimu juga Adi..! aku juga sangat merindukanmu jadi jangan takut aku akan salah faham padamu ya? aku bukan anak-anak yang tidak tau cara membedakan jebakan dengan kebenaran".


Adi melepaskan kancing baju tidur Anna satu persatu, Ia seakan dapat izin dari Anna untuk memiliki Anna seutuhnya saat ini.


Anna memejamkan matanya, Ia tidak berani melihat tubuhnya sendiri yang kini hanya mengenakan dalam*n saja lalu ia mengerang pelan saat Adi mengigit lehernya dengan gemas.


perlahan tapi pasti Adi memberi tanda kepemilikan diseluruh tubuh Anna, awalnya Anna tegang dan malu namun lama-kelamaan Anna mulai menikmati sentuhan Adi tanpa sadar jemari lentiknya sudah meraba dada bidang Adi.


"aahh". Anna meremas rambut Adi saat bibir Adi bermain di buk*t kemb*rnya yang padat.


kini tubuh mereka sudah tidak memakai baju sehelai benang apapun, Anna sungguh malu sampai tidak berani membuka matanya.


"tatap aku Anna! ". pinta Adi.


mata Anna bergerak lalu matanya terbuka dan menatap mata Adi yang tengah berhasr*t melihatnya.


"setelah ini kamu adalah milikku Anna, aku tidak akan pernah melepaskanmu walau suatu saat nanti kamu bosan padaku". kata Adi dengan suara parau.


Anna mengangguk pelan lalu jemari tangannya meraba wajah tampan Adi.


"aku tidak tahan sayang". bisik Adi dengan memelas.


Anna mengerjabkan matanya lalu memejamkan matanya, Adi kembali menciumi Anna sampai benar-benar terbuai lalu menanamkan benihnya yang berharga di rahim Anna.


percintaan mereka di tengah hari benar-benar sangat panas dipenuhi keringat padahal kamar mereka AC, desah*n dan geram*n mereka tidak didengar oleh orang lain diluar kamar mereka sebab Kamar Anna bisa dikatakan kedap suara.


mereka berada di dalam kamar seharian penuh sampai lupa makan seolah melakukan hubungan itu sudah membuat mereka kenyang,

__ADS_1


.


Anna membuka matanya dan pertama yang Ia lihat ada wajah tampan Adi yang tengah memeluknya dengan erat, wajahnya memerah mengingat percintaan nya dengan Adi yang sangat pro membuatnya mend*s*h tak karuan saat berusaha menggapai kenikmatan yang tidak ternilai harganya.


"benar-benar hebat diatas ranjang ya? dan.. i. itu.. hmm??". batin Anna semakin malu saja mengingat inti tubuh Adi yang membuat nya malu mengingatnya.


"unggh". Anna memegang perutnya yang berdemo seketika.


Adi perlahan membuka matanya, "Sayang? sudah bangun? ". Adi tersenyum mengecup kening Anna.


"a.. aku lapar". cicit Anna.


"lapar? ". Adi langsung membuka matanya sambil duduk menatap Anna dengan penuh senyuman.


Anna pun duduk namun tangannya memegang selimut untuk menutupi buk*t kemb*rnya.


"mau makan apa hmm? ". tanya Adi dengan wajah bangun tidurnya yang masih sangat tampan dimata Anna belum lagi saat Adi mengulum senyum pada Anna.


Anna terkekeh lalu jemari tangan lentiknya merapikan rambut Adi yang berantakan,, "makan yang enak pokoknya". jawab Anna dengan senyuman tapi matanya fokus ke rambut Adi yang harus rapi.


Anna melebarkan matanya saat Adi tiba-tiba mencium bibirnya dan melum*tnya lalu saat Adi melepaskan pangutannya Anna memejamkan matanya ketika hidung Adi menduselkan hidung mereka dengan gemas.


.


.


"kenapa aku mematuhinya? ". gumam Anna memukul kepalanya sendiri tetap berdiam diri diranjang atas perintah Adi.


Anna pun menurunkan kakinya namun saat ia berdiri Anna terduduk lemas dilantai seperti tidak bertulang saja.


"aah..? sakit". Anna meringis pelan.


Anna lupa kalau Adi adalah Pria pertama yang menyentuhnya terlebih lagi mereka melakukannya berkali-kali pantas saja Anna merasa bagian intinya terasa sakit seperti terbelah dua.


dengan segala kemampuan Anna mengesot ke kamar mandi yang sialnya terasa sangat jauh padahal memang kamar Anna saja yang luas dan besar.


tubuh Anna terasa lengket dan saat ini dirinya hanya ingin membersihkan tubuhnya sampai bersih dan nyaman.


.


"sayang? aku..? ". Adi masuk membawa menu makanan spesial untuk Anna namun tidak melihat Anna di ranjang.


"Sayangg? ". Adi berjalan ke sofa dan meletakkan semua makanan yang Ia buat lalu mencari Anna.

__ADS_1


Adi melihat selimut tercecer, seprei ada noda darah, dan baju berserakan di lantai namun yang berhasil menjadi perhatian Adi adalah Sepreinya.


Ia tersenyum mengganti Seprei itu dengan yang baru dan selimut baru, Adi menebak Anna sedang mandi, dengan telaten Ia membersihkan kamar mereka yang berantakan.


.


ceklekk..


"aaahhh? ". Anna memekik saat berjalan dengan bantuan dinding ada Adi yang bersandar melihat kearahnya.


Adi menggendong Anna, "kenapa bergerak sendiri hmm?". tanya Adi dengan lembut membawa Anna ke Sofa dan mendudukkan Anna di pangkuan Adi.


"A.. Adi..? aku belum berpakaian". cicit Anna.


"bukankah tadi kamu minta makan? ayo makan..! pakai bajunya nanti saja". Adi merapikan anak rambut Anna yang tidak terbungkus handuk.


mereka berdua makan suap-suapan, namun setelah selesai makan tanpa sengaja Anna melakukan kesalahan menimpa tubuh Adi apalagi Anna tidak memakai br* membuat hasr*t Adi kembali bangkit.


Adi menyeringai membalik tubuh nya yang tadi ditimpa Anna kini malah Adi yang menindih Anna di sofa.


"aahhh". pekik Anna


"tanggung jawab sayang". bisik Adi


Anna melebarkan matanya, dan Adi melempar handuk yang menutupi tubuh Anna sampai terjadilah hal yang seharusnya jangan terjadi lagi.


setelah puas Adi membawa Anna ke kamar mandi lalu dengan lembut membersihkan tubuh Anna yang sudah kewalahan melayaninya.


diluar Kamar Anna dan Adi,


Leonard sudah tertawa cekikikan bersama Han, mereka sebagai lelaki tau saat melihat Adi bersiul senang memasak untuk Anna didapur sudah memberi kode pada mereka berdua.


"sepertinya Pak Leonard sebentar lagi bakal punya Cicit". kata Han tertawa


"iya..! biarkan saja mereka berdua Han..! kamu juga beritau Sekar dan Caca jangan mengganggu pasangan yang sudah terlambat berbulan madu itu". peringatan Leonard.


"iya pak". jawab Han dengan patuh.


sebenarnya sejak pagi Sekar dan Caca ingin melihat Anna tapi Pengawal Mansion Anna mengatakan bahwa Aditya Pratama pulang dan itu membuat mereka mengurungkan niat bertemu dengan Anna.


mereka tidak tau apa yang terjadi dengan Anna di dalam kamar bersama suaminya itu, mereka berdua hanya berpikir Anna dan Adi sedang melepas rindu sebagai sepasang kekasih karna beberapa hari tidak bertemu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2